
Bari akhirnya memberi ruang kepada Narita untuk lebih rileks dulu di rumah ini. Bari tahu Narita belum menyesuaikan diri dengan rumah baru mereka bahkan mungkin pernikahan kembali mereka.
Akhirnya Dia memilih bermain dengan anaknya dulu sampai puas, sampai anaknya itu tidur nantinya.
Setelah sibuk membenahi kamarnya ala Bagas, akhirnya anak itu capek juga. Bari menyuruhnya mandi dan lalu tidur karena mereka sudah makan. Benar saja baru aja naik ke tempat tidur, akhirnya Bagas sudah tidur. Mungkin karena seharian dia tidak tidur siang juga.
Setelah Bagas tidur, bari membenarkan selimutnya lalu keluar dari kamar Bagas.
Bari langsung menuju kamarnya dan Narita. Bari yakin pasti Narita sudah selesai mandi dan sudah siap istirahat.
Benar saja, saat bari masuk kamar, Narita masih duduk di pinggir tempat tidurnya dan terlihat memainkan handphonenya.
Begitu melihat bari masuk kamar, kembali hati Narita deg - degan, tapi tidak separah tadi. Mungkin Narita sudah lebih bisa menata hati dan perasaannya.
"kamu sudah mandi, main handphone terus" ujar bari sambil duduk di sebelah Narita sambil pura - pura melihat handphone Narita dan menariknya pelan.
"sudah bang"
"sekarang aku mau mandi dulu tolong siapin bajuku ya" ucap bari untuk mengurangi ketegangan Narita.
Narita yang tadinya menunduk sedikit mengangkat kepalanya dan menatap bari, lalu menganggukkan kepalanya. Sepertinya cara bari sedikit berguna untuk mengurangi ke canggungan Narita.
"yeee istriku sekarang pemalu cup" ucap bari dan mengecup pipinya sambil bangkit berdiri lalu masuk kamar mandi.
Narita kembali tersipu malu dibuatnya, mukanya sudah merah kayak kepiting rebus namun di hatinya ada rasa hangat. Lalu setelah bari masuk kamar mandi Narita mulai mencari baju untuk bari pakai.
Setelah menemukannya Narita menaruh dimeja dekat lemari pakaian. Lalu kembali narita duduk di tepi kasur. Dan dari sana dia bisa melihat tampilan wajahnya di cermin.Nari memang sekarang terlihat lebih cantik dan fresh.
Tidak berapa lama bari sudah keluar dari kamar mandi. Dia sudah terlihat segar dan fresh. Narita sampai terpana melihat bari ada di dekatnya dengan keadaan begitu. Tubuhnya hanya terlilit handuk.
Bari senang melihat Narita canggung, dia akan menggodanya dengan sengaja.
"sayang bajunya mana"? tanya bari pura - pura cuek
__ADS_1
"itu, dekat kursi bang" jawab Narita
"jangan ini sayang, kaos yang biru aja" ujar bari sengaja memancing Narita bergerak.
Akhirnya Narita harus mencari lagi kaos biru di lemarinya bari.
Saat nari sibuk mencari kaos biru, bari sudah memeluknya lagi dari belakang. Aroma sabun sehabis mandi masih tercium sangat segar. Narita sampai memejamkan matanya sejenak untuk menikmati aroma itu sejenak.
Narita mulai deg - degan ketika dengan sengaja bari merapatkan tubuhnya ke tubuh Narita. Bahkan Narita bisa merasakan hembusan nafas bari.
"kenapa tegang banget" tanya Bari masih memeluk Narita.
"nggg" Narita tambah gugup di buat bari. Tapi ada getaran kecil dalam tubuhnya yang menginginkan kehangatan dari bari. Separuh tubuhnya sangat merindukan sentuhan bari. Tidak bisa di pungkiri kalau hatinya juga langsung bergejolak di dalam dirinya.
Bari semakin nenggoda Narita, tangannya sudah meraih tangan Narita yang sedang berada di lipatan baju untuk mencari kaos biru itu.
"tidak usah di cari bajunya, sepertinya aku ngga butuh" goda bari sambil berbisik di telinga Narita membuat Narita menggeliatkan tubuhnya karena merasa geli.
Akhirnya kesempatan itu bari gunakan untuk memeluk Narita lebih erat, dan bahkan sekarang bari sudah memutar tubuhnya ke hadapan Narita. Narita semakin menunduk tapi bari segera mengangkat dagunya.
"aku merindukan kamu nar, sangat merindukan kamu" ujar bari berbisik tulus dari hatinya. Dan tanpa mengucapkan kata - kata lagi, bari sudah menyatukan bibir mereka di dekat lemari itu.
Bari bisa merasakan kalau narita masih sangat kaku. Bari juga yakin pasti Narita sudah lama tidak bersentuhan dengan laki - laki sejak mereka berpisah dulu itu. Karena bari juga yakin Narita bukan cewek yang bisa disentuh sembarangan orang. Jejak lelaki di tubuh Narita pasti hanya jejak bari.
Mengingat itu bari merasa menjadi manusia paling beruntung. Dia semakin memperdalam ciumannya di bibir istri barunya ini.
Narita yang tadinya kaku sedikit sudah lebih bisa menerima.
Bari yakin istrinya ini hanya belum terbiasa, sehingga bari berusaha untuk memancing istrinya bereaksi supaya mereka berdua bisa merasakan kebahagiaan yang sama.
Setelah lama mencium istrinya bari sedikit memberi ruang untuk Narita. Bari menatap Narita yang tertunduk malu sambil senyum.
"kamu tahu sayang, kamu selalu bisa membuatku kangen dengan sikapmu ini" ucap bari setengah berbisik membuat Narita makin salah tingkah.
__ADS_1
Bari tidak menyia - nyiakan waktu itu, dia langsung memeluk Narita dengan sangat erat lagi.
"maafkan aku ya nar, sudah membuang waktu kita sekian tahun, karena aku tidak bisa menjaga pernikahan kita dulu" ucap bari membuat Narita tambah terharu. Dia sampai meneteskan air mata.
"Aku janji, kedepannya tidak akan ada orang ketiga dalam rumah tangga kita. Karena aku ngga mau buang waktu kehilangan kamu lagi" ucap bari sambil mengurai pelukannya dan memegang kedua lengan Narita.
Mendengar janji bari, Narita sedikit memberanikan diri menatap bari.
Akhirnya mereka saling menatap dalam beberapa waktu. Sampai akhirnya Narita menunduk lagi karena ngga kuat bertatapan dengan bari. Tapi bari langsung mengangkat dagu Narita dan kembali menyatukan bibir mereka. Kali ini Narita sudah sedikit memberi reaksi dengan gerakannya mendekatkan tubuhnya ke tubuh bari, sehingga mereka semakin menyatu tidak hanya bibirnya tapi tubuh mereka juga sudah menempel satu sama lain.
Bari semakin semangat menc.mbu Narita, ketika Narita sedikit ada reaksi menerima. Bari mengarahkan Narita ke kasur empuk mereka dan mendudukkannya di pinggir kasur itu. Bari ingin menggoda istrinya ini dulu.
Sepertinya niat bari untuk memancing Narita tidak hanya membuat Narita bereaksi, malah sekarang bari yang sudah terpancing untuk semakin berc.mbu dengan Narita. Bagian tubuh bari sudah bereaksi lebih cepat di banding dengan perkiraan bari.
"sayang.." suara bari sudah terdengar berat ketika dia berbisik di telinga Narita. Dan Narita masih cukup tahu kebiasaan bari dulu ketika dia sedang menginginkan Narita.
Walaupun canggung dan malu - malu Narita akhirnya membalas juga pelukan bari dengan melingkarkan tangannya di pinggang bari. Merasakan tangan nari di bagian pinggangnya yang polos membuat bari sudah tidak tahan.
Bari langsung mengangkat Narita yang sudah malu ke tengah kasur mereka. Dia menatap Narita yang tersenyum malu lalu kembali menyerangnya.
"maaf sayang aku sudah tidak tahan" bisik bari sambil bergerak cepat untuk mempermudah tujuannya. Dan nari juga secara naluri sudah membantu bari dengan gerakan - gerakan tubuhnya, yang menggeliat kesana kemari.
Bari masih sempat terpana sejenak melihat tubuh istrinya yang sudah polos sebelum mereka melakukan penyatuan. Tindakan bari yang melihatnya membuat nari semakin malu.
"kenapa bang" akhirnya keluar juga suara emas Narita yang semenjak tadi sangat betah diam.
Dan suara merdu Narita semakin menyemangati bari untuk berc.nta dengan Narita istrinya.
Detik berikutnya bari langsung menyerang istrinya yang juga sudah pasrah kepada suaminya.
Hai semuanya
Dukung terus ya
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏