PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 123 KUSIMPAN DULU


__ADS_3

Begitulah kebahagian dan kerepotan bari sekarang, karena yang berhubungan dengan anak dan istrinya dia ingin tangani sendiri sebisa mungkin.


Capek dan cukup repot, bari harus urus Narita yang tiap hari masih mengalami morning sickness, baru setelah nari tenang dia harus antar Bagas sekolah, memang tidak jauh dari rumahnya. Tapi kadang kalau nari belum tenang bari akan minta tolong art mereka antar Bagas naik ojek.


Semua harus bisa dia handle, itulah tekad bari. Capeknya sekarang belum seberapa di banding capeknya Narita, mengurus Bagas sendiri bertahun - tahun.


Urusan rumah memang bari sudah punya dua art yang dia pekerjakan. Satu untuk urus rumah dan sekitarannya dan satu urusan dapur dan khusus makanan Narita.


Tapi namanya wanita hamil, kadang mood Narita susah di pahami oleh bari.


Seperti pagi ini, terjadi drama panjang tidak seperti biasanya. Narita ingin bari libur kerja, padahal kerjaan bari sedang banyak sekali.


Tapi bari harus mengutamakan istrinya, itulah tekadnya.


"huekkk huekkk" Narita masih terus muntah padahal isi perutnya mungkin sudah tidak ada, buktinya aja muntahnya dan kosong. Bari sangat kasian melihat istrinya sampai keluar air mata saking mualnya mungkin.


"sudah muntahnya, kita ke kasur lagi" ajak bari yang masih memegangi Narita di kamar mandi.


"hmm" ujar Narita tapi sepertinya berdiri aja dia susah.


Bari langsung mengangkat istrinya ke kasur dan memberikan air hangat, lalu membersihkan kamar mandi mereka dari muntah istrinya.


Setelah kelar kamar mandi bari ingin ngasih istrinya makan.


"mau makan sayang"


Narita hanya menatap bari dan menggeleng. Lalu dia memanggil bari duduk di dekatnya dengan gerakan tangan. Setelah bari duduk Narita langsung memeluk lengannya erat seolah takut kehilangan. Sebenarnya bari sedikit heran, tidak biasanya istrinya begitu, hanya saja menurut temannya wanita hamil memang sering melakukan hal di luar kebiasaannya.


"kenapa sayang, ada yang sakit"


"Abang ngga usah kerja ya hari ini, temani aku" ujar Narita. Jujur bari kaget, disamping Narita tidak biasanya begitu, kerjaan bari juga sangat banyak, sepertinya berat kalau harus libur.


"ohhhhh emang istriku ini sekarang ingin dimanja ya"? goda bari sambil menowel hidungnya. Niat bari ingin menggoda istrinya itu dulu. Bagi bari sebenarnya itu hal biasa dan sederhana, tapi malah membuat Narita menangis dan melepas tangannya dari lengan bari.

__ADS_1


Bari jelas heran dan bingung, apalagi ketika melihat ternyata istrinya itu sudah meneteskan airmata. yang tadinya bari senyum - senyum akhirnya senyum itu pudar perlahan - lahan melihat istrinya meneteskan air mata. Bari langsung bergerak ke hadapan Narita yang sedang menunduk.


"kok nangis sih sayang, apa ada kata - kata Abang yang salah? apa Abang menyakiti hati kamu? maafin Abang ya! Abang hanya bercanda sayang, maafin Abang." ucap bari penuh penyesalan walaupun dia belum tahu letak kesalahannya dimana.


Narita masih diam menunduk dan terlihat air matanya menetes. Bari semakin merasa bersalah.


"nar, jangan begini donk, bilang sama Abang kalau Abang salah, jangan nangis begini dek, kasian anak kita di dalam nanti cengeng" ujar bari berharap Narita diam.


"kalau Abang salah mendingan kamu pukul Abang dek, jangan begini caranya, Abang ngga kuat nar" bujuk bari lagi dengan wajah sedih.


Melihat wajah bari yang terlihat sedih Narita tambah menangis.


"emank aku sangat merepotkan ya bang"? ucapnya perlahan


Hati bari sangat teriris mendengar ucapan istrinya, bagaimana mungkin istri sepengertian Narita di bilang istri yang merepotkan.


"sayang, siapa yang bilang kamu istri yang merepotkan, kamu itu istri yang sangat mandiri dan pengertian nar. Justru akulah suami yang tidak pernah mengerti istri sayang, aku sering bikin kamu menangis" ujar bari sambil memeluk istrinya.


"tidak bang, Abang sudah suami yang baik, sangat baik malah. Tapi aku juga ngga tahu bang kenapa aku jadi cengeng sekarang, terus apa - apa aku ingin di bantuin, maafin aku ya bang, aku akan coba lebih mandiri lagi" ucap Narita dengan raut wajah sedihnya.


"sekarang istriku ini ingin sarapan apa"? tanya bari lembut sambil mengusap pucuk kepala istrinya.


"kita cari susu kacang bang keluar" ujar Narita


"kamu ikut sayang, kamu nanti lemas" ucap bari lupa kalau istrinya itu lagi sensi.


"ngga boleh ya bang"? tanya Narita terlihat sedih


"ehhh ngga ngga sayang, boleh kok, nanti kalau lemas bilang ya biar langsung Abang gendong" ujar bari yang langsung ingat suasana emosi istrinya lagi ngga bagus jadi di iyain aja dulu semua kemauannya.


"hehhh" Narita sudah senyum sambil berusaha turun dari tempat tidur. Bari membantu Narita turun dari tempat tidur dan langsung jalan menuju mobil mereka.


Mereka pun keluar dari komplek perumahan itu, dan Narita ingin ke pasar. Walaupun was - was istrinya pingsan bari tetap mengikuti juga kemana Narita ingin. Begitu sampai pasar Narita langsung bergegas ke suatu tempat dan ternyata dia menuju penjual susu kacang langganannya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan keinginannya Narita ingin langsung pulang, katanya takut bari telat kerjanya. Bari benar - benar di buat bingung, tadi Narita minta libur ehhh sekarang dia suruh berangkat kerja, sebenarnya yang mana yang seharusnya bari lakukan.


Bari akhirnya hanya mengiyakan istrinya saja.


"sudah sayang gada lagi yang mau di beli"? tanya bari


"nggada bang, sudah semua"


"kita langsung pulang nih"


"iya bang kita langsung pulang aja"


Bari akhirnya melajukan mobilnya menuju rumahnya yang tidak terlalu jauh dari sana.


Begitu sampai rumah Narita langsung menikmati susu kacangnya. Dan setelah kenyang dia menuju kamarnya untuk ganti baju, dan mulailah dia duduk sambil menatap keluar setelah itu dia memilih menata bunga di halaman depan rumahnya.


Sementara bari, setelah istrinya menyuruhnya berangkat kerja, dia langsung siap - siap. Dan setelah siap bari menemui istrinya di taman belakang.


"sayang, aku jalan dulu ya" ujar bari


"iya bang, hati - hati ya"


"anak papi, jangan nakal di perut mami ya, kasian mami nanti sakit. Jadi anak baik ya sayang" ujar bari setengah berbisik di perut Narita.


"iya papi' ujar Narita menirukan suara anak kecil.


Akhirnya drama pagi ini berlalu juga dan sekarang bari sudah tiba di kantornya. Dia merasa lucu kalau mengingat semua kejadian pagi ini.


Bari jadi ingat kedua orang tuannya. Ingin rasanya dia cerita ke papinya tentang semua yang dia alami, tapi bari tahan, untuk sekarang ini bari masih ingin menyimpan Narita dan calon anak mereka. Ini demi kebaikan anak dan istrinya itu.


Semoga papa dan mama itu panjang umur, dan nantinya aku bisa bawa Narita dan anak - anakku ke hadapan mama dan papa.


Hai guys tetap setia ya

__ADS_1


like, coment dan vote


terimakasih🙏


__ADS_2