Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Ronald-7


__ADS_3

"Keadaan masih aman, ternyata Nia tak sepintar yang aku pikir. Ia sama sekali tak mencurigaiku telah berselingkuh" gumam Ronald dalam hati. Ia habis meminta ijin pada Nia karena akan pergi dinas keluar kota selama 3 hari. Nia pun mengijinkan, bahkan membantu Ronald mempacking bajunya di koper.


Nia masih bolak-balik menyiapkan apa saja keperluan Ronald. Mengambilkan sikat gigi, sabun mandi, shampoo, handuk, baju ganti, pakaian dalam, parfum dan tak lupa obat-obatan seperti minyak kayu putih. Ronald hanya duduk diam saja ditepi tempat tidur mengamati Nia. Sesekali memberi perintah untuk membawa inilah, jangan bawa yang itulah. Nia menurut saja, seperti anak kucing.


Ronald tersenyum senang saat Nia mengijinkannya untuk pergi keluar kota selama 3 hari. Jumat sepulang kerja Ia akan langsung take off ke Bali. Ia memang ada kerjaan untuk bertemu Nasabah di Bali. Kesempatan ini pun tak disia-siakannya. Ia mengajak Anita ikut serta menemaninya. Anita pun tak menolak ajakan Ronald, dengan senang hati Ia menerimanya.


Ronald telah membeli tiket pesawat terpisah untuk Anita. Masalah hotel sudah beres karena disiapkan oleh kantornya. Mereka pun janjian untuk bertemu di airport agar menghemat waktu. Pesawat mereka akan take off jam 8 malam.


Anita sudah tiba di terminal 2f ketika Ronald datang. Ronald harus masuk kerja dulu sebelumnya. Anita menyambut kedatangan Ronald dengan senyum cantiknya. Sang pujaan hati datang. Ronald membalas senyum Anita. Mereka sangat excited karena akan liburan bersama.


Mereka tiba di Bali jam 11 malam karena perbedaan waktu antara Jakarta dan Bali 1 jam. Ronald memanggil taksi yang akan mengantarkannya ke hotel tempatnya menginap. Sebenarnya keduanya sudah mengantuk namun tak rela menghabiskan liburan mereka hanya dengan tidur-tiduran saja.


Sampai di hotel mereka langsung check in. Hotel bintang 5 sudah dipersiapkan kantor Ronald untuk fasilitasnya selama di Bali. Kamar hotel pun terbilang mewah, tempat tidur ukuran king size dilengkapi dengan kulkas didalamnya. Kamar mandinya pun bagus, ada bath tub dan ukurannya juga luas.

__ADS_1


Baju Ronald sudah di rapikan di lemari oleh Anita. Ronald kemudian mendekati Anita, memeluknya dari belakang seraya mencium pipinya.


"Kita mandi bareng yuk" Anita pun mengiyakan keinginan Ronald. Mereka pun mandi bersama dilanjutkan dengan percintaan yang panas. Mereka benar-benar menikmati malam di Bali layaknya pasangan suami istri yang sedang honeymoon. Jika saja Nia tau, Ia akan sangat sedih.


Belum pernah Nia merasakan indahnya bulan madu. Setelah menikah mereka hanya libur 3 hari kemudian melanjutkan pekerjaan mereka kembali. Padahal Nia ingin sekali merasakan rasanya berbulan madu seperti pasangan lainnya. Namun sayang, statusnya sebagai karyawan yang baru diangkat jadi karyawan tetap tak memperbolehkannya mengajukan cuti sebelum masa kerjanya 1 tahun. Dulu Ronald membesarkan hati Nia dengan mengatakan akan mengajak Nia bulan madu ke Bali, Nia susah sangat senang. Namun nyatanya sekarang Ronald malah berbulan madu ke Bali dengan wanita lain, dan bukan Nia.


Percintaan panas dua manusia tanpa ikatan pernikahan pun berlangsung tak hanya di kamar mandi saja. Malam itu menjadi saksi terjadinya penghianatan diatas ikatan sucinya pernikahan. Mungkin sudah menjadi feeling seorang istri, sepanjang malam Nia tak bisa tidur. Berkali-kali Ia membolak balikkan badannya namun rasa kantuk tak juga datang. Tak biasanya Ia tak bisa tidur seperti ini, apa mungkin karena tak ada sang suami yang tidur disampingnya? Nia membuang rasa manjanya, yang Ia tau sang suami sedang bekerja keras mencari uang untuknya juga. Ia tak ada rasa curiga sedikitpun. Kepercayaan akan suaminya 100 persen. Menjelang pagi barulah Ia merasa ngantuk dan tertidur lelap.


****


Ia memilih mandi dengan air dingin untuk menyegarkan pikirannya. Dinginnya air menyadarkan Ia akan sesuatu. Tiba-tiba Ia teringat istrnya, Nia. "Apa aku terlalu jahat melakukan semua ini pada Nia?" batinnya seakan memberitahukan dosanya pada sang istri. Namun kata hatinya kalah oleh sifat egonya. Ia merasa menikmati hidup sekarang, sejak mengenal Anita. Melakukan percintaan dengan Anita pun lebih dinikmatinya ketimbang bersama Nia. Saat bersama Nia, Ia melakukannya sepatas memenuhi keinginan sang Mama untuk segera punya anak. Namun saat bersama Anita, Ia menggebu-gebu dan merasa jantan.


Ronald mematikan shower dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk mandi. Ia keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian di lemari. Diambilnya kemeja garis-garis warna biru dan celana jeans warna biru muda yang sudah Nia siapkan dari rumah. Bahkan Nia menyiapkan kaus dalam untuk Ia pakai saat mengenakan kemeja. Begitu detail sesuai kebutuhannya. Setitik rasa bersalah mulai hinggap di hati nurani Ronald.

__ADS_1


"Kamu sudah mau berangkat sayang?" suara Anita membuyarkan lamunan Ronald. Ia lalu menghampiri Anita yang telah duduk di tempat tidur dan menatap dirinya sedang melamun.


"Iya. Aku mau berangkat sekarang. Kamu sarapan saja ya sendirian. Aku takut telat. Nanti aku sarapan sambil nunggu Nasabah saja" Ronald mencium kepala Anita lalu pamit dan meninggalkan Anita yang kembali tertidur lelap.


Ronald keluar hotel lalu meminta pegawai hotel untuk memesankan taksi. Tak lama taksi yang dipesannya datang. Ia menyebutkan tujuannya ke restaurant di Jalan Kuta kepada sang supir. Mobil pun melaju menuju tempat tujuan Ronald. Didalam mobil Ronald merasa tak tenang dan semakin merasa bersalah. Ia pun melakukan video call dengan Nia. Setelah 3x telepon tak diangkat akhirnya Nia mengangkat hp nya. Terlihat rambutnya yang basah digelung dengan handuk. Ternyata Ia habis mandi, senyumnya mengembang melihat suaminya menelepon.


"Maaf sayang, aku habis mandi. Gak kedengeran hp nya" kata Nia.


"Iya gak apa-apa. Aku lagi di jalan nih mau ketemu Nasabah. Doakan aku ya"


"Tentu aku akan doakan kamu sayang. Semoga lancar ya dan berhasil sama Nasabahnya"


"Amin. Oh iya, kamu mau aku bawakan apa nanti buat oleh-oleh?"

__ADS_1


"Gak usah bawa apa-apa sayang. Bawa diri kamu pulang dengan selamat saja aku sudah senang" deg..... rasa bersalah menyelusup di dada Ronald lagi. Ia tengah menghianati cinta mereka namun Nia bahkan mendoakan keselamatannya. Tak lama Ronald menutup teleponnya karena sudah mau sampai. Hatinya terus merasa gelisah sepanjang hari.


__ADS_2