
Akhirnya masalah bari dengan obat - obat itupun menjadi kelar dan terang benderang. Karena sejujurnya tidak ada hal yang menunjukkan bahwa bari seorang pengguna ataupun pengedar narkoba.
Bari sudah terbebas dari segala tuduhan dan namanya juga sudah di bersihkan oleh pihak kepolisian dengan hadir langsung di kantor bari.
Naritapun bisa bernafas lega karena semua masalah sudah kelar.
Hidup mereka sudah normal kembali sampai enam bulan kemudian Eva yang masih memiliki koneksi yang kuat ternyata bisa meminta orang untuk menculik Bagas dari sekolahnya. Dia masih dendam dengan keluarga bari.
Bagas yang termasuk murid baru karena belum setahun sekolah di sini, jadi pihak sekolah belum banyak yang kenal keluarganya.
Sebelum pulang sekolah Bagas dijemput sama omnya dengan alasan karena papinya kecelakaan.
Beruntungnya pihak wali kelasnya tetap mengabari ke handphone Narita kalau Bagas sudah di jemput omnya menuju rumah sakit. Narita yang bingung pun langsung telepon suaminya dan menanyakan tentang kecelakaan itu, ternyata semua bohong.
Bari langsung panik juga langsung telepon papanya. Pak Rudi yang sudah tua jelas aja shock dan tidak terima cucunya hilang, apalagi itu adalah cucu kesayangannya.
Pak Rudi langsung bergerak menuju sekolahan Bagas, begitu juga bari sudah bergerak dari kantornya menuju sekolahan Bagas.
Bari jelas tak habis pikir apa tujuan penculiknya, soalnya hampir satu setengah jam anaknya keluar dari sekolah sesuai dengan pemberitahuan gurunya, belum ada orang yang menghubungi bari maupun keluarganya.
Satu - satunya petunjuk buat mereka hanya ada di cctv dekat gerbang sekolah. Memang sekolah ini tidak banyak cctvnya, hanya ada di depan gerbang sekolah dan dekat lapangan untuk upacara.
Dari cctv terlihat banyak orang yang masuk ke sekolah ini yang tidak menggunakan seragam sekolah, terutama para penjaga kantin dan beberapa suplier sekolah seperti suplier air minum dan juga suplier kertas.
Akhirnya mereka di bantu oleh pihak kepolisian setempat, karena walaupun belum dua puluh empat jam hilang, tapi karena Bagas di jemput dari sekolah yang nota bene instansi pendidikan, jadi polisi wajib langsung turun tangan.
Saat melihat ada seorang laki - laki yang masuk dengan sepeda motor dengan pakaian biasa, dan memarkirkan motornya dekat gerbang sekolah dan sambil celingukan dia melangkah masuk ke dalam sekolah itu. Melihat gelagatnya yang mencurigakan polisi menaruh curiga, tapi cctv sekolah itu juga sedikit blur sehingga tidak terlihat jelas, apalagi motornya juga bodong.
Lalu pihak kepolisian mencari cctv yang berada dekat daerah itu. Dan syukurnya ada di temukan, di dekat jalan raya ada cctv yang sangat jelas menangkap wajah laki - laki itu serta flat motornya yang ternyata bodong.
__ADS_1
Ternyata penculik itu memang sepertinya sengaja memancing emosi bari doank. Buktinya awalnya Bagas juga di berikan jajanan dan diperlakukan dengan baik. Malah di cctv salah satu in..Maret terlihat jelas laki - laki itu menggandeng Bagas , dan Bagas juga terlihat sedikit bingung.
Setelah melihat cctv itu, pihak kepolisian memperluas pencarian dan menambah personiel. Sampai sore hari bari dan keluarga belum menemukan Bagas cucu mereka. Narita sudah sangat sedih, air matanya tak pernah berhenti mengalir. apalagi Bagas masih baru di kota ini. Belum lagi penjelasan kepolisian bahwa anaknya itu kemungkinan sudah di bawa ke luar kota.
Dari pengamatan kepolisian sepertinya penculik itu ingin membawa bocah itu keluar kota. Tapi yang bikin penasaran sampai sekarang penculik itu belum menghubungi keluarga bari.
Merasa bingung sendiri karena tidak ada jejak atau petunjuk yang bisa di lacak membuat keluarga bari dan pak Rudi sangat sedih.
Entah kenapa Narita punya feeling kalau ini mungkin ada hubungannya dengan Eva. Karena siapa lagi yang berkeinginan menculik anaknya.
Walaupun ragu, Narita mencoba mengungkapkan kecurigaannya kepada pak Rudi mertuannya, karena bari sedang mencoba menghubungi temannya yang punya acces dengan orang - orang lapangan atau katakanlah preman di kota ini.
"pa, apa mungkin ini ulah Eva lagi pa? bukannya Narita berpikiran jelek sama dia, tapi siapa lagi yang berkeinginan menghancurkan keluarga kita pa"? ujar Narita yang di angguki oleh mertuannya. Ternyata pernyataan Narita langsung di tanggapi oleh polisi yang sedang berada di rumah mereka bersama pengacara mereka juga.
Polisi itu mengatakan bahwa kemungkinan terkecilpun harus kita telusuri dan selidiki.
"siapa ibu Eva" tanya pak polisi itu kepada Narita dan pak Rudi serta ibu Marlina. Tapi bukan mereka yang menjawab, karena langsung di jawab oleh pengacara mereka.
"maksudnya"
"begini pak, beberapa bulan lalu polusi menemukan barang haram di tas bari dan di kantornya juga, sehingga bari sempat juga di tangkap oleh pihak kepolisian. Tapi karena di lihat dari sisi manapun bari tidak ada dalam penyelidikan kepolisian serta hasil test urine juga negatif, pak bari akhirnya di bebaskan. Merasa tidak puas mungkin ibu Eva sempat mau menculik putri pak bari, tapi bisa di bebaskan oleh ibunya pak bari. Dan itu juga yang mengantarkan ibu Eva ke penjara, karena ketika di bawa ke rumah sakit ternyata dia sedang di bawah pengaruh obat" tutur pengacara itu jelas.
"terus sekarang ibu evanya dimana"?
"masih di penjara pak"
"ohhh, akan kita telusuri"ujar polisi itu antusias. Lalu dia menghubungi kantor lembaga pemasyarakatan untuk menyelidiki acces Eva, narapidana kasus narkoba.
Dan ternyata tidak susah, pihak kepolisian langsung melacak nomor yang di hubungi dari handphone yang sering di hubungi oleh narapidana.
__ADS_1
Mungkin teknologi yang sudah canggih atau orang suruhan Eva yang bodoh, ternyata nomor itu bisa di lacak sedang berada di kota ini. Jelas pihak kepolisian langsung bergerak cepat ke titik telepon tersebut dan akhirnya bisa membongkar kasus pesta narkoba yang sedang berlangsung, padahal itu di rumah yang sudah lama, dan berada agak di pinggir persawahan.
Tanpa perlawanan semua di angkut kepolisian. Apalagi mereka sudah setengah sadar. Dan mungkin alam sedang mendukung pihak kepolisian, salah satu handphone yang akan jadi barang bukti itu berdering, ternyata yang menghubungi adalah orang yang membawa Bagas.
dddrrttt dddrrttt
Pihak kepolisian pun langsung mengangkatnya tanpa bicara, malah dari sebrang langsung bicara panjang lebar.
"ini anak nangis terus bos, gimana ini"
Para polisi yang disana langsung saling tatap lalu saling mengangguk. Salah satu dari mereka langsung menjawab dengan gaya mabuk.
"emank sekarang Lo dimana, ngatasin bocah aja ga bisa" dengan suara seperti orang mabuk
"ya elah bos, kami masih di pinggir kota nih, nunggu perintah selanjutnya" ujar mereka sepertinya lebih dari satu orang.
"ya sudah, saya pikirin dulu, stand bye dulu, bentar lagi aku hubungi" ucap polisi itu persis orang mabuk.
Pihak kepolisian langsung menghubungi polisi setempat dimana daerah titik telepon itu berada. Mereka ingin mengulur waktu dulu dengan menghubungi nomor itu lewat pesan.
"jangan ganggu bocah itu, pastikan baik - baik aja" isi pesan polisi itu
"oke bos"
"nih anaknya" sambil mengirim foto Bagas yang sedang menangis.
Hallo guys dukung terus ya
kita akan segera sampai ending
__ADS_1
tetap like, coment dan vote
Terimakasih🙏