
Nia yang sudah wangi dan mengeringkan rambutnya lalu duduk di tepi tempat tidur. Udara malam ini agak dingin, ternyata diluar gerimis. Ac yang dinyalakan menambah dingin udara di ruangan. Nia pun menggosok-gosokkan lengannya kedinginan. Ronald yang sedari tadi memperhatikan tingkah Nia sambil memainkan hp pun menepuk-nepuk tempat disampingnya.
"Sini dong sayang. Pakai selimutnya biar hangat" Nia lalu mendekat dan duduk di samping Ronald. Tangan kanan Ronald lalu memeluk Nia yang kedinginan. Saat Nia mendekat aroma wangi Nia tercium oleh Ronald. Wangi luluran kemarin dan habis mandi membuat Ronald mengecup Nia tanpa apa-apa.
"Kamu cantik banget sih, istriku" Ronald memegang dagu Nia lalu langsung ******* bibir Nia. Ciuman awal lembut namun berubah hot saat nafsu menguasai keduanya. Udara dingin diluar sangat mendukung untuk bermesraan. Ronald meletakkan hp nya lalu tangannya mulai meraba Nia. Dielusnya pipi Nia, lalu turun ke leher.
Ciuman semakin panas, Ronald merasa adik kecilnya sudah terbangun. Tangan Ronald lalu turun ke dada Nia, agak kaget sebenarnya namun Nia biarkan karena mereka sudah sah sebagai suami istri, sudah tugas Nia melayani suaminya.
Ciuman pun turun ke leher Nia. Beberapa kissmark pun dibuat Ronald sambil tangannya dengan sigap membuka piyama Nia. Suasana semakin memanas. Setelah mencium seluruh tubuh Nia dan membuat Nia mengerang akhirnya Ronald menyatukan tubuh keduanya. Nia merasa kesakitan karena itu pengalaman pertamanya, Ronald melakukannya dengan lembut dan penuh cinta sampai akhirnya mereka pun melepas nafsu yang sudah dipendamnya selama ini.
"Terimakasih ya sayang" Ronald lalu mengecup kening Nia dan tak lama jatuh tertidur. Nia pun demikian, hari ini sangatlah lelah namun hari yang membahagiakan di hidupnya. Nia juga tertidur sambil memeluk Ronald.
****
Matahari pagi ini masih malu-malu menunjukkan wajahnya. Udara bekas semalam hujan masih terasa sejuk. Masih bisa terlihat di beberapa tempat adanya embun. Hujannya awet semalaman namun hanya gerimis.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Kedua insan yang baru berstatus pengantin masih tertidur lelap. Tak lama Nia merasakan ada tangan yang sedang menggerayangi tubuhnya. Agak kaget namun saat dilihatnya sang suami yang melakukannya Nia hanya tersenyum.
"Pagi cantik. Ah akhirnya aku bisa ucapin selamat pagi langsung ke kamu bukan lewat hp"
__ADS_1
"Pagi juga suami sayang" Nia tersenyum melihat teman tidurnya sekarang.
Ronald yang sedari tadi sudah bergerilya tangannya akhirnya menuntut lebih. Dan terjadilah hubungan suami istri di pagi hari. Nia masih merasa sakit namun tidak seperti semalam. Setelah dahaganya tersalurkan kedua insan itu pun tersenyum puas. Tak lama terdengar bunyi kerucuk dari perut keduanya. Lapar ternyata setelah bertempur dari semalam. Nia pun langsung menuju kamar mandi. Setelah mandi Nia lalu memasak sarapan untuk sang suami tercinta.
Beruntunglah semalam sudah dibungkusin sisa catering kemarin yang ditaruh di kulkas. Nia hanya menghangatkan sambil memasak nasi di magic com. Sambil menunggu sarapan siap Ronald lalu mandi dan menghampiri Nia yang sedang memasak di dapur.
Ronald lalu memeluk Nia dari belakang dan mencium leher Nia. Hal ini membuat Nia kaget karena Ronald berjalan dengan diam-diam.
"Ya ampun Mas ngagetin aku saja"
"Enaknya ya punya istri, ada yang masakkin. Ada juga yang boboin"
"Ih apa sih. Yaudah sana duduk manis di meja makan. Aku hidangin dulu ya di meja makan."
Selesai makan Ronald lalu menawarkan diri untuk membantu mencuci piring makannya. Nia lalu mengerjakan pekerjaan rumah yang lain, seperti menyapu, mengepel, dan mencuci baju. Ronald kembali ke kamar untuk mengerjakan pekerjaannya.
Semua pekerjaan akhirnya selesai. "Huft... capek juga. Jadi ratu seharinya sudah selesai, sekarang jadi upik abu lagi" gumam Nia. Ya, kehidupan rumah tangga Nia pun dimulai. Pesta telah usai.Semua kembali ke kehidupan nyatanya. Selain kebahagiaan, berbagai cobaan akan Nia hadapi lagi nanti.
Nia merasa kelelahan dengan tugas barunya sebagai ibu rumah tangga. Nia membayangkan bagaimana jika Ia mengerjakannya sambil bekerja di kantor. Pasti sangat capek. Membayangkannya saja Nia sudah berat apalagi menjalankannya. Sudahlah tak usah dipikirin, putus Nia.
__ADS_1
Baju yang Nia jemur masih belum kering, jadi belum bisa di setrika. Nia lalu menonton drama korea di tv. Untunglah Ronald langganan TV kabel dirumahnya jadi Nia bisa menonton drama korea tanpa harus membeli dvd nya. Nia menonton sampai jatuh tertidur di sofa.
Ronald yang merasa haus lalu mematikan laptopnya dan keluar dari kamar menuju lemari es. Ronald mengambil segelas air es lalu dicarinya istri tercinta. Rumah Ronald sudah bersih dan wangi karbol pertanda sang istri sudah menyelesaikan kewajibannya.
Ronald mencari ke tempat cuci baju namun Nia tidak ada. Akhirnya Ronald ke ruang keluarga dan melihat sang istri sedang tertidur pulas. Ditatapnya wajah istrinya yang kelelahan. Diusapnya dengan lembut pipinya, Nia kaget karena ada yang menyentuhnya langsung terbangun dari tidur dan duduk tegak.
"Maaf sayang aku gak bermaksud bangunin kamu. Kamu jadi kaget ya" Ronald meminta maaf karena sudah membangunkan Nia.
"Sekarang jam berapa? Aduh aku ketiduran. Cucian aku sudah kering ya" Nia tiba-tiba teringat cucian yang dijemurnya di lantai atas lalu bangun dan hendak mengangkatnya, namun tangan Ronald dengan sigap menariknya.
"Santai saja sayang. Kalau masih ngantuk tidur saja dulu. Cucian mah gampang. Tinggal laundry. Atau kamu mau Mas pekerjakan pembantu untuk membantu kamu?"
"Jangan laundry Mas. Sayang uangnya. Nia masih bisa kok ngerjain semuanya. Kan sudah tugas Nia sebagai istri melayani Mas" jawab Nia
"Iya sekarang kamu masih libur, nanti kalau sudah bekerja lagi memang masih sanggup? Pokoknya kalau ga mau laundry ya kita sewa pembantu ya" tegas Ronald.
"Ya sudah kalau begitu. Tapi pembantu yang pulang pergi saja ya Mas. Jadi datang pagi dan siang pulang gitu, gimana?" nego Nia
"Yaudah baiknya menurut kamu saja. Yang pasti kamu melayani Mas di tempat tidur saja ya ga usah kerjain yang lain" Ronald lalu mengerling penuh arti ke arah Nia.
__ADS_1
"Lagi?" tanya Nia kaget.
Ronald menjawab dengan ciuman mesra ke Nia. Inilah yang masih menandakan mereka pengantin baru. Rasanya belum hilang sakit bekas semalam dan tadi pagi namun sudah harus melakukan lagi. Mereka melakukannya lagi di sofa. Kali ini Nia bahkan melupakan cuciannya dan menikmati permainan kali ini.