PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 115 KE RUMAH IDA


__ADS_3

Sebelum Narita menyampaikan kata - kata penolakan, bari langsung mengalihkan pembicaraan mereka menjadi tentang pekerjaannya, dan tentang kantor pusatnya.


"kayaknya aku harus cari rumah daerah sini deh, biar aku bisa sering bersama Bagas" ucap bari yakin


Narita akhirnya tidak terpikirkan apapun, karena menurut bari, Narita itu terlalu baik, pertimbangannya terlalu banyak. Pasti nanti dia akan lebih mengutamakan perasaan orang lain daripada perasaannya sendiri.


"nanti tolong bantu nyari ya nar, soalnya aku nanti kerja sampe sore terus kuliah, pasti waktuku ngga banyak" ucap bari berusaha melibatkan Narita dalam mencari rumah yang akan dia beli. Padahal itu alasannya doank, dia kuliah juga tidak tiap hari kok, tapi dia ingin aja rumah yang mau dia beli termasuk pilihan Narita juga. Karena nantinya itu harus jadi rumah mereka.


"aku kurang paham kalau mengenai rumah bang" ujar Narita polos.


"lha ini buktinya, kamu bisa nyari kontrakan kalian ini, yang biasa aja terus kalau bisa yang penting ada garasinya" ujar bari serius.


"kalau ngga gini aja, kalau ada rumah yang mau di jual nanti kamu tolong tunjukkan terus kita lihat sama - sama, cocok ngga untuk Bagas nanti tinggal dan bermain" lanjut ucap bari mantap. Sepertinya niatnya untuk melibatkan Narita dalam hidupnya cukup dengan alasan Bagas.


Melihat Narita masih ragu dan bengong bari makin semangat untuk bicara.


"pokoknya nanti kita lihat dulu deh, untuk sementara aku tinggal di mess aja, sampai Nemu rumah yang pas" ucap bari lagi.


"kalau begitu bang bari kayaknya minta tolong juga sama kak Ida dan suaminya deh, mereka lebih sering berhubungan dengan mencari - cari rumah" ucap Narita lagi.


"ohhh iya ya, boleh juga itu nar, nanti tolong pertemukan aku sama mereka" ujar bari semangat. Bari ingin minta tolong kak Ida dan suaminya untuk mengurus pernikahannya dengan Narita, itulah tujuan utamanya.


"iya bang, tunggu Bagas bangun deh, rumah mereka dekat kok" ucap Narita lagi.


"kalau begitu aku beresin ini sebentar bang , soalnya mau di ambil" tunjuk Narita ke kerjaannya. Akhirnya dia kembali ke belakang mesin jahitnya untuk melanjutkan kerjaannya, padahal dia sudah susah untuk fokus, akhirnya ayulah yang banyak mengerjakannya.


Setelah rapi ternyata Bagas juga sudah bangun. Narita langsung menyuruh Bagas mandi dan ganti baju. Setelah melihat kamar mandi mereka kembali hati bari sakit. Tapi mau gimana lagi, sekarang dia ngga berdaya apa - apa memang, dia sudah tidak bisa membantu Narita secara langsung apalagi mengenai tempat tinggal.


Tanpa mandi Narita akhirnya mengantarkan Bagas dan bari ke rumah kak Ida, setelah itu


dia tinggal dulu karena dia harus mandi, setelah kerjaannya tadi kelar dia belum sempat untuk mandi.


Bagas dan bari yang di tinggal di rumah Ida akhirnya bisa ngobrol banyak dan bebas. Bagas langsung bermain dengan anak - anak Ida di lantai atas.


Sementara bari dan kak Ida serta suaminya langsung bicara serius.


"terus sejak kapan sampai Jakarta bar" tanya kak Ida memulai pembicaraan.

__ADS_1


"kemarin kak"


"kapan mulai kerja" tanya ida


"sekitar tiga hari lagi, mungkin hari Rabu, karena aku juga harus cari kampus dulu" jawab bari


"ohhh kamu mau kuliah lagi juga" Ida memastikan


"iya kak, sebenarnya aku ingin minta tolong kakak sekeluarga juga, aku tahu keluarga kakak termasuk keluarga yang berpengaruh, mungkin bisa membantuku" ucapnya to the point.


bang, kak Ida kan tahu gimana aku sama Narita, gimana perjalanan hidup kami dan kami juga baru saling ketemu kemarin dulu itu." ujar bari lalu diam sejenak


"terus" sela suami Ida


"aku mencintai nari bang, aku akan raih dia kembali, bukan hanya demi Bagas tapi demi kebahagiaanku juga. aku hanya cinta sama nari, begitu juga dia. Hidupku sudah dia - sia selama bertahun - tahun, bahkan aku sudah tidak punya tujuan hidup." cerita bari


"apa kamu sudah beres urusannya dengan dokter itu"


"sudah, sejujurnya aku tidak pernah ada ikatan sama dia. Karena hatiku tetaplah di bawa pergi oleh Narita. Dan ternyata kelakuanku yang dingin tidak membuatnya bertahan, sehingga mencari kehangatan di luar sana, dan bukti itulah yang membuat semua urusan administrasi cepat beres." ujar bari lagi


"terus apa rencanamu" tanya suami Ida


"niatnya kamu beli apa untuk ngontrak" tanya suami Ida


"sepertinya saya beli bang, karena saya sudah yakin untuk tinggal di Jakarta nantinya"


"ohhhhh, ya sudah, nanti Abang bantu cari" ucap suami Ida


"kira - kira berapa budgetmu"? tanyanya lagi


"sekianlah bang"


"ohhhh udah bagus itu" ujar suaminya lagi.


"terus aku juga ingin secepatnya mengurus pernikahan kami bang, makanya aku ingin minta tolong kak Ida untuk membantu saya untuk mencari orang yang bisa mengurus ini dengan segala perjalanan cinta kami"


"intinya kamu ingin menikah lagi lah dengan Narita " tegas suami Bu Ida

__ADS_1


"iya bang" jawabnya yakin.


"kamu tenang aja bar, kalau niatmu baik semua pasti di beri kemudahan" ujar kak Ida akhirnya. Kak Ida melihat bahwa bari sangatlah serius untuk menikah dengan Narita, apalagi dia sampai pindah ke Jakarta dan meninggalkan semua kenyamanannya di kampung.


"amin, semoga aja ya kak" ucapnya


Lalu bari dan suami kak Ida lanjut ngopi dulu diteras supaya lebih santai, sementara kak Ida masuk ke dapur.


"terus sekarang kamu tinggal dimana"? tanya suami kak Ida


"di mess bang"


"ohhh, ada mesnya toh"


"iya bang, cuma saya lihat yang tinggal di sana kebanyakan supir sama ob, paling ada berapa orang staff itupun jarang tidur di sana lebih sering keluar katanya" ucap bari


"terus nanti kamu cari rumah daerah mana"?


"ya daerah sinilah bang atau dekat kantorku" ucap bari lagi


"iya ya, mending di rumah sendiri daripada di mess" ujar suami kak Ida.


"iya bang"


"nanti semoga aja kalian menikah secepatnya bar, dan di mudahkan semua jalannya. Kalau sudah menikah jangan sia - siakan lagi bar, kasian Narita dan Bagas. Padahal kamu lebih dari mampu untuk menghidupi mereka tapi mereka harus hidup sambil kerja keras." ucap suami kak Ida.


"iya bang, aku juga sudah bertekad dalam hati, tidak boleh ada yang mengganggu Narita dan keluargaku lagi. Selama ini aku sudah terlalu membiarkan orang lain masuk ke dalam rumah tanggaku, sehingga istriku yang tergusur dan menderita" ucapnya sendu


"makanya gas, jadi laki - laki harus mengerti pasangan kita. Kamu sudah tahu Narita itu terlalu baik, harusnya jangan biarkan ada toxid mendekati dia, karena dia pasti akan mengalah dengan toxid itu" ujar suami Ida


"iya bang" ucapnya sambil menunduk. Benar selama ini bari terlalu membiarkan Narita di ganggu oleh virus - virus orang ketiga, termasuk mamanya sendiri. Coba aja dulu bari langsung berani membawa istrinya ngontrak sendiri, pasti tidak akan bisa di ganggu oleh mamanya. Ini semua memang salah bari, karena kurang tegas.


Hai semua


dukung terus ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2