Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Minggu Pagi


__ADS_3

Nia masih mempertimbangkan keputusan apa yang akan Ia ambil. Berat memang posisinya saat ini. Mau mempertahankan kok kayaknya gak sudi. Mau melepaskan Ia merasa semua pengorbanan dan cintanya selama ini hanyalah sia-sia belaka.


"Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan?" keluh Nia dalam hati. Hati bersedih namun wajah harus tersenyum, hal itulah yang paling sulit. Ia harus tetap tersenyum di hadapan Nasabah dan juga di depan suaminya. Hidup berpura-pura itu tak enak loh. Ada rasa mengganjal di hati yang bahkan berteriak saja tak cukup. Nia bahkan ingin menampar, menonjok kalau perlu membanting Ronald agar rasa sakit di hatinya hilang. Namun yang Ia lakukan hanyalah terus memasang senyum dan melayani suami yang telah menghianatinya.


Nia mulai kehilangan selera makannya. Makan hanya sedikit saja, itu pun agar tak jatuh sakit. Untunglah Mbak Anita tak mengajaknya makan siang bareng, Ia tak mau Mbak Anita melihatnya tak nafsu makan dan akhirnya tau kalau Ia sedang ada masalah. Cukup Ia, keempat sahabatnya dan juga Daniel yang tau.


Nia teringat lagi tentang Daniel. Duda tampan yang nasibnya tak lebih baik dari dirinya. Dijodohin lalu dalam semalam langsung jadi duda. Wanita yang akan mendekatinya pasti berpikir ulang mengingat statusnya tersebut. Sekarang sudah hari kamis, Daniel bilang hari minggu besok Ia ada di kedai kopi Mall dekat rumah. Nia masih belum bisa memutuskan akan melakukan apa.


Pulang kerja Nia memberanikan diri mampir ke kantor Ronald. Sebelum memarkirkan mobilnya Nia berputar-putar dahulu mencari keberadaan mobil Ronald yang tak juga Ia temukan. Tak sulit rasanya mencari mobil sedan merah milik suaminya. Nia mencari space kosong untuk parkir dan memarkirkan mobilnya. Nia lalu menelepon Ronald.


"Iya ada apa?" tanya Ronald di ujung telepon sana.


"Sayang, aku mau belanja dan masak makan malam nih. Kamu sudah pulang dari kantor belum ya? Kalau sudah nanti aku masakkin sekalian buat kamu, kita makan malam bareng"


"Maaf ya, aku masih di kantor. Pekerjaan aku numpuk" jawab Ronald.


"Oh kamu masih di kantor. Kirain aku kamu mau ketemu Nasabah di luar kantor lagi" selidik Nia.


"Gak kok. Aku masih di kantor. Kamu mau aku kirimin foto mobil aku yang masih stay di parkiran? hehehehe..."


"Gak usah aku percaya kok sama kamu. Selamat bekerja ya sayang. Dah.." Nia menutup teleponnya.


Air mata Nia mengalir tanpa perlu aba-aba. Ya, Ronald berbohong lagi. Jelas-jelas Ia ada di parkiran mobil di kantor Ronald dan tak ada mobil miliknya yanh terparkir. Pasti Ronald sedang bersama selingkuhannya.

__ADS_1


Tangan Nia mencengkeram stir mobil menahan amarahnya. Dihapusnya air mata dengan tissue. Ia pun memutuskan untuk pulang.


*******


Keesokan harinya Nia melakukan hal yang sama. Ia bahkan lebih cepat pulang kerja dan langsung ke kantor Ronald. Lagi-lagi Ia tak menemukan mobilnya di parkiran. Bukankah selama ini Ronald beralasan selalu lembur setiap malam agar karirnya semakin meningkat?


Nia tak menyangka ternyata bahkan hampir setiap hari Ronald menghabiskan waktu dengan selingkuhannya, sedangkan selama ini waktu yang diluangkan oleh Ronald untuknya hanya terbatas. Disini Nia menyimpulkan bahwa Ronald lebih memilih wanita itu dibanding Nia. Nia sudah memutuskan apa yang harus Ia lakukan. Nia akan menemui Daniel di tempat kemarin dan memberitahukan keputusannya.


*****


Seperti yang sudah dijanjikan, Daniel ada di kedai kopi dan sedang asyik bekerja dengan laptopnya. Cowok tampan itu mengenakan celana jeans berwarna biru muda dan kaus putih bergaris. Ia memadupadankannya dengan sepatu Adidas warna putih bersih.


Banyak cewek-cewek terutama ABG mencuri-curi pandang kepadanya, namun Daniel seakan acuh dan tetap asyik dengan laptopnya. Nia datang dan langsung memesan minuman kesukaannya yakni caramel frappucino dan memesan red velvet cake. Nia membawa makanan dan minumannya lalu langsung menuju meja Daniel.


"Eh Hai!!! Kamu datang lagi. Sini duduk" Daniel tersenyum manis dan mempersilahkan Nia duduk di depannya.


"Aku ganggu kamu ya?" tanya Nia tak enak hati.


"Oh enggak kok. Wait, aku matiin laptop aku dulu ya"


"Jangan. Aku gak mau ganggu kamu lagi kerja" tolak Nia halus.


"Tenang saja. Kerjaan aku santai kok. Tadi lagi baca-baca aja" Daniel pun mematikan laptopnya. Nia dengan sabar menunggu sambil meminum kopinya.

__ADS_1


"Maaf ya aku bikin kamu nunggu"


Ah sopan sekali Daniel ini- Nia.


"Gak apa-apa. Justru aku yang jadi ga enak udah gangguin kamu"


"Kan aku yang kasih tau ke kamu kalau aku akan ada disini lagi. Ya jujur aja aku dari tadi nungguin kedatangan kamu, kerja mah cuma sambilan aja. Jadi gimana, kamu sudah punya keputusan belum apa yang mau kamu lakukan?" tanya Daniel.


Nia menaruh minumannya. "Sudah 2 hari setiap pulang kerja aku selalu mampir ke kantor suamiku. Selama ini Ia beralasan kalau harus lembur agar karirnya makin meningkat dan kerjaannya banyak. Aku mencari mobilnya dan tak ada. Ya, Ia bohong selama ini, dan aku terlalu bodoh sampai tak menyadarinya. Aku memberinya kesempatan untuk dipercaya lagi, jadi aku telepon Dia. Namun Dia bilang sedang di kantor. Padahal aku sedang di kantornya dan tak menemukan mobilnya. Ruangan kerjanya pun gelap pertanda tak ada yang bekerja lagi"


Daniel menyimak dengan serius cerita Nia. "Lalu?" tanya Daniel saat cerita Nia mulai terputus.


"Lalu aku putusin, aku akan bercerai dengan Ronald" kata Nia dengan suara bergetar menahan tangis.


Daniel pun bertepuk tangan pelan. "Good. Keputusan yang kamu ambil sudah tepat. Dari cerita kamu, aku bisa menyimpulkan bahwa perselingkuhan suami kamu tuh sudah berlangsung lama. Itu sudah menjadi habit atau kebiasaan. Susah untuk menghilangkannya. Sorry to say, ada 2 jenis selingkuh menurutku. Selingkuh sesekali, biasanya dengan orang yang berbeda-beda atau dengan wanita malam. Dan selingkuh dengan satu orang yang sama dan berlangsung lama, kayak suami kamu. Karena type kedua ini lebih menggunakan hati. Jika kamu pisahkan bukan tidak mungkin mereka akan kembali lagi bersama"


Nia mendengarkan penjelasan dari Daniel yang menurutnya sangat masuk akal. Tak menyesal Ia memutuskan datang kesini.


"Maaf aku bukannya menyuruh kamu bercerai. Dalam sekali lihat aku bisa tahu kalau kamu adalah wanita yang baik. Siapapun yang mendapatkan kamu adalah pria paling beruntung di dunia ini, hanya saja suami kamu menyia-nyiakan anugerah yang Tuhan berikan padanya. Dan bagiku, kamu tak layak mendapatkan hal kayak gitu. Maaf aku bukan cowok yang menebar kegombalan dimana-mana. Tanpa aku gombalin juga banyak yang naksir aku. Jadi kamu jangan berpikir aku ngegombalin kamu ya karena omonganku dari tadi"


"Iya aku tahu. Toh kamu gombalin juga aku gak mempan. Aku udah terlalu sering digombali suamiku. Dan kamu benar, mungkin juga suamiku menebar kegombalannya diluaran sana"


****

__ADS_1


Hi semua... Maaf ya up nya dikit-dikit. Biar seru. Dinikmatin saja ya. Oh iya, udah vote belum? ayo vote dunk biar makin semangat nih nulisnya. 😍😍😍


__ADS_2