PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 119 MALU


__ADS_3

Bari dan nari benar - benar menikmati malam pengantin kedua mereka dengan lepas. Bari sendiri merasa seperti pengantin baru, karena sudah terlalu lama berpuasa.


Apalagi kali ini bari melakukannya dengan rileks, hati tenang dan tanpa gangguan. Cinta mereka yang kuat semakin merekat dengan sejuta makna di dalamnya.


"kamu seperti gadis aja sayang, mungkin karena kita sudah lama sekali ya tidak melakukannya" ujar bari kepada Narita yang sudah malu.


Tanpa ragu bari kembali memeluk istrinya itu penuh kasih sayang.


"jangan pergi lagi nar, aku akan mati kalau kamu pergi. Aku ngga bisa hidup tanpamu nar" jelas bari masih memeluk istrinya sambil agak miring. Tubuh mereka masih hanya ditutupi selimut, karena mereka masih kecapean.


Narita hanya mendongak sedikit menatap suaminya, dan itu tidak di sia - siakan oleh bari, dia langsung menciumnya.


cup


"Abang" ucap Narita manja


"kenapa sayang, mau Abang peluk atau mau cium lagi, atau mau yang lain " ujar bari menggoda istrinya.


Narita hanya tersipu malu yang membuat bari jadi gemes dan kembali ******* bibir itu. Narita sudah mulai ada perlawanan, dan bari juga semakin bergairah karena Narita sudah mulai mengimbanginya.


Bari sudah menguasai Narita yang selalu malu - malu. Bari sedikit egois sekarang, karena menurutnya Narita harus di tegaskan karena dia terlalu baik.


Tapi keegoisan bari kali ini juga di sukai oleh Narita. Jujur dia sangat merindukan sentuhan bari. Sehingga setiap bari menyentuh sesuatu yang agak sensitif Narita langsung bereaksi seperti kejang sendiri.


Mungkin karena tindakan mereka seimbang itu membuat bari semakin semangat untuk membahagiakan istrinya. Bari ingin mereka berdua sama - sama menikmati permainan mereka. Ini terbukti ketika tangan bari berada pada daerah yang sensitif di tubuh nari, Narita langsung bereaksi hebat dan bari akan langsung menanggapinya juga dengan permainan seimbang sampai akhirnya bari sendiri tidak tahan lagi, dan akhirnya mereka berdua menyatukan segalanya.


Narita terlihat lemas ketika permainan mereka usai.


cup


"terimakasih sayang, kamu pasti cape" ujar bari


Narita hanya menanggapi dengan senyum membuat bari gemes lagi.


"jangan begitu sayang, nanti Abang bikin kamu sampai ngga bisa jalan lho" goda bari


"ehhh jangan - jangan bang, aku sudah capek, badanku remuk" ujar nari akhirnya.


Bari langsung menaruh tangannya ke samping lalu menarik tubuh polos nari mendekat.

__ADS_1


"okelah, tidurlah, Abang takut kalau kamu ngga tidur nanti kamu besok kurang fresh" ujar bari senyum.


Apakah terlalu nyaman dalam pelukan bari ataukah memang sudah ngantuk karena cape, tidak lama Narita akhirnya tidur. Berbeda dengan bari, setelah masuk kamar mandi dan membersihkan diri dia kembali memandangi wajah istrinya yang sudah tertidur pulas. dia hanya menutup tubuh istrinya dengan daster tipis yang ada di lemari supaya gampang dia pasang.


Setelah itu bari ke kamar anaknya Bagas, dia memastikan anaknya tidur dengan pulas. Bari membenarkan selimut Bagas yang melorot, lalu dia kembali memandangi anaknya dengan intens, tak terkira rasa bahagia bari Sekarang. Dia yang selalu dan selalu mencintai Narita sekarang sudah kembali bersatu dengan istrinya itu, ditambah lagi anaknya yang tumbuh dengan sehat selama di asuh Narita tanpa bari sadari.


'Terimakasih Tuhan' ucap bari sambil meneteskan airmata.


Setelah puas memandangi wajah anaknya, bari mengecup kening Bagas dan berlalu dari kamar Bagas.


Bari kembali masuk ke kamarnya dan dia melihat istrinya itu masih tidur pulas. Bari akhirnya langsung naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya itu posesif.


Tidak lama baripun tertidur di samping Narita sambil memeluk Narita.


keesokan harinya, Narita yang sudah terbiasa bangun pagi subuh akhirnya terbangun ketika jam menunjukkan pukul lima pagi.


Narita jelas aja bingung dengan keadaannya, karena dia masih bingung. akhirnya dia mulai sadar ketika melihat tangan bari yang melingkar di perutnya. Narita mulai ingat apa yang terjadi tadi malam, dan dia senyum sendiri dan mencoba turun dari kasur.


Pergerakan Narita ternyata membangunkan bari juga dari tidurnya. Akhirnya bari juga kebangun bersama Narita.


"sudah bangun sayang" tanya bari masih ngucek matanya.


"yeee istriku masih malu - malu aja, bikin aku gemes" ujar bari sambil menyibak selimut mereka. Terlihatlah Narita dengan pakaian yang sangat minim dan berantakan.


"bang" teriak Narita begitu dia sadar


"kenapa nar, pagi - pagi minta lagi dek" ucapnya asal tapi membuat Narita makin menunduk.


"ayo kita mandi dulu" ucap bari sudah turun dan ingin membantu Narita. Tapi Narita menolak, dia tahu kebiasaan bari kalau sudah begitu, pasti nanti di kamar mandi dia harus siap lagi. Sepertinya Narita masih capek pagi ini, dia belum ingin di sentuh bari lagi. Semua badanya masih pegal.


'abang aja dulu" ujar Narita


"kenapa, bareng aja dek" goda bari lagi


"Abang bariiii" teriak Narita lagi mbuat bari terkekeh dan berlalu ke kamar mandi.


Ketika bari di kamar mandi, Narita dengan pakaian minimnya langsung menyiapkan baju bari lalu menyiapkan bajunya sendiri.


Walaupun tahu akal bulus bari kalau di kamar mandi, tapi Narita akhirnya menyerah juga setelah lama menunggu bari keluar tapi tidak kunjung keluar. Padahal bari sengaja berendam air hangat.

__ADS_1


tok tok tok


"bang buruan, aku udah mau mandi"


"ohhh ya sudah, sini dek" ujar bari tenang


Dengan malu - malu akhirnya Narita masuk juga, karena dia sudah sangat risih. Melihat Narita melangkah sangat perlahan seperti anak kecil yang baru masuk ke air, bari menahan senyumnya.


"sini sayang" ucap bari langsung menarik tangan Narita begitu Narita bisa dia jangkau.


Akhirnya Narita langsung jatuh ke dalam bathup itu, dan itu sudah di dalam prediksi bari sehingga dia sudah antisipasi. Jangan sampai istrinya kepentok ke pinggiran bath up.


Narita akhirnya jatuh di atas tubuh bari, membuat bari semakin senang. Apapun yang terjadi posisinya sudah menguntungkan bari karena Narita pasti susah untuk melawan.


Akhirnya pagi itu di awali dengan olah raga panas mereka dulu. Dan akhirnya jam enam juga baru mereka keluar dari kamar.


Bari terlihat sangat bahagia, siapapun yang melihat dia pasti akan melihat bari yang baru di banding waktu bersama Eva.


Bari menggandeng istrinya ke kamar putranya dan terlihat Bagas masih tidur pulas.


Bari langsung mengusap lengan anaknya untuk membangunkannya, sementara Narita langsung buka horden kamar Bagas.


Suasana kamar Bagas sangat bagus, langsung berhadapan juga dengan terbitnya matahari. Bagas tidak lagi tidur ketika melihat papi dan mami ya ada di sana.


Bagas langsung mandi. Narita langsung menyiapkan pakaiannya.


Setelah menyiapkan pakaian Bagas, Narita langsung ke dapur untuk menyiapkan kopi untuk suaminya dan susu untuk Bagas.


Lalu mereka bertiga duduk di balkon itu sampai akhirnya kak Ida datang bersama suaminya. Mereka ingin memastikan persiapan syukuran nanti sore dan prepare yang belum disiapkan.


"kali ini karena kalian pengantin baru, jadi kalian istirahatlah, semua aku yang urus" ujar kak Ida yang melihat kebersamaan mereka pagi ini.


"ahh kakak bisa aja" ujar Narita malu


hallo guys


Dukung terus ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2