Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Teman Kak Nay-1


__ADS_3

Senin pagi rutinitas warga Jakarta dimulai. Kemacetan, klakson dan makian seakan sudah menjadi ciri khas. Jika mau tidak macet di Jakarta berangkatlah sebelum adzan subuh. Lebih dari itu selamat menikmati kemacetan dan ucapan umpatan.


Naik motor kehujanan dan kepanasan. Naik mobil macet parah, belum kaca spion kesenggol motor yang menyalip menghindari macet. Belum lagi bunyi klakson menyuruh jalan, padahal lampu merah belum berubah warna menjadi hijau.


Itulah ciri khas kota Jakarta terutama di hari senin pagi. Tapi semua itu seakan tenggelam oleh lamunan Nia.


Seperti biasa Nia mengendarai mobilnya sendiri. Sejak Ronald membelikannya mobil, Ia tak pernah lagi berdesak-desakan naik angkutan umum. Ia pun bisa berangkat lebih siang. Nia sudah jago mengendarai mobil sejak masih kuliah, Papa yang mengajarinya.


Mobil masih antri di pintu keluar jalan toll. Suara musik didalam mobil tak digubris Nia. Wajah sedihnya terpancar. Ia harus ikhlas dengan jalan yang Tuhan berikan. Kemarin belum Ia rasakan kesedihan itu, hanya rasa kemenangan karena membuktikan dirinya tak bersalah yang Ia rasakan. Namun setelah mendengar Ronald semalam menangis di pelukannya Ia pun sadar. Jika Ronald sulit memberikannya anak, maka kesempatan Ia memiliki momongan makin sulit.


Nia menunduk sedih, air mata mengalir di pipinya. Segera Ia menghapusnya agar make up nya tak luntur. Mobil didepannya beranjak maju, Ia pun ikut melajukan mobilnya.


Setelah memarkirkan mobilnya, Nia masuk ke dalam kantor. Diletakkannya jari telunjuk di mesin absen finger scan. "Terima Kasih" suara mesin tersebut setelah mengenali sidik jarinya, Nia lalu langsung menuju toilet.


Pagi hari di toilet wanita selalu ramai dengan karyawan. Ada yang ingin ganti rok, ada juga yang memakai makeup. Nia mencuci tangannya terlebih dahulu, lalu merapikan makeupnya jika ada yang berantakan. Jika sudah rapi maka Ia menyisir rambut dan menyanggulnya. Kewajiban customer service di kantornya adalah menyanggul rambut bagi yang memiliki rambut panjang.


Nia menuju ke tempatnya bertugas setelah dandanannya rapi. Ia sudah siap menyambut nasabah yang pertama. Nasabah datang silih berganti. Senyum ramah harus terpasang di wajah Nia sepanjang hari, meskipun hatinya sedang bersedih.


******


"Iya Ka Nay, ada apa ya?" jawab Nia tatkala hp nya berbunyi ketika Ia sedang istirahat makan siang. Kak Nay mengiriminya pesan untuk menelepon balik, belum sempat di telepon eh Kak Nay sudah telepon duluan.


"Ni, temen aku ada yang mau cairin deposito nih. Tapi buku tabungannya hilang, bisa dibantu gak?" tanya Kak Nay.


"Sudah bikin surat kehilangan dari kepolisian belum Kak?"


"Sudah"


"Yaudah datang saja langsung ke Customer Service Ka"


"Iya. Kakak bilang kamu kerja di Bank A sebagai Customer Service. Ia mau datang ke tempat kamu"

__ADS_1


"Siapa namanya? Mau datang kapan?"


"Namanya Anita. Besok pagi katanya. Hari ini Ia sedang mengurus ke kantor polisi"


"Anita mana Kak? Kok aku gak pernah denger Kakak cerita tentang temen Kakak yang namanya Anita" tanya Nia penasaran.


"Ada cuma kakak belum sempat cerita saja sama kamu. Ia dulu arsitek yang design salah satu proyek Kakak, sejak itu kita berdua akrab"


"Oh pantas aku ga pernah dengar. Yaudah nanti bilang aja mau ketemu Nia ya Kak."


"Iya. Makasih ya Ni"


Nia menutup sambungan teleponnya dan melanjutkan makan siangnya yang sempat tertunda.


*****


Pulang kerja Nia langsung memasak makan malam untuk dirinya. Ayam yang telah Ia bumbui akan dibuat ayam bakar, hanya menambahkan kecap lalu dibakar. Ia memeriksa nasi di magic com yang ternyata masih tersisa cukup untuk dirinya makan. Makan malam pun siap. Ia langsung menyantapnya seorang diri. Selama ini Ia terbiasa makan malam sendiri, toh kalau disiapkan untuk Ronald juga tidak pernah dimakan karena Ronald pulang malam terus.


"Aku pulang" Ronald langsung masuk dan melepas sepatunya.


"Gak lembur Mas? Tumben pulang cepat?" tanya Nia.


"Lagi malas. Biar anak buah aku saja yang kerjakan" Ronald menghampiri Nia dan melihat Nia sedang makan dengan lahapnya.


"Kamu masak ayam bakar atau beli? Enak banget kayaknya"


"Masak. Mas mau?"


"Mau. Mas lapar nih"


"Yaudah nanti Nia masakkin. Mas mandi saja dulu. Kebetulan nasinya juga habis. Nia masak dulu"

__ADS_1


" Oke" Ronald lalu masuk ke kamar bersiap untuk mandi.


Nia menyelesaikan makannya lalu menyiapkan makan malam untuk suaminya. Ia mencuci beras lalu memasaknya di magic com. Sambil menunggu nasi matang, Ia membakar ayam. Selesai memasak Nia barulah mandi.


*****


Nia membaca pesan yang dikirimkan Kak Nay pagi ini. Kak Nay bilang temannya jadi datang hari ini. Nia hanya membalas satu kata yaitu oke.


Sebelum memulai pekerjaan seperti biasa Manajer Operasional melakukan morning briefing yang diikuti oleh seluruh teller dan customer service. Wejangan yang biasa disampaikan adalah tentang ketelitian. Disampaikan juga beberapa info mengenai produk baru. 15 menit biasanya briefing dilakukan. Setelah itu bubar jalan, kembali ke pekerjaannya masing-masing.


Nia pun stand by di belakang meja customer servicenya. Ditatapnya wajahnya di cermin kecil. Make up nya rapi di wajahnya yang sekarang chubby. Nia berencana diet kembali karena sudah tidak meminum vitamin dari dokter lagi.


"Selamat Pagi Bu" ucap security tatkala nasabah pertama datang. Nia menaruh kaca kecilnya dan bersiap bekerja.


Nasabah tersebut bertanya pada security, lalu security tersebut menunjuk ke arah Nia. Security kemudian mengambilkan nomor antrian untuk nasabah tersebut. Ia hendak ke customer service. Nia menekan tombol antrian yang berisi nomor antrian nasabah di papan dinding, nasabah tersebut pun menghampiri Nia.


Nia berdiri dari duduknya dan tersenyum menyapa nasabah pertamanya hari ini.


"Selamat Pagi"


"Pagi. Mbak Nia ya? Adiknya Nay?"


"Oh.. Mbak Anita ya temamnya Kak Nay?" tanya Nia memastikan.


"Iya betul. Perkenalkan aku Anita"


"Nia" mereka pun saling berjabat tangan.


"Silahkan duduk Mbak" Nia pun mempersilahkan Anita duduk, Ia juga ikut duduk. "Apa yang bisa Nia bantu Mbak?"


"Jadi begini, aku kan punya tabungan rencana semacam deposito di Bank A. Jatuh temponya hari ini. Aku mau cairin lalu buka lagi yang baru. Masalahnya buku tabungan aku hilang. Kata Nay harus pakai surat keterangan hilang dari kantor polisi. Ini aku udah buat kemarin" Anita lalu menyerahkan dokumen yang diperlukan.

__ADS_1


"Baik. Aku periksa dulu ya" Nia pun menerima dokumen tersebut dan memeriksa kelengkapannya. Setelah memastikan tak ada yang kurang Nia pun mengurus keperluan Anita sampai selesai.


__ADS_2