
Dokter Eva akhirnya mendengar kata yang menyakitkan itu dari seorang barita. Kata penolakan yang dia takutkan jika mengharapkan seorang bari. Sekalipun diawali dengan kata maaf, tapi tetap aja akhirnya penolakan dan kata maaf itu pun sangat menyakitkan.
haaaa
Seorang Eva, gadis berparas cantik dan gampang bergaul, dari dulu selalu rebutan cowok, tapi dulu dan sekarang ditolak oleh barita, apa kata dunia.
Eva sampai tidak bisa lagi berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang. Mau ditarik pun kata - kata dia tadi sudah tidak mungkin, tapi mau di biarkan dia sendiri merasa malu dan marah karena merasa tertolak oleh bari. Bahkan mungkin dia sudah tidak punya wajah untuk berhadapan lagi dengan bari.
'aku harus tahu seperti apa sih istri bari itu'
'apa kelebihan dari wanita itu'
Eva merasa jadi tertantang untuk merebut bari dari istrinya itu. Bahkan kalau dia wanita yang sangat baik seperti kata bari, kenapa ibu Marlina tidak menyukainya.
Memang begitulah sifat manusia, jika kita sudah tidak menyukai seseorang pasti yang kita cari dan perdalam adalah nilai - nilai negatif dari orang tersebut.
Aku harus tahu jelas bagaimana wanita itu, dan aku akan bertanya langsung kepada Tante Marlina, karena dia juga sepertinya tidak menginginkan istrinya bari, bahkan meminta Eva untuk merayu bari untuk mau menceraikan istrinya.
'Ahhh aku harus bertemu dengan Tante Marlina, nanti sepulang kerja aku akan menemui Tante Marlina, batin Eva.'
Dengan sedikit kacau dan galau, Eva kembali melajukan mobilnya di jalanan dengan tujuan yang tidak jelas.
Sementara bari yang baru sampai kantornya dan duduk di belakang meja kerjanya, merasa terusik dengan pernyataan dokter Eva tadi tentang perasaannya.
'Maaf va, mungkin aku telah menyinggung perasaanmu tadi, harusnya bisa aku cari kata- kata yang lebih lembut' batin bari.
'iya, sepertinya tadi aku terlalu spontan berkata begitu sehingga menyinggung perasaan Eva, gimana kalau dia sakit hati' batin bari.
Bari yang pada dasarnya adalah cowok yang sangat baik, tidak ingin menyakiti atau menyinggung siapa pun. Dia ingin semuannya berjalan sangat baik dan tidak meninggalkan kesan kurang baik apa lagi sampai menyakiti orang lain.
'apa aku telepon Eva ya' batin bari
'ngga usah telepon deh, aku belum siap bicara sama dia, takut makin menyakiti perasaannya' batin bari
'ohhh aku kirim chat aja deh' batin bari akhirnya.
Bari langsung mengambil handphonenya dan mencari contak Eva.
__ADS_1
'va, sory ya kalau ucapan gua tadi nyakitin perasaan kamu' chat bari untuk awal percakapan.
'aku ngga bermaksud begitu, aku hanya merasa kita sudah tidak pantas membicarakan hal masa lalu kita, karena sekarang kita berdua sudah mempunyai hidup masing - masing' tulis bari lagi.
'aku mohon jangan tersinggung, jadilah kita sahabat baik kedepannya' tulis bari lagi
Tapi pesan whattsup itu terlihat masih centang dua, tapi belum di baca. Akhirnya bari mulai mengerjakan pekerjaannya yang harus dia selesaikan.
Karena mumet dengan pembicaraan dengan Eva tadi membuat bari lupa untuk telepon istrinya sudah makan siang apa belum.
Akhirnya bari segera ambil handphonenya lagi dan menghubungi istrinya.
Tapi sampe dua kali bari hubungi teleponnya belum di jawab, akhirnya dia hubungi nomor ibu may.
Panggilan pertama aja sudah diangkat ibu may dan mengabarkan bahwa Narita sedang tidur siang dan handphonenya ada di dekat meja.
Bari akhirnya mulai pekerjaannya lagi. Bekerja Sekitar dua jam handphone bari bunyi dan ada notifikasi pesan disana.
Bari segera buka handphonenya dan melihat bahwa pesan itu ternyata dari Eva.
Beberapa waktu lalu Eva di rumahnya ternyata melihat pesan whattsup dari bari.
Akhirnya dia membalas pesan dari bari dengan dramanya sendiri.
'ngga apa - apa bar, aku tahu kok, aku memang tidak pantas untuk kamu. bahkan dari dulu kamu sudah menolakku, apalagi sekarang ketika aku sudah menjadi janda.' tulis Eva dengan emot tetesan air mata lagi.
'Saya memang ngga pantas bahagia kali ya baru' tambahnya.
'saya ikhlaskan aja semuannya baru' tulisnya lagi seolah - olah dia sangat tersakiti.
Padahal di rumahnya Eva sedikit tersenyum sinis melihat isi chatnya itu.
'aku sudah terlanjur sayang sama kamu bar, aku akan berusaha semaksimal mungkin. Kamu harus jadi milikku' batin Eva di rumahnya.
Sedangkan bari yang membaca pesan whattsup dari Eva semakin bingung dan galau. Jujur bari tidak terpengaruh dengan perasaan Eva, tapi dia sangat tidak ingin jadi orang yang di benci oleh wanita karena perasaan mereka. Menurut bari cukuplah dia yang kecewa dalam satu hubungan.
Berulang kali bari baca pesan dari Eva. Bari juga bingung mau jawab apa di pesan itu lagi.
__ADS_1
Akhirnya bari biarkan aja dulu pesannya setelah dia baca. Dia kembali mulai bekerja.
Tapi bari juga tidak tenang bekerja, serasa ada yang mengganjal di hatinya. Dia jadi kurang konsentrasi dalam bekerja.
Akhirnya bari balas juga pesan Eva tadi.
'maaf va, bukan kamu ngga pantas atau gimana va, tapi aku bukanlah yang terbaik buat kamu va. Karena aku hanya terbaik untuk istriku.
'Kita tidak bisa menjangkau rencana Tuhan va, karena kita masih manusia biasa. Jadi yang terbaik buat kita adalah mensyukuri berkat kita dan mengikuti rencanaNya.' tulis bari panjang lebar dengan harapan eva mengerti dengan keadaan mereka sekarang. Mereka sudah memiliki pasangan masing - masing, jangan sampai merusak segalanya.
Dan sepertinya Eva sedang online sehingga pesan bari langsung centang biru.
Kembali Eva harus terhempas dengan kata - kata bagus bari, walaupun akhirnya artinya adalah penolakan juga. Dengan kata lain bari hanya memperhalus kata - katanya supaya tidak menyinggung Eva, yahhh tapi Eva yang sudah terlanjur berharap banyak jelas aja sangat kecewa juga dan tersinggung juga pastinya.
'Sepertinya kamu sudah menutup semua pintu bar untuk aku coba masukin, apa aku harus menyerah ya bar. Tapi jujur hatiku belum siap bar, hatiku terlanjur berharap kemarin semenjak mendengar cerita Tante marlina.'
deggg
Eva seolah baru ingat dan sadar dengan Tante Marlina.
"ohhh iya, aku harus ketemu Tante Marlina dan minta penjelasan sejelas - jelasnya. harus..aku ngga mau terus galau begini" ucap Eva sama dirinya sendiri.
Eva sudah tidak menjawab chat dari bari, sekarang niatnya sudah bulat untuk ketemu Tante Marlina.
Eva langsung mengganti pakaiannya dan meraih kunci mobilnya. Dan dia sudah bertekad untuk ke rumah Tante Marlina sekarang juga.
Sementara bari yang melihat bahwa chatnya sudah di baca tapi tidak di jawab lagi oleh Eva merasa bahwa mungkin Eva sudah sadar dan sudah menerima keadaan mereka sekarang.
Hai semua
Sory lama baru up lagi
Kita sekeluarga baru berduka karena salah satu anggota keluarga di panggil pulang ke Surga.
Tetap dukung ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih.🙏