
Sebulan sudah Narita dan bari menikah kembali, hari - hari mereka sangatlah bahagia. Hari - hari penyesuaian untuk mereka bertiga di rumah baru mereka.
Bari dan Narita terlihat makin bahagia. Narita yang tadinya tetap semangat untuk bekerja di rumah kontrakan lamanya bersama ayu, akhirnya dia lepas juga, karena dia ingin lebih fokus mengurusi suaminya yang super sibuk dan juga anaknya.
Weekend akan mereka habiskan bertiga. Penuh dengan perubahan positif, baik bari maupun Narita. Mungkin merekalah pengantin baru kedua yang sangat bahagia.
Tak habis - habisnya bari bersyukur dengan anugrah Tuhan buat keluarga kecilnya. Rumah mereka selalu dipenuhi canda dan tawa.
Weeken kali ini mereka berencana ke pantai. Karena kemarin pas bari gajian bertepatan dengan hari kerja dan hari minggunya ada acara di rumah kak Ida. Jadi bari belum memenuhi janjinya untuk jalan - jalan bersama istri dan anaknya.
Narita sudah prepare semuanya tentang konsumsi, karena mereka juga akan pergi bersama keluarga kak Ida, hanya saja berangkat sendiri - sendiri dan ketemu di lokasi wisata.
Begitu sampai di pantai terlihat Bagas sangat antusias, maklumlah anak kecil pasti hampir semua senang air.
Agak siang sedikit keluarga Ida juga sudah sampai di tempat ini. Mereka semakin ramai terutama anak - anak.
Bari dan Narita hanya memilih mengawasi dari jauh. Setelah agak sore barulah anak - anak itu pada keluar dan akhirnya mereka makan dulu sebelum pulang ke rumah. Kebetulan di daerah situ ada lesehan seafood yang sangat enak.
Nari sangat antusias melihat menu restoran itu. Dia sampe memesan beberapa menu makanan.
Nari memesan satu ikan gurame besar ditambah ikan cumi untuk Bagas dan juga ikan bakar untuk suaminya serta makanan lain seperti cumi asam manis lagi sebagai tambahannya.
Bari sebenarnya merasa senang setiap Narita senang. Bari tidak masalah Narita pesan sebanyak apa, karena dia yakin Narita itu orang yang bertanggung jawab, dia akan menghabiskannya.
Narita terlihat lahap banget makan ikan gurame gorengnya, sementara Bagas makan cuminya. Narita belum puas, dia masih melirik gurame bakar bari. Dengan senang hati bari membaginya.
Setelah puas makan bari dan keluarganya akhirnya pulang. sepanjang jalan di mobil Narita sudah ngantuk dan tidur.
'kasian dia, pasti cape' batin bari
Begitu sampai rumah mereka, bari mengangkat Bagas dulu ke kamarnya. Ehhh ternyata Narita tetap belum bangun, bari memutuskan mengangkat Narita aja ke kamar mereka. Bahkan sudah bari angkat aja Narita masih sangat pulas tidurnya.
Bari sedikit heran juga, ngga biasanya Narita sepulas ini tidurnya. Biasanya kalau sudah berpindah tempat pasti dia sudah bangun.
Tapi bari abaikan aja, dia selimuti istrinya tidur terus dia beresin semua peralatan mereka waktu pergi tadi yang masih di mobil.
__ADS_1
Menjelang malam bari sudah selesai beresin semua pada tempatnya, yang perlu di cuci sudah dia cuci, hanya pakaian basah yang belum bari beresin.
Bari ingin istirahatlah, dia langsung menuju kamar anaknya, ternyata makin pulas, begitu juga Narita ternyata masih sangat pulas. Akhirnya bari tidur di samping Narita dan memeluknya erat.
Lewat tengah malam sekitar jam dua pagi Narita kebangun. Dia kebangun karena lapar.
Dia berniat turun mencari makanan ke dapur. Bari yang juga merasakan pergerakan Narita, ikut kebangun juga.
"mau kemana sayang" tanya bari dengan suara serak
"mau ke dapur bang, lapar, temenin bang" ucap Narita
'hahhh tumben istrinya ini jadi manja, ke dapur aja minta temenin, bukan Narita yang biasanya' batin bari
Tapi bari tetap temanin istrinya ke dapur juga.
Melihat di kulkas banyak bahan makanan, Narita jadi bingung juga mau masak apa. Akhirnya dia memilih buat mie instan.
Narita masak satu mie instan sementara bari malah tidur di meja makan, kedua tangannya bertumpu di meja untuk dia letakkan kepalanya.
Setelah matang, Narita langsung makan mienya sampai habis. Setelah itu barulah dia bereskan semuannya dan pergi tidur lagi bersama bari.
Bari langsung lompat dari tempat tidur begitu mendengar istrinya muntah - muntah. Dia membantu Narita memijitin tengkuknya.
Bari bahkan sama sekali tidak jijik dengan muntahan Narita. Padahal biasanya dia lumayan ngga kuat dengan muntah.
Setelah dia lihat Narita sudah cape, bari membantu membersihkan mulut istrinya itu lalu dia membantu istrinya itu untuk bangkit dan kembali ke tempat tidur.
Narita sudah terlihat pucat karena banyaknya makanan yang dikeluarkannya. Bari sampai kasian melihatnya.
"sayang kita ke dokter aja ya, takutnya kemarin itu kamu ada yang ngga cocok makanannya" ujar bari sambil memijit - mijit tubuh istrinya.
"ngga usah bang, masuk angin doank kali, kemarin itu karena angin di pantai kan beda" jawab Narita lagi walau masih lemas.
"ditambah tadi malam kamu makan mie lagi" ujar bari khawatir.
__ADS_1
"iya bang, tapi tadi malam itu aku merasa lapar"
"ya sudah ngga apa - apa, tidur lagi dulu, ntar lagi Bagas sekolah biar aku yang antar sendiri" ujar bari lagi sambil menyelimuti istrinya lagi. Dia ingin beresin bekas muntahan istrinya di kamar mandi.
Bari baru aja beresin semua muntahannya dan ingin bangunin anaknya, Narita sudah kembali muntah - muntah di kamar mandi mereka. Akhirnya Bagas dan bari langsung lari ke arah kamar mereka dan menemukan Narita sudah lemas di dekat kamar mandi dan muntahnya sudah belepotan kemana - mana.
Tanpa pikir panjang bari langsung mengangkat tubuh istrinya itu ke kasur dan membersihkan wajahnya dan juga mengganti pakaiannya yang sudah terkena muntahan.
Bari langsung membawa istrinya ke mobil.
"Bagas, kita bawa mami ke dokter dulu sayang" ucap bari kepada anaknya
"iya Pi" jawab Bagas setuju. Bagas jelas khawatir melihat maminya lemas begitu. Bocah kelas satu SD itu langsung membuka pintu mobil dan membantu memasukkan maminya yang sudah lemas. Lalu bari mengunci rumah mereka dan langsung jalan ke dokter. Beruntung dokternya sangat dekat, masih satu komplek dengan mereka.
"silahkan pak, coba ibunya taruh di sini" ucap perawat itu
Bari langsung menaruh istrinya di ranjang pasien itu. Narita sudah sangat pucat, karena mungkin semua makanan itu sudah dia keluarin paksa dari tubuhnya.
Perawat itu mulai mengukur tensi darah Narita sambil menunggu dokter. Tidak berapa lama seorang dokter wanita sudah masuk ke ruangan itu.
"apa yang dirasa Bu" tanya sang dokter kepada Narita. Tapi bukan Narita yang jawab tapi bari.
"Dia muntah - muntah dok dari tadi"
"apa berkali - kali muntahnya pak"
"iya dok, apa karena tadi malam dia makan mie instan ya dok"
"ohhh mie instan emank ngga bagus ya Bu, jangan keseringan makan mie instan, nanti ususnya bla BLA BLA." nasehat sang dokter sambil memegang pergelangan tangan Narita. Keningnya berkerut lalu dia memberi perintah kepada perawat itu untuk melakukan persiapan USG.
Hai pembaca setiaku
jangan bosan ya
Dukung terus
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏