
Danu yang tidak terima di putuskan Jelita Pun,
Kini sangat marah, dan emosi terhadap Susan, Gara-gara kehadiran Susan ia di putuskan oleh Jelita.
"Dasar kau istri tidak tau diri, gara-gara kau,
Aku di putuskan Jelita. Ayo kau ikut aku pulang ke Rumah. Dasar kau istri tidak tau diri." tutur Danu
Setiba nya di rumah Danu langsung menghukum Susan, Danu mendorong Susan, hingga terjatuh di Lantai.
"Itu hukuman untuk mu, kau pantas mendapatkan Nya." ucap Danu
Sambil tertawa ia pun kini menjabak, rambut Panjang Susan. Susan yang tidak terima harga Dirinya di injak-injak pun kini melawan menampar Danu, dan kini Susan pun mengambil cambuk Yang ada di dalam lemari, lalu ia mencambuk Danu agar dia tidak kasar lagi terhadap nya.
"ya Allah ampuni lah dosa dosa ku, lindungilah Aku beserta anak yang ada dalam kandungan ku.
Suami ku sangat gila. Bisa-bisa aku, mati disini.
Aku harus bertahan demi kamu sayang." tutur Susan sambil mengelus perutnya
Kini danu pun pingsan akibat cambukan yang di Layangkan Susan, kini Susan pun akhirnya Mengemasi dan mengepak semua pakaian nya, ia Memutuskan meninggalkan rumahnya. Ia pun Akhirnya menginap di hotel, ia tidak pulang ke Apartement nya karena ia takut disusul oleh Danu, Karena Danu merupakan orang yang sangat Nekat.
__ADS_1
Tiba-tiba perut susan Kram, ia pun panik dan Menghubungi Dokter Adrian, Dokter Adrian yang Sangat panik takut Susan dan Bayinya Kenapa-kenapa? ia memutuskan ke Hotel tempat Susan menginap untuk mengecek dan memeriksa Keadaan Susan.
Setiba nya di kamar Hotel, Dokter Adrian yang Panik langsung memeriksa perut Susan, dan ia Pun memberikan resep dan obat terhadap Susan, Kini Dokter Adrian reflek mengelus perut Susan Dengan lembutnya.
"Sayang kau tidak boleh nakal, kasian Mama mu Nak." tutur Dr. Adrian
Dokter Adrian kini reflek mencium perut Susan, Yang sudah membuncit. Susan yang Mendapatkan perlakuan tersebut dari Dokter Adrian pun kini tersenyum malu.
"Andai saja Danu seperti ini, mungkin aku bahagia Sekali." tutur Susan dalam hati
Lalu Dokter Adrian, menggengam tangan Susan.
Susan pun mengganguk petanda setuju, atas apa Yang disampaikan Adrian kepada nya.
"Terimakasih Dok, maaf aku sudah merepotkan Mu." tutur Susan
"Tidak apa-apa Susan? kalau kau butuh bantuan Telepon saja, sekarang kau sudah tidak apa-apa?
Kalau begitu aku pamit pulang dulu Susan."
Ucap Dr.Adrian
__ADS_1
Dokter Adrian pun reflek mencium kening Susan, Dan mengelus dengan lembut rambut Susan, Sambil berkata dalam hati.
"Wajah mu sangat cantik Susan, seperti Shanty Ku." ucap Dr. Adrian dalam hati
Setiba nya di rumah Dokter Adrian Memandandangi bingkai poto almarhum sang istri, Yang sangat mirip dengan Susan yang tak lain Adalah Shanty.
"Kenapa kau meninggalkan ku sayang?
Aku sangat mencintai mu Shanty
Ada seorang gadis, wajahnya sangat mirip dengan Mu sayang. Apakah mungkin Allah telah mengirim Nya untuk ku? Untuk aku peristri? Apakah kau Setuju aku peristri Susan sayang?"
Tutur Adrian, kepada bingkai poto yang ia Genggam erat.
Visual Shanty yang cantik dan menawan, yang Mirip dengan Susan bak pinang di belah dua.
Visual Dokter Adrian, yang sangat tampan dan Menawan.
__ADS_1