Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Ronald-6


__ADS_3

Awan di sabtu siang itu tiba-tiba mendung dan berwarna gelap. Petir mulai bergemuruh. Sabtu pagi nan cerah berganti menjadi sabtu yang murung. Nia bergegas mengangkat jemuran bajunya yang masih belum kering. Perubahan cuaca hari ini sungguh ekstrim, dari panas bisa berubah jadi gelap. Nia teringat sang suami yang sedang mencari uang diluar sana. Doa tak pernah putus diucapkan agar suaminya selalu terlindungi dan mendapatkan nasabah hari ini.


Sementara Nia khawatir tentang suaminya,di lain sisi sang suami sedang asyik bermesraan dengan pacar barunya tersebut. Ciuman panas saat memasuki apartemen ternyata tak berhenti disitu. Jiwa yang sedang dirasuki setan tak sadar ada hati yang tersakiti. Hawa nafsu sudah membutakan mata kedua insan tersebut.


Terjadilah apa yang seharusnya tak pernah terjadi. Hubungan yang selayaknya dilakukan oleh sepasang suami istri akhirnya mereka lakukan. Ronald melampiaskan nafsu yang selama ini ditahannya. Anita pun demikian. Akhirnya Ia bisa memiliki cinta pertamanya walau belum sepenuhnya. Cintanya setelah sekian lama akhirnya terbalaskan. Kini, laki-laki tersebut sedang merengkuh indahnya dunia disampingnya.


Suara petir nan menggelegar tak terdengar lagi. Digantikan dengan suara desahan dan rintihan tak tahu malu. Hubungan terlarang tersebut semakin jauh masuk ke dalam jurang dosa. Apakah mereka memikirkan dosa saat melakukannya? Apakah mereka memikirkan hati yang tersakiti di ujung sana? sudah tentu jawabannya tidak.


Setelah menuntaskan nafsunya, mereka berdua pun tertidur kelelahan. Raut wajah penuh kepuasan terpancar dari keduanya. Ronald tidur sambil memeluk Anita. Aroma wangi tubuhnya membuatnya nyaman dan jatuh terlelap.


Sore menjelang berganti malam. Ronald terbangun kala merasakan perutnya yang berbunyi karena lapar.


"Nia, Mas lapar. Masak apa kamu?" tanpa sadar Ronald membangunkan wanita disampingnya yang sedang tertidur tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Wanita tersebut langsung terduduk mendengar perkataan Ronald.


"Apa Mas? Nia? Mas aku Anita. Kamu lupa apa yang baru saja kita lakukan?" Anita berseru marah kepada Ronald.


Ronald menepuk dahinya menyadari kebodohan yang telah dilakukannya. "Maaf sayang. Aku lupa. Ini benar-benar karena kebiasaan saja. Maafkan aku ya" Ronald berusaha memeluk Anita namun tangannya langsung ditepis.


"Aku pikir cinta kamu cuma buat aku seperti kata-kata kamu, ternyata masih ada ya buat wanita itu" air mata di pipi Anita pun mengalir.


"Sayang.. aku berani sumpah, ini karena faktor kebiasaan saja, tiap hari Nia yang menyiapkan aku makan jika aku lapar di bangun tidur. Kau gak bermaksud apa-apa. Yang kita lakukan semalam itu sangat hebat. Aku tidak akan melupakannya. Aku tuh bener-bener cinta sama kamu" Ronald menghapus air mata di pipi Anita.

__ADS_1


"Aku mau cuma aku yang ada dipikiranmu Mas. Cuma aku yang kamu cintai. Cuma aku. Bukan wanita itu"


"Cup.. cup..iya.. sayang.. cuma kamu yang Mas cintai. Sudah ya" Ronald lalu memeluk Anita dan kali ini tak ditampik lagi. Anita tak mau kehilangan Ronald.


"Kamu menginap disini kan Mas?" tanya Anita di sela pelukannya. Ronald terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa yang akan diberikannya pada Anita. Ronald memilih jujur saja.


"Mas harus pulang sayang. Mas tidak mau membuat Nia curiga" Anita melepaskan pelukannya. Sorot matanya menampakkan kekecewaan.


"Tuh kan. Katanya cinta aku. Masa nginep saja gak mau"


"Bukan gak mau sayang. Mas janji nanti Mas akan nginep. Tapi tidak sekarang. Biar bagaimanapun Nia masih istri sah Mas. Mas hanya tak mau Ia curiga" Ronald berusaha membujuk Anita lagi.


"Kenapa gak Mas ceraikan saja Dia? Mas kan sudah tak cinta lagi sama Dia. Mas juga gak nyaman sama rumah tangga kalian. Kenapa gak bercerai saja?" Anita mulai menuntut lebih pada hubungan mereka. Ronald bingung apa yang harus diperbuatnya.


"Ya bilang saja sudah tidak ada kecocokan, gampang"


"Sudahlah. Sudah sore. Mas mau mandi lalu pulang ke rumah" Ronald meninggalkan Anita yang sedang merengek minta dituruti permintaannya. Ronald pun masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Ditatapnya cermin di kamar mandi dan dilihatnya ada beberapa kissmark yang ditinggalkan Anita.


"Ck.. aku harus menutupinya nih dari Nia. Bisa gawat kalau Dia tahu aku sudah berselingkuh" Ronald lalu bergegas mandi dam berpakaian. Tak lama Ia pamit pulang pada Anita yang tak menyahutinya. Ronald tak menanggapi ngambeknya Anita. Ia mencium kening Anita lalu berjalan pulang meninggalkan apartemen Anita.


****

__ADS_1


Hujan masih gerimis saat Ronald melajukan mobil sedan merahnya di jalanan ibukota. Pikirannya melayang kemana-kemana. Bercinta dengan Anita memang sangat hebat dan tak terlupakan, hal yang sudah sangat lama tak dirasakannya. Selama ini Ia melakukan dengan Nia hanya sebatas kewajiban saja. Tak ada gairah menggebu seperti tahun pertama pernikahan mereka. Sekarang semua terasa hambar.


Ronald tak menyangka hubungan yang awalnya hanya iseng saja sudah melangkah jauh melewati kolidornya. Ia menikmati permainan cinta mereka. Ada sensasi deg-degan yang dirasakannya tak didapatkan saat Ia dengan Nia.


Namun jika mengikuti keinginan Anita agar Ia meninggalkan Nia juga tak bisa Ia lakukan. Ronald sayang Nia. Ia tak bisa hidup tanpa Nia. Tetapi berada di dekat Nia terkadang begitu menyesakkannya, Ia seperti merasa tak bisa nafas jika Nia mulai membahas tentang anak. Nia juga sudah tak sesexy dulu, bahkan sudah mulai gendut. Berbeda dengan Anita nan sexy.


Ronald membuka sedikit kaca mobilnya, dibiarkannya udara dingin malam masuk memenuhi udara didalam mobilnya. Untuk sementara Ronald tak mau berpikir keras. Biarlah Ia menjalankan semuanya seperti air yang mengalir.


Ronald pun sampai di rumahnya. Nia yang mendengar suara mobil memasuki garasi pun bergegas keluar dan menyambut suaminya pulang. Senyumnya mengembang. Ia lalu mencium tangan suaminya dan membawakan tas laptop yang dijinjing Ronald.


"Mas mau aku buatin minum apa? atau mau mandi dulu lalu makan?"


"Langsung makan saja ya. Aku lapar"


"Siap Bos" Ronald pun tersenyum melihat ulah istrinya. Dielusnya kepala Nia. "Maafkan aku sayang" kata Ronald dalam hati.


Nia menyiapkan makan malam untuk suaminya. Ronald berganti pakaian karena tadi sudah mandi di tempat Anita. Rasa bersalah menggelitik hati Ronald. Benarkah yang sudah Ia lakukan? Sudah pasti salah jawabannya. Lalu haruskah Ia memilih Anita dan meninggalkan istri yang imut seperti Nia? Ronald masih melamun di depan kaca tatkala Nia masuk kedalam kamar.


"Mas, ayo makan. Aku udah siapin makan malam buat kamu" Nia lalu menggenggam tangan Ronald dan menggandengnya ke meja makan. Diambilkan nasi dan lauk untuk suaminya. Tak lupa dituangkan minum. Ia pun menemani suaminya makan malam.


*****

__ADS_1


Mohon dukungannya ya dengan like dan vote...makasih semuanya..


__ADS_2