
Pak Rudi memang sedikit kecewa karena bari dan Narita tidak mengabarinya tentang kepulangan mereka, padahal selama ini mereka sangat tahu kalau pak Rudi ada dipihak mereka. Tapi apapun itu dengan kepulangan mereka pak Rudi bisa ketemu cucu - cucunya, dan bari pasti punya pertimbangan sendiri untuk hal itu.
Pak Rudi sampai hampir melupakan istrinya yang ada di sampingnya saking bahagiannya bertemu cucu - cucunya.
"ehhh maaf ma, papa lupa gara - gara Bagas sama angel" ujar pak Rudi. Sementara ibu Marlina hanya tersenyum kecil dan masih menatap kedua cucunya bergantian.
"ngga apa - apa pa" ujar ibu Marlina
Sementara bari dan Narita melangkah mendekati ibu Marlina. Bari menggenggam erat tangan sang istri ketika mereka menuju ibu Marlina. Bari seolah - olah mengatakan kepada Narita kalau kita tidak boleh terpisah.
Narita mengikuti suaminya dari belakang. Dia bersembunyi di balik punggung bari. Narita belum berani menatap mantan mertuannya itu dan sekarang mertuannya kembali karena dia sudah menikah lagi dengan bari.
Saat bari dan ibu Marlina berpelukan terlihat ibu Marlina sangat sedih dan menangis.Ibu Marlina tidak bisa bicara sama sekali. Dia hanya memeluk anaknya itu erat sambil menangis, entah apa isi hatinya. Setelah puas memeluk bari dalam diam ibu Marlina lalu mengurai pelukan mereka. Dia lalu mendekat ke Narita dan menatap Narita intens.
Bari tidak tahu apa isi hati mamanya, oleh karena itu dia tetap waspada kalau sampai mamanya berbuat sesuatu kepada narita, dia tidak akan segan - segan kali ini, bahkan sekalipun harus berantem dengan mamanya. Walaupun dia tidak berniat melawan orang tuannya tapi kalau menyangkut kebahagiaan keluarga kecilnya dia akan mempertaruhkan segalanya.
Narita juga mengalami hal yang sama, berkali - kali di zolimi oleh mertuannya membuat dia harus waspada kali ini, pasalnya dia tidak mau lagi terpisah dari keluarga kecilnya. Saking takutnya, Nari meringsuk ke belakang punggung bari, takut berhadapan langsung dengan mama mertuannya.
"maafkan ibu nar" kata yang di ucapkan pertama oleh ibu Marlina, karena dia melihat Narita benar - benar takut padanya. Narita tidak bergeming, dia masih seperti trauma berhadapan dengan mertuannya, syukurnya bari tetap memegang tangannya membuat dia tidak sampai lemas jatuh ke lantai.
Bari tak kalah bingung, seorang ibu Marlina minta maaf sama Narita, mungkin ngga ya itu tulus?
Tapi kita tidak boleh menghakimi, harus selalu berpikir positif. Bari masih menganggap mamanya benar - benar tulus minta maaf sama Narita.
tapi untuk apa? apa untuk semua kesalahan mama dari awal kepada Narita?
"ma, sudahlah jangan di paksa, takut Narita jadi trauma ma" ujar bari
Sementara Narita memang masih diam aja. Bukan karena apa - apa, tapi karena semua ini terlalu mendadak. Walaupun sebenarnya dia sudah persiapkanentalnya dari jauh - jauh hari, tapi begitu berhadapan begini tetap aja dia ciut.
__ADS_1
Melihat itu, pak Rudi tidak tega melihat istrinya dan juga Narita. Dia yakin istrinya sudah berubah dan Narita juga tidak salah karena berbagai cobaan yang pernah menimpanya.
Pak Rudi menggandeng tangan Bagas sebelah kiri dan menggandeng istrinya sebelah kanan, berdiri di hadapan Narita dan bari serta di sebelah mereka ada baby angel.
"bar, nak Narita, maafkanlah mama. Setiap orang pernah bersalah dan berbuat salah, begitu juga mama. Tapi yang papa lihat dan papa tahu, mama sudah berubah, dia sudah menyesal sekarang" tutur pak Rudi yang tidak tega melihat istrinya di dera rasa bersalah.
Bari hanya diam, dia takut untuk bicara. Bukan apa - apa, dia tak mau Narita salah faham dan mengira dia mendukung mamanya. Dia juga ngga mau menghalangi mama dan papanya, biarkan saja Narita menilai sendiri ketulusan mereka. bari tahu kok kalau Narita sangat mampu untuk memutuskan segala sesuatu, dan dia akan minta tolong bari kalau dia mengalami buntu.
"iya pa" jawab nari asal. Dia hanya tidak tega melihat papa mertuannya dan mama mertuannya menangis begitu, toh nantinya mereka juga akan pulang lagi ke Jakarta.
Narita menyalami tangan mamanya, dan memeluknya. Narita tidak bisa menggambarkan perasaannya ketika memeluk mama mertuanya. Gamang, bingung, mungkin itulah gambarannya. Dia hanya mengikuti gerak tubuh mereka yang bersalaman lalu berpelukan erat.
Ibu Marlina bukannya diam malah tambah menangis. Ternyata dia sedih mengingat semua dosanya kepada Narita. Dia bingung harus mulai darimana untuk kembali start ataukah sudah telat. Tapi ibu Marlina tetap harus berusaha bahkan sampai dia tua dia akan berusaha mendapatkan maaf dari menantunya ini.
Ibu Marlina sudah sadar bahwa mereka ternyata sangat bahagia bersama. Terbukti bari yang sudah sempat seperti mayat hidup beberapa tahun lalu sekarang terlihat sangat fresh dan lebih segar serta tubuhnya lebih berisi.
Mengingat semua hal itu ibu Marlina semakin terpuruk dalam pelukan Narita.
Setelah puas memeluk Narita ibu Marlina memeluk cucunya Bagas sangat erat. Hatinya sangat damai dan bahagia bisa memeluk cucunya yang sudah sebesar ini. Walaupun dia sempat kehilangan moment waktu cucunya itu masih kecil.
Setelah puas dengan Bagas, ibu Marlina mendekati angel. Entah mengerti atau tidak angel terlihat sangat bahagia dan senyum menggemaskan.
Ibu Marlina tidak bisa menahan diri, dengan berurai airmata dia mengangkat angel dari strolernya.
"aduh sayanggg nenek kangen" ucapnya sambil mengangkat baby angel di bantu oleh pak Rudi.
"hehhehehh ee" baby angel juga sibuk ngoceh
Pak Rudi dan ibu Marlina duduk di meja yang sudah bari dan Narita tempati tadi.
__ADS_1
Tiada hentinya pak Rudi dan ibu Marlina godain baby angel dan Bagas, seolah hanya mereka berempat di situ.
Drama sedih itu akhirnya berakhir ketika pelayan sudah mengantarkan pesanan bari dan Narita. Mau ngga mau mereka harus mengatur posisi duduk yang pas.
"pa, ma, tadi kami sudah terlanjur pesan, papa sama Mama pesan apa" tanya bari sambil memanggil pelayan tadi lagi.
"ohhh aku terserah aja" ujar ibu Marlina masih dengan mata sembab, masih sibuk dengan baby angel. Menciuminya dan mengelus pipinya.
"ohhh ya sudah, aku pesan ini dan ini" ujar pak Rudi lalu mereka kembali ke kursinya.
Bagas dan baby angel terlihat sangat antusias juga. mungkin karena sedang berada di luar rumah dengan suasana baru membuat baby angel senyum - senyum.
Akhirnya mereka semua makan dulu dengan pikiran masing - masing. Mereka ingin makan dulu dengan tenang, barulah mereka bicara nantinya.
Hallo pembaca setiaku, sory up date agak lama
body lagi kurang bisa di ajak kerjasama nih sama iklim pancaroba.
Jangan bosan ya
dukung terus
like
coment
vote
Terimakasih🙏
__ADS_1