Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Hot Session


__ADS_3

Daniel sudah menutup teleponnya. Nia tak tahan menyimpan semuanya lagi. Nia pun bangun dari tidurnya.


"Kamu belum tidur?" Daniel sedang duduk di tepi tempat tidur. Terlihat banyak yang dipikirkannya.


Nia hanya menatap Daniel. Hatinya mulai diterpa keraguan, akan bicara atau tidak. Daniel membaca gelagat Nia.


"Kenapa? Ada yang mau dibicarakan? Atau kamu mau menjawab pertanyaanku tentang komunikasi antara kamu dan Ronald yang masih terus terjalin di belakangku?" terlihat muka Daniel sangat kesal.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa lagi sama Ronald." jawab Nia pelan.


"Lalu kenapa perkataannya seperti menyatakan kalau Ia pernah berkomunikasi sama kamu?"


"Iya. Kami pernah bertemu. Satu kali. Beberapa hari sebelum kita menikah." Nia akhirnya memutuskan untuk jujur dengan Daniel dan menerima kenyataan pahit daripada memendamnya sendiri.


"Kenapa tidak bilang dari tadi. Kamu takut aku marah?" Daniel mulai bicara lebih lembut. Ia tak mau membuat Nia lebih tertekan lagi.


"Aku gak mau ketemu Dia lagi. Tapi Dia bilang ada sesuatu yang aku harus tahu sebelum menikah dengan kamu." Nia terus menunduk selama berbicara.


"Tentang aku? Apa?"


Diam. Nia tak berani mengatakan apa pun. Ia masih menjaga perasaan Daniel.


"Kalau aku Gay?" Nia langsung mengangkat wajahnya karena kaget dengan perkataan Daniel.


"Benar Ronald bilang gitu? Terus kamu selama ini curiga sama aku?" Nia mengangguk menjawab pertanyaan Daniel. Tak ada suara yang terucap darinya.


Daniel tersenyum lega. Ia pikir serangan macam apa yang akan dilancarkan oleh Ronald. Ternyata hanya hal sepele kayak gini.


"Kamu percaya sama perkataan Ronald?" lagi-lagi Nia mengangguk walau sambil takut-takut.


Daniel menghembuskan nafas beratnya. Ia tak menyangka gosip murahan itu akan menggoyangkan rumah tangganya yang baru beberapa hari.


"Apa semua yang Ronald bilang benar?" akhirnya Nia berani juga bertanya.


"Kalau benar kenapa dan kalau tidak benar kenapa?" Daniel balik bertanya sama Nia.


"Kalau benar ya aku pasti akan terima kamu. Kan aku nikah sama kamu pasti terima kekurangan kamu."


Daniel tersenyum mendengar jawaban Nia. Betapa jujurnya Ia. Daniel bersumpah tak akan melepaskan Nia selamanya.


"Benar?" Nia mengangguk yakin. Daniel melihat ada cairan bening di ujung matanya yang berusaha Ia tahan agar tidak tumpah.


"Ya Tuhan Nia.... Gosip kayak gitu kamu percaya?"


"Aku gak mau percaya, tapi kamu sering telepon mesra dengan teman kamu yang di Bali. Aku pikir Dia pacar kamu. Wajar dong kalau akhirnya aku percaya?" Nia mulai mengeluarkan unek-uneknya.


"Cemburu kok sama cowok buluk kayak Anton. Cemburu tuh kalau aku telepon-teleponan sama Song Jong Ki gitu yang ganteng."


"Ih siapa yang cemburu?" Nia mulai ngeles.

__ADS_1


"Anton itu temen aku dari SD. Ia tangan kanan yang megang bisnis aku di Bali. Kita berdua memang kalau ngobrol tuh ya kadang kangen-kangenan kadang ****-begoan. Namanya juga temen dari kecil, gimana sih."


"Kalau Anton bukan pacar kamu jadi pacar kamu orang lain gitu?" Nia masih penasaran.


"Yaiyalah." jawab Daniel yakin.


"Siapa?"


"Karunia Dwi Putri. Wanita yang baru saja aku nikahi."


"Tapi kata Ronald...."


"Kalau aku gay? Itu gosip sejak aku kuliah. Aku malas dideketin sama cewek-cewek centil jadi aku gak mau pacaran selama kuliah eh malah jadi gosip sampai sekarang."


"Jadi bener kamu bukan Gay?" Nia memastikan lagi fakta yang baru Ia terima.


"Kalau aku Gay, ngapain aku minta cium kamu terus dari kemarin?"


Nia langsung menghampiri Daniel dan mencium pipinya. "Gak apa-apa kamu minta cium yang penting kamu bukan Gay. Maafin aku Niel. Maaf sudah berbuat bodoh dengan percaya kata-kata Ronald. Maaf..." Nia pun menangis sesegukan.


Daniel menghapus air mata di pipi Nia. Dengan lembut Ia mencium bibir Nia. Meski sempat kaget karena ciuman yang tiba-tiba namun Nia membalas ciuman Daniel.


Bibir Daniel terasa manis dan lembut. Nia pun sampai terbuai dibuatnya. Ini bukan ciuman pertamanya namun entah mengapa terasa amat berbeda.


Daniel mulai menikmati ciuman yang awalnya lembut mulai memanas. Ciuman Daniel mulai turun ke leher Nia dan meninggalkan jejak disana. Tak hanya satu namun lebih dari 10 bekas ciumannya.


Seakan tak sabar Nia membantu Daniel membuka bajunya. Daniel senang Nia menyambutnya. Ia pun membuka satu persatu kancing baju tidur Nia. Nafasnya mulai berat saat akhirnya semua baju Ia lucutkan.


******


Nia sedang berbaring di dada Daniel yang tanpa busana. Ia sedang memainkan six pack di perutnya seperti sedang bermain gitar. Tubuh Daniel sangat bagus karena rajin olahraga, dan percintaan yang mereka lakukan adalah yang terindah yang pernah Nia rasakan.


Nia merasakan adanya cinta di setiap hal yang Daniel lakukan. Nia pun merasakan kenikmatan yang baru kali ini Ia rasakan. Tangan Daniel berusaha menjauhkan tangan Nia yang asyik bermain di perutnya yang six pack.


"Geli sayang..." Daniel memegang tangan Nia yang tak bisa diam dari tadi.


"Biarin. Aku suka."


"Aku gak bohong kan kalau aku punya six pack?"


"Iya."


"Dan aku bukan Gay kan?" Daniel kembali mempertegas kenyataan kalau Ia bukan Gay.


"Iya. Sekarang aku percaya." Nia memeluk Daniel erat.


"Maaf ya aku belum berpengalaman. Aku belum pernah melakukan hal itu sebelumnya." jujur Daniel.


Nia lalu berbalik badan seakan tak percaya perkataan Daniel. "Belum pernah? sama sekali? masa sih?"

__ADS_1


"Benar. Berani sumpah deh. Kamu tahu sendiri gosip tentang aku seorang penyuka sesama jenis sudah beredar sejak aku kuliah. Sejak itu pula tak ada seorang pun cewek yang berani mendekatiku. Teman cowok juga takut. Akhirnya aku tidak punya banyak teman. Hanya Anton yang tau siapa aku sebenarnya." cerita Daniel.


"Maaf ya aku gak percaya sama kamu. Aku memang bodoh masih saja percaya perkataan Ronald. Tapi kalau belum pernah kenapa kamu gak lakukan sejak hari pertama kita menikah?" Nia masih penasaran dan mulai menanyakan pertanyaan yang mengganjal pikirannya.


"Aku capek. Aku bohong sama kamu. Aku baru pulang hari minggu pagi sampai Jakarta. Aku hanya tidur 2 jam dan harus jadi pengantin yang menyambut tamu. Karena itu aku ketiduran kemarin. Tapi sebenarnya kalau kita tidak bertengkar seperti tadi aku mungkin tidak akan melakukannya malam ini dengan kamu." lagi-lagi ucapan jujur Daniel membuat Nia kaget.


"Memangnya kenapa?"


Daniel tersenyum dan mengusap lembut rambut Nia. "Kan aku sudah janji tidak akan menyentuh kamu sebelum kamu mencintai aku."


"Terus kenapa tadi kamu akhirnya melakukannya?" Nia sudah seperti wartawan yang banyak pertanyaan.


"Karena aku melihat cinta di mata kamu untuk aku. Saat kamu senang kalau aku ternyata laki-laki normal dan menciumku, disitu aku yakin kalau aku sudah ada di dalam hati kamu. Lalu aku berani deh melakukan hal kayak gini....." Daniel mencium Nia lagi dan lagi. Mereka melakukan percintaan kembali sampai semua nafsu mereka terpenuhi.


Menjelang pagi barulah Daniel dan Nia tertidur setelah lelah bercinta semalaman. Daniel memeluk Nia. Nia juga memeluk Daniel lebih erat seakan takut kehilangan suaminya.


Mereka terbangun saat hari sudah siang. Krucuk...krucuk... suara perut Daniel berbunyi pertanda waktunya minta diisi. Nia yang mendengarny tak kuasa menahan tawa.


"Mau pesan menu apa, Pak?" Nia sedang berakting jadi pelayan restaurant.


"Hmm... apa ya? nasi goreng kasih sayang dan minumnya es penuh cinta ada?"


"Ada. Mau dibuatkan sekarang atau besok, Pak?"


"Sekarang ya Mbak. Saya lapar semalaman habis bertempur. Saya tidak kasih ampun istri saya. Jadinya saya lapar dan ..."


"Stop. Saya bikin dulu. Tapi saya mandi dulu ya." Nia memunguti pakaiannya yang bertebaran dimana-mana lalu masuk ke dalam kamar mandi, tanpa Ia sadari Daniel mengikutinya dari belakang ingin ikut mandi bareng. Ah indahnya mesra-mesraan sehabis bertengkar 🙂🙂.


******


Hi semua!! aku buka sesi Q & A ya. Cekidot:


Q: Daniel beneran gay ga?


A: Enggak. Buktinya minta cium mlulu. Itu sedikit clue yang dari awal udah dikasih tau dikit2.


Q:Kok gak ada MP nya?


A:Ada kok episode ini. Cuma MP setelah bertengkar biasanya lebih hot gimana gitu. Dan aku sengaja mau buat MP nya di episode 100.


Q:Kok bertele-tele?


A:Bukan bertele-tele sayang, memang ada alurnya jadi ceritanya nyambung. Kalau langsung to the point rasa gregetnya suka kurang. Biar emosinya lebih teresapi lagi.


Q:Kalau reader kabur gimana?


A:Aku tau kalian sayang aku, pasti kalian akan kembali lagi. Karena aku juga sayaaaaang kalian.


Q:Cara membuat penulisnya seneng gimana?

__ADS_1


A:Seperti biasa, like dan vote udah seneeeeenggg banget.


Maacih semuanya. Oh iya aku juga buat novel misteri romantis berjudul INSIDIOUS VERSI REAL semua base on true story ya. Jangan lupa dibaca juga ya... Luv u all... 😘😘😘😘


__ADS_2