
"Aku gak mau pergi, Sayang. Maunya di samping kamu terus." Daniel sedang memeluk erat Nia diatas tempat tidur. Mereka masih di hotel dan akan segera pulang ke rumah tapi malas.
"Yaudah gak usah pergi." Nia mengeus rambut suaminya lembut. Baru kali ini ada laki-laki yang sangat manja dengan dirinya. Sejak habis bercumbu beberapa kali mereka sudah tertidur pulas. Daniel terus memeluk Nia seakan tak mau lepas.
"Tapi si Buluk kirim pesan terus nyuruh aku balik." keluh Daniel dengan manjanya.
"Yaudah pergi saja." jawab Nia lagi.
"Tuh kan kamu mah gak peka sih!" ngambek Daniel.
"Lah kok malah kebalik sih? Biasanya perempuan loh yang bilang kayak gitu!" protes Nia.
"Ya habisnya kamu bilang yaudah yaudah melulu!"
Nia mencium lembut dahi suaminya tersebut. "Kamu maunya gimana?"
"Gak pergilah. Maunya di samping kamu terus!"
"Gak usah pergi kalau gitu. Tapi kamu gak kasian sama teman kamu si Anton itu, jangan kebiasaan panggil Dia si Buluk ya sampe Mama kamu juga ikut-ikutan segala?!"
"Kasihan sih. Dia pasti kelabakan ngadepin banyak masalah sendirian." Daniel sedang dalam pergulatan batin yang hebat. "Tapi aku bisa lama nih disana. Seminggu paling cepat. Kalau aku kangen sama kamu gimana?"
"Kita kan bisa video call."
"Nanti kamu ketiduran lagi. Aku gak liat kamu lagi seharian. Aku khawatir jadinya."
"Kali ini aku janji tidak akan ketiduran. Minimal aku akan kasih kabar kalau aku baik-baik saja jadi kamu gak khawatir lagi." Nia mengecup kening Daniel lembut. Ia juga tak ingin pisah dengan suaminya tersebut.
__ADS_1
"Baiklah. Dengan berat hati aku meninggalkanmu. Kau harus jaga diri baik-baik dan menungguku. Mimpikan aku dan ucap namaku dalam setiap doamu."
"Apa sih? lebay deh. Gak usah kamu suruh juga nama kamu selalu aku sebut dalam setiap doaku."
"So sweet. Yuk kita check out. Besok kamu ngantuk di kantor."
Nia dan Daniel akhirnya pulang ke apartemen tengah malam. Sampai apartemen mereka langsung tertidur pulas.
*****
Nia sedang bingung merangkai kata. Nasabah sedang sepi, daripada Ia mengantuk lebih baik Ia membuat surat pengunduran dirinya. Ya, Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja. Ia kasihan melihat Daniel begitu tersiksa jauh darinya.
Rasanya begitu dicintai membuatnya ketergantungan. Sikap Daniel yang amat manja padanya serta kehangatan saat Daniel memperlakukannya seperti sebuah toxic yang membuatnya ketagihan. Ia pun lambat laun tak bisa jauh dari Daniel.
Sejak berangkat kerja tadi pagi Nia begitu bimbang. Ia berangkat duluan meninggalkan Daniel yang masih tertidur pulas karena penerbangannya jam 11 siang memungkinkannya untuk tidur dahulu. Ia merasa sebagai seorang istri sudah sepantasnya mendampingi suami kemanapun Ia berada.
Pengalaman sakitnya dikhianati membuat rasa percaya diri Nia rendah. Padahal Nia termasuk cewek yang cantik. Wajahnya yang putih dan kebulean juga banyak menarik minat sang kumbang. Namun Nia merasa dirinya tidak pantas mendampingi Daniel.
Sebuah pesan masuk ke Hpnya. Nia sembunyi-sembunyi membaca pesan tersebut takut ketahuan Manajer Operasional karena bermain Hp saat bekerja. Ternyata Daniel yang mengiriminya pesan.
Daniel : Aku berangkat dulu ya. Belum berangkat saja aku sudah kangen sama kamu. Jaga diri baik-baik ya. Jangan hiraukan tetangga sebelah apartemen kita yang iri dengan kebahagiaan yang kita rasakan. Aku sayang kamu. Aku usahakan cepat pulang. Tunggu aku ya. Muach cium leher kamu.
Nia tersenyum sendiri membacanya. Nia melirik sekeliling, tak ada atasannya dan nasabah juga sepi. Nia pun mengetikkan balasan pesan WA untuk suaminya.
Nia : Kerja yang rajin ya Sayang. Ingat anak dan istri menunggu di rumah. Jangan dekat-dekat dengan si Buluk ya. Awas aja kalau si Buluk ngambil kamu dari sisi aku! Jaga pandangan kamu dari bule-bule seksi yang sering berjemur tanpa busana itu. Inget ya, kamu punya istri di Jakarta!"
Sekarang gantian Daniel yang tersenyum sendiri di bandara. Istrinya cute banget. Kemarin protes dirinya dan Mama memanggil Buluk eh pas dibakar api cemburu Ia juga memanggil Anton dengan panggilan si Buluk juga.
__ADS_1
Daniel tau Nia masih trauma dengan perselingkuhan. Rumah tangganya dulu dengan Ronald hancur karena perselingkuhan. Walau Nia menyembunyikan perasaannya namun Daniel bisa lihat kalau sebenarnya Nia takut jika Daniel jauh darinya. Nia hanya mengorbankan perasaannya agar Daniel tidak khawatir.
Daniel : Iya sayang. Titip calon anak kita ya. Semoga berhasil bibit yang aku tanam semalam. Kalau masih gagal aku nabung bibit dulu seminggu nanti siap aku luncurkan sama kamu. Aku berangkat dulu ya. Love you...
Nia tak langsung menjawab pesan. Manajer Operasionalnya sedang mengawasi dari teller, Ia pura-pura sibuk dengan komputernya. Nia lanjutkan lagi mengetik surat pengunduran dirinya. Nia sudah membulatkan hatinya akan berhenti kerja.
Surat pengunduran dirinya sudah jadi. Saat nasabah sepi Nia menghampiri atasannya dan mengajukan pengunduran dirinya. Atasannya kaget saat Nia tiba-tiba mengajukan pengunduran diri. Namun Ia bisa mengerti bahwa Nia harus mendampingi suaminya. Ia akhirnya menandatangani surat pengunduran diri Nia.
Masalah pengunduran diri sudah selesai, Nia sudah menyerahkannya ke HRD. Tinggal menunggu 2 minggu lagi baru Ia bisa resign. Sebenarnya nunggu 1 bulan namun dipotong cuti tahunan yang Nia miliki jadi hanya tinggal 2 minggu lagi Ia baru benar-benar resign.
*******
Sudah 2 minggu Nia tidak bertemu Daniel. Rasa kangennya sudah menggunung. Walau tiap malam video call tetap saja rasa rindu akan suaminya tersebut tidak tertahan.
Ada masalah dengan bisnis Daniel di Bali. Anton tidak bisa menghandlenya sendiri karena berhubungan dengan masalah hukum. Dengan berat hati Daniel tidak bisa pulang.
Hari ini adalah hari terakhir Nia bekerja. Setelah hampir 3 tahun bekerja disana ada rasa sedih menghinggapinya. Nia sudah memesan makanan untuk dibagi-bagikan dengan temannya di kantor. Setelah berpamitan Nia pun meninggalkan kantor yang banyak menyisakan kisah suka dan duka.
Nia menatap sedih kantornya. Mulai hari ini Ia resmi jadi pengangguran. Nia menyetop taksi dari depan kantor, sambil membawa paper bag besar berisi barang-barang dan kado dari teman-temannya Nia pun pulang ke rumah.
Nia langsung merapikan barang-barangnya begitu sampai di apartemen. Setelah mandi Nia beristirahat di tempat tidur. Badannya terasa amat lelah dan sakit rasanya. Tidak biasanya Ia merasa seperti itu. Ia menelepon Daniel untuk memberi kabar kalau Ia sudah di rumah dan mau langsung tidur. Daniel pun mengiyakan.
Apa Nia sakit? Kenapa Ia terlihat kecapean?-Daniel.
Berjuta pertanyaan masih berkutat di pikiran Daniel. Namun Daniel membiarkan saja Nia langsung tidur. Daniel pikir nasabah hari ini sangat banyak jadi Nia kecapean. Daniel tak tahu jika Nia sudah berhenti kerja.Ya, Nia memang ingin memberi surprise pada Daniel.
Nia tertidur lelap. Badannya sakit. Mungkin karena mau datang bulan. Perutnya terasa agak kram. Tidur membuat tubuhnya lebih segar lagi.
__ADS_1