PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 122 BAHAGIAKU


__ADS_3

Bari berangkat kerja dengan semangat melebihi semangat empat lima, apalagi mendengar ucapan istrinya tadi yang mengatakan bari adalah kepala keluarga jadi harus mencari nafkah.


Begitu sampai kantornya bari langsung telepon Narita ke rumah, ternyata ayu sudah datang dan sedang belanja ke pasar.


Bari jadi tenang mendengar ayu sudah tiba di rumah mereka. Bari sudah bertekad akan bekerja lebih semangat lagi demi untuk anak dan istrinya.


Jam makan siang bari langsung telepon istrinya, sudah makan apa belum, masih muntah ngga?


Bari tidak ingin kehilangan moment ini lagi, moment dimana melayani istrinya yang sedang hamil muda.


Sementara Narita di rumah memang sedikit agak pusing. Tapi dia tidak ingin suaminya itu khawatir yang nanti malah mengganggu kerjaannya. Narita hanya bilang ke ayu mau istirahat dulu karena lelah. Entah kenapa kehamilan kali ini ayu lebih sedikit minta perhatian kayaknya.


Sore harinya bari pulang dengan menenteng banyak buah dan cemilan, karena bari yakin narita butuh banyak cemilan. Konon kata orang wanita hamil itu suka lapar kalau tengah malam.


"papi pulang" teriak Bagas


"hei anak papi, hari ini jagain mami ngga"? tanya bari ketika Bagas sedang berlari memeluknya.


"jagain Pi, tadi waktu mami tidur di sofa Bagas kasih selimut" ucapnya bangga.


"mami tidur di sofa, kok ngga di kamar"? tanya bari kaget


"iya Pi, kata mami tadi ingin di sofa, ehh ternyata mami ketiduran" cerita Bagas.


Bari langsung menggandeng anaknya masuk dan menemui istrinya.


"sayang" ujar bari melihat istrinya duduk di sofa dengan teh manis di depannya.


"Abang sudah pulang"? ucap Narita sambil berusaha bangkit. Tapi bari langsung meraih istrinya dan mengajaknya istrinya itu tetap duduk.


"gimana hari ini, masih muntah"? tanya bari


"ngga bang, hanya sekali - sekali" ucap Narita tersenyum manis.


Saat mereka sedang berbincang, ayu nongol di ruang tamu itu.


"kak nari, bang bari aku pulang dulu ya, Rangga sudah nunggu di depan" tutur ayu sopan


"ohhh iya ayu, makasih banyak ya, sudah jaga istri saya. Tapi tolong juga bantu lagi untuk mencarikan kami satu art ya" ujar bari memohon.


"iya bang, besok saya akan datang lagi sampai bang bari dan kak Narita dapat pembantu bang" ucap ayu sopan

__ADS_1


"makasih yu, Abang sama kak nari memang sangat butuh bantuanmu sekarang, soalnya kak Narita masih suka pusing" tutur bari


"iya bang, kalau begitu saya jalan dulu bang bari dan kak nari" ucap ayu sambil ingin undur diri


"Bagas, mba ayu pulang dulu ya, besok mba ayu datang lagi buat antar Bagas sekolah tapi naik motor ya" ujar ayu


"iya mba ayu" ucap Bagas sambil Salim tangan ayu.


Setelah ayu pulang Narita ingin buat kopi untuk suaminya, tapi baru aja berdiri Narita sudah merasa bumi berputar - putar.


"ehhh dek kenapa, sudah jangan bikin Abang takut, duduk aja" ucap bari yang menahan tubuh Narita.


"maaf bang aku ngga bisa buatin kopi" ucap Narita penuh sesal


"ya ampun adekku sayang, tidak usah pikirkan itu dulu. Sekarang kamu sedang hamil, jadi tolong kamu jaga calon anak kita aja ya, jangan pikirkan yang lain dulu. kalau kamu sakit gimana anak kita sehat sayang" ucap bari mengusap kepala istrinya.


Narita kembali merasa sedikit nyaman dan dia memejamkan matanya.


Bari mengatur posisi Narita supaya nyaman.


"apa kamu tidur di kamar aja sayang" ujar bari dan di angguki oleh Narita. Entah kenapa emank kehamilan kali ini Narita sangat lemas dan gampang pusing, apa karena usianya juga kali ya. Tanpa banyak bicara lagi barita langsung mengangkat tubuh Narita menuju kamar mereka. Dia membaringkannya dan menarik selimut untuk istrinya.


Setelah istrinya tidur lagi, bari meminta Bagas untuk jaga maminya di kamar sementara Bagas ingin buat makan malam. Tapi begitu masuk dapur ternyata sudah ada masakan ayu untuk makan malam. Dan saat bari buka kulkas ternyata sudah penuh dengan buah - buah segar.


Setelah Bagas tidur, bari kembali fokus ke istrinya. Narita memang masih tidur tapi dia belum makan lagi, karena setiap makan katanya dia akan mual lagi.


Saking lamanya menunggu Narita bangun akhirnya bari ketiduran di sisi tempat tidur itu.


Narita yang sudah lapar ingin cari makan mulai bergerak bangkit. Merasakan ada pergerakan Narita ternyata membuat bari langsung terbangun.


"kenapa dek, mau makan"? tanya bari


"mau makan sesuatu bang, lapar" ucap Narita mulai menurunkan kakinya dari kasur empuk mereka.


"ohhh tunggu aja di sini, mau makan apa, aku yang ambilin" ucap bari


"aku ingin minum susu jahe bang sama roti bakar"


"ohhhhh ya sudah, Abang cariin ya" ujar bari. Bari langsung bangkit berdiri dan mencari jaket di lemari.


"mau kemana bang" tanya Narita yang sudah duduk di pinggir tempat tidur mereka.

__ADS_1


"cari susu jahenya sayang, demi anak kita" ujar bari mengusap pucuk kepala istrinya.


"kan bisa pesan online bang, carilah yang paling dekat" ucap Narita


"ohhh iya ya dek, kita pesan online" ucap bari senyum, dia bersyukur ternyata anaknya tidak ingin buat papinya repot, dia ngga minta aneh - aneh.


"iya bang," ucap Narita


Akhirnya malam ini bari bisa tenang karena permintaan anaknya bisa di cari lewat online.


keesokan harinya Narita kembali muntah luar biasa. Bari sampai takut melihat Narita muntah tanpa henti.


Bari ingin membawa Narita ke dokter lagi, tapi Narita menolak. Dia tidak ingin ke dokter lagi yang membuat dia tambah muntah karena bau obatnya.


Narita hanya minta di buatin teh manis, tapi jangan terlalu manis. Narita juga minta di buatin nasi goreng. Setelah makan nasi goreng buatan bari, dan minum segelas teh manis Narita berjalan keluar mencari sinar mentari pagi.


Bari dengan setia menemani Narita, untungnya ayu sudah datang, sehingga Bagas bisa langsung di pegang sama ayu. Bari masih menemani istrinya duduk di depan rumah ketika Bagas akan berangkat ke sekolah.


'bagaimana dulu Narita melewati ini seorang diri ya' batin bari sedih. Memikirkan hal itu bari semakin sayang banget sama istrinya.


"papi mami, Bagas jalan dulu ya ke sekolah" ucap Bagas


"iya sayang hati - hati ya" ujar papinya


"iya Pi, mi" ujar Bagas sambil berlalu.


Setelah Bagas jalan, bari mengajak isterinya masuk, tapi karena Narita masih lemas dia langsung menggendongnya saja.


"bang maafin nari ya, sudah merepotkan'? ucap Narita sedih. Sebenarnya nari bukanlah wanita yang manja, tapi kali ini dia benar - benar ngga kuat.


"sayang jangan minta maaf oke. Abang yang harusnya minta maaf de, ngga bisa sama kamu setiap saat, apalagi kamu lagi hamil anak kita" ujar bari.


"tapi aku sangat bahagia dek, dan kebahagiaanku tiada Tara. Baru kali ini aku melihat langsung gimana prosesnya kamu hamil, mulai dari periksa pertama ke dokter ,kamu muntah - muntah dan lemas ngga ke bayang gimana sulitnya. Bahkan dokter itu bilang muntah begitu biasa untuk wanita hamil, maafin aku ya dek" ujar bari sedih campur bahagia.


"Abang janji, sekarang Abang akan selalu temanin semampu Abang, kamu tidak akan sendiri" ucapnya penuh bahagia sambil memeluk erat tubuh istrinya itu.


Hallo pembaca setiaku


Dukungannya ya guys


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2