Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Bali-6


__ADS_3

Daniel keluar lagi dari kamar Nia. Villa 1 memang hanya satu kamar tidur saja yang menghadap ke kolam renang pribadi. Dibuat seprivate mungkin, peminatnya biasanya pengantin baru yang ingin honey moon. Itulah mengapa Daniel menempatkan Nia di Villa 1, bukan di Villa 2.


Kamar Daniel dan Anton ada di Villa 2. Villa 2 banyak kamar kosong. Biasanya penyewanya group study tour atau jalan-jalan kantor. Ada kolam renang yang terhubung dengan restaurant. Tidak private.


Villa 3 semi private. Biasanya penyewanya satu keluarga yang sedang liburan. Kolam renangnya lebih besar dari Villa 1, tapi lebih kecil dari Villa 2. Semua fasilitas dibuat selengkap mungkin demi kenyamanan para tamu.


Daniel berjalan pelan menuju kamarnya. Ia mengambil baju dan peralatan mandinya lalu kembali lagi ke Villa 1 tempat Nia sedang tertidur pulas.


Daniel langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa amat lengket seharian beraktifitas di luar. Selesai mandi Ia pun menyingkap selimut yang menutupi Nia. Terlihatlah kalau istrinya sejak tadi memakai hot pants yang membuatnya makin terlihat seksi.


Pantas saja Bule tadi tak berkedip menatap Nia. Seksi kayak gini penampilannya. Huft - Daniel.


Daniel lalu tertidur di samping Nia. Ia amat lelah hari ini. Sebenarnya Daniel ingin melakukan hal lain, namun melihat Nia yang tertidur pulas membuatnya mengurungkan niatnya tersebut.


Daniel memeluk hangat Nia lalu Ia pun tertidur lelap. Sudah lama rasanya Ia tak merasakan kenyamanan seperti ini.


*********


Sinar matahari pagi mulai memasuki jendela di kamar Nia. Cahayanya seolah membangunkan Nia dan memberitahu kalau sudah waktunya Ia telelap sudah usai dan harus bangun.


Nia masih malas beranjak dari tidurnya. Rasa nyaman yang Ia rasakan sejak semalam membuatnya ingin bangun siang. "Tunggu, kok kayak ada yang meluk ya?" gumam Nia.


Nia membuka matanya. Agak kaget Ia melihat Daniel sedang tidur memeluk erat tubuhnya seakan takut Nia pergi. Nia tersenyum melihat betapa manjanya suaminya. Ia mengusap pelan pipi Daniel.


"Aku kangen kamu, Sayang." Nia mengecup pipi Daniel lembut.


"Aku juga." Nia kaget ternyata Daniel sudah bangun.


"Iiih... udah bangun masih pura-pura tidur aja." Nia memukul pelan lengan Daniel.


"Masih pengen meluk kamu." Daniel malah memeluk makin erat.


"Kamu udah gak marah kan sama aku?" tanya Nia takut-takut.


"Siapa bilang?"


"Jadi masih marah nih sama aku? Memang rasa marahnya lebih besar apa dari rasa kangennya?" Nia memanyunkan bibirnya.


"Habisnya kamu gitu sih. Malah kesini bareng sama mantan. Siapa yang gak cemburu coba?"


"Maaf. Aku kemarin beneran gak janjian, sumpah deh. Terus kemarin perut aku sakit banget makanya Ronald yang sudah dijemput supir gak tega lalu berinistiatif antar aku. Aku juga gak banyak ngobrol kok sama Ronald, bener deh."

__ADS_1


"Kenapa gak kabarin aku aja biar aku jemput?" tanya Daniel lagi.


"Aku mau kasih surprise sama kamu Sayang." Nia mengelus pipi suaminya lembut. Hal yang dilakukannya tidak sia-sia. Perlahan Daniel luluh. Ia melihat kejujuran dari sorot matanya.


"Tapi surprisenya cuma 2 hari aja. Cepet banget." keluh Daniel.


"Maksudnya?" Nia tidak mengerti perkataan Daniel.


"Ya kan nanti sore kamu sudah harus pulang karena besok kerja. Mana asyik kalau cuma 2 hari aja." Daniel cemberut dan memajukan bibirnya.


Nia yang gemas melihatnya langsung mencium pelan bibir itu. Kaget melihat Nia seagresif itu, wajah Daniel langsung memerah.


"Nyosor aja ya. Segitu kangennya sama aku?" ledek Daniel.


Nia mengangguk sebagai jawaban iya. "Kata siapa aku nanti sore pulang?"


"Memangnya kamu gak kerja besok? kalau pulang besok pagi terus langsung kerja nanti kamu kecapean terus bisa sakit lagi." kalau sudah ngomel Daniel bak nenek-nenek, panjang kali lebar.


"Aku gak pulang besok pagi juga kok. Aku mau nemenin kamu disini dan dimanapun kamu berada."


"Ih gombal banget." Daniel tersenyum mengejek.


"Kamu pengangguran? Kamu dipecat? Kenapa?" Daniel terlihat mulai panik dan emosi.


"Gak dipecat sayang. Aku udah berhenti kerja. Resign."


"Kenapa resign?"


"Ya karena aku mau menemani kamu dimanapun kamu berada. Kan aku udah bilang tadi."


"Kamu serius?" tanya Daniel masih tak percaya.


"Iya. Masa sih aku bohong?!"


Daniel terdiam. Sorot matanya seolah banyak hal yang dipikirkan. Lalu Daniel tersenyum, bahkan berteriak senang.


"Yiiiiihaaaaaaa!!!" Daniel langsung memeluk dan menciumi Nia bertubi-tubi.


"Muach...muach...muach...muach.....muach...."


"Yang... sadar, Yang."

__ADS_1


"Aku seneng banget, Ni. Makasih banyak, Sayang. Makasih. Aku janji kalau aku akan bekerja keras membahagiakan kamu." Daniel memeluk Nia erat. "Ih aku seneng banget bakal ketemu kamu tiap hari."


Nia pun ikut tersenyum senang dari balik dada bidang Daniel yang harumnya amat Nia rindukan. Daniel lalu mulai mencium Nia hangat. Perlahan ciuman tersebut mulai memanas. Nia tahu kemana akan berakhir. Ia juga menginginkannya. Ia amat merindukan belaian lembut suaminya tersebut.


Daniel mulai menjelajahi tubuh Nia. Mengecupnya lembut di sana-sini. Tak lupa meninggalkan tanda kepemilikan dimana-mana. Agar siapapun tahu kalau Nia adalah miliknya dan tak ada yang akan merebutnya.


Nafsu yang sudah ditahannya selama 2 minggu akhirnya Ia keluarkan juga. Saat dirinya dan Nia melakukan hubungan disaat sudah resmi menikah akan terasa semakin indah daripada hubungan gelap dan terlarang.


Daniel dan Nia sama-sama mengeluarkan hasrat batin yang sudah 2 minggu lamanya dipendam. Ketika sudah selesai Daniel mengecup kening Nia lembut lalu berbaring di sampingnya.


Lelah. Capek. Namun senang. Itulah yang mereka rasakan. Ketika Daniel menyalakan lagi Hp yang sejak semalam Ia matikan langsung manusia Buluk itu menelepon.


"Huh tau aja Dia kapan nih Hp aktif. Langsung aja ditelepon." keluh Daniel.


Nia hanya tersenyum saja melihat keakraban Daniel dan Anton.


"Kenapa?" tanya Daniel galak.


"Lama banget Bos gak keluar-keluar kamar? Lagi ngeremin bini ye?" memang ya Anton gak ada sopan-sopannya sama atasannya sendiri.


"Kayak gak tau aja. 2 minggu gak ketemu banyak yang harus dibahas tau."


"Kerja cuy..kerja... jangan kawin melulu!" omel Anton.


"Udah jangan bawel. Kamu hendel aja sendiri. Pasti bisa. Nanti bonus ditambahin deh."


"Bener nih?" tanya Anton memastikan lagi.


"Iya bener. Udah jangan gangguin lagi. Makanya buruan nikah jangan kewong melulu. Klo udah nikah mah enak, halal." Daniel melirik ke arah Nia yang baru saja kembali dari kamar mandi. Dilihatnya Nia berjalan pelan sambil memegangi perutnya. "Aku tutup dulu." Daniel menutup teleponnya lalu menghampiri Nia.


"Kamu kenapa Sayang?" Daniel mulai khawatir melihat keadaan Nia.


"Perut aku....perut aku sakit sekali." terlihat wajah Nia pucat. Cepat-cepat Daniel mengangkat Nia dan menidurkannya kembali ke tempat tidur. Untunglah Nia dan dirinya sudah berpakaian lengkap.


"Aku telepon dokter dulu."


******


Hmm... Nia sakit apa ya?


Udah ya hari ini Up sampai 3 episode. Mantap kan? Selamat menikmati 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2