
Mendengar ucapan suaminya di telepon itu mengatakan membersihkan nama baik bari, ibu Marlina jadi penasaran ada masalah apa dengan anaknya bari.
Dia sudah trauma kehilangan anaknya itu, jangan sampai anaknya yang baru saja tinggal disini lagi menemukan masalah baru yang membuat dia harus kehilangan anaknya itu lagi.
"pa, ada masalah apa memang dengan bari, kok papa bilang tadi bersihkan nama bari segala" tuntut ibu Marlina.
Jujur memang kejadian hari ini sungguh membuat ibu Marlina kaget dengan kejadian yang sangat tiba - tiba itu di tambah suaminya bicara begitu.
Ibu Marlina malah tidak tahu mimpi apa semalam yang membuat hari ini mengalami kejadian yang luar biasa menurut dia.
Setelah merasa bahwa istrinya harus tahu apa yang terjadi sama bari, pak Rudi pun menceritakan kepada istrinya tentang semua hal yang terjadi hari ini.
"sebenarnya tadi papa dan bari bukan habis ketemu pak pengacara ma, papa sengaja mengundang dia karena bari tadi pagi ditangkap polisi" tutur pak Rudi tenang tapi membuat ibu Marlina kaget setengah mati.
"apa pa, kok bisa, kenapa"? tanya ibu Marlina sangat kaget.
"bari di tuduh menggunakan narkoba"
"hahhh ngga mungkin" ujar ibu marlina
"yah begitulah ma, papa juga ngga percaya, papa juga ngga yakin makanya papa langsung datang ke kantor polisi sendiri. Dan polisi sudah menjelaskan kejadiannya dan juga barang buktinya." ujar pak Rudi sendu
"terus papa kok ngga kasih tahu mama"
"boro - boro kasih tahu mama, papa hanya mikir gimana caranya bawa bari pulang. Papa ngga mau dia sampe nginap di penjara" ujarnya
"makanya saking bingung dan takut kurang paham prosedurnya makanya aku telepon pengacara kita. Dan karena test urine bari negatif akhirnya bari bisa bebas dengan jaminan." tutur pak rudi
"ya ampun, sepertinya memang ini ada unsur sengaja deh pa" ujar ibu Marlina akhirnya.
"yahh masalahnya sekarang kita tidak punya bukti ma" ujar pak Rudi sendu.
Saat mereka saling berbincang itu, pengacaranya kembali telepon.
dddrrttt dddrrttt dddrrttt
"hallo"
"hallo pak Rudi"
"iya pak, gimana"
"seperti yang kita duga pak, wanita ini memang ada hubungannya dengan barang bukti di tas dan mobil bari. Dia sendiri sudah mengakuinya saat setengah sadar. Tapi ada satu hal yang sangat mengejutkan pak" tutur pengacaranya
__ADS_1
"apa itu pak"
"ternyata wanita ini atau ibu Eva ini adalah pengguna obat - obat terlarang, bahkan dia sudah berapa kali jadi target polisi. Bahkan kemarin itu di duga dia di bawah pengaruh obat pak" ujar sang pengacara
"astaga" ujar pak Rudi tanpa sadar
"terus pak"
"kalau bisa pak Rudi dan bari datang dulu ke sini , ke rumah sakit X , rumah sakit yang di tunjuk oleh pihak berwajib. Supaya hal ini bisa kita kawal sama - sama" ujar pengacara
"baik pak, saya akan ke sana, tapi bari mungkin besok aja, karena pastinya masalah hari ini sudah sangat menguras pikiran dan emosinya" ujar pak Rudi
"baiklah pak, terserah bapak aja"
"terimakasih pak"
Setelah sambungan telepon itu terputus pak Rudi masih merasa tidak percaya kalau Eva sampai menjadi pecandu obat - obat terlarang itu.
"kenapa pa, apa katanya" tanya ibu Marlina penasaran
"katanya Eva itu pecandu narkoba ma"! ujar pak Rudi juga tidak menyangka.
"apah"?? teriak ibu Marlina
"berarti pasti dia pa, yang telah menjebak bari, kurang ajar, dia harus di beri pelajaran itu pa" ucapnya berapi - api, apalagi mengingat kejadian tadi sore gimana dia mencoba memaksa meraih angel.
"benar juga ya pak, kalau berhubungan dengan hukum harus ada bukti kuat" ucapnya sendu.
"iya ma, makanya sabar dulu ya, sekarang aku harus kesana, untuk mengawal proses ini" ujar pak Rudi ingin bergegas.
"malam - malam begini pa"
"justru malam ma, supaya Eva itu begitu sadar tidak bisa berkilah lagi" ujar pak Rudi
"tadinya sih ingin ajak bari juga, tapi dia besok aja, kasian Narita dan baby angel nanti sedih kalau tahu masalah bari"
"emank Narita blm tahu pa"?
"sepertinya sih belum ma, biar ajalah bari yang cerita, dia lebih tahu sosok Narita istrinya" ujarnya
"ya sudah kalau begitu pa" Akhirnya ibu Marlina juga bangkit untuk menyiapkan keperluan pak Rudi, karena ini sudah malam jadi harus bawa persiapan seperti jaket.
Mereka melangkah bersama ke kamarnya dan melihat Bagas yang tidur dengan pulas.
__ADS_1
Setelah dirasa persiapannya cukup, pak Rudi dan ibu Marlina akhirnya keluar dari kamar.
Sementara bari di kamarnya sedang menghibur istrinya yang sempat sedih membayangkan tadi putrinya angel yang sempat mau di rebut oleh Eva.
Bari melihat dengan jelas kesedihan Narita. Sehingga dia tidak ingin menambah beban Narita dengan cerita masalahnya hari ini yang sampai di bawa ke kantor polisi.
Bari terus menguatkan istrinya itu, serta kadang menghiburnya.
"sayang, kita tidur aja ya, biar hati dan pikiran kita kembali tenang. Percayalah Tuhan akan selalu menjaga kita" ujar bari menghibur istrinya.
Dia memeluk erat istrinya serta mengusap punggungnya sampai istrinya itu terlena dan lama - lama tertidur.
Dari tadi Narita tidak bisa tidur, dia seperti trauma aja anaknya diambil Eva, sehingga dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Bari menatap istrinya yang sudah tidur itu, terlihat tenang tidak gelisah seperti tadi. Bari sendiri ingin bicara lagi dengan papanya. Perlahan bari turun dari kasur dan keluar dari kamarnya.
Bersamaan dengan itu pak Rudi ingin berangkat ke rumah sakit.
"papa mau kemana"? tanya bari melihat papanya pakai jaket lengkap
"papa mau ke rumah sakit bar, tadi pengacara kita telepon" ujar pak Rudi, tapi tidak tega mengajak bari walaupun sejujurnya dia sangat ingin.
"memangnya kenapa pa"?
"mungkin ini ada hubungannya dengan masalahmu bar, soalnya polisi menyimpulkan kalau Eva sedang di bawah pengaruh obat tadi, dan ternyata dia juga sudah menjadi target polisi bar" ujar pak Rudi, biar bagaimana pun anaknya ini harus tahu cerita tentang Eva.
"berarti Eva sepertinya ingin menghancurkan aku pa" ujar bari dingin. Sementara ibu Marlina sudah tidak berani bicara, jelas kalau berhubungan dengan Eva dia juga ikut andil di dalamnya.
"kali ini aku tidak akan tinggal diam pa, aku akan tuntaskan masalah ini, supaya tidak ada lagi pengganggu dalam hidupku" ujar bari
"papa setuju bar, masalah ini harus tuntas, nama baikmu harus di bersihkan, apalagi sekarang kamu pemimpin di kantormu" tutur pak Rudi.
"aku ikut ke rumah sakit pa, aku juga ingin tahu detailnya" ujarnya hendak berlalu ke kamar tapi ingat sesuatu. Dia langsung berbalik menghadap mamanya dan berkata.
"ma, tolong jaga Narita dan anak - anak, aku lihat dari tadi Narita gelisah, mungkin dia sedikit trauma ma dengan kejadian tadi sore" ujar bari
"tenang aja bar, nanti aku lihatin" ujar ibu Marlina.
Hallo semua pembaca setiaku
Terimakasih sudah mengikuti karya ini🙏
Tapi tetap masih butuh dukungan ya guys
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏