PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 92 HARUS GIMANA


__ADS_3

"pa, gimana ini pa" tanya bari ke pak Rudi karena pikirannya sudah sangat kacau. Dia sangat menyesali dirinya yang tidak bisa tegas menghadapi tantangan rumah tangganya. Dia menyesal kenapa dulu tidak mencari tahu kenapa Narita memutuskan untuk pergi. Bari hanya sibuk menyalahkan Narita, dan mengatakan bahwa Narita sudah berencana jauh hari untuk meninggalkannya.


Bari juga sangat menyesal kenapa kemarin tidak menolak untuk menikahi Eva, walaupun hati bari memang sudah membatu. Tapi lihatlah hal itulah yang membuat Narita menggugat cerai dirinya. Dan hal itu jugalah yang membuat Narita bisa cepat dapat status janda.


"aku memang sangat bodoh, bodoh , bodoh pa" teriak bari sudah menangis seperti anak kecil.


"kak Risma benar, aku ngga ngerti arti cinta itu. bahkan Narita sudah berkali - kali berkorban untukku, tapi apa aku ngga pernah berusaha mencari solusi untuk kebahagiaan Narita, aku pantas di tinggalkan, aku pantas sendirian" ujar bari sedih banget. Siapa pun yang melihat bari saat ini dan tahu cerita hidupnya pasti akan sedih melihatnya.


"bar, ini bukan cuma salah kamu, ini salah papa juga nak" pak Rudi juga terlihat sedih dan hancur.


Risma juga ikut sedih melihat bari sedih seperti itu. Sejujurnya selama dulu tinggal di kota B Risma dapat melihat besarnya cinta bari untuk Narita. Tapi untuk apa lagi, sekarang mereka sudah cerai.


"nak Risma, aku tahu bari sudah salah selama ini, tapi boleh ngga minta tolong izinkan bari sekali aja lihat anaknya" ucap pak Rudi dengan penuh permohonan.


"maaf om, mereka sudah jauh dari sini" tutur Risma, padahal pak Rudi juga sudah tahu kalau mereka hidup di Jakarta.


"nak Risma, setelah kepergian Narita, bari berubah menjadi manusia patung, hidup berjalan dan makan tapi hampir tidak pernah berekspresi. Tidak membantah dan tidak mengiyakan, tapi asal dia lakoni doank kehidupannya." tutur pak Rudi


"saya pikir dulu menikahkannya dengan Eva adalah jalan terbaik, tapi ternyata nihil, dia bahkan tambah beku dan tambah mati rasa" ujar pak Rudi lagi.


"Dan sekarang akhirnya hubungannya dengan Eva juga berantakan, om jadi bingung. om sedih melihat bari seperti itu tapi om ngga bisa berbuat apa - apa." tuturnya lagi penuh penyesalan dan kesedihan.

__ADS_1


"Dan kamu tahu nak, ada atau tidaknya Eva di sampingnya sepertinya tidak bereaksi apapun sama bari. Tapi mendengar nama Narita aja, dirinya bisa langsung bereaksi" tutur pak Rudi.


Mendengar penuturan pak Rudi, sebenarnya hati Risma juga ikut trenyuh. Apalagi melihat kondisi bari sekarang, terlihat kurus dan makin tua di banding umurnya. Sedangkan Narita kemarin dulu saat mereka ke Jakarta makin cantik dan lebih gemukan.


"Tapi om, om jangan lupa ini yang terbaik buat Narita dan anaknya. Apa yang dilakukan narita adalah untuk membuat hidup mereka lepas dari pengaruh ibunya bari. Dan terbuktikan, mereka bisa hidup bahagia. Bagas sangat cerdas dan sehat walaupun Narita harus bekerja keras untuk cari duit." ujar Risma


"iya, kamu benar juga nak. Tapi apa salah ya kalau bari juga ingin melihat anaknya" ujar pak Rudi.


"tidak salah om, sama sekali tidak salah. Tapi apa jaminannya kalau Narita dan Bagas tidak menderita setelah berhubungan lagi dengan bari" tanya Risma to the point.


Pak Rudi dan bari tidak bisa menjawab. Bari memang tidak bisa menjaga Narita walaupun dia sangat mencintai Narita. Buktinya aja dia tidak bisa berbuat apa - apa ketika Narita menderita bersamanya bahkan sampai kehilangan anaknya.


Pak Rudi juga sama, buktinya tidak bisa memastikan kalau istrinya tidak akan berulah lagi.


Setelah masing - masing terdiam begitu lama, suami Risma pun akhirnya ikut bicara.


"Kalau menurut saya nih pak ya, Risma hanya berusaha menjaga temannya yang sangat dia sayangi. Tapi keputusan akhir tetap di tangan Narita. Cobalah barita bisa lebih dewasa, lebih mencari yang mana prioritas utamanya sekarang. Kalau bari merasa prioritas utamanya adalah anaknya berjuanglah untuk mendapatkan hati anaknya dengan cara apapun. Jangan seperti selama ini plin plan, akhirnya terjebak sendiri. Maaf bari, tapi kalau menurut saya ya, dalam pernikahan itu sudah susah kalau ada orang ketiga, walaupun orang ketiganya adalah orang tua kita sendiri" ujar suami Risma panjang lebar tapi tegas.


"mengutamakan istrimu dan membela istrimu adalah tugas suami, dan bukan mengutamakan orang tua. Apalagi bapak juga masih sehat. masih bisa mengurus ibu dan dirinya sendiri. Kecuali kita menelantarkan orang tua yang sudah tidak bisa berbuat apa - apa. Ini mama dan papa masih sehat, fokuslah dulu ke rumah tanggamu. Mengurus anak istri bukan dosa kenapa harus takut menunjukkanya ke orang tua kita dan sedikit beda pendapat dengan orang tua kita." ujar nya lagi.


"satu lagi bar, dari cerita Risma yang aku dengar, kamu kurang tegas memutus acces orang ketiga merusak rumah tanggamu. Jelas kamu tahu Eva dari dulu ada hati sama kamu dan bekerja sama dengan mama kamu, kenapa kamu masih mau dekat atau berada satu tempat dengan Eva, sehingga mereka ada kesempatan untuk membuat suatu gambaran situasi yang merugikan kamu dan istrimu" dia diam sejenak.

__ADS_1


"contohnya terakhir kali yang membuat Narita sampai pergi. Kenapa kamu membiarkan Eva dan ibumu punya kesempatan untuk membuat video itu dan bisa mengirimkannya ke Narita"? ujarnya sambil geleng - geleng.


"Dan sepertinya kamu sedikitpun tidak berusaha untuk menolak hal itu" tuturnya karena memang dulu dia sempat melihat video itu ketika cerita tentang Narita.


Bari semakin menunduk mendengar penuturan suami kak Risma. Bari memang sangat lemah untuk menjaga hati Narita.


"Kalau menurut saya nih ya bar, apa boleh buat nasi sudah jadi bubur, toh kalian sekarang sudah cerai. Kalaupun kamu menginginkan Narita dan Bagas, mulailah memperbaiki diri dan prioritas mu. Sambil kamu berdoa semoga kamu dan Narita berjodoh lagi. Karena sejujurnya apa yang terjadi hari besok tidak ada yang tahu sama sekali.Jangan sampe kamu berusaha meraih mereka, lalu setelah bersamamu mereka selalu menderita dan sedih" ucap suami Risma sangat bijak.


Pak Rudi terlihat manggut - manggut tanda setuju. Apa yang dikatakan oleh suaminya Risma benar, untuk apa memaksakan diri ketemu Bagas kalau nantinya Narita dan Bagas malah sangat menderita.


Biarlah mereka akan melihatnya dari jauh dan mencari tahunya secara perlahan - lahan.


Beda lagi dengan bari, dia sekarang ingin teriak sekencang - kencangnya untuk memanggil Bagas dan Narita supaya mereka dengar. Bari ingin memohon kepada nari dan Bagas, untuk di jasihani oleh nari dan Bagas.


Bagas tidak perduli harga diri lagi. Dia hanya ingin ketemu Bagas dan Narita, dan bercerita sama mereka.


Selamat malam guys


Tetap dukung ya


Jangan lupa, like, coment dan votenya

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2