Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Ronald-10


__ADS_3

Menunggu waktu check up ternyata sangat membosankan. Sejak awal datang wajah Ronald sudah ditekuk menunjukkan tak ada ketertarikan diperiksa.


Hasil pemeriksaan lab ternyata baru keluar 3 hari lagi, paling cepat hari selasa. Ronald yang awalnya merasa percaya diri kalau hasilnya akan baik-baik saja mulai merasa khawatir juga. Namun melihat Nia rasa kesalnya pun muncul lagi. Ia tak menyangka Nia tetap keukeuh menyuruhnya periksa. Setelah selesai menerima bukti pengambilan hasil mereka pun pulang. Ronald yang masih kesal dengan Nia akhirnya mengemudikan mobilnya ke rumah Mama Sri. Ronald hanya ingin Nia merasa bete saja tak ada maksud ingin membuat menantu dan mertua itu bertengkar. Nia yang sudah memaksa Ronald periksa tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan Ronald untuk main ke rumah Mama Sri, namun Nia mengajukan syarat jika tak betah Ia akan pulang, Ronald pun menyanggupi.


Sesampainya di rumah Mama Sri rasa kangen terhadap Mamanya tumpah ruah. Sudah lama sekali Ia tak berkunjung ke rumah Mama. Ia sudah terlalu lelah dengan kerjaannya dan hubungan gelapnya. Sesekali Ronald masih video call Mama. Kedatangannya disambut hangat oleh Mama. Itu pun sebelum tahu jika Ia datang bersama istrinya. Setelah tahu raut wajah Mama agak berubah sedikit, Ronald pun menyadarinya apalagi Nia.


Untuk mencairkan suasana Ronald menanyakan Mama masak apa dan segera makan karena perutnya yang kelaparan. Nia Ia cuekkin sendirian, itung-itung balas dendam. Ternyata Nia tak habis akal, Ia malah menghampiri kamar Reina untuk mengobrol.


Di meja makan Ronald makan ditemani dengan Mama Sri. Banyak cerita yang diceritakan oleh Mama mengenai kehidupannya selama Ronald jarang main. Merasa bersalah karena terlalu sibuk Ronald pun minta maaf pada Mamanya.


"Jangan lupa jaga kesehatan, rajin minum vitamin. Kamu kan sibuk, kerja pulang malam, pagi sudah berangkat lagi, weekend pun kerja lembur juga. Jangan terlalu ngoyo nyari uang. Kalau sudah sakit berapa pun uang yang dimiliki tak ada artinya" pesan Mama Sri padanya.


"Iya Ma. Ronald nanti beli vitamin deh sesuai nasihat Mama" janji Ronald.


"Good. Itu baru anak Mama. Bagaimana hubungan kamu dengan Nia?"


"Baik-baik saja kok Ma"


"Baguslah kalau tidak ada masalah. Tapi sepertinya Nia masih marah sama Mama. Tadi saja datang hanya diam saja tak banyak bicara. Mama kan jadi gak enak juga. Ini saja Ia masih di kamar Reina tak keluar-keluar"

__ADS_1


"Udahlah Ma biarkan saja. Mungkin Ia masih kikuk dengan Mama setelah pertengkaran waktu itu. Nanti juga Dia akan baik lagi" Kata Ronald sambil menikmati masakan Mama, masakan terenak di dunia menurutnya adalah masakan Mama.


"Nal, istri kamu sudah makan belum?"


"Gak tau Ma. Tadi udah sarapan kayaknya"


"Yaudah Mama belikan nasi padang dulu ya untuk Nia"


" Iya Ma"


Ronald menyelesaikan makannya. Lalu Ia menyetel TV sambil mengirim pesan pada Anita kalau Ia sedang di rumah Mamanya jadi tak bisa datang hari ini. Anita pun mengiyakan walau tak ikhlas hari ini gak jadi diapeli.


Ronald sedang serius menonton pertandingan sepak bola di TV ketika Nia mengajaknya pulang. Awalnya Ronald menolak dan hanya asal bicara menyuruh Nia menginap dan pulang besok pagi saja, namun Nia entah kenapa langsung emosi dan mengancam akan pulang seorang diri. Dengan sigap Ronald menarik tangan Nia untuk mencegahnya pergi. Mereka lalu bertengkar hebat, Ronald makin mengencangkan genggaman tangannya pada Nia sampai Nia kesakitan dan minta dilepas.


Ronald mengambil kunci mobilnya dan mengejar taksi yang ditumpanginya. Mobil Ronald menyalip taksi tersebut dan berhenti di depannya. Ronald lalu turun dari mobil dan menyuruh Nia pulang. Awalnya Nia menolak namun tak mau malu karena bertengkar didepan umum akhirnya Nia nurut juga. Mereka pun pulang namun masih berdiam diri.


Aksi diam-diaman masih berlangsung bahkan Nia tak memasakkannya. Ronald hanya bisa menahan air liurnya melihat Nia makan ramen dengan lahapnya. Wangi ramen membuat Ronald ingin makan. Ia membuat sendiri ramen tersebut namun akhirnya selera makannya hilang karena rasanya hambar.


Nia bahkan mengunci pintu kamar mereka. Ronald yang sedang menonton tv tiba-tiba Nia datang dan menaruh bantal, guling serta selimut di kakinya lalu Nia masuk kamar dan dikunci dari dalam. Tak tinggal diam, Ronald bangun dan mengetuk pintu kamar minta dibukakan, namun Nia masih tak bergeming. Dibiarkannya Ronald tidur di luar malam ini. Lelah dengan usahanya yang sia-sia Ronald pun kembali lagi menonton tv sampai tertidur.

__ADS_1


Aksi diam-diaman masih berlangsung pada hari minggu. Nia bahkan tak memasak sama sekali. Kali ini Nia benar-benar sangat marah. Ronald bahkan masih disuruh tidur di luar. Susah memang kalau nyonya besar sudah marah.


Senin pagi Ronald terbangun karena suasana rumah terasa sangat sepi. Ia melihat jam di hp nya. Betapa kagetnya Ia ternyata sudah jam 10 pagi. Ia kesiangan ke kantor. Emosi langsung menguasai dirinya, kenapa bahkan Ia tak dibangunkan oleh Nia. Ia langsung masuk ke dalam kamar yang sudah tak terkunci. Dicarinya Nia namun ternyata Ia sudah berangkat kerja. Ronald langsung menuju kamar mandi dan bergegas mandi. Selesai mandi Ia mencari baju kerjanya, lagi-lagi Nia tak menyiapkan keperluannya. Ia menyiapkan sendiri baju kerjanya dan berniat sarapan roti di jalan. Dibukanya tudung saji di meja makan, hasilnya nihil. Kosong. Ia pun berangkat kerja dengan emosi dan perut kosong.


"Aaarrggghhh... " Ronald memukul stir mobilnya dengan kesal mengingat sikap Nia.


****


Selasa pagi bel pintu rumah mereka berbunyi. Ronald yang terganggu oleh suara bel bangun dari tidurnya dan membuka pintu. Dilihatnya Mama Sri sudah berdiri di depan rumahnya.


"Mama... ada apa pagi-pagi ke rumah Ronald?" Ronald mencium tangan Mamanya.


"Mama mau tau hasil cek lab kamu. Mana Nia?" Mama lalu nyelonong masuk ke dalam rumah. Ia mendapati Nia baru selesai mandi.


"Bagaimana hasil cek lab Ronald?" tanya Mama to the point.


"Belum aku ambil. Hari ini baru mau diambil. Kemarin belum mengajukan cuti, baru hari ini cutinya" kata Nia menjelaskan. Ia masih agak kaget kedatangan mertuanya tiba-tiba.


"Oke. Mama ikut dengan kamu ke Rumah Sakit. Ronald, kamu juga ijin kerja dan ikut ke Rumah Sakit. Kita dengarkan langsung penjelasan dokter" perintah Mama tanpa bisa dibantah.

__ADS_1


****


POV Ronald done. Maaf ceritanya agak mundur dulu biar tau bagaimana keadaan Ronald. Dukung saya ya dengan like dan vote. Maacih... 🥰🥰🥰


__ADS_2