
"Mbak, ini dokumennya sudah aku proses. Mbak Anita bisa langsung ke Teller untuk mencairkan uangnya" Nia lalu menyerahkan dokumen yang sudah dikerjakannya kepada Anita.
"Oh jadi udah selesai ya tinggal ke Teller saja?"
"Iya benar"
"Kalau aku mau buat yang baru lagi bagaimana ya? Niatnya kan aku cuma mau ambil seperlunya aja nih, nah sisanya aku mau depositoin lagi"
"Boleh. Nanti Mbak Anita setelah ke teller kembali lagi saja ke aku, biar aku proses lagi"
"Oke. Aku ke teller dulu ya"
"Sebentar ya Mbak" Nia pun memanggil security "Pak minta nomor antrian untuk ke teller ya, terima kasih" Security lalu mengambilkan nomor antrian untuk Nia.
"Ini Mbak nomornya"
"Iya. Aku ke teller dulu ya nanti kesini lagi. Udah nomor antrian aku nih"
"Iya Mbak"
Sambil menunggu nasabah berikutnya datang lagi Nia memperhatikan teman kakaknya tersebut. Mbak Anita memiliki tubuh yang bagus, terlihat cantik dengan mini dress yang dipakainya.
"Cantik. Tubuhnya juga bagus. Ah aku mau diet lagi saja agar tubuhku bagus juga kayak Mbak Anita" kata Nia dalam hati.
Terlihat beberapa nasabah sudah mulai menunggu di kursi. Nia menekan nomor antrian berikutnya, Ia pun melayani nasabah kembali. Setelah melayani nasabah yang ingin membuka tabungan, Nia pun menekan nomor antrian berikutnya, ternyata Mbak Anita lagi nasabahnya.
"Selamat datang lagi Mbak" Nia kembali berdiri menyambut Nasabahnya dengan senyuman manis.
"Iya ya. Aku terus nih nasabahnya.. hehehe..."
"Gak apa-apa, mbak kan nasabah prioritas di hatiku... hehehe"
"Ah kamu bisa aja Nia. Tuh kan jadi lupa. Aku mau bikin deposito baru nih, bisa kan?" Anita pun menarik kursi nasabah lalu duduk di hadapan Nia.
"Bisa dong. Saya proses dulu ya" Nia menerima dokumen yang diserahkan oleh Anita lalu memproses pembukaan deposito baru. 10 menit kemudian Nia menyerahkan bukti sertifikat deposito yang sudah dikerjakannya.
"Sudah selesai ya Mbak. Ini sertifikat depositonya, dibawa saat akan mencairkan deposito 1 tahun lagi"
__ADS_1
"Oke" Anita menerima sertifikat deposito miliknya.
"Ada lagi yang bisa saya bantu Mbak?"
"Gak ada, udah beres semua. Eh tapi Nia, ntar makan siang bareng yuks. Aku traktir. Kamu kan udah bantu aku" ajak Anita.
"Ga perlu mbak. Itu kan sudah tugas aku" tolak Nia.
"Ih udah deh ikut aja. Aku tunggu kamu di mall depan ya. Kamu istirahat jam berapa?"
"Jam setengah 1 Mbak"
"Yaudah jam setengah 1 aku tunggu didepan kedai kopi ya"
"Iya Mbak"
"Yaudah aku mau ngemall dulu. Terima kasih ya"
"Iya sama-sama Mbak"
Anita pun pergi meninggalkan Bank A. Nia kembali menekan tombol antrian berikutnya dan melayani nasabah yang lain.
****
Nia menuju kedai kopi tempat Ia dan Anita janjian. Dilihatnya Anita sedang sibuk bekerja dengan laptopnya. Enaknya jadi arsitek, bekerjanya bisa dimanapun. Kerja di bank mana bisa seperti itu, semua by system, tak bisa dibawa pulang karena menyangkut kerahasiaan data nasabah. Nia mendekat ke arah Anita.
"Siang Mbak" tegur Nia.
Anita memalingkan wajahnya dari laptop. "Siang. Kamu sudah datang rupanya. Sebentat ya aku beres-beres dulu. Berantakan banget soalnya" Anita membereskan beberapa sketsanya yang berada di bangku dan meja. Untunglah kedai kopi ini tak begitu ramai. "Ayo duduk dulu"
Nia menuruti kata-kata Anita dan duduk di bangku yang kosong. Terburu-buru Anita membereskan semuanya lalu mematikan laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas. "Ayo kita makan siang"
Nia mengikuti saja kemana Anita hendak mengajaknya makan siang. Rupanya Anita mengajak Nia makan shabu-shabu all you can eat. "Waduh, makan siang kali ini mewah banget nih. Boros juga kalau keluar uang 200 ribu cuma untuk sekali makan siang saja" gumam Nia dalam hati.
"Kita makan disini saja ya" tanpa meminta persetujuan Nia, Anita langsung meminta pelayan menyiapkan tempat untuk 2 orang. Pelayan tersebut lalu menunjukkan tempat duduk mereka.
Setelah mengambil makanan yang diinginkan sepuasnya mereka kembali ke tempat duduk dan mulai memasak daging yang mereka ambil. Tak lupa Nia memasukkan sayuran dan juga jamur ke dalam kuah shabu-shabunya.
__ADS_1
"Kamu sudah lama Nia kerja jadi customer service?" Anita memulai percakapan diantara mereka.
"Sekitar 2 tahunan Mbak"
"Oh belum terlalu lama ya. Kata Nay kamu juga sudah nikah ya?" Anita lalu memakan makanannya yang sudah tak panas lagi.
"Iya. Aku baru kerja sekitar 3 bulan langsung menikah Mbak" Nia juga sambil menikmati makan siangnya yang mewah tersebut.
"Nikah muda dong kamu?"
"Ya, begitulah Mbak. Kalau Mbak Anita gimana? Udah lama kerja jadi arsitek?" gantian Nia yang bertanya pada Anita.
"Ya udah lumayan lama lah. 5 tahun ada kayaknya" kata Anita sambil menyuap makanannya.
"Udah pengalaman ya Mbak"
"Ya masih banyak belajar juga. Kamu gak nanya Mbak udah nikah apa belum? hehehe.... "
"Ga enak Mbak. Takut Mbak Anita marah" jawab Nia sopan.
"Kamu beda banget ya sama kakak kamu yang orangnya ceplas-ceplos. Sopan banget kamu. Santai aja, aku orangnya gak baperan kok"
"Yaudah aku tanya nih, Mbak Anita udah nikah belum? jangan marah ya Mbak..."
"Belum" jawab Anita singkat.
"Ah masa sih belum Mbak? maaf Mbak bukan maksud meledek, tapi aku gak percaya aja. Mbak Anita tuh cantik, pintar, kerjaannya enak dan sexy juga. Pasti banyak laki-laki yang naksir sama Mbak" rasa kaget membuat Nia berbicara panjang lebar.
Anita meneguk minumannya. Ia harus menjelaskan rasa keingintahuan Nia. "Ih bisa aja kamu muji-muji Mbak. Kamu tuh yang cantik Nia, pantesan aja kamu baru selesai kuliah sudah ada yang melamar. Mbak mah gak kayak kamu yang langsung laku. Butuh banyak usaha. Mbak kan perawatan baru bisa berubah jadi kayak sekarang, gak kayak kamu yang cantik blasteran dari lahir"
"Aku gendut begini cantik dari mana Mbak? Terus kenapa sekarang belum menikah Mbak? Kan sekarang Mbak cantik banget, pasti banyak yang melamar Mbak deh" tanya Nia lagi.
"Yang penting sehat, gak apa-apa gendut. Memang kata siapa kamu gendut? Kamu tuh cuma agak berisi saja. Bohay istilahnya"
"Bisaaa.... aja deh Mbak Anita ini" mereka pun tertawa bersama.
"Dari tadi Mbak belum jawab ya kenapa Mbak belum nikah. Karena... Mbak masih menunggu cinta pertama Mbak"
__ADS_1
******
Maaf telat update. Mohon dukungannya ya dengan like atau vote. Maacih semuanya. Senang deh ada yang suka novel ini.