
Hari-hari Ronald yang awalnya dilanda kebosanan dalam rumah tangganya sekarang telah terobati berkat kedekatannya dengan Anita. Secara rutin mereka saling berkirim whatsup dan kadang video call jika Ronald sedang berada di kantor, tentunya tanpa sepengetahuan Nia.
Ronald juga sudah tidak mengantar jemput Nia ke kantor lagi. Ronald beralasan bahwa Ia berangkat lebih siang karena baru pulang tengah malam. Jadwal kerjanya memang flexibel, tak harus sesuai office hour jam 8 sampai 5 sore, namun diharuskan 8 jam per hari, terserah mau masuk jam berapa.
Setelah Nia berangkat kerja di subuh hari, Ia lalu bersiap-siap mandi dan menjemput Anita berangkat ke kantornya. Ronald sudah sampai depan apartemen Anita jam 7 pagi lalu mengantar Anita dan kembali lagi ke kantornya untuk bekerja.
Pulang kerja pun sama, jam 7 malam Ia menjemput Anita dan mengantarkannya kembali ke apartemennya lalu pulang ke rumahnya. Lelah sebenarnya, namun itulah rasanya sedang jatuh cinta.
Bersama Anita Ronald merasa lebih hidup. Anita adalah teman ngobrol yang asyik. Banyak topik pembicaraan mereka yang nyambung. Bahkan mengobrol berjam-jam dengan Anita tak akan terasa membosankan. Selalu ada saja topik pembicaraan yang baru.
Sibuk menata hati yang baru membuat Ronald lupa akan rumah tangga yang dibinanya hampir 2 tahun itu. Hubungan suami istri pun dirasakan sudah hambar, Nia hanya tertarik berhubungan karena ingin punya anak, sementara Ronald melakukannya sebatas kewajiban saja, agar Nia tak curiga. Bahkan terkadang dalam sebulan hanya sekali berhubungan, kadang malah tidak sama sekali. Nia yang memang penurut tak pernah menuntut Ronald harus berapa kali dalam sebulan. Itulah yang membuat Ronald merasa tak ada sensasi greget dalam hubungan dengan istrinya tersebut.
Berbeda dengan Anita yang dimatanya sangat hot. Dari cara berpakaiannya, pola pikirnya semuanya terkesan hot di mata Ronald. Belum, hubungan mereka belum sejauh itu, hanya baru peluk dan berpegangan tangan saja. Ronald masih ciut nyali menghianati istrinya. Ada setitik rasa tak tega menyakiti hati Nia yang sudah amat baik padanya.
__ADS_1
Nia sebenarnya merasakan perubahan sikap suaminya, namun Nia berpikir jika suaminya terlalu lelah bekerja lembur sehingga malas untuk berhubungan suami istri. Tak masalah bagi Nia, toh dokter juga menyarankan agar mengurangi frekuensi berhubungan suami istri jika ingin punya anak. Nia beranggapan Ronald juga ingin punya anak dengannya makanya tak ingin sering berhubungan.
Setiap sabtu Ronald selalu saja beralasan akan lembur di kantor. Kalau dulu Ia alasan lembur jika Nia ingin check up ke dokter saja, namun sekarang Ia selalu beralasan lembur untuk pergi di hari sabtu. Apa yang dilakukannya? Ya, tentu saja pacaran lagi dengan cewek lain, yakni Anita. Memang tidak ada yang menyatakan cinta diantara Ronald dan Anita, namun kedua insan yang dimabuk cinta itu tak peduli dengan pernyataan cinta, bagi mereka cukup sama-sama merasakan cinta saja.
Seperti biasa, sabtu pagi Ronald bangun lalu bersiap pergi. Dengan memakai jeans dan kaus berkerah serta jam tangan bermerk tak lupa parfum disemprotkan ke seluruh tubuh. Nia mulai menaruh curiga, kenapa kalau sabtu suaminya lebih rapi daripada biasanya. Nia pun menghampiri Ronald yang sedang bercermin memperhatikan penampilannya.
"Mas, rapi dan wangi banget sih. Mau ketemu siapa sih? Ketemu nasabah kok kayak ketemu pacar" kata Nia sambil memperhatikan suaminya. Ronald tak mengira kalau Nia akhirnya menyadari perbuatannya, Namun Ronald berusaha tenang agar tak terlihat bahwa Ia sedang berbohong.
"Hari biasa kamu juga ketemu Nasabah, kok kalau Sabtu kamu berdandan necis banget. Wangi banget lagi" Nia lalu duduk di tepi tempat tidurnya tapi tetap matanya mengawasi sang suami.
Ronald menghentikan bercerminnya lalu berbalik badan dan menghampiri Nia sambil berlutut di samping tempat tidur.
"Sayang, Nasabah yang aku temui kalau hari sabtu adalah Nasabah prioritas yang sulit ditemui jika hari kerja biasa. Bertemu mereka harus rapi agar meyakinkan. Kalau aku deal dengan mereka dan targetku tercapai kan gaji aku jadi besar, ya kan? Kamu tahu sendiri biaya check up kamu setiap bulan lumayan mahal juga. Belum lagi aku masih memberi uang buat Mama" Ucapan Ronald membuat Nia merasa bersalah telah mencurigainya.
__ADS_1
"Maafin aku ya Mas sudah berpikir yang tidak-tidak tentang kamu. Padahal kamu sudah lelah mencari uang untuk membahagiakanku. Memang aku ini istri yang bodoh dan gak ngertiin suaminya. Aku menyesal Mas" Nia menunduk dan menghapus beberapa butir air mata yang ikut mengalir di pipinya. Ronald merasa tak enak, kebohongannya justru malah membuat Nia merasa bersalah. Dihapusnya ait mata di pipi sang istri lalu di cium keningnya. Ia pun memeluk istrinya sambil mengusap rambutnya.
"Iya, Mas maafin. Kamu doakan saja ya Mas bisa dapat banyak Nasabah, jadi bonus dan insentif yang Mas dapatkan makin besar. Ini juga untuk membahagiakan kamu sayang" Ronald mengeluarkan jurus gombalnya. Mulut manisnya mampu membuat istri yang curiga berubah menjadi istri yang dipenuhi perasaan bersalah lalu semudah itu pula Ia membuat sang Istri makin mencintainya karena berpikir pengorbanannya amatlah besar.
Ronald tersenyum senang di dalam hati. Kecurigaan yang dimiliki Nia telah disingkirkannya. Mungkin benar kata orang kalau istri punya feeling jika suaminya selingkuh, namun suami yang selingkuh punya seribu cara mengubah situasinya hahahaha.. Ronald tertawa dalam hati. Setelah adegan layaknya drama korea terjadi, Ronald pun pamit. Nia mengantar sang suami sampai mobil yang dikendarainya sudah tak terlihat lagi. Lambaian tangan dan doa menyertai kepergian suaminya.
Senyum kemenangan terukir di wajah Ronald. Lantunan lagu di radio membuatnya bersiul dan bernyanyi ringan. Seperti ABG yang sedang puber, itulah dirinya. Mobil sedannya telah sampai di parkiran apartemen Anita. Diparkirkannya sedan tersebut lalu menuju lantai tempat tinggal Anita. Bel pintu pun dibunyikannya, tak lama Anita keluar membukakan pintu.
Anita mengenakan mini dress warna cream yang terlihat kontras dengan warna kulitnya. Lipstik merah mudanya membuat wajahnya terlihat segar dan ranum dilihatnya. Anita menyambut Ronald dengan senyuman penuh kebahagiaan. Ronald membalas senyum Anita dan langsung memeluknya.
"Kamu cantik banget sih sayang" bisik Ronald di telinga Anita.
"Kamu juga ganteng banget sih sayang" Anita lalu mengecup pipi Ronald. Melihat Anita memberi sinyal Ronald dengan sigap menyambutnya. Diciumnya bibir Anita dengan lembut, ciuman tersebut pun makin lama makin memanas. Anita menarik Ronald agar masuk ke dalam apartemennya. Kedua insan yang dimabuk cinta itu pun lupa, bahwa ada hati di ujung sana yang tersakiti, yang menangis jika melihat miliknya diambil oleh wanita lain. Wanita itu yang tak tahu apapun masih kusyuk mendoakan kesuksesan suaminya dengan tulus dan penuh cinta.
__ADS_1