
Tempat makan seblak langganan Nia memang selalu ramai pembeli. Antrian ojek online pun tak kalah ramai. Biasanya malah Nia pesan lewat online. Kali ini Ia ikut mengantri bersama driver ojek online dan pembeli lainnya, sementara Daniel enak-enakkan di dalam mobil.
Mobil Daniel menarik perhatian banyak pasang mata di tempat makan seblak. Mereka heran kok ada orang kaya mau jajan seblak pinggir jalan, biasanya doyannya spagetti atau pizza. Tak mau menjadi bahan tontonan, karena itu Daniel tetap di dalam mobil. Sekarang gantian Nia yang dipandangi oleh pembeli seblak.
"Mbak, mau nanya. Kok Mbak doyan sih seblak pinggir jalan? Biasanya orang kaya gak doyan makan makanan pinggir jalan." celetuk ibu-ibu dengan alis diukir tebal seperti kartun Shincan.
"Kan memang seblaknya enak, Bu. Lagian siapa juga yang orang kaya? saya mah cuma disuruh beliin sama tuh ... orang kayanya di dalam mobil." jawab Nia sambil menunjuk ke arah mobil.
"Oh... kirain Mbak istri atau pacar yang punya mobil itu." celetuk Ibu-Ibu yang antri sambil gendong anak bayinya.
"Bukanlah, Bu. Beliau mah anak orang kaya, gak bakalan mau sama kacung kampret kayak saya hahahahaha..." kompak semua yang mendengar ikut tertawa.
"Ah, Mbak bisa aja. Soalnya si Mbak cantik walau agak gendut sih" jlebb... dalem juga omongan Kang Ojek Online ini. Nia cengar-cengir saja menahan malu. Untunglah sesi tanya jawab tidak berlangsung lama, pesanan Nia sudah selesai dibuat. Nia mengambil pesanannya lalu langsung masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil Nia menggerutu dan mengutuki Kang Ojek yang mengatainya gendut di depan umum. Suara menggerutunya walau pelan tetap saja didengar oleh Daniel. Setelah memberikan uang parkir pada Pak Ogah, Daniel melajukan mobilnya.
"Apa sih Neng? dari tadi menggerutu aja. Bikin keriput di wajah nambah banyak aja." tanya Daniel.
"Ini tuh gara-gara kamu. Ngapain sih pakai mobil kayak gini jemput akunya." keluh Nia.
"Ya kan tadi mendadak Papa kamu teleponnya. Aku tuh lagi kerja makanya gak sempet ganti mobil dulu. Memang kenapa sih jadi aku yang diomelin?" protes Daniel.
"Nih ya, tadi tuh semua pembeli beserta penjual seblak ngeliatin aku. Katanya tumben orang kaya makan seblak pinggir jalan. Aku bilang aja kalau aku cuma disuruh, yang orang kaya asli ada di dalam mobil."
"Terus..."
"Terus mereka pikir aku pacar atau istri kamu. Aku bilang bukan. Eh itu Kang Ojol malah bilang kalau aku tuh sebenernya cantik tapi sayang gendut. Aku kan malu .... hikss...."
Daniel tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita Nia. "Tuh kan kamu juga ikut ngetawain kegendutan aku." keluh Nia.
"Ups... sorry.. sorry... Aku gak bermaksud ngetawain kamu gendut. Lagian kamu pake ditanggepin omongan orang. Kamu bilang saja kalau kamu memang doyan. Mau orang kaya kek, orang miskin kek, kalau doyan ya doyan aja. Udah simple." Daniel masih menahan tawanya melihat ekspresi Nia. Ia takut Nia ngambek kalau Dia sampai keceplosan tertawa lagi.
__ADS_1
"Iya juga ya. Kenapa aku gak kepikiran ya?"
"Makanya jangan langsung baper, Neng. Kalau memang bingung mau jawab apa yaudah diem aja gak usah dijawab."
"Iya...iya... yaudah kita makan dimana nih? Keburu dingin seblaknya." tanya Nia.
"Di rest area aja ya. Tuh di depan udah rest area."
"Loh.. kok kita tau-tau udah di dalam toll sih?" tanya Nia bingung.
"Kebanyakan ngedumel sih jadi gak liat jalanan. Yaudah aku mau cari parkiran dulu ya."
Nia menyerahkan seblak pada Daniel setelah mobil sudah dapat tempat parkir. Nia sudah menyediakan tissue dan air minum di dashboard agar gampang diambilnya.
"Ngapain nih pake sedia air sama tissue? wah kayaknya ada jebakan batman nih di seblaknya?" curiga Daniel.
"Ya enggak lah. Udah coba aja dulu, takut bener aku racunin. Kalo gak percaya aku yang makan duluan nih." Nia lalu memakan seblaknya.
Daniel melihat Nia makan seblak dengan nikmatnya. Ditelannya air liur yang hampir menetes. Ia lalu ikutan makan. Baru satu suapan Ia langsung mengambil air mineral yang disajikan oleh Nia.
"Gila kamu Ni. Ini makan seblak apa makan cabe? Gak kuat aku kepedesan." Daniel langsung menenggak air mineral yang hampir habis. Wajah putihnya memerah. Air mata keluar dan keringat bercucuran.
"Ha...ha...ha...ha... kamu juga ingusan... ha..ha..ha.. makanya jangan ngeledekkin aku." sekarang gantian Nia yang menertawakan Daniel.
"Tapi aku heran ya... huh.. hah... biar pedas tapi bikin nagih." sambil kepedasan Daniel melanjutkan makan seblaknya.
"Kan... kan... aku bilang juga apa. Enak tau seblaknya. Mantap." Nia juga kepedesan dan sambil minum air mineral. Tiba-tiba botol air mineralnya diambil Daniel.
"Bagi... aku... kepedesan..." air mineral Nia pun dihabiskan.
"Ih... rese banget... pedes nih..." untung Nia masih ada air mineral cadangan. Ia pun mengeluarkan yang baru.
__ADS_1
Akhirnya seblak yang bikin mereka kepedesan pun habis sudah. Yang tersisa hanyalah wajah memerah karena kepedesan dan perut yang kembung kebanyakan minum. Mereka saling menertawakan muka masing-masing.
"Pokoknya nanti aku mau coba yang level kamu. Aku gak mau kalah sama kamu." tantang Daniel.
"Iya...iya... nanti aku siapkan air mineral satu galon ya." ejek Nia tak mau kalah.
"Lihat saja nanti."
"Gimana? enak kan seblaknya?"
"Ya walau pedas dan bikin kembung, tapi aku akuin enak rasanya." Daniel mengacungkan kedua jempolnya. "Next makan apalagi kita?"
"Gak ah. Aku mau diet. Aku mau mulai ikut fitness."
"Yaudah aku ikut."
"Enggak mau ah. Kamu ngikutin aku melulu."
Jelas saja aku ikutin terus. Nanti kamu diambil orang lagi kayak dulu, aku gak mau itu terjadi lagi- Daniel.
"Siapa yang ngikutin kamu? Aku memang member fitness kok. Nih perut aku saja six pack. Mau aku kasih liat?" niat jahil Daniel pun keluar.
"Ih dasar mesum! Ngapain coba mau pamer-pamer perut? aurat tau.. aurat.." Nia pun menutup kedua matanya dengan tangannya.
"Yakin gak mau lihat? Rugi loh!" Daniel pun berpura-pura mau membuka bajunya.
"Aku timpuk pakai sepatu nih kalau kamu buka!" ancam Nia.
"Kok kamu tahu sih kalau aku belum buka bajunya? Hayo... kamu ngintip ya? Ah bilang aja kalau kamu diam-diam mau lihat pake jual mahal lagi. Huh...."
Tookkk... dipukulnya kepala Daniel dengan botol air mineral oleh Nia. Daniel kaget namun langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah Nia yang memerah.
__ADS_1
*****
Maaf banget aku telat update. Pulang kerja sudah malam. Untung sebagian naskah sudah aku tulis. Moga suka ya. Jangan lupa vote dan like ya.... Maacih... 😘😘😘😘😍😍😍