
Keluarga Nia masih saling berpandangan bingung setelah Ronald mengatakan akan memulai hubungan serius. Papa pun dengan sigap langsung menanyakan arah pembicaraan Ronald kemana.
"Serius? Maksudnya Mas Ronald apa ya?" tanya Papa.
"Saya dari awal berhubungan dengan Nia saya ingin memulai hubungan yang serius Om. Setelah kenal dengan Nia saya makin yakin dengan keputusan saya. Saya ingin menikahi Nia, Om" Nia pun terbatuk-batuk mendengar perkataan Ronald. Mama pun langsung menepuk-nepuk punggung Nia dan memberikan air putih untuk diminum.
"Wah kalau ngeliat Nia kaget kayak gini kayaknya kamu belum bicaraian dulu sama Nia nih, langsung to the point sama Om hahaha" Papa pun tertawa sehingga suasana pun perlahan mencair.
"Kalau bicara sebenernya udah sih Om. Tapi dikira Nia saya becanda padahal saya serius Om." adu Ronald ke Papa. Nia pun menunduk malu.
"Kalau dari sisi Om sih Om suka dengan keseriusan kamu. Dengan meminta Nia langsung dengan Om namanya kamu serius dengan hubungan yang kamu jalani. Om sih setuju saja, bagaimana dengan Nia? Nia mau ga? kan yang akan menjalaninya kalian berdua." Papa pun menatap Nia menunggu jawaban Nia. Nia yang sebenarnya dalam hati sangat menunggu momen ini pun menjawab dengan sangat yakin.
"Nia mau Pa." Nia menjawab dengan menunduk malu. Kedua orang tua Nia dan Ronald pun tersenyum senang.
"Yaudah kalau memang kalian mau menikah Papa setuju saja. Tinggal kamu membawa orangtua kamu kesini untuk melamar secara resmi." pinta Papa.
"Iya Om. Nanti saya akan membawa Mama saya dan adik saya juga om saya. Ayah saya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu jadi Om saya akan jadi walinya."
"Iya tidak apa-apa. Keluarga kamu sudah mengenal Nia belum?" pertanyaan Papa mengingatkan Nia kalau selama ini Nia belum pernah kerumah Ronald.
"Setelah dari sini saya minta ijin Om mau mengenalkan Nia dengan keluarga saya. Semalam saya udah bilang sama Mama mau mengenalkan Nia hari ini." kata Ronald.
"Oh bagus itu. Jadi hari ini kalian sama-sama saling mengenal. Jadi gerak cepat ya hahaha.." Papa dan Ronald pun tertawa bersama-sama.
__ADS_1
"Sudah Pa jangan ngobrol melulu, ayo kita makan siang. Kasian Ronald sudah lapar. Biar kita makan sama-sama" Mama pun mengajak Ronald makan siang bersama. Nia pun memanggil Nesia yang dari tadi di kamar untuk makan siang, tak lupa mengenalkannya dengan Ronald.
Sambil makan siang mereka pun sambil bercakap-cakap tentang rencana kedepannya. Papa pun berpesan pada Ronald. "Jaga Nia baik-baik, jangan sakiti hatinya. Kalau Om dan Tante sudah tidak ada, kamu yang harus jaga Dia". Nia pun meneteskan air mata haru lalu berdiri untuk memeluk Papanya tersayang.
"Ia Om. Ronald janji akan menjaga Nia dan tak akan menyakiti hatinya" janji Ronald pada Papa.
******
Nia dan Ronald sedang di dalam mobil dan dalam perjalanan menuju rumah Ronald. Nia pun membuka topik pembicaraan.
"Mas, kok tadi mendadak langsung melamar Nia depan Papa?" tanya Nia penasaran.
"Kata siapa mendadak? kemarin kan Mas bilang sama kamu kalau Mas sudah membayangkan menikah dengan kamu terus kamu bilang kalau kamu mau yang serius ya sudah Mas bilang saja ke kedua orangtua kamu mumpung akhirnya kamu ijinin Mas main kerumah."
Ronald yang mendengar ucapan Nia hanya tersenyum saja. Tak lama Ronald menepikan kendaraannya di rest area jalan toll. Ronald lalu membuka laci dashboard mobilnya dan mengeluarkan kotak kecil. Dibukanya kotak itu yang ternyata berisi cincin berlian yang sangat indah.
"Maksud kamu kayak gini kan?" Nia pun mengangguk.
"Kamu mau kan menikah sama aku?" lamar Ronald.
"Iya mau Mas" jawab Nia yakin. Ronald pun tersenyum lalu memakaikan cincin di jari Nia. Cincin itu pun terlihat berkilau dijari manis Nia. Ronald pun langsung mencium pipi Nia. Nia yang kaget tiba-tiba dicium oleh Ronald langsung memerah mukanya menahan malu.
"Ih makin gemes aku sama kamu. Ayo kita kerumah aku, Mama udah nunggu dirumah." Ronald lalu mengemudikan kembali mobilnya.
__ADS_1
Mobil pun memasuki komplek perumahan Ronald. Rumah Ronald berada di cluster anggrek. Ternyata Ronald termasuk keluarga berada. Rumahnya pun besar dan tingkat 2. Ada sebuah mobil sedan lain yang parkir di garasi, mungkin punya Mama Ronald atau Rena adiknya.
Setelah memarkirkan mobilnya Ronald pun mengajak Nia turun dan masuk ke dalam rumah. Nia pun berjalan memasuki ruang tamu. Ronald lalu mempersilahkan Nia untuk duduk dan memanggil Mama serta adiknya Rena.
Mama Ronald pun menghampiri. Ronald lalu memperkenalkan Nia. Nia pun menjabat tangan Mama Ronald. Nia mengamati calon mama mertua tersebut. Mama Ronald berbeda dengan Mama yang lembut, Mama Ronald sosok ibu yang tegas. Wajahnya terlihat galak "semoga saja tidak dengan sifat dan hatinya" doa Nia dalam hati.
"Silahkan dinikmati Nak Nia minum sama cemilannya" Mama Ronald mempersilahkan Nia minum. Tak lama Rena pun keluar.
"Nia" Rena pun langsung cipika cipiki dengan Nia. "Apa kabar kamu? Kamu kerja dimana?" tanya Rena.
"Baik. Aku kerja di Bank A. Kamu gimana Ren?" tanya Nia balik. Mama Ronald hanya memperhatikan saja keakraban putrinya dengan pacar anaknya.
"Aku kerja di perusahaan B. Wah ternyata kamu bakal jadi kakak ipar aku ya Ni? Ga nyangka aku dunia sempit banget." Rena sangat excited dengan kenyataan bahwa Nia dan Ronald akan menikah.
Mama Ronald pun berdehem. Nia dan Rena menghentikan obrolan mereka.
"Ronald sudah bilang sama Tante kalau Dia sudah ada wanita yang mau dinikahi dan akan dikenalkan hari ini ke Tante. Ternyata Nia satu kampus ya sama Rena?"
"Iya tante"
"Tante sih tidak bisa melarang jika Ronald sudah yakin dengan pilihannya. Jika itu membuat Ronald bahagia Tante ikut saja. Keluarga Nia bagaimana?" tanya Mama Ronald.
"Keluarga Nia juga sudah memberi restu Ma. Mereka menunggu kedatangan keluarga kita untuk melamar secara resmi" jawab Ronald menggantikan Nia untuk menjawab.
__ADS_1
"Ya sudah Mama mau memberitahu Om kamu dulu ya. Mau tanya Om kamu bisanya kapan. Kamu jaga rumah saja jangan kemana-mana. Mama kerumah Om dulu sama Rena. Ayo Ren siap-siap antar Mama kerumah Om Dino." Mama Ronald dan Rena pun pergi kerumah Om Dino yang hanya berjarak 15 menit dengan mobil, meninggalkan Ronald dan Nia berdua saja didalam rumah.