Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Ronald-9


__ADS_3

Keberhasilan akan hasil kerja Ronald di Bali mendapat apresiasi dari kantornya. Deal dengan Nasabah mendapatkan hasil yang sangat besar, bahkan jauh melampaui targetnya per tahun. Selain mendapat kenaikan gaji dan bonus yang besar, Ronald juga dipercaya menangani Nasabah dari luar kota lagi. Itu artinya akan semakin sering Ia bepergian keluar kota. Ronald sih senang-senang saja. Toh Ia akan menghabiskan banyak waktu berdua dengan Anita.


Berita menggembirakan ini langsung Ia kabarkan pada Anita. Setali tiga uang, Anita juga sangat senang mendengar berita tersebut. Itu artinya honey moon berkali-kali bersama pacarnya. Setelah mengabarkan Anita, Ronald berniat mengabarkan Nia. Itu pun setelah Ia sampai di rumah nanti.


Kenaikan jabatan berarti pekerjaan yang di handle nya semakin banyak pula. Biasanya pulang kerja Ia masih sempat menjemput Anita dan mengantarnya sampai ke apartemen, namun sekarang sulit. Pulang kerja Ia sudah lelah, tak sempat lagi manpir-mampir, bawaannya ingin pulang. Anita pun tak masalah asalkan setiap sabtu mereka harus ketemuan. Namun Ronald masih sempat sesekali mengantar Anita berangkat kerja.


Pulang kerja Ronald sering mendapati Nia sudah tertidur lelap. Mungkin Nia lelah seharian bekerja di kantor, pikirnya. Namun hari ini Ia berniat pulang awal agar bisa bicara dengan Nia sebelum Ia tertidur.


Ronald cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya, akhirnya Ia bisa pulang jam 8 malam dari kantor. Ia pun bergegas meninggalkan kantor dan pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Ronald langsung mencari sang istri. Nia sedang memakai cream malam, kebiasaannya sebelum tidur. Nia agak kaget melihat Ronald sudah pulang sebelum waktunya, padahal biasanya tengah malam baru pulang.


"Loh tumben kamu sudah pulang Mas?" Nia langsung menghampiri sang suami dan mencium tangannya.


"Iya, Mas buru-buru pulang mau kabarin kamu. Takut kamu sudah ketiduran kayak biasanya" kata Ronald sambil melepas dasi dan jam tangannya.


"Maaf ya Mas aku selalu ketiduran tiap malam. Jadi gak bisa tunggu kamu pulang" kata Nia murung.


Ronald menyerahkan jam tangan dan dasinya pada Nia untuk di simpan. "Yaudah gak apa-apa. Mas ngerti kok kamu kan lelah seharian kerja. Mas juga pulang malam terus, maaf ya" Ronald merengkuh wajah sang istri yang sekarang terlihat chubby.

__ADS_1


"Oh iya tadi Mas bilang mau kabarin sesuatu. Apa itu Mas?"


"Hmm... sekarang.... Mas udah naik jabatan"


"Wah.. selamat ya Mas" Nia pun langsung memeluk Ronald dan tertawa bahagia. "Kamu memang hebat Mas" Nia melepaskan pelukannya lalu mengacungkan kedua jempol tangannya pada Ronald.


"Iyalah.... Suaminya siapa dulu??"


"Suami aku lah.... hahahahaa....." mereka pun tertawa bersama.


"Mas, mau makan tidak? Aku siapin kalau kamu mau makan" Nia menawari suaminya makan.


"Baiklah. Aku siapin air hangat dan ambil handuk buat kamu dulu ya" lalu Nia dengan sigap menyiapkan keperluan sang suami. Bahkan baju tidurnya pun di siapkan. Semenjak menikah dengan Nia, Ronald memang jadi terbiasa apa-apa disiapkan oleh Nia. Padahal dulu sama Mama tidak begitu. Itulah salah satu ketergantungan Ronald pada Nia. Ketika bersama Anita tidak demikian. Ia menyiapkannya sendiri dan rasanya lebih enak dengan Nia karena seakan diperlakukan dengan khusus.


Selesai mandi, Ronald mengajak Nia melakukan hubungan suami istri yang sudah lama tak mereka lakukan. Disinilah Ronald merasa merindukan Anita. Berhubungan dengan Anita lebih disukai Ronald ketimbang dengan Nia. Ronald melakukannya sebatas suatu kewajiban, tak ada lagi passionnya.


*****


Waktu berlalu tanpa terasa hampir setengah tahun Ronald memangku jabatannya yang baru. Hasil kerjanya yang bagus membuatnya sering dikirim ke luar kota. Dalam sebulan bisa 4 kali Ia dinas ke luar kota. Lelah namun sebanding dengan hasil yang diperolehnya. Ia bahkan bisa membeli sebuah mobil lagi untuk dipakai Nia kemana-mana. Ya, dirinya harus adil. Tanpa sepengetahuan Nia, Ia sering mengajak Anita ikut tugas ke luar kota. Ia tak mungkin mengajak Nia yang memiliki kerjaan di Jakarta yang tak bisa ditinggalkan, sedangkan pekerjaan Anita masih bisa dilakukan dimanapun, justru dengan jalan-jalan ide kreatif Anita keluar sehingga hasil designnya makin bagus.

__ADS_1


Nia tak keberatan sering ditinggal Ronald. Mobil yang dibelikan Ronald untuknya adalah bukti kerja keras sang suami untuknya, makanya Ia tak pernah menuntut agar diajak ke luar kota. Nia percaya saja dengan suaminya. Hingga Ronald sudah semakin terbiasa dengan perselingkuhannya, sudah tak ada lagi rasa bersalah ataupun menyesal saat mengkhianati Nia.


Namun ternyata Nia masih saja mengharapkan anak dari Ronald. Tak putus asa Ia masih sering konsultasi ke dokter, dan puncaknya Ia memaksa Ronald ke dokter untuk diperiksa.


Malam itu Ronald terlalu lelah untuk lembur, Ia pun memutuskan untuk pulang cepat, namun sayangnya sang atasan meminta Ronald mengerjakan sesuatu kerjaan yang urgent. Tanpa membantah dikerjakannya kerjaan yang diberikan padanya. Dengan tekun dikerjakannya sampai tak terasa sudah jam 12 malam dan hanya Ia saja yang tersisa di kantor. Ia pun mengirimkan laporan hasil kerjanya melalui email lalu bergegas pulang.


Biasanya jumat malam Ia suka ke apartemen Anita sebentar sebelum pulang, namun karena lembur dadakan Ia memutuskan langsung pulang saja ke rumah. Sebenarnya Ia kangen sudah seminggu tak bertemu Anita, Ia memutuskan akan menemuinya besok pagi.


Namun rencana hanya tinggal rencana. Sabtu pagi Nia tiba-tiba membangunkannya dan mengajaknya ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Awalnya Ia menolak karena masih ngantuk dan juga berencana ingin menemui Anita, namun pertengkaran pun terjadi. Nia bahkan mengungkit-ungkit janjinya saat menjemputnya dari rumah Papa mertua. Ronald yang masih mengantuk tak bisa tidur lagi. Dengan berat hati diiyakan keinginan Nia. Ia pun bergegas mandi, samar-samar Ia mendengar Nia menelepon Rumah Sakit untuk melakukan pendaftaran.


"Tak bisa berkelit dan kabur lagi sekarang" gumam Ronald pelan. Dihembuskannya nafas dengan berat. Ia pun mandi dan bersiap-siap ke dokter. Sepanjang perjalanan Ia hanya berdiam diri saja saat Nia mengajaknya bicara. Lama kelamaan Nia sadar bahwa Ronald bete dipaksa ke dokter seperti ini, Nia pun ikut terdiam.


Perawat memanggil nama Nia, Ia dan Nia memasuki ruang periksa. Nampak dokter dan Nia sangat akrab. Nia dengan bangga memperkenalkan Ronald dengan sang dokter. Tak lama dokter membuat surat pengantar agar Ronald melakukan test ****** untuk mengetahui tingkat kesuburan.


Ia dan Nia lalu mendaftar ke bagian laboratorium. Ia kemudian diberikan sebuah tabung kecil untuk diisi dengan ****** dirinya yang akan diuji di laboratorium nantinya. Nia bahkan menemaninya saat di lab. Hasilnya akan keluar hari senin. Tugasnya diperiksa sudah selesai, Ia memutuskan membawa Nia kerumah Mama Sri untuk membalas kekesalannya pada Nia.


*****


Please bantu author dengan like dan vote ya para pembaca yang budiman... makasih 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2