
Anita masih mencoba menelepon Ronald walau tak juga diangkat. Sudah beberapa minggu ini Ia menghubungi Ronald kembali namun tetap saja Ronald acuh.
Hmm... kita liat saja bagaimana reaksi kamu kalau tahu aku tetanggan dengan Nia si pengantin baru itu- Anita.
Anita mengetikkan pesan sms lalu Ia kirim ke Ronald. Kalau telepon maupun WA tak mau dibalas, pasti sms dibalas. Tring. Tak lama satu pesan balasan muncul. Anita membacanya namun tak membalas kembali pesan tersebut.
Hehehe... kena jebakan kamu Nal- Anita.
Tak lama telepon Anita pun berbunyi. Sudah bisa ditebak kalau Ronald yang menghubunginya. Anita tak langsung mengangkatnya melainkan membiarkan teleponnya berdering dulu beberapa kali. Pasti Ronald akan terus menghubunginya, Anita tersenyum dengan ide cemerlang yang melintas di pikirannya.
"Iya Sayang...Kangen ya?" jawab Anita saat akhirnya mengangkat telepon Ronald.
"Kamu dimana? Apartemen? Aku kesana sekarang." Ronald sangat tidak sabaran dan termakan jebakan Anita dengan mudahnya.
"Iya aku di apartemen. Tapi aku sudah pindah tuh. Kamu kangen banget memangnya sama aku?"
"Pindah kemana? Aku kesana sekarang ya? Aduh....aku lupa kalau ada meeting. Pulang kerja saja aku kesana ya. Wa saja alamat kamu dimana."
"Kamu lupa aku sudah kamu block di WA?"
"Ah tidak. Aku gak pernah block kamu kok." bohong Ronald. Ia secepatnya membuka blokir nama Anita di aplikasi WA nya.
******
Nia masih merasa takjub dengan tempat tinggal barunya sekarang. Ia tak pernah menyangka akan tinggal di apartemen mewah ini.
Fasilitas yang dimiliki oleh apartemen ini sangat lengkap. Mulai dari kolam renang, tempat fitness, arena bermain anak, food court dan juga supermarket dibawahnya.
Nia mulai berpikir berapa gaji Daniel sampai mampu membeli apartemen semewah ini dengan gajinya sendiri tanpa bantuan Papa Darmawan. Usianya masih muda namun Daniel sudah memiliki semua ini, Nia merasa bangga dengan suaminya.
"Beb, kita belanja bahan makanan ya. Aku udah lama gak belanja jadi kulkas tak ada isinya. Nanti kalau kamu mau masak tak ada bahan-bahannya." Daniel lalu merangkul Nia dan mengajaknya ke supermarket.
Daniel mengambil troli belanjaan dan mulai memasukkan barang yang ingin dibelinya ke dalam troli. Beras, makanan kaleng, minyak goreng, alat mandi, sabun dan tak lupa frozen food. Mereka sudah hampir selesai dan berniat membayar namun tak jadi karena Daniel teringat sesuatu.
"Kenapa? Ada yang ketinggalan?" tanya Nia.
__ADS_1
"Kita lupa beli ikan asin. Aku kan masih mau dibuatkan nasi goreng ikan asin buatan kamu yang enak itu."
"Ternyata kamu terpesona dengan nasi goreng ikan asin buatanku rupanya."
"Bukan dengan nasi goreng ikan asin buatanmu saja sih. Sama pijitan kamu pagi ini juga aku terpesona, sama kecupan di pipi aku tadi juga bikin aku terpesona terus....."
"Stop! Gak usah dijabarkan satu-satu. Aku malu tau."
"Yaudah cium dulu kalau gak mau aku sebutkan satu-satu. Nih..." Daniel menunjuk pipi kanannya yang belum dicium Nia.
"Ih malah aku lebih malu nyium kamu di depan umum begini."
"Yaudah kalau kamu malu." Daniel lalu mencium pipi Nia di depan umum. Banyak yang melihat namun pura-pura acuh, dan ada juga yang bisik-bisik. "Kalau aku yang cium kamu gak malu kan?"
"Ampun deh. Udah ah aku kabur dulu banyak yang liatin." Nia menutup wajahnya yang memerah lalu kabur mencari lorong yang agak sepi baru membuka wajahnya lagi. Daniel mengikuti istrinya dari belakang sambil cengengesan.
"Kamu nih kebiasaan banget deh. Aku kan malu tau." omel Nia ketika hanya ada dirinya dan Daniel di lorong perlengkapan dapur.
"Biarin aja. Namanya juga pengantin baru. Oh iya kita mau honey moon kemana?" Daniel tiba-tiba teringat kalau mereka belum merencanakan akan pergi honey moon kemana.
"Memangnya kamu bisa? Kamu kan sibuk. Minggu besok aja kamu udah berangkat ke Bali meninggalkan aku sendirian." tanpa sadar Nia mengeluarkan keluh kesahnya yang Ia pendam sejak tadi.
"Baiklah. Aku tunggu. Cuti aku masih banyak kok."
Setelah mengambil ikan asin dan bumbu lain untuk membuat nasi goreng ikan asin mereka pun membayar di kasir lalu kembali lagi ke apartemen. Nia merapikan barang belanjaan mereka di kulkas dan sebagian ditaruh di dapur. Nia sudah seperti nyonya rumah sekarang.
Daniel sedang sibuk dengan laptop dan menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerjanya saat Nia datang dan membawakan bakwan goreng yang masih hangat dan es teh manis sebagai cemilan.
"Wah ada yang bawain aku makanan. Kapan kamu buatnya?" Daniel langsung mencoba bakwan buatan Nia. "Hmm... enak..."
"Aku bosan gak ada kerjaan yaudah bikin cemilan aja. Kamu mau aku masakkan apa?"
"Gak usah masak. Masa pengantin baru malah sibuk masak sih?" Daniel menghabiskan bakwannya dan es teh manis lalu menutup laptopnya. "Kita makan di luar, oke?"
"Siap. Aku ganti baju dulu ya." Nia langsung ke kamar dan mengganti bajunya. Tak lupa Ia mencuci wajahnya dan memakai make up tipis. Minyak wangi dan body butter pun Ia pakai. Pokoknya sudah siap cakep deh.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Daniel yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar. "Kok dandan rapi banget?"
"Kan kata kamu mau makan di luar. Yaudah aku siap-siap deh." jawab Nia dengan senyum lebar.
"Maksud aku tuh makan di luar ya di food court bawah. Ngapain kamu pakai dandan segala?"
Wajah Nia langsung menunjukkan kekecewaan. "Yah... kirain aku mau ngajak makan dimana gitu sekalian jalan-jalan." Nia cemberut dan langsung menekuk wajahnya.
Daniel tersenyum jahil, lagi-lagi Ia berhasil mengerjai istrinya. "Yaudah kita makan di luar. Tapi cium dulu." Daniel menunjuk lagi pipi kanannya yang sedari tadi belum dicium Nia.
"Kalau aku cium kita beneran jalan-jalan ya?" Daniel mengangguk setuju. Nia lalu menghampiri Daniel dan mencium mesra pipi kanannya.
"Muaacchh..."
"Ya ampun kamu posesif banget sih sama aku."
"Kan kamu yang minta cium?" Nia baru menyadari kalau Ia kena dikerjai lagi oleh Daniel. "Iiihh.. rese banget banget ya. Awas ya minta cium lagi."
"Ha...ha...ha..." Daniel masih tergelak menertawakan Nia. "Maaf ya... abis kamu ngegemesin banget sih. Jangan marah ya. Ayo kita pergi jalan-jalan. Mau makan siang kemana?"
Lagi-lagi Nia tak bisa marah lama-lama. "Kemana aja boleh."
"Hmm... yaudah ambil passport kamu. Kita makan sore di Singapura aja ya. Sekalian jalan-jalan."
"Gak usah becanda deh."
"Aku gak bercanda. Ayo kita jalan-jalan ke Singapura. Mumpung kamu masih cuti."
"Tapi...."
"Apa lagi?" tanya Daniel tak sabaran.
"Aku gak punya pasport. Keluar negeri saja aku tak pernah." ucap Nia malu-malu.
Daniel menghembuskan nafas dalam. Ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia mencium pipi Nia kanan dan kiri. "Nanti aku buatkan. Aku ajak kamu keliling dunia ya." Daniel tersenyum dan menatap mata Nia. Ya, Ia akan mengajak Nia berkeliling dunia.
__ADS_1
*****
Done ya 2 episode... moga kalian suka. Jangan lupa vote dan like ya. Maacih 😘😘😘😘😘