Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Bukti Perselingkuhan


__ADS_3

Daniel melirik jam tangan miliknya. Sudah hampir setengah jam. Sudah waktunya eksekusi. Tangan Daniel masih digenggam Nia erat. Daniel memaklumi perbuatan Nia, saat ini Ia butuh dukungan seseorang.


"Sudah siap?" tanya Daniel memastikan.


Nia menenangkan dirinya, lalu mengangguk yakin. "Iya. Ayo kita kesana"


Nia melepaskan genggaman tangan Daniel dan keluar dari mobil.


"Ayo" Daniel mengulurkan tangannya, kembali Nia menggenggam tangan Daniel.


Daniel menekan lift menuju lantai 10. Diambilnya hp miliknya dari saku celana. "Aku yang rekam ya. Kamu nanti yang masuk. Ingat, jangan membuat keributan sampai menarik perhatian tetangga lain. Kita belum tau apa yang terjadi di dalam sana. Satu yang pasti, mobil Ronald masih terparkir di parkiran. Ia masih ada di lantai 10 ini. Tadi aku udah cek, atas nama Anita Kumala ada di apartemen nomor 1011"


"Iya. Please tolong aku ya kali ini" mohon Nia.


"Iya. Kalau gak mau nolong kamu, sudah pulang aku dari tadi. Aku lepas ya tangannya. Kamu yang kuat ya. Fighting!!!" Daniel melepaskan genggeman tangannya, bertepatan dengan berhentinya lift di lantai 10.


Nia langsung menuju ke nomor 1011. Sambil menahan nafas, Ia mengetuk pintu apartemen tersebut sedang Daniel bersiap dibelakangnya sambil merekam.


Tak lama pintu dibuka. Anita muncul dengan menggunakan kemeja longgar, Nia tau itu kemeja suaminya. Anita kaget melihat kedatangan Nia ke tempatnya.


"Nia? Loh kamu kok tau alamat apartemen aku? Ada apa ini kok ada kamera segala?" Tanpa mendengarkan omongan Anita, Nia langsung menerobos masuk "Minggir"


Nia langsung menuju kamar Anita tanpa permisi. "Nia tunggu, ada apa ini?" Anita berusaha menghentikan Nia dengan menarik tangannya, namun dengan kasarnya Nia menampik tangan Anita. Nia membuka pintu kamar dan dilihatlah suaminya Ronald sedang tertidur tanpa mengenakan baju dan hanya celana pendek saja.


"Sayang ada ap...a?" Ronald yang mendengar suara keributan langsung kaget melihat kedatangan Nia.


"Nia?" Ronald kaget dan menyadari dirinya hampir tanpa busana langsung menutup tubuhnya dengan selimut.


"Oh... jadi ini yang kamu bilang lembur? Setelah semua pengorbananku untuk rumah tangga kita, ini balasan kamu?" Nia berbicara dengan bergetar menahan marah dan air mata.


"Nia, ini bukan seperti yang kamu pikir. Aku.."


"Kamu pikir aku sebodoh itu Mas? Jahat kamu sama aku"


Anita yang melihat pertikaian Ronald dan Nia mencoba memastikan apa yang dipikirkannya. "Nia tunggu. Maksud kamu apa? Jadi Ronald itu suami kamu?" Anita berusaha memegang lengan Nia namun dengan jijiknya Nia langsung menepisnya.

__ADS_1


"Aku tunggu kamu di pengadilan Mas" Nia berbalik dan meninggalkan apartemen Ronald. Daniel dengan sigap mengikuti kepergian Nia.


"Tunggu.. Nia.. Aku bisa jelasin semuanya" Ronald berusaha mengejar Nia namun Anita mencegahnya.


"Mas, jelasin ada apa ini. Nia beneran istri kamu?" Anita berusaha mendapatkan jawaban atas pertanyaannya namun Ronald hanya terduduk lemas dan tak menggubrisnya. Ronald mengusap wajahnya dengan tangannya, seakan baru tersadar akan perbuatannya. Ronald membayangkan konsekuensi dari perbuatannya. Ia terdiam dengan pandangan kosong, tak menggubris Anita yang masih saja berusaha mendapatkan jawabannya.


****


Nia berjalan cepat ke arah lift. Daniel mensejajarkan langkahnya dengan Nia, tanpa berkata apa-apa Daniel setia mendampingi Nia.


Nia menekan tombol turun, tak lama lift pun tiba. Nia menekan tombol B setelah Daniel ikut masuk ke dalam lift. Setelah lift tertutup Nia langsung terduduk lemas, Daniel dengan sigap menopangnya agar tak terjatuh. Nia hanya diam saja dengan pandangan kosong. Tak ada setetes pun air matanya yang mengalir.


Pintu lift terbuka saat sudah di lantai basement. Daniel menuntun Nia ke mobil. Nia seakan lemas tak bertenaga. Ia berjalan pelan dan gontai sampai ke mobil.


Daniel membukakan pintu mobil dan membantu Nia naik lalu memasangkan seat belt. Ia lalu masuk ke dalam mobil dan mengemudikannya. Nia hanya diam saja menatap kosong ke luar jendela.


"Sekarang kita mau kemana?" tanya Daniel.


"Aku gak tau" jawab Nia lemah.


Nia mengalihkan perhatiannya dari jendela dan menatap Daniel. "Setelah semua yang Ia lakukan, aku gak sudi lagi tinggal di rumah itu"


"Tapi kita tetap harus ke rumah kamu dulu. Kemasi barang-barang yang kamu punya. Sebelum suami kamu pulang" Daniel tetap berpikir logis.


"Iya. Kamu benar. Kita ke rumah aku dulu. Aku mau ambil pakaian"


"Satu lagi, jangan lupa bawa buku nikah kamu" pesan Daniel.


"Untuk apa?" tanya Nia bingung.


"Jika kamu mau menuntut cerai, buku nikah kamu sangat diperlukan" jelas Daniel.


"Baiklah" Nia kembali menatap kosong jalanan.


Daniel pun mempercepat laju mobilnya sebelum Ronald datang. Daniel memilih masuk ke dalam jalan bebas hambatan agar lebih cepat sampai.

__ADS_1


15 menit kemudian mereka sampai ke rumah Nia. Daniel memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah Nia. "Cepat ya. Nanti suami kamu keburu datang"


"Turunlah. Tolong bantu aku berkemas-kemas. Tangan aku terlalu gemetar jadi tak bisa cepat-cepat" Daniel mengikuti Nia turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah Nia.


Nia membuka pintu rumahnya yang terkunci lalu masuk ke dalam. Daniel hanya mengikuti saja dengan diam.


Rumah Nia memang tidak semewah rumah milik Papa Darmawan, namun rumah ini terlihat sangat hangat. Nia mengubah rumah ini dengan menebarkan cintanya di setiap sudut rumah sehingga rumah yang bergaya shabby ini membuat siapapun merasa nyaman. "Bodoh sekali suaminya menyianyiakan istri seperti Nia" pikir Daniel.


"Daniel" panggil Nia dari dalam kamar. Daniel pun masuk. "Tolong bantu aku masukkan baju aku ke dalam koper. Aku mau mencari surat nikah dan kartu keluarga"


"Baiklah" Daniel membantu mengemasi barang-barang Nia. Untunglah pakaian dalam sudah dibereskan terlebih dahulu oleh Nia jadi hanya tinggal baju kerja dan baju sehari-harinya. Daniel melihat label Bank tempat Nia bekerja. "Kamu kerja di Bank A? Cabang Mana?"


"Iya. Cabang Sudirman. Akhirnya ketemu" Nia menunjukkan buku nikahnya dan kartu keluarganya.


"Aku juga sudah selesai packing. Ada lagi gak yang tertinggal?"


"Sudah. Ayo kita pergi. Eh tapi apa aku bawa mobil saja ya? tapi aku gak sudi bawa mobil pemberian Ronald. Mobil itu cuma buat menyogok aku demi memuluskan perselingkuhannya"


"Gak usah. Pakai mobil aku saja. Pikiran kamu lagi kalut, bahaya mengendarai mobil saat ini"


"Baiklah. Ayo" Daniel dan Nia pun terburu-buru meninggalkan rumah. Daniel baru saja putar balik dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Nia. Dari arah berlawanan terlihat mobil sedan merah milik Ronald sedang melaju cepat menuju rumah. Nia yang melihat mobil suaminya dari jauh langsung menunduk bersembunyi agar Ronald tak melihatnya. Mobil Daniel dan Ronald akhirnya berpapasan, namun Ronald tak menyadari bahwa di mobil tersebut ada Nia.


Setelah melewati mobil Daniel, Nia melihat ke belakang dan melihat Ronald bergegas masuk ke dalam rumah. Betapa kagetnya Ronald ketika tak mendapati Nia di rumahnya.


****


*


*


*


*


Makasih semua atas dukungannya. Saya senang sekali banyak yang menyukai novel ini. Maaf gak bisa update terlalu banyak dan cepat, agar kualitas tulisannya tetap terjaga dan ide nya lebih fresh. Ayo yang request cepat Up udah vote belum? Yuks di like dan vote biar semangat menulisnya makin semangat lagi.. 🤩🤩🤩🤩

__ADS_1


__ADS_2