Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Ngedate


__ADS_3

"Aku taruh belanjaannya di mobil dulu ya. Kamu disini saja. Inget ya, jangan kemana-mana!" Daniel masih belum mau pulang. Ia masih ingin jalan-jalan lagi, karena itulah Ia ingin menaruh belanjaan dulu di mobil agar bisa bebas tanpa membawa belanjaan.


"Iya, aku gak kemana-mana kok. Kaki aku masih pegal rasanya." Nia masih menikmati es boba yang Ia pesan tadi. Sejak menikah Ia tidak memikirkan diet lagi, bahaya juga kalau berat badannya naik lagi.


Entah mengapa Nia merasa kalau Daniel menerima apapun keadaan Nia. Namun Nia tak mau lengah juga. Ia tetap harus menjaga berat badannya. Suaminya ganteng dengan tubuh yang sexy dan hot dibanding lelaki lain. Walau rumor tentang Daniel penyuka sesama jenis berhembus kencang, namun rumor tersebut akan hilang karena Ia sudah menikah sekarang. Akan banyak lagi cewek yang mendekatinya.


Nia memperhatikan banyak pasangan muda sedang berpacaran. Tiba-tiba Ia teringat masa pacarannya dulu dengan Ronald. Dengan Daniel hubungan mereka meloncati fase berpacaran dan langsung menikah. Perlahan Nia mulai bisa menggantikan posisi Ronald di hatinya dengan Daniel.


Pandangan Nia terpaku pada pasangan yang Ia kenal. Siapa lagi kalau bukan Ronald dan Anita? Pasangan Buffalo gathering alias kumpul kebo itu juga sedang jalan-jalan ke mall ini.


Sial sekali, kenapa harus ketemu mereka lagi? Sempit sekali duniaku bertemu mereka terus dimanapun aku berada. Huft- Nia.


Nia menyembunyikan wajahnya agar mereka tidak melihatnya. Rasa penasaran Nia timbul, Ia mengintip sedikit di balik buku menu yang Ia pakai menutupi wajahnya. Mereka ternyata sedang bertengkar. Nia hapal benar bagaimana wajah Ronald kalau emosi. Ronald akan berkali-kali mengusap wajahnya untuk meredam emosi.


Hal yang tidak terduga ternyata Daniel datang. Bukannya pura-pura tidak kenal dan melengos pergi eh malah Daniel berhenti disana. Takut hal yang tidak diinginkan terjadi, buru-buru Nia mendekati suaminya.


"Eh ada tetangga sebelah rumah. Lagi ngapain?" Daniel sok akrab dan sok dekat dengan mereka. Nia mempercepat langkahnya. Ia kenal suaminya kalau lagi jahil seperti apa.


"Ayo, Sayang." ajak Nia sebelum Daniel berbuat lebih jauh. Nia masih mengatur nafasnya yang ngos-ngosan sehabis berjalan setengah berlari.


"Sabar atuh. Ada tetangga sebelah rumah, sebagai tetangga yang baik kita harus menyapa mereka sayang." Daniel tersenyum jahil. Nia memberikan kode pada Daniel untuk tidak melakukan kejahilan sekarang, namun Daniel malah bersemangat melihat reaksi Nia.


"Kok diem-dieman aja sih? Mesra-mesraan juga dong kayak kita berdua." Daniel menarik Nia mendekat lalu mencium pipinya dengan mesra.


Ronald yang awalnya sedang emosi makin ditambah cemburu. Terlihat jelas Ia sedang menahan emosinya. "Hmm... kalian lagi bertengkar ya? Jauh banget bertengkarnya sampai kesini segala. Enakkan juga bertengkar di atas kasur daripada bertengkar di mall. Iya kan Sayang?" Sekarang Daniel mencium bibir Nia cepat beberapa kali. Muach... Muach...Muach...


Wajah Nia memerah karena menjadi perhatian publik. Daniel merangkulnya agar Nia bisa menyembunyikan wajahnya di dada Daniel. Seperti yang Daniel sudah rencanakan, perhatian Ronald teralih dari Anita yang ngambek ke cemburu pada Nia.


Anita tau bahwa Ia sia-sia ngambek namun Ronald malah memperdulikan Nia. Dengan kesal Anita memukul lengan Ronald dan berjalan meninggalkannya. Ronald langsung berlari menyusulnya.


"Tetangga...tetangga... ayo kita double date... jangan pergi dulu!" teriak Daniel yang diacuhkan kedua pasangan yang bertengkar makin hebat itu.


Nia memukul dada Daniel pelan. "Jahil banget ih jadi orang!" omel Nia.


"Seru tau Sayang. Kita ikutin yuk." Daniel baru mau menarik tangan Nia namun Nia menggeleng.


"Sudah biarkan mereka. Kita kan mau jalan-jalan sendiri. Atau mau pulang saja?"

__ADS_1


"Baiklah. Ayo kita kencan!"


"Kencan? Sudah nikah masih aja kencan." protes Nia.


"Kan kita gak pernah kencan. Aku juga mau kayak pasangan lain, kencan, nonton terus malamnya ngamar deh he..he..he.." cengir Daniel jahil.


"Gak gitu juga kali. Aku kencan paling cuma makan, nonton dan jalan aja. Tidak pakai ngamar segala." protes Nia.


"Itu kencan sebelum nikah. Kalau sesudah nikah mah ujung-ujungnya ngamar."


"Iya aja deh aku mah. Enak ini. Kalau gak enak baru aku nolak he..he...he... Kita mau kemana nih sekarang?"


"Nonton aja. Kita kan habis makan. Nanti kalau lapar lagi baru deh kita makan lagi, oke?" tanya Daniel.


"Oke. Let's go!"


Mereka langsung menuju bioskop. Daniel memesan satu buah popcorn ukuran besar dan dua buah es kopi. Ternyata Daniel sudah memesan tiket nonton sejak tadi.


"Kamu udah pesen tiket Sayang?"


"Kalau tadi aku sama Mama belum selesai belanja gimana? Atau kalau Mama mau ikut nonton gimana? kita kan tanpa rencana mau nonton."


"Kata siapa? aku mah sudah rencanain nonton sejak di pijat reflexi tadi. Kalau Mama mau ikut ya aku tolak aja terus aku suruh Dia pulang. Ngintilin kita melulu habisnya." kata Daniel dengan bangganya.


"Ih jahat sama Mama sendiri juga." omel Nia.


"Biarin. Yuk udah dibuka tuh bioskopnya." Nia membantu membawakan minuman karena Daniel sibuk membawa popcorn dan tiket.


Ternyata Daniel memesan tiket premier. Kursinya amat nyaman. Baru kali ini Nia nonton kayak gini. Film pun dimulai, Nia tak mengira akan diajak nonton film horor. Jiwa Nia yang pengecut membuatnya menutup mata selama nonton, alhasil Ia akhirnya ketiduran beneran di bioskop.


"Ayo sayang, filmnya sudah ha-" Daniel menahan tawanya melihat Nia yang ternyata tertidur bukannya malah nonton. Dengan jahil Daniel berbisik di telinga Nia. "Bu, bioskopnya mau tutup."


Nia kaget dan langsung bangun. "Iya, saya enggak tidur kok." Ekspresi Nia membuat Daniel tertawa terpingkal-pingkal. Nia akhirnya sadar kalau Ia dikerjai Daniel lagi. "Ih rese!"


"Ayo kita keluar. Udah sepi nih." Daniel menggandeng tangan istrinya dengan mesra.


"Kita mau kemana lagi?" tanya Nia.

__ADS_1


"Hmm... kemana ya? kamu mau jajan atau belanja apa gitu?"


"Gak ada. Tadi udah sama Mama." tolak Nia.


"Tadi belanja apa saja?" Daniel sesekali mencium rambut Nia. Banyak pengunjung mall yang melihat kemesraan mereka, namun Nia sudah terbiasa sekarang.


"Banyak. Tas, sepatu, baju kerja, baju tidur bahkan pakaian dalam juga beli."


"Aku dibeliin gak?" tanya Daniel menyelidik.


"Enggak." jawab Nia jujur.


"Yaudah kita beli buat aku dulu ya, mumpung di Mall." Nia mengangguk setuju.


Daniel lalu membeli perlengkapannya. Satu stel baju beserta pakaian dalamnya pun Ia beli.


"Udah yuk."


"Pulang?" tanya Nia.


"Ya gak lah. Kan tadi aku bilang abis kencan ngamar. Yaudah kita ngamar dulu."


"Tapi-"


"Udah ikut aja."


Nia mengikuti saja kemana Daniel pergi. Ternyata mereka kembali ke parkiran. Setelah membayar parkir Daniel pun mengemudikan kendaraan dan berbelok ke hotel di samping mall.


Wah beneran ngamar ternyata. Kirain mau ngamar di rumah.- Nia.


Daniel memesan sebuah kamar paling mewah dan mengajak Nia masuk. Sebuah tempat tidur besar nan mewah terlihat amat nyaman untuk ditiduri. Baru saja Nia hendak melihat-lihat yang lain Daniel langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar mandi.


Daniel mengajak Nia mandi bersama. Hanya mandi bersama saja? tentu tidak. Disana Daniel mencumbu Nia dengan amat nafsu. Setelah itu mereka baru mandi bareng.


******


Hi semua!!! Banyak yang suka nih dengan abang Daniel. Kalau suka jangan lupa like dan vote ya! Oia aku mau promosiin novel aku yang lain berjudul Insidious Versi Real , dibaca juga ya. Maacih 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2