
Tin..tin...
Terdengar suara klakson bus patiwisata yang baru saja memasuki halaman Villa. Akhirnya tamu yang ditunggu-tunggu tiba juga.
Nia beranjak dari duduknya ingin melihat keadaan. "Aku bantuin ya."
"Udah diem aja. Walau Si Bos lagi meeting, Dia masih suka curi-curi lihat lewat CCTV. Duduk manis saja ya Non."
Anton kemudian memasang wajah ramah dan penuh senyum tatkala menyambut panitia acara yang akan check-in. Satu persatu para mahasiswa tersebut turun dari bus. Terlihat wajah lelah terpancar dari mereka. Perjalanan mereka jarak jauh dengan bus pasti membuat badan mereka pegal-pegal.
Ada yang merengangkan tubuhnya, ada juga yang sibuk dengan tas bawaannya. Untungnya mereka menyewa bus ukuran besar sehingga space didalam tidak terlalu penuh.
"Pagi!" sapa salah satu panitia.
"Pagi. Selamat datang di Villa XY." sapa Anton ramah.
Panitia tersebut pun mengurus check-in. Nia hanya melihat saja tanpa komentar dan tidak berbuat apa-apa. Ia meneruskan menghabiskan susunya. Perhatiannya teralih ketika ada seorang mahasiswa duduk di sampingnya.
"Hi Kak!" sapa mahasiswa itu.
Nia melihat mahasiswa itu. Ganteng. Mungkin tipikal badboy di kampusnya. Maskulin dengan rambut model spike. Ia memakai jaket tak dikancingi dengan kaos sebagai dalamannya. Celana jeans gelap entah mengapa terkesan matching dengan sepatu sportnya.
"Hi!" jawab Nia.
"Kakak menginap disini juga?"
Nia mengangguk. "Iya."
"Oh... namanya siapa Ka? Boleh dong aku kenalan." Huh gombal ternyata.
"Nia." jawab Nia.
"Aku Mike. Kakak asli tinggal disini atau gimana nih?"
"Aku asli Jakarta. Baru aja kesini 2 hari lalu."
"Wah ternyata orang Jakarta juga. Akan menetap selamanya disini atau balik ke Jakarta lagi, Kak?"
"Hmm... belum tau ya. Kayaknya sih bakal balik ke Jakarta lagi deh."
"Bareng aja sama kita Kak kalau mau balik. Bis masih banyak yang kosong kok. Nanti aku yang mintain ijin buat Kakak kalau Kakak mau."
Baik juga ternyata Mike ini. "Oh tidak usah, terima kasih banyak. " tolak Nia sopan.
"Yaudah kalau Kakak gak mau. Sekarang gantian dong Kakak yang nanya aku. Masa aku terus yang nanya sih?!"
Lah kok malah aku yang disuruh nanya? Kan Dia yang mulai ngajak aku ngobrol- Nia.
"Nanya apa ya? aku bingung. Oh iya, kamu dari kampus mana Dek?" pertanyaan itu yang hanya terlintas di pikiran Nia.
"Kampus ABC, Ka."
"Yang dimana?" Nia mulai tertarik.
"Di Jakarta Pusat."
__ADS_1
"Wah dekat tempat tinggalku itu." ternyata kampusnya tidak jauh dari apartemen Daniel.
"Yang bener Ka? Wah bisa ketemuan nanti kalau di Jakarta. Ah tapi kapan nih Kakak pulang?"
"Belum tau. Aku masih ada urusan disini."
"Mike, ayo masuk!" salah seorang teman Mike memanggilnya.
Mike pun bangun dari duduknya. "Nanti kita ngobrol lagi ya, Kak."
Nia pun mengangguk saja. Anton yang sejak tadi memperhatikan Nia mengobrol hanya harap-harap cemas semoga Daniel tidak melihatnya dari CCTV.
******
Nia merasa bosan tidak ada kegiatan. Bolak-balik villa, jalan-jalan sekitar kolam renang. Nongkrong di restaurant pun sudah Ia lakukan.
"Hi, Ka!" sapa Mike saat Nia sedang melamun di tepi kolam renang.
"Hi. Kamu gak ikut sama teman-teman kamu ke pantai?" Nia melihat Mike hanya sendiri saja sementara teman-temannya yang lain Ia lihat pergi main ke pantai.
"Males. Masih pegel rasanya."
"Padahal aku mau banget loh main ke pantai." curhat Nia. Sejak Ia ke Bali Ia sama sekali belum jalan-jalan menikmati pantai. Ia hanya ke Rumah Sakit kemarin sekali itu pun langsung pulang ke Villa.
"Kakak mau ke pantai? ayo aku antar!" ajak Mike.
"Hmm... ayo. Kebetulan aku gak ada yang temenin nih." Nia langsung semangat bangun dari duduknya.
Nia dan Mike pun berjalan menuju pantai yang tak jauh jaraknya dari Villa. Pantainya masih bersih. Asri. Kebersihannya pun terjaga.
Nia melepas sandalnya dan membiarkan kakinya melangkah diatas pasir. Hangat. Udara sore pun berhembus menerbangkan rambut panjang Nia.
"Cantik." kata Mike.
"Iya. Matahari terbenam memang cantik ya."
"Bukan. Yang lebih cantik dari matahari terbenam itu adalah Kak Nia."
Nia yang sedang menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam pun menengok ke arah Mike.
"Apaan sih Dek. Jelas cantikkan matahari terbenamlah."
"Menurut aku sih cantikkan Kak Nia. Andai aku lebih tua dari Kak Nia pasti Kakak sudah aku gebet deh."
Nia hanya tertawa mendengar kegombalan Mike. "Kamu ada-ada saja. Kamu gak mau gabung sama teman-teman kamu?"
"Gak usah. Aku temenin Kakak aja. Mau kemana lagi nih kita Kak? aku antar kemanapun Kakak mau pergi deh."
"Makasih. Tapi aku gak boleh jauh-jauh dari Villa. Sebenarnya aku juga bosan sih di Villa, pengen jalan-jalan. Apa boleh buat, aku harus banyak istirahat."
"Kakak sakit? Sakit apa? Sekarang gimana? Apa mau pulang saja?" wajah Mike langsung berubah khawatir.
"Aku gak apa-apa kok. Hanya gak boleh kecapean saja." Nia berusaha menenangkan Mike. "Kita balik yuk ke Villa. Sudah mau malam nih."
Mike pun mengikuti Nia kembali ke Villa. Di perjalanan mereka mengobrol tentang kehidupan kampus. Ternyata Mike asyik juga loh diajak ngobrol.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih gak mau gabung sama teman-teman kamu?" kembali Nia menanyakan pertanyaan yang sama pada Mike.
"Males Kak. Mereka tuh kadang yang dibahas itu-itu aja. Kalau bukan tentang pacar ya tentang game yang lagi hits. Aku gak suka main game."
"Tapi pacaran suka kan?" ledek Nia.
"Kalau sama Kakak sih pasti aku suka banget."
"Yeh gombal banget nih bocah. Belajar dulu sana yang pinter." omel Nia.
"Kalau udah pinter boleh dong ngelamar Kakak?!" gombal Mike lagi.
"Ha..ha...ha...ha... memang aku perusahaan yang lagi buka lowongan pekerjaan jadi bisa kamu lamar?"
Nia tertawa karena sudah lama Ia tidak digombali. Lucu juga digombali sama anak mahasiswa.
"Memang siapa yang akan ngelamar kamu Ni?" suara pertanyaan tersebut mengagetkan Nia dan Mike. Mereka pun menatap asal suara tersebut.
Daniel? Kenapa Dia udah pulang? Bukannya Ia akan pulang malam? Aduh gawat nih, Dia lihat aku sedang bersama Mike lagi. Aku harus alasan apa ya? - Nia.
"Kamu sudah pulang? Katanya pulang malam?" Nia mulai berbasa-basi.
"Kenapa kamu keluar Villa? Bukannya kamu harus banyak istirahat?" bukannya menjawab pertanyaan Nia, Daniel malah mengajukan pertanyaan lagi.
"Aku bosan. Aku gak kemana-mana kok. Pantai ini kan dekat villa." Alasan Nia.
"Tenang, Om. Aku jagain kok Kak Nia-nya." Mike ikut membela.
"Siapa kamu?" Daniel memandang sinis Mike dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Dia salah satu mahasiswa yang menginap di Villa 2. Mike namanya." Nia lalu memperkenalkan Mike pada Daniel namun Daniel hanya menanggapinya dengan dingin.
"Pulang kamu, Ni!" perintah Daniel.
"Iya." Nia pun menuruti perintah Daniel.
Daniel berjalan memunggungi Nia. Terlihat jelas Ia sangat marah pada Nia. Walau marah Ia masih ingat kalau Nia sedang mengandung anaknya. Ia pun melambatkan langkahnya lalu berjalan di sampin Nia yang berjalan pelan agar perutnya tidak sakit.
Mike mengikuti di belakang Nia. Ia tak tahu ada hubungan apa diantara Kak Nia dan pria di sampingnya. Bisa jadi mereka berpacaran. Bisa juga mereka adik kakak. Satu yang pasti, pria di sampingnya amat marah sekarang.
*****
Hi semua!!!
Besok udah hari sabtu nih. Seperti biasa, kalau aku sempat akan up lebih dari 1 episode
t
a
p
i
kalau setelah up 1 episode votenya banyak ya. klo votenya dikit aku keep buat tabungan up nanti 😅😅😅.
__ADS_1
so
vote dan like yang banyak ya. semakin banyak semakin aku semangat deh nulisnya 😁😁😁