PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 135 MENCAIR


__ADS_3

Akhirnya mereka makan dengan tenang walaupun kadang Bagas dan baby angel masih ada gangguan - gangguan kecil.


Seperti biasa mereka akan bagi tugas. Biasanya bari akan handle Bagas karena sudah lebih mandiri sedangkan baby angel biasanya harus menyusu kepada maminya, sehingga jarang bisa terlepas.


Seperti saat ini, baby angel sudah mulai gelisah ketika makanan Narita tinggal sedikit.


"sudah aku aja dek, habisin aja dulu makannya" ujar bari kepada Narita yang ingin langsung meninggalkan makanannya dan meraih baby angel. Bari ingin Narita makan dulu dengan tenang, karena dia juga jelas butuh asupan gizi untuk baby angel juga.


"ohhh iya bang" Narita melanjutkan makannya yang tinggal sedikit lalu minum, sementara bari berdiri sambil memangku baby angel sambil goyang - goyang kecil. Akhirnya Narita selesai makan dan mulai bergerak mengambil baby angel yang sedang di pangku oleh bari.


"sini bang, kami cari ruang laktasi dulu, Abang lanjut aja" ujar Narita sambil mengambil tas yang berisi kain yang sering dia bawa kalau keluar rumah, yang dia perlukan ketika menyusui baby angel.


"ruang laktasi di situ sayang" ucap bari sambil menuntun Narita dulu ke ruang lactasi barulah dia kembali ke mejanya.


Bari kembali melanjutkan makannya dan memperhatikan anaknya Bagas yang sudah diam.


"Bagas sudah nak, ga habis semua"? tanya bari karena melihat masih ada sisa makanan padahal Bagas sudah berhenti makan.


"iya Pi, kenyang, tadi kebanyakan" tuturnya


"ya sudah sayang kalau sudah kenyang, ntar papi yang habisin" ujar bari


Ketika mereka selesai makan, tidak berapa lama Narita juga selesai menyusui. Dia sudah datang bergabung dengan baby angel yang sudah tidur di pangkuannya.


"sudah bobo sayang", tanya bari sambil mengambil tas yang dibawa Narita keruang lactasi tadi.


"hmm" Narita hanya menjawab sambil mengangguk supaya jangan mengganggu baby angel. Lalu dia menaruh kembali di strolernya. Bari langsung memberikan istrinya itu air hangat, konon katanya buat persediaan air susunya baby angel berikutnya.


"mami Bagas sudah selesai makan" ujar Bagas


"habis sayang" tanya Narita basa basi karena hubungan mereka jadi sedikit kaku.

__ADS_1


"habis mi, ehhh sisa dikit deh" teriak Bagas seolah bangga.


Terlihat interaksi keluarga kecil bari sangat hangat dan penuh keceriaan.


"bagus, pintar anak mami" ujar Narita senyum


"terus kalian nginap di mana bar" tanya pak Rudi memulai bicara serius. Bari menoleh ke arah papanya lalu menatap Narita istrinya yang sedang menatap putrinya di stroler.


"kami nginap di hotel SS pa" jawab bari pendek. Dia menjawab apa adanya karena memang dia juga belum memikirkan jawaban yang lebih baik atau pun rencana yang lain.


Pertemuan dengan papinya ini jelas di luar rencana mereka. Tadinya bari menyusun rencana untuk ke rumah papanya setelah mereka dari makam anaknya dan juga keluarga Narita.


Pak Rudi terlihat menarik nafas panjang, dia hanya melirik ibu Marlina sekilas. Dia tahu istrinya ini pasti sedih, tapi mau gimana lagi semua sudah terjadi. Dia pasti sudah banyak merenung juga tentang kesalahannya makanya dia akan membiasakan diri untuk tidak egois sama anak.


"terus kapan rencana kalian ke rumah" tanya pak Rudi to the point aja.


Ibu Marlina terlihat menunduk sedih, dia sudah tidak bisa berbuat apa - apa selain pasrah. Karena semua masalah ini adalah akibat ulah dari dirinya juga di masa lalu.


"Tadinya rencana kami besok kami ke makam pa, barulah kami ke rumah. Tapi berhubung kita sudah ketemu di sini, nanti saya bicara dulu lagi sama nari pa" tutur bari, malah di artikan oleh pak Rudi dan ibu Marlina bahwa mereka tidak akan mampir ke rumah mereka lagi.


"jadi maksudmu, kalian ngga mampir ke rumah lagi karena sudah ketemu disini", ucap pak Rudi dan ibu Marlina terlihat menganggukkan kepalanya pertanda sependapat dengan suaminya.


Bari jadi terlihat bingung menjawab, maksudnya bukan begitu, maksudnya mungkin bisa di atur lagi kapan pulang ke rumah.


"bukan begitu pa , maksudku.." ujar bari menggantung, dengan tatapannya dia minta Narita untuk menjelaskannya kepada papanya.


"kami pasti mampir ke rumahlah pa, mungkin maksud bang bari tadinya daripada ngerepotin rumah bawa bocah dua ini kalau nginap, makanya kita cari solusi di hotel dulu pa" jawab Narita asal, karena tidak mungkin dia bilang kalau mereka tidak menginap di rumah karena takut akan di kerjain istrinya lagi atau ibu Marlina.


Pak Rudi melihat sedikit keraguan di wajah Narita ketika menjawab pertanyaanya. Akhirnya dia memilih diam aja dan mengikuti alur dari rencana anak dan menantunya ini. Sementara ibu Marlina bahkan tidak berani hanya untuk mengutarakan pendapatnya, karena sekarang posisinya adalah terdakwa sekalipun dia sudah bertobat.


"Ya sudah ngga apa - apa, yang penting kalian pasti mampir ya" ujar pak Rudi mencoba ceria mengikuti rencana mereka walaupun hatinya sedih. Padahal dalam hati dia akan sangat bahagia kalau anak dan cucunya membuat ribet rumahnya yang terbiasa sepi, dan ngga ada yang buat onar.

__ADS_1


"Atau gini aja pa, nanti kita cek out aja dari hotel ya dek, kita tidur di rumah aja. Bagas dan angel juga pasti kangen rumah kakek dan neneknya." ujar bari akhirnya , dia tahu Narita tidak akan keberatan.


"iya bang" Narita langsung setuju aja keputusan bari. Biar bagaimana pun pak Rudi pasti sedih kalau mereka harus menginap di hotel.


"benarkah" tanya pak Rudi antusias


Melihat perubahan raut wajah suaminya, ibu Marlina juga sangat bahagia, begitu juga dengan bari dan Narita.


'ternyata sebegitu bahagiannya papa kalau kami menginap di rumah' batin Narita sedih


"Bagas, welcome di rumah kakek" ujar pak Rudi berdiri merentangkan tangannya. Tak terkira rasa bahagiannya malam ini akan ramai rumahnya dengan kehadiran cucunya.


"oke kakek" jawab Bagas lagi sambil duduk di pangkuan kakeknya.


Akhirnya keluar juga mereka dari restoran yang menanam banyak kenangan itu. Baik di masa lalu bari dan juga di masa sekarang dan mungkin di masa yang akan datang.


Pak Rudi langsung mengambil mobilnya dengan cepat dari areal parkir supaya anak dan cucu - cucunya tidak menunggu terlalu lama. Sore yang indah ini merupakan sore terindah untuk pak Rudi dan keluarganya.


Begitu mobil pak Rudi berhenti, bari langsung cekatan memasukkan stroler baby angel, sementara Narita langsung ingin masuk mobil karenarnggendong baby angel.


"nak Narita di depan aja sama angel, mama sama papa aja di belakang dengan Bagas" tutur pak Rudi sambil membuka pintu depan. Ibu Marlina juga langsung mengangguk setuju sambil tersenyum kepada Narita yang menggendong baby angel.


"iya dek, biar baby angel lebih leluasa dan tenang" ujar bari juga mendukung.


Akhirnya rombongan mereka meninggalkan halaman restoran itu dengan penuh kebahagiaan, terutama pak Rudi dan juga ibu Marlina. Pak Rudi tiada hentinya mengelus kepala cucunya Bagas yang membuat Bagas akhirnya tertidur.


Hallo pembaca setiaku


masih setiakan


like, coment dan vote ya 🙏

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2