PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 74 KEMBALI


__ADS_3

Susah di ungkapkan betapa bahagianya hati bari ketika istrinya itu kembali bisa seperti dulu.


Tanpa menunggu waktu bari menggendong istrinya itu ke kamar mereka, padahal dia sendiri tadi ingin mandi sebenarnya.


"bang mandi dulu gih" ucap Narita ketika bari sudah meletakkannya di kasur mereka.


"nanti aja ya, kita mandi bareng" ucap bari lagi , lalu kembali mencium bibir istrinya itu. Hal yang sudah lama bari rindukan tapi baru sekarang bisa dia dapatkan, jadi tidak mungkin waktu ini dia dia - siakan.


Kembali Narita serasa di bawa terbang oleh sentuhan bari, dan Narita juga seolah sangat merindukan sentuhan itu sehingga dia selalu memberi kemudahan untuk bari menemukan hal yang dia suka.


Bari semakin bersemangat karena ternyata istrinya itu juga menyambut sentuhannya, sehingga kegiatan mereka bisa mereka nikmati bersama dan berakhir dengan sama - sama terpuaskan. Walaupun durasinya agak lama Narita masih bisa mengimbangi suaminya.


Hampir satu jam bermesraan bari mengajak Narita untuk mandi bersama. Bari mengutamakan istrinya itu dulu, mengingat istrinya itu baru dua bulan melahirkan, jangan terlalu lama di air takut kedinginan, barulah bari mengurus dirinya sendiri.


Ingin rasanya bari tidak usah beranjak dari waktu sekarang ini. Dia ingin moment ini terus yang dia alami, yaitu bahagia bersama istrinya.


Narita sudah duduk di meja makan sambil membuatkan kopi untuk suaminya ketika bari muncul dari kamar. Kembali bari memeluk istrinya itu dari belakang, sangat erat seolah takut kehilangan.


"terimakasih sayang" ucap bari seperti bisikan dekat telinga Narita.


"untuk apa" nari tersipu malu


"aaaa untuk kopinya" ucap bari akhirnya sambil duduk dan menarik istrinya itu ke pangkuannya. jadilah dia sekarang memangku istrinya.


Hal yang sudah lama banget mereka tidak lakukan, apalagi kemari mereka ketemu lagi saat Narita sudah hamil besar, jadi bari tidak berani memangku istrinya itu takut mengganggu ketenangan anaknya. Tapi sekarang bari kembali menikmati kegiatan - kegiatan kecil mereka dan salah satunya memangku istrinya kapan aja dia mau.


"untung aja tadi kak Risma datang ya dek" ucap bari sambil mengambil sepotong martabak lalu menyuapi istrinya lalu sisanya buat dia makan.


"lho kenapa bang"?


"iyalah, kita jadi bisa menikmati martabak berdua begini" ujar bari sambil senyum menggoda istrinya.


Sejenak mereka lupa dengan hari kemarin dalam hidup mereka, yang ada sekarang mereka sedang menikmati yang sekarang ada pada mereka yaitu waktu bermesraan.


Bari sangat bersyukur malam ini dia bisa lewati penuh kebahagiaan bersama istrinya.

__ADS_1


Sampai keesokan paginya bari membuka matanya dan sudah tidak melihat istrinya di sebelahnya lagi. Ternyata Narita sudah ke dapur menyiapkan sarapan buat bari. Baru aja bari ingin bangkit untuk mandi, Narita sudah nongol di kamar ingin bangunin suaminya itu.


"ohhh Abang sudah bangun, kirain belum" ucapnya dengan senyum.


"iya dek, ternyata malam berlalu juga, padahal tadi malam aku ingin tahu nyetop waktu sesaat, supaya kita berdua tetap mesra dan bahagia tanpa ada masalah lagi" ucap bari penuh makna sambil menarik istrinya mendekat.


Hanya hal kecil memang, ngopi sambil makan martabak, tapi bagi bari ini lebih dari hidangan apa pun. Apalagi tadi malam bari bisa merasakan kebersamaan dengan istrinya lagi, kebersamaan atas nama cinta dan saling membutuhkan sentuhan satu sama lain.


"pagi - pagi sudah halu mau nyetop waktu, Abang mandi gih, keburu telat" goda Narita kepada suaminya. Bari senyum karena pagi inipun istrinya masih penuh dengan kehangatan tidak hanya sekejap tadi malam lalu kembali ke mode diam.


"iya deh, istriku sayang" ujar bari sambil menyempatkann mengecup pipi istrinya dan mengacak rambutnya.


Lalu bari langsung menuju kamar mandi sementara Narita membereskan tempat tidur mereka. Setelah beres Narita memnyiapkan baju kerja suaminya dan menaruhnya di dekat tempat tidur.


Narita keluar dari kamar mereka sebelum bari keluar dari kamar mandi. Dia langsung menyiapkan sarapan suaminya yaitu nasi goreng yang tadi sudah dia buat.


Bari dengan bersiul kecil keluar dari kamar mandi, terlihat sangat fresh apalagi hatinya sedang berbunga - bunga. Dari tadi malam bari merasa seperti pengantin baru saja. Senyuman ngga pernah hilang dari bibirnya.


Bari langsung memakai pakaian kerja yang sudah di siapkan Narita. Setelah semua terlihat sudah rapi bari langsung keluar dari kamar dan lagi - lagi bari di suguhi pemandangan indah yang membuatnya betah di rumah.


Sebelum duduk bari kembali mencium kening istrinya itu lembut.


"aku ingin menemani kamu aja di rumah" ujar bari becanda sambil menarik kursinya.


"hehehe ada - ada aja bang bari, siang itu untuk bekerja bang cari nafkah lahir, malamnya baru istirahat" ucap Narita dengan wajah sok bijak untuk menggoda balik suaminya.


"tapi nanti malam tolong itu jangan hilang ya" pinta bari membuat Narita bingung, apa yang jangan hilang.


Bari langsung menyuap makanan ke mulutnya.


"itu apa yang hilang bang" tanya Narita


"itu, yang bikin aku senang itu lho"


"apa abangku sayang, jangan bertele - tele" ujar Narita yang memang belum tahu apa maksud dari suaminya itu.

__ADS_1


Bari hanya senyum karena mulutnya penuh makanan, lalu dia menunjuk ke sudut bibirnya mau mengatakan senyum dengan kode. Tapi Narita berpikir suaminya mengatakan mulutnya lagi penuh makanan.


Narita akhirnya ikut makan bersama suaminya. Sepanjang makan bari selalu senyum. Hatinya benar - benar bahagia.


Sampai akhirnya setelah makan, bari ingin langsung berangkat dan diantar oleh Narita ke depan.


"bang tadi belum di jawab apanya yang hilang" tanya Narita lagi penasaran karena jujur dari tadi dia masih menunggu padahal bari pikir Narita sudah mengerti.


"lho belum tahu juga apa yang hilang" tanya bari malah ingin ketawa. Tapi sekejap dia sudah menyatukan bibir mereka dengan lembut dan penuh cinta. Pagi ini mereka menikmati sentuhan kecil itu sebelum bekerja.


Awalnya nari kaget, tidak menyangka suaminya akan melakukan itu padahal sudah mau berangkat.


"mood booster aku seharian ini" ucap bari setelah ciuman mereka lepas.


"bang bari makin genit"


"hehehe bukan genit sayang, tapi karena sudah lama kangen kamu. Kamu dekat tapi jauh, jadi begitu ketemu aku ngga bisa menahan diri" ucapnya sambil melangkah keluar menuju mobilnya.


Bari membuka mobilnya dan memasukkan tas kerjanya. Lalu dia kembali ke istrinya sambil manasin mesin mobilnya.


"apa kamu sudah tahu apa yang jangan hilang itu"? tanya bari


"belum"


"ini" ucap bari menangkup wajah istrinya.


"senyummu yang tulus, aku ingin tiap saat melihat itu, jangan sampai hilang" ucapnya lalu mengecup kening istrinya dan langsung siap jalan.


Hai semua


tetap dukung ya


like coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2