
Nia kembali dengan rutinitas hariannya, pagi berangkat kerja bareng Papa, siang makan dengan teman-temannya, sore pulang kerja dijemput Papa dan malam sms atau telponan dengan Ronald. Nia hanya bertemu Ronald seminggu sekali, itu pun jika Ronald mengajak kencan, sisanya hanya by phone saja. Seperti hubungan jarak jauh atau long distance relationship.
Jumat pagi ini dikala sedang menikmati sarapan bersama tiba-tiba Mama teringat dengan Ronald yang dikenalkan saat pernikahan Kak Nay. Mama pun mulai menanyai Nia.
"Ni, Mama baru inget kamu ngenalin cowok waktu di nikahan Nay. Itu siapa Ni?" Mama bicara dengan santai sambil menyeruput teh hijaunya. Sementara Papa asyik sarapan sambil menyimak pembicaraan Nia dan Mama. Nesia tidak ikut sarapan, masih mengantuk katanya.
Nia agak kaget sebenarnya dengan pertanyaan Mama. Kirain Mama sudah lupa karena beberapa hari kemarin Mama masih sibuk dengan urusan setelah pernikahan dan persiapan Kak Nay pindah rumah.
Nia menenangkan diri. Ini saatnya mengenalkan dulu Mas Ronald sebelum mengajak Mas Ronald kerumah untuk kenalan lebih dekat.
"Itu Mas Ronald, Ma. Dia pacar Nia."
"Oh yang suka nganterin kamu pulang naik sedan merah itu ya?" Papa dan Nia spontan mengangkat wajahnya dan menatap Mama. Sorot mata Papa dan Nia mengisyaratkan pertanyaan 'tahu dari mana ?'
"Kok Mama tau?" tanya Nia
"Ya taulah. Waktu kamu pulang malam kan Mama lagi nonton tv terus denger suara mobil berhenti, karena penasaran Mama intip aja lewat jendela eh ternyata kamu yang turun dari sedan merah itu. Tapi Mama tunggu-tunggu eh ternyata yang nganterin kamu ga turun buat mampir jadi ya Mama pikir kamu belum siap mengenalkan ke Mama Papa. Sekarang sudah tepat nih buat kenalin ke Mama Papa?" Mama menggoda Nia dengan mengerlingkan matanya dengan senyum jahil.
"Iih Mama apaan sih. Malu atuh Nia."
Papa yang sejak tadi menyimak sambil cengar-cengir akhirnya ikut bertanya juga. Jiwa bodyguardnya keluar sebagai superpapa yang harus melindungi keluarganya.
"Udah pacaran Nia? Kenal dimana? Udah kerja dia?" Nia yang diberondong pertanyaan oleh Papa pun mulai bersikap serius, jawabannya akan menentukan masa depannya juga nanti. Papa memang overprotect dengan ketiga putrinya. Kalau menyangkut masa depan anak-anaknya Papa tidak main-main. Jangan sampai deh bikin Papa kecewa.
"Iya Pa. Udah pacaran sama Nia hampir 2 bulan. Ronald namanya, Dia kakaknya temen kampus Nia. Nia kenal waktu abis sidang skripsi. Mas Ronald udah kerja Pa di Bank Y, dan udah lumayan mapan juga pekerjaannya" kata Nia menjelaskan dengan panjang lebar.
"Ya udah bawa kesini. Kenalin sama Mama Papa langsung. Jangan ngenalin saat resepsi kayak kemarin, kan Papa ga bisa ngobrol buat tau lebih dekat anaknya kayak gimana." Papa pun menyuruh Nia mengundang Romald kerumah weekend besok.
"Nanti Nia bilang dulu ke Mas Ronald ya Pa. Semoga aja Mas Ronald bisa kesini. Ayo Pa kita berangkat nanti kesiangan" Nia dan Papa pun berangkat kerja bersama.
__ADS_1
Saat jam istirahat Nia mengirimi Ronald pesan sms.
*Siang Mas
Siang Cantik
Udah makan siang Mas? Lagi apa?
Udah. Ini lagi nongkrong sama anak-anak sambil ngopi. Kenapa? kangen ya sama Mas?
Iya nih kangen. Besok bisa kerumah gak Mas?
Kerumah kamu? Ada apa ya?
Iya kerumah Nia. Papa sama Mama mau kenal sama Mas. Ya kalau Mas ga bisa gak apa-apa kok.
Yaudah sekarang boleh kok kerumah. Jam makan siang gimana? sekalian makan siang bareng gitu.
Oke besok Mas kesana ya. Tunggu Mas ya sayang. Mas kangen banget sama kamu.
Iya Mas Nia tunggu kok. Nia juga kangen banget sama Mas.
Luv u
Luv u too **
******
Sabtu pagi Nia sudah ke pasar dengan Mama. Kedatangan Ronald ke rumah sangat disambut oleh Mama. Sejak pagi Mama sudah menyiapkan makanan untuk makan siang. Nia disuruh membantu, dari menemani ke pasar sampai beberes rumah.
__ADS_1
Nia membersihkan rumah lebih bersih dari sebelumnya. Kaca jendela pun dibersihkan. Halaman rumah juga disapu bersih. Selesai bersih-bersih Nia membantu Mama memasak di dapur.
Mama memasak opor ayam, kentang balado dan sayur sop kimlo. Sedangkan untuk cemilan Mama sudah membuat puding gula merah dan pastel.
Waktu menunjukkan pukul 11 siang, selesai persiapan Nia ijin mau mandi dan ganti baju agar dandanannya terlihat sopan saat Ronald datang nanti. Nia mengenakan celana jeans dan kaos tangan pendek warna pink. Rambutnya pun digerai dan hanya memakai bedak bayi dan lipgloss.
Mobil sedan merah yang dikendarai Ronald pun tiba di depan rumah. Setelah mematikan mesin Ronald pun masuk ke dalam rumah. Nia sudah menunggu kedatangannya di depan rumah dengan senyum lebar. Pujaan hatinya akhirnya datang. Itu artinya Ronald serius dengan hubungan mereka.
Ronald menenteng parcel buah dan membawa dua buah brownies. Ronald lalu memberikan buah tangannya kepada Nia. Nia mempersilahkan Ronald masuk kedalam rumah dan mempersilahkan duduk di ruang tamu. Nia lalu membawa buah tangan Ronald ke dalam rumah sambil memanggil kedua orang tuanya.
Mama dan Papa pun menghampiri Ronald di ruang tamu. Nia pun memperkenalkan Ronald kepada kedua orang tuanya.
"Ma Pa ini Ronald, pacar Nia" Ronald pun menjabat tangan Mama dan Papa. Kemudian Ronald dipersilahkan duduk lagi. Mama dan Papa lalu duduk di ruang tamu bersama Ronald. Nia pun pamit sebentar untuk membuatkan minuman.
Tak lama Nia keluar lagi membawa es kopi. Nia pun ikut bergabung dengan obrolan kedua orang tuanya dan Ronald.
"Nak Ronald kerja dimana?" tanya Papa. Yang ditanya Ronald namun yang jawab malah Nia.
"Iih Papa kan kemarin Nia udah bilang Mas Ronald kerja di Bank Y, masa Papa lupa sih?" gerutu Nia.
"Sst.. yang ditanya nak Ronald kok malah kamu yanh jawab. Sudah jangan ikut-ikutan." omel Papa.
Ronald pun langsung menjawab pertanyaan Papa Nia agar perdebatan ayah anak itu tidak makin panjang. "Saya kerja di Bank Y, Om"
"Saya dengar kamu belum lama kenal Nia. Kok sudah pacaran?" tanya Papa mulai serius.
"Iya Om. Saya kenal Nia saat lagi nunggu adik saya sidang skripsi. Ternyata langsung suka sama Nia dan mutusin buat pacaran. Saya juga datang kesini niatnya mau memberitahun Om dan Tante kalau saya mau membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius" ucap Ronald dengan yakin.
Nia pun kaget dengan perkataan Ronald. Ini tidak ada di pembicaraan mereka sebelumnya. Serius? maksudnya beneran ngajak nikah? oh my God...
__ADS_1