
Kamar Resort yang dipesankan Daniel untuk Nia memiliki fasilitas seperti hotel bintang lima. Tempat tidurnya yang nyaman dilengkapi dengan TV berukuran besar serta lemari es. Nia mengambil jubah mandi yang tersedia untuk para tamu lalu masuk ke dalam kamar mandi. Lagi-lagi Nia dibuat terkesima karena ada fasilitas jacuzzi didalamnya.
Nia lalu memenuhi jacuzzi dengan air hangat dan menuangkan sabun mandi beserta aromatherapy yang sudah disediakan. Setelah melepas pakaiannya Nia pun masuk ke dalam jacuzzi.
Harum sabun mandi dan aromatherapy membuat relax dan mengendurkan urat saraf Nia. Masih terbayang dengan jelas pemandangan tadi siang. Ternyata wanita yang berselingkuh dengan Ronald adalah Anita, wanita yang sudah menjadi teman dan dianggap sebagai kakak oleh Nia.
Nia mengingat lagi obrolannya dulu dengan Anita, bahwa Ia punya pacar yang juga cinta pertamanya namun pacarnya tersebut sudah ada yang punya. Nia pikir pacarnya masih punya pacar lain ternyata pacarnya adalah suami Nia sendiri.
Satu persatu buliran air mata mengalir di pelupuk mata Nia. Teringat lagi perkataan Anita kalau disuruh memilih maka Ronald akan memilih Anita dibanding dirinya. Setelah semua hinaan dan pengorbanannya selama ini, dirinya hanya dianggap sosok yang patut dikasihani oleh Ronald dan tak pantas dicintai.
Sesak dada Nia memikirkan semuanya. Air mata sudah tak terbendung lagi. Ia pun menangis kencang meluapkan segala isi hatinya selama ini. Air mata yang sedari tadi tak sudi Ia keluarkan di depan suaminya akhirnya tumpah ruah. Ia berhasil terlihat tegar menutupi hancur hatinya.
Selama ini doa yang tulus selalu terucap untuk kesuksesan karir suaminya. Setiap suaminya pulang malam rasa khawatir dan cemas menunggu sang suami yang kadang pulang dini hari demi menghidupinya. Akhir pekan pun Nia ikhlas hanya menyendiri di rumah menunggu suaminya pulang lembur, mau mengajak jalan-jalan ke mall namun Ronald selalu beralasan kalau Ia lelah. Tak tega suaminya kecapean membuat dirinya sering menyalahkan diri sendiri, padahal Ia tak pernah menuntut hidup mewah. Ia hanya ingin hidup bahagia bersama suami dan anak-anaknya nanti, juga hidup rukun dengan Mama mertuanya.
Namun semuanya sirna hari ini. Kenyataan bahwa suaminya lebih sering menghabiskan waktu dengan selingkuhannya dibandingkan dengannya membuat Nia sakit hati. Suami yang dianggapnya pekerja keras ternyata rajin selingkuh.
Saat Nia hanya menunduk ketika ditatap oleh ibu hamil dengan pandangan penuh tanya dimanakah suami Nia yang tak pernah menemaninya check up, Ia menahannya dan berpikir suaminya kerja demi dirinya, tapi ternyata suaminya bersenang-senang dengan wanita lain.
Semua penghinaan Mama mertuanya yang beranggapan bahwa dirinya mandul pun Ia terima, karena berpikir Mama mertuanya adalah Mamanya juga. Sekarang Nia tak terima semua pengorbananya hanya dibalas oleh penghianatan. Rasa benci dan dendam merasuki hati dan pikirannya, menyapu bersih rasa sayang dan cinta yang awalnya hanya diberikan untuk suaminya seorang.
Nia mengelap air mata yang akhirnya berhenti mengalir. Ia pun keluar dari jacuzzi dan membilas tubuhnya. Selesai mandi Ia membalut tubuhnya dengan jubah mandi sambil mengeringkan rambutnya.
__ADS_1
Hp nya sudah lowbath dan Nia tak berniat untuk mengisi dayanya. Ia tak mau mengangkat telepon Ronald. Bagi Nia, keberadaannya dimana sudah diketahui oleh Papa itu yang terpenting. Masalah bolos kerja biarlah besok Ia pikirkan.
Nia berdiri di depan kaca meja rias. Dipandanginya bentuk tubuhnya yang mulai ada tumpukkan lemak, berbeda dengan tubuh Anita yang sexy. Mungkin karena itulah Ronald berpaling darinya. Ia menghembuskan lagi nafas berat. Tak sudi rasanya air matanya diteteskan lagi untuk Ronald.
Tok...tok...tok... ada yang mengetuk pintu kamar Nia. Sebelum membuka pintu Nia mengintip lewat lubang pintu, ternyata Daniel. Nia sadar masih memakai jubah mandi, karena itu Ia hanya membuka sedikit pintu.
"Ada apa? Aku baru selesai mandi" jawab Nia dari balik pintu.
"Wah bagus dong. Boleh liat?" goda Daniel.
"Hmm..mau dijitak atau ditonjok nih?" Daniel tertawa mendengar perkataan Nia.
"Yaudah cepat bersiap-siap"
"Makan malamlah. Laper tau"
"Yaudah aku ganti baju dulu"
"Iya aku tunggu disini saja. Jangan lama-lama" Nia pun menutup pintu kamarnya dan segera berganti pakaian. Ia memakai turtle neck tangan panjang dan celana jeans. Perutnya yang mulai bergelambir membuat Ia tidak percaya diri dengan penampilannya seperti dulu. Nia mengoleskan lip balm dan memakai bedak bayi, tanpa makeup seperti ke kantor.
Nia lalu membuka pintu kamarnya. Terlihat Daniel sedang berdiri dan menatap pemandangan Puncak yang sekarang banyak dipenuhi oleh lampu karena banyaknya villa dan hotel yang dibangun.
__ADS_1
"Ayo" ajak Nia. Daniel mengalihkan perhatiannya dan berbalik menatap Nia.
"Kenapa? Gak jadi nih? Tadi nyuruh cepetan, sekarang bengong aja. Gak pernah liat cewek gendut apa?" semprot Nia.
"Ih siapa yang bilang kamu gendut? Aku diem aja dari tadi. Aku tuh lagi liat mata kamu yang bengkak. Udah puas belom nangisnya?" Nia memegang matanya yang bengkak, Ia lupa kalau habis menangis. Seharusnya Ia menutupinya dengan concealer bukan malah hanya memakai bedak bayi saja. "Gak apa-apa kok nangis. Aku bawa kamu kesini tuh supaya bisa nangis sepuasnya. Nanti kita balik lagi ke Jakarta kamu sudah bisa memulai peperangan sendiri sambil mengangkat wajah tanpa kenal takut, oke?"
"Oke Bos!!! Ayo kita makan. Aku lapar nih" ajak Nia.
"Lets go" Daniel mengajak Nia menuju restaurant hotel yang ternyata ramai oleh tamu hotel. Tanpa harus memesan tempat duduk, pelayan hotel yang melihat Daniel datang langsung mempersilahkannya duduk di meja yang sudah dikosongkan sebelumnya.
"Kamu mau pesan apa? pesanlah apapun yang kamu mau. Sebanyak apapun. Terserah kamu" kata Daniel setelah pelayan memberikan menu.
"Gak ah. Nanti tambah gendut. Aku kan calon janda, kalau gendut bisa gak laku lagi" cibir Nia.
"Kan ada aku, gak usah khawatir" kata Daniel sambil membusungkan dadanya.
"Iihhh.. prettt... aku udah kenyang digombalin. Gak akan mempan" Nia tak bergeming dari menu yang sedang dilihatnya. "Aku bingung banyak banget menunya. Kamu aja yang pesenin"
"Oke" Daniel lalu memanggil pelayan dan memesan 2 buah steak tenderloin dan minumannya. Setelah mencatat pesanan, pelayan itu pun pergi.
"Kenapa sih dari tadi kamu ngomongnya tentang gendut melulu. Enggak ada yang salah dengan gendut, yang penting sehat"
__ADS_1
"Kalau gak ada yang salah dengan gendut, Ronald gak akan meninggalkan aku demi Anita yang sexy itu" kata Nia penuh emosi.
Daniel menghembuskan nafasnya berat. "Jangan menyalahkan diri sendiri terus. Setiap orang yang berselingkuh pasti akan mencari pembenaran atas perbuatan mereka. Kamu jangan mau disalahkan atas kesalahan mereka. Bukan kamu yang salah, tapi Dia yang tak bisa menjaga cinta dan kasih sayang yang kamu berikan hanya demi kesenangan sesaat" Nia hanya menunduk mendengar perkataan Daniel yang benar adanya.