Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Bali-17


__ADS_3

"Wah akhirnya setelah ketinggalan pesawat ya Jeng Asih datang juga." komentar ibu arisan berbaju pink.


Nia merasa nama yang disebutkan tidak asing pun mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang datang.


Ibu-ibu arisan hedon itu saling cipika cipiki. Agak bingung Nia mencari yang baru datang diantara kehebohan ibu-ibu itu. Nia pun mengalihkan pandangannya dan hendak menonton drakor lagi. Namun namanya ada yang memanggil.


"Nia." Seluruh ibu-ibu menatap Nia.


Nia mencari siapa yang memanggilnya. Mama Asih? Nia tersenyum lebar saat tahu mama mertuanya yang datang.


"Jeng Asih kenal dengan Nia?" tanya Mama Sri.


"Ya jelas saya kenal Jeng. Nia kan menantu kesayangan saya." Mama Asih pun berjalan menghampiri Nia. "Sayang.... Mama kangen sama kamu." Ia pun memeluk Nia erat dan mencium pipi kanan dan kiri Nia dengan penuh kasih sayang.


"Mama. Nia juga kangen sama Mama."


"Jadi menantunya Jeng Asih itu mantan menantunya Jeng Sri?" tanya ibu-ibu berbaju pink itu ingin tahu.


"Maksudnya Jeng?" Mama Asih tidak mengerti maksud ucapan Ibu baju pink itu. Sebelumnya memang Mama Asih tidak tahu siapa mantan suami Nia. Yang Dia tahu adalah status Nia yang seorang janda.


"Tadi Jeng Sri kenalin kita sama mantan menantunya yang katanya setelah bercerai dengan anaknya Ronald hidupnya malah sengsara. Dari yang tinggal terima gaji saja eh sekarang harus kerja keras cuma jadi resepsionis." Ibu baju pink menjelaskan panjang lebar. Nia hanya menonton saja kerempongan ibu-ibu di depannya.


"Jeng Sri, memangnya dulu Nia mantan menantu kamu?" Mama Asih memastikan kebenaran omongan dari Ibu baju pink.


"Iya Jeng. Dulu Nia menikah dengan Ronald terus bercerai. Eh pas saya ketemu Dia sekarang cuma jadi resepsionis saja. Nyesel kan Dia nyerein anak saya Ronald." masih saja Mama Sri berlaku sombong.


"Oh gitu. Benar begitu Nia?" kali ini Mama Asih meminta penjelasan dari Nia.


"Benar, Ma. Dulu Mama Sri itu mantan mertua Nia saat Nia nikah dengan Ronald." jawab Nia.


"Lalu sekarang gimana Jeng? Bener Nia sekarang menantunya Jeng Asih?" Ibu baju pink memastikannya lagi.


"Benar Jeng. Nia itu istrinya Daniel anak saya satu-satunya." Mama Asih mengumumkan Nia sebagai menantunya.


"Memang kapan menikahnya Jeng? Kok kita gak diundang sih?" tanya ibu-ibu berbaju bunga-bunga.


"Baru sebulan lalu. Nia dan Daniel memutuskan tidak dibuat resepsi besar-besaran dan ingin acaranya dibuat kekeluargaan saja. Nia kamu kenalan dulu dong sama teman-teman Mama." Nia mengulurkan tangannya menyalami teman-teman Mama Asih.

__ADS_1


Mama Sri menatap dengan pandangan tidak suka saat Mama Asih memperkenalkan Nia dengan bangga sebagai menantunya. Terlihat Mama Asih sangat menyayangi menantunya tersebut.


"Daniel mana Nak? Terus Si Buluk mana? kok kamu disuruh jagain meja resepsionis sih?"


"Daniel ketemu kliennya, Ma. Kalau Mas Anton lagi pergi kencan sama Dokter Meita. Aku yang suruh pergi kok." Nia tak mau kalau Mas Anton pulang nanti malah kena omel Mama Mertuanya.


"Tuh kan Jeng. Bukan jadi resepsionis menantu saya ini. Dia terlalu baik. Karyawannya mau kencan malah Dia yang gantiin kerjaannya." Mama Asih kembali pamer tentang Nia pada teman-temannya. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk membalas Mama Sri yang sudah merendahkan menantu kesayangannya tersebut.


Tak lama terdengar suara motor datang. Dengan berlari tergesa-gesa Mas Anton menghampiri Nia. "Non... maaf... saya...telat... " Anton kaget saat melihat Mama Asih sudah berdiri di depannya.


"Eh Nyonya Besar. Ada di sini juga?"


"Darimana saja kamu Buluk? Masa menantu saya kamu suruh jagain meja resepsionis?!" semprot Mama Asri.


"Maaf Nyonya Besar. Kan Nyonya Besar tau kalau saya jomblo. Sekalinya ada yang mau saya ajak ngedate gak bisa dilewatkan begitu saja. Maaf ya Nyonya."


"Minta maafnya sama Nia tuh. Kan teman-teman arisan saya mikirnya menantu kesayangan saya kerjanya jadi resepsionis." Mama Asri sepertinya masih kesal dan tidak terima Nia diperlakukan seperti itu.


"Sudahlah Jeng. Gak usah diperpanjang. Kasian si jomblo tertekan banget tuh." kata ibu baju kuning seraya tertawa melihat ekspresi Anton yang memelas.


"Yaudah saya maafin. Untung saja Nia membela kamu. Kalau tidak... saya uleg kamu Buluk!" Mama Asih mencubit lengan Anton gemas. Semua mentertawakan ulah Mama Asih yang marah tapi malah terkesan lucu.


"Oh iya Jeng. Kenalkan, ini anak saya Ronald." Mama Sri memperkenalkan anaknya. Ronald mengulurkan tangannya namun Mama Asih menyambutnya dingin.


Oh jadi ini mantan suami Nia. Huh gantengan anakku Daniel kemana-mana. Baru anak kayak gini aja udah pamer banget. Dasar OKB sombong - Mama Asih.


"Ayo Jeng kita makan malam. Sudah lapar nih." ibu baju pink memotong pembicaraan mereka.


"Iya ya kita kebanyakan ngobrol. Ayo kita makan. Saya juga lapar." Mama Asih lalu menyuruh Anton. "Luk, bilangin orang restaurant suruh buka meja untuk saya dan teman-teman!"


"Iya, Nyonya besar." Anton lalu menggantikan posisi Nia di meja resepsionis. Ia pun menelepon bagian restaurant dan menyampaikan perintah Mama Asih. Maklum, restaurant Daniel suka full booked jadi harus dipesan dulu agar dapat tempat duduk.


"Nyonya... Restaurantnya sudah siap kata Chef Kiki." Anton menyampaikan pesan Chef Kiki pada Mama Asih.


"Ayo kita ke restaurant." ajak Mama Asih.


"Ayo." jawab ibu-ibu yang lain kompak.

__ADS_1


"Nia, ayo ikut kita makan." ajak Mama Asih.


"Iya Ma." Nia lalu mengikuti langkah ibu-ibu sambil tangannya tetap digandeng sama Mama Asih. Nia merasa aman saat berada di dekat Mama Asih. Ia merasa terlindungi dan dipenuhi kasih sayang.


Sebuah meja makan besar sudah disiapkan oleh bagian restaurant khusus untuk tamu istimewa yaitu nyonya besar ibu dari pemilik restaurant ini. Para karyawan melayani dengan penuh profesional layaknya di restaurant hotel bintang 5.


"Silahkan semuanya pesan sesuka kalian. Saya yang traktir." perkataan Mama Asih disambut riuh tepuk tangan ibu-ibu arisan hedon.


"Keren kita ditraktir Jeng Asih."


"Iya. Jeng Asih the best deh."


"Gak abis-abis duitnya ya Jeng Asih ini."


"Jeng Asih mah gak pelit walau banyak duit juga."


Komentar memuji dari ibu-ibu arisan membuat Mama Sri sebal. "Huh kebanyakan menjilat." gumam Mama Sri dalam hati.


"Bisa aja nih Ibu-ibu semuanya. Ya kan mumpung kalian semua sedang di Villa milik anak saya Daniel ya saya harus menjamu kalian dengan sebaik-baiknya. Betul tidak?"


"Betul." jawab semua Ibu-ibu kecuali Mama Sri kompak.


"Ayo dipesan apa saja sesuka kalian. Makan yang banyak. Semuanya free." Ucapan Mama Asih makin membuat Mama Sri dongkol.


Dasar tukang pamer. Masih hebatan juga menantuku yang arsitek terkenal. Punya menantu kayak Nia aja sombong banget- Mama Sri.


Semua sibuk memesan menu yang diinginkan. Para pelayan agak kewalahan dengan ramainya suara ibu-ibu arisan ini. Satu ibu-ibu saja sudah bikin pusing eh ini malah 10 orang. Lumayan memekakan gendang telinga.


Setelah semua selesai memesan dan menunggu makanan disajikan, Mama Asih pun bangun dari duduknya. Ia pun memulai pidatonya.


"Sebenarnya tujuan saya traktir Jeng semua sebagai bentuk ucapan syukur atas karunia yang Tuhan berikan kepada keluarga saya. Saya juga amat bersyukur karena saat ini menantu kesayangan saya." Mama Asih memanggil Nia mendekat. "Sini Sayang."


Nia pun bangun dari duduknya dan menghampiri Mama Mertuanya tersebut. "Menantu Saya yang cantik dan baik hati ini, puji Tuhan saat ini sedang hamil."


Ronald yang sedang minum air putih langsung tersedak kaget. Mama Sri yang awalnya acuh dan berpura-pura main Hp pun mengangkat kepalanya karena kaget dengan berita yang disampaikan Jeng Asih.


Nia hamil? - Mama Sri.

__ADS_1


*****


Hayoo... seru gak? Mau ditamatin apa lanjut? Mana suara dan votenya 🤣🤣🤣. Tenang aja, ada novel baru aku yang gak kalah seru judulnya NAMAKU AYU . Monggo dibaca juga ya darling... Maacih 😘😘😘😘


__ADS_2