
Bari dan pak Rudi langsung menuju rumah sakit yang di tunjuk polisi itu dan menemui pengacara mereka yang sudah lebih dulu di sana. Walaupun sudah dini hari bari dan pak Rudi tetap antusias mengikuti langkah - langkah yang di lakukan tim medis dari kepolisian demi terbukanya kasus ini. Karena menurut bari dia di jebak dan ini sudah tindakan kriminal.
Begitu tiba disana bari dan juga pak Rudi di suruh menunggu di satu ruangan khusus, sementara tim medis sedang melakukan pemeriksaan.
Setelah selesai dengan pemeriksaannya akhirnya pihak kepolisian bicara juga dengan pihak keluarga bari. Sebenarnya mengenai pemukulan yang dilakukan mamanya bari, pihak kepolisian tidak melakukan penyelidikan karena tidak ada laporan tentang itu. Yang jadi fokus mereka akhirnya adalah bahwa Eva sedang di bawah pengaruh obat terlarang ketika di bawa ke rumah sakit awal. Dan dari penyelidikan kepolisian ternyata Eva sudah merupakan target kepolisian, hanya saja belum pernah ada barang bukti yang bisa mereka gunakan untuk menangkap Eva.
Tapi dari catatan kepolisian daerah, sudah beberapa kali ada tersebut nama Eva. Dan bahkan dari hasil penyelidikan ternyata Eva mundur dari dunia kedokteran setelah pihak rumah sakit minta dia di rehabilitasi, karena terbukti positif menggunakan barang haram itu dan bahkan masih ada pengaruh obat itu ketika masih bekerja sehingga beberapa kali melanggar prosedur rumah sakit.
"Dan kabar terbaru setelah di lacak dari nomor handphonenya ternyata dia sering kontak dengan sesorang di pulau Jawa, dan setelah di selidiki itu adalah mantan suaminya," itulah penjelasan polisi kepada bari dan pengacaranya juga papanya.
Bari terlihat sedih mendengar semua hal tentang Eva tadi. Dia bahkan memilih langsung keluar dari ruang pemeriksaan itu.
"kenapa bar, kamu terlihat sedih" tanya papanya
Bari tidak langsung menjawab, tapi dia menatap papanya dulu lalu dia menarik nafas panjang.
"aku sedih pa, kenapa Eva bisa hadir dalam kehidupanku"? ujar bari sendu
"maksud kamu"
"Hidupku banyak hancur karena Eva pa, aku kehilangan masa kecil Bagas karena Eva, aku kehilangan diriku yang sebenarnya selama beberapa tahun karena Eva, dan tadi sore entah apa yang akan terjadi kalau Eva berhasil merebut angel, sampai putriku itu sedikit trauma dalam tidurnya pa", ucap bari mengusap wajahnya kasar.
"sabar bar"
__ADS_1
"harus sabar bagaimana ya pa, seumur - umur aku berurusan dengan pihak kepolisian karena narkoba, aku yakin ini ulah Eva lagi, lalu apa berikutnya pa, setelah bebas dari sini nanti apa lagi yang akan Eva lakukan untuk hidupku" ucap bari menatap kosong kedepan.
"dan yang paling aku sesali pa, mamalah yang membawa Eva memasuki dan merusak hidupku" ucap bari sudah menetes air matanya. Biar bagaimana pun memang kehadiran Eva dalam hidupnya tidak bisa di pungkiri ada peran besar ibu Marlina.
Pak Rudi terlihat menarik nafas dalam, tidak bisa dia pungkiri yang di bilang bari tadi adalah benar adanya. Dulu ibu Marlina lah yang bernafsu memisahkan bari dan Narita sampai mereka harus mengorbankan banyak hal, termasuk anak bari yang harus pergi sebelum mereka bisa rawat.
"Sudahlah bar, semua yang terjadi dalam hidup kita sudah ada yang atur, tidak ada yang kebetulan. Jadi kamu tinggal jalani saja dan berusahalah untuk tidak lari dari jalur yang seharusnya" tutur pak Rudi berusaha bijak tapi malah di balas menohok oleh bari.
"apa menurut papa aku salah langkah sekarang, apa menurut papa aku benar mengkonsumsi barang - barang itu,? sampai aku harus menginjak penjara pa, walaupun hanya beberapa jam, Lalu salah apa yang aku lakukan pa sampai aku harus masuk penjara" ujar bari setengah berteriak. Jujur sejak dia tahu ini ada hubungannya dengan Eva, hatinya merasa sangat sedih dan khawatir. Bukannya dia orang tidak beriman, tapi melihat ulah Eva di masa lalu, bari takut Eva akan tetap hadir di masa depannya.
Pak Rudi menepuk pundak anaknya untuk memberi dukungan. Semua yang di ucapkan anaknya ada benarnya juga. Eva bukan gadis polos dan bodoh, dia pasti bisa aja nekat merusak rumah tangga bari. Tapi manusia bisa di apa, manusia hanya bisa berusaha, hasilnya Tuhanlah yang Maha tahu.
Disaat mereka terdiam memikirkan kemungkinan - kemungkinan yang terjadi di masa depan, pengacara mereka mendekat.
"saya malas pa, saya akan emosi melihat wajahnya pa" ujar bari sendu
"tahan dulu emosimu sekejap nak, kamu harus bicara dulu sama dia, siapa tahu ada petunjuk mengenai masalah mu ini juga" ujar pak Rudi serius.
Dengan berat hati akhirnya bari mengikuti papa dan juga pengacaranya ke dalam ruang rawat Eva. Bari langsung menatap Eva tajam dan penuh kebencian yang susah dia ucapkan.
Sementara Eva juga menatap bari dengan tatapan sayu. Mungkin dalam hatinya ada kerinduan untuk bari tapi dia juga sadar diri sekarang, atau malah itu adalah tatapan putus asa, entahlah hanya Eva yang tahu.
Pak Rudi yang melihat kebencian di mata anaknya bari langsung berinisiatif bertanya duluan kepada Eva.
__ADS_1
"gimana keadaanmu nak Eva" tanyanya masih lembut
"udah lumayan pa" ujar Eva pendek
"sebenarnya kenapa terjadi kejadian tadi sore nak, papa belum bisa nanya mama karena dia langsung histeris" ucap pak Rudi pura - pura bodoh.
"terus kenapa papa nanya aku, kan ada wanita itu juga, Narita istrinya bari itu" ujar Eva sewot tapi lemas.
"huhhh nak Eva, bukankah kamulah orang yang paling berperan di sana, makanya aku bertanya sama kamu" tutur pak Rudi.
"Tapi kalau kamu tidak mau bicara juga tidak apa - apa, karena papa juga hanya kasian sama kamu bukan ingin mengurusi masalah ini. Dan asal kamu tahu Eva polisi sudah tahu semua tentang kamu, tentang obat - obatan kamu dan juga tentang..." ucapan pak Rudi sengaja dia gantung untuk memancing reaksi Eva. Benar saja Eva malah melotot ke arah pak Rudi karena dia berpikir bahwa polisi sudah tahu bahwa dialah yang menjebak bari karena bari masih polos.
"tentang apa pa" tanya Eva semakin penasaran karena pak Rudi menggantung ucapannya.
"papa tahu kamu dalang di balik semua ini Eva. hehhh aku tidak menyangka ya kalau wanita terhormat sepertimu bisa melakukan hal - hal kotor dan menjijikkan. Aku sangat menyesal pernah mengenalmu. Sumpah penyesalanku yang terdalam adalah pernah mengenalmu. Wanita yang sangat obsesi bahkan jadi kehilangan semuanya Tapi itu urusanmu, aku cuma mau bilang sama kamu, jangan hadir lagi dalam hidupku Eva, jangan buat kekacauan lagi di keluargaku, cukup kamu mengenalku tapi jangan mendekat, cukup kamu berdiri di tempatmu dan aku di tempatku" tutur bari penuh tekanan lalu dia berjalan keluar, Karena bari takut dia akan emosi melihat Eva lagi.
Hallo semuannya, sory ya up-nya agak lama
tapi sekarang akan up lagi
dukung terus ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏