Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Strategi


__ADS_3

Matahari sudah lama terbenam digantikan sang bulan yang sudah menjalankan tugasnya menerangi kegelapan malam. Cahaya lampu jalan juga sudah menyala tepat jam 6 sore. Namun hanya di rumah Nia masih gelap gulita. Seluruh lampu di rumahnya belum dinyalakan.


Nia sedang duduk bersandar di tempat tidurnya. Matanya basah oleh air mata yang tak henti mengalir. Nafasnya mulai sulit karena hidungnya yang tersumbat karena kebanyakan menangis.


Ia masih memandangi foto suaminya yang sedang berselingkuh di hp nya. Tadi Ia minta Fitri mengirimkan foto tersebut ke hp nya. Ia hanya ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa laki-laki di foto tersebut bukanlah suaminya.


Nia sudah memandanginya berjam-jam, namun semakin dipandangi semakin yakinlah Ia bahwa itu suaminya. Kemeja dan tas laptop bermerek yang Ia beli dengan menyisihkan uang gajinya selama 6 bulan demi membelikan hadiah untuk suaminya di ulang tahunnya malah digunakan saat berselingkuh dengan wanita lain. Ia sangat mengenali kedua barang tersebut karena Ia sangat bahagia saat memberikan kado tersebut.


Fitri bilang Ia bertemu saat hari sabtu, dimana Ronald pamit padanya akan lembur bekerja bertemu dengan Nasabah. Apakah itu Nasabahnya? Apa iya dengan Nasabah ada adegan merangkul seperti itu, bahkan kata Fitri ada adegan cium pipi di depan umum juga?


Sejak awal Nia sudah curiga, karyawan bank biasanya libur hari sabtu dan minggu. Kenapa suaminya selalu lembur tiap hari sabtu? Ia bahkan pernah bertanya pada bagian yang sama dengan Ronald di kantornya. Jawabannya adalah mereka tak pernah lembur kecuali akhir atau awal bulan itu pun jarang. Lalu kemanakah suaminya selama ini? Apakah sejak lama Ia sudah berselingkuh darinya?


Rasa percaya yang terlalu besar kepada suaminya membuat Nia menjadi terlalu bodoh hingga tak bisa membedakan mana yang jujur dan mana yang bohong. Dan sekarang semuanya malah sangat menyakitkan.


Apakah Ronald berselingkuh darinya karena Ia sekarang gendut tak seperti dulu? Ia kan gendut semenjak meminum vitamin dari dokter, itu juga usahanya untuk memiliki anak dari Ronald. Atau apakah karena wanita itu lebih sexy darinya?


Nia memandang lagi foto wanita di samping suaminya. Wanita itu mengenakan blouse tanpa lengan dan celana pendek sekali yang menampilkan keseksian tubuhnya. Nia zoom fotonya lebih jelas lagi. Rambut wanita itu panjang. Tas yang dipakainya terlihat branded, ada tulisan LV nya. Sorot mata Nia tak sengaja melihat gantungan kunci di tas tersebut. Bentuknya unik, seperti buatan tangan. Bergambar miniatur gedung bertingkat.


Nia bingung harus cerita sama siapa. Teman-temannya tadi mengatakan bahwa Ia harus mengumpulkan bukti lebih banyak jangan hanya satu foto saja, kalau perlu Nia harus melihat dengan mata kepala Ia sendiri. Nia menghapus air matanya. Bengkak sudah pasti, sejak tadi siang Ia menangis terus, untung saja Nur mengantar Ia pulang dengan mengendarai mobilnya, jika tidak Ia tak tahu apa yang akan terjadi mengendarai mobil dengan pikiran kalut.


Dilihatnya jam di dinding, sudah jam 10 malam dan suaminya masih asyik di luar sana sampai lupa pulang. Jika Ia harus mengumpulkan bukti perselingkuhan maka Ia tak boleh membuat Ronald curiga kalau Ia sudah tahu perselingkuhan mereka. Buru-buru Ia ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan berganti baju tidur. Ia lalu pura-pura tertidur, tak lupa Ia menyalakan lampu teras rumah dan lampu tidur di kamar yang Ia lupa nyalakan tadi.


Untunglah semua sudah beres karena tak lama kemudian Ronald pulang. Nia buru-buru masuk ke dalam selimut dan berpura-pura tidur. Dihapusnya air mata yang masih berusaha keluar dari matanya. Tak lama di dengarnya pintu rumah dibuka kuncinya. Nia berusaha mengontrol emosinya jangan sampai meledak sekarang.

__ADS_1


Suara langkah kaki Ronald mendekat dan membuka pintu kamar. Ronald pun masuk dan mendapati Noa sedang tertidur.


"Sayang, kamu sudah tidur?" tanya Ronald memastikan. Nia hanya diam saja. Ronald lalu berjalan mendekati Nia dan mengelus lembut kepala Nia. Sekuat tenaga Nia menahan marahnya dengan meremas tangannya sampai merah.


"Yaudah kalau sudah tidur. Met bobo ya" Ronald pun mencium rambutnya, lalu masuk ke kamar mandi. Air mata Nia kembali mengalir deras, di tutupnya mulutnya dengan tangannya agar suara tangisnya tak terdengar.


Nia sudah lebih tenang saat Ronald keluar dari kamar mandi. Ronald langsung tertidur di sampingnya. Suara dengkurannya terdengar pertanda sudah lelap tidurnya. Nia sejak tadi sudah tidur membelakangi Ronald, dan semalaman Ia tidur dengan posisi tak berubah.


*****


Pagi hari Nia sudah pergi dari rumah sebelum Ronald terbangun. Ia sudah menyiapkan sarapan untuk Ronald dan secarik kertas yang memberitahukan suaminya kalau Ia ada urusan sebentar. Kemanakah Nia pergi? Nia sedang nongkrong seorang diri di kedai kopi di Mall dekat rumahnya.


Nia memarkirkan mobilnya di ladies parkir lalu berjalan masuk ke dalam kedai kopi. Ia langsung menuju kasir namun seorang cowok di sebelahnya juga menuju kasir, alhasil bertabrakanlah mereka berdua.


"Maaf. Kamu gak apa-apa?" tanya cowok itu sopan.


"Oh gak apa-apa kok. Silahkan duluan Mas" kata Nia mempersilahkan cowok itu duluan untuk ke kasir.


"Sebentar deh. Kayaknya kita pernah kayak gini juga deh sebelumnya" Cowok itu pun mengingat-ingat namun ternyata Nia yang ingat duluan.


"Utang kopi? Iya aku ingat. Aku dulu pernah nabrak kamu sampai kopi kamu tumpah"


"Wah pantesan aja aku kayak pernah ngalamin kayak gini. Ternyata pelakunya kamu juga ya? ha..ha..ha.." Cowok itu pun tersenyum dan memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi. Ganteng.

__ADS_1


"Aduh aku jadi malu nih, tukang nabrak orang. Oh iya aku kan punya janji akan traktir kamu lagi kalau kita ketemu. Kamu mau apa biar aku yang bayar" Nia pun memenuhi janjinya beberapa tahun lalu.


"Gak usah. Gak apa-apa kok. Aku saja udah lupa" tolak cowok itu halus.


"Jangan. Hutang kan harus dibayar. Dosa kalau tidak dibayar"


"Ehem... Mbak... Mas.. jadi mau pesen apa?" perdebatan mereka dipisahkan oleh mbak kasir yang dari tadi menunggu mereka pesan.


"Tuh kan diomelin. Mau pesan apa Mas?" tanya Nia lagi.


"Yaudah aku pesan caramel frapuccino saja"


"Mbak pesan caramel frapuccino 2 ya. Sama Tiramisu cakenya 2 juga" Nia memesan minuman dan makanan untuk dirinya dan cowok tersebut lalu membayarnya.


Nia dan cowok itu pun menunggu pesanan mereka. Setelah pesanan ready ternyata hanya ada satu meja yang kosong.


"Penuh ternyata. Mau bareng ngopinya?" tanya cowok itu.


"Boleh" Nia dan cowok itu pun duduk di meja yang sama.


"Oh iya. Perkenalkan nama aku Daniel"


"Aku Nia"

__ADS_1


Mereka pun berjabat tangan. Ternyata takdir mempertemukan mereka kembali setelah beberapa tahun kemudian.


__ADS_2