Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Teman Kak Nay-3


__ADS_3

"Cinta pertama? Wah keren, benar-benar cinta banget ya Mbak sama cinta pertamanya. Hebat. Memang Mbak nunggu berapa lama?" tanya Nia antusias.


"Lumayan lama sih aku nunggunya. Ia cinta pertama sejak sekolah dulu. Mungkin sudah takdir Tuhan, kami akhirnya bertemu lagi dan sekarang kita berdua sudah resmi berpacaran deh" kata Anita bangga.


"Akhirnya ketemu lagi sama cinta pertamanya Mbak? Kan sudah lama tuh sejak lulus sekolah. Ah sayang sekali waktu istirahat aku gak bisa lama-lama. Aku pengen deh denger cerita selanjutnya. Menarik banget. Kalau dijadikan judul sinetron akan kayak gini 'Kutunggu hadirmu wahai cinta pertamaku'" ha...ha..ha.. keduanya tertawa bersama-sama.


"Ada-ada saja kamu. Oh iya kamu cuma satu jam ya istirahatnya. Gak terasa ya sudah mau jam setengah 2. Nanti kamu telat masuk kerjanya. Minggu depan kita ketemuan lagi ya disini. Kebetulan aku lagi ada proyek di Mall ini. Kan enak tuh makan siang ada temennya"


"Siap Mbak. Yaudah aku mau balik kerja lagi. Ini langsung bayar ke kasir atau minta bill dulu ya Mbak?" tanya Nia.


"Sudah kamu kembali kerja saja. Biar aku yang bayar nanti"


"Jangan gitu Mbak. Ini kan restaurant mahal" kata Nia sambil berbisik-bisik menurunkan nada suaranya.


"Gak masalah Nia sayang. Sudah sana balik kerja. Nanti kamu telat" usir Anita.


"Bener nih?" Anita pun mengangguk. "Yaudah aku kerja lagi. Terima kasih banyak ya Mbak" kata Nia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya sama-sama" Nia pun meninggalkan Anita yang masih menikmati makanannya. Ia harus bergegas agar tidak telat masuk jam istirahat.


*******


Jalanan ibukota Jakarta di pagi dan sore hari tak pernah bersahabat. Sudah lelah bekerja seharian, pulang kerja juga harus berjibaku dengan kemacetan. Nia sudah mencopot high heelsnya dan menaruh di mobil. Ia menggantinya dengan sepatu flat agar nyaman saat mengendarai mobil.


Mobil matic yang dibelikan Ronald sebagai kompensasi karena sudah tak bisa mengantar jemput Nia bekerja lagi. Nia meminta mobilnya berwarna merah maroon agar samaan dengan punya Ronald. Radio diputar untuk menemani perjalanan Nia. Sambil bernyanyi riang Nia menghilangkan stress didalam dirinya.


Perlahan namun pasti, Nia mulai bisa menerima kenyataan bahwa sulit bagi dirinya untuk memiliki momongan dengan keadaan Ronald yang seperti itu. Mau bagaimana lagi, saat menikah dulu Ia sudah berjanji akan menerima segala kekurangan dan kelebihan Ronald, baik dalam suka maupun duka. Inilah saatnya peran Ia sebagai seorang istri yang tetap mendukung dan menerima suaminya bagaimanapun keadaannya.


Air mata kesedihan sudah tak lagi menetes di pipinya. Ia harus tegar, karena Ia tahu ada hati yang lebih sedih lagi dibanding dirinya. Ya, hati tersebut adalah milik Ronald. Nia masih melihat pancaran kesedihan di wajah suaminya. Meski dalam diam, Nia tahu Ia merasa tertekan dan sedih.


Hari ini Nia berniat untuk memasakkan makan malam untuk Ronald. Ia sudah berbelanja berbagai bahan makanan. Nia ingin memasak udang asam manis dan cumi saus padang, makanan favorit Ronald. Wajahnya sumringah membayangkan suaminya akan menyukai masakan buatannya.


"Pasti Mas Ronald suka aku masakkan seperti ini. Nanti Ia akan makan lebih lahap, berarti aku harus masak nasi lebih banyak nih" gumam Nia.


Jumat malam lalu lintas lumayan padat. Jam setengah 8 malam Nia baru sampai rumah. Cepat-cepat Ia masak, agar saat Ronald pulang masakkan sudah siap dan Ia sudah selesai mandi.

__ADS_1


Makan malam sudah selesai jam 8 an. Nia bergegas mandi lalu menunggu Ronald di meja makan. Beberapa kali Nia celingak celinguk ke arah jendela, namun tak dilihatnya kepulangan suaminya. Ia lapar, namun tak ingin makan duluan. Jam 9 malam Ronald masih belum pulang. Nia masih asyik memainkan hp nya agar tidak jenuh menunggu.


Tanpa terasa sudah jam 12 malam dan Ronald belum pulang juga. Nia bahkan tertidur di meja makan. Suami yang ditunggunya tak kunjung datang.


Nia terbangun saat dirasa tangannya mulai kesemutan. Ia melirik jam di hp nya. Jam 2 pagi. Nia bangun dan mengintip dari jendela, mobil Ronald tidak ada di garasi, yang artinya suaminya belum pulang. Kemanakah Ronald? Tak mungkin kantornya masih buka sampai jam segini. Rasa curiga mulai menggelitik dirinya. Ada sesuatu yang Ia rasa tak beres.


Nia menutup makanan yang sudah dimasaknya dengan tudung nasi. Jendela dan pintu Ia kunci, lalu Nia kembali tidur di kamarnya. Nia masih belum bisa tidur. Matanya kering tak mau dipejamkan. Kemana suaminya jam segini belum pulang. Tak mungkin bertemu Nasabah tengah malam.


Tiba-tiba terdengar suara pintu garasi dibuka dan suara mobil dimasukkan ke garasi. Ronald sudah pulang. Nia berpura-pura sudah tidur.


Saat Ronald masuk ke dalam kamar dilihatnya Nia sudah tertidur. Ia pun langsung mengganti bajunya dan tidur. Tak lama terdengar suara dengkuran yang artinya Ronald sudah tertidur pulas. Nia yang awalnya tidur membelakangi Ronald kemudian berbalik badan. Ia mencium wangi parfum vanila tercium dari tubuh Ronald. Itu bukan parfum miliknya ataupun milik Ronald.


Nia lebih suka parfum white musk dan Ronald lebih suka parfum bulgari, lalu parfum milik siapakah yang tercium di hidungnya? Dengan berjinjit-jinjit agar tak membangunkan Ronald, Nia menghampiri tempat Ronald menggantung sweaternya. Tercium juga wangi vanila dari sweaternya. Nia lalu memeriksa tas Ronald. Hanya ada parfum kesukaannya yakni bulgari tak ada parfum lain. Lalu milik siapakah parfum vanila tersebut?


Nia kembali lagi ke tempat tidurnya. Ia makin tak bisa tidur. Banyak yang Ia pikirkan. Awalnya Ia hanya memikirkan kemana suaminya hingga pagi baru pulang, namun sekarang Ia memikirkan parfum milik siapa yang melekat di tubuh dan sweater suaminya? Akhirnya Nia baru bisa tertidur jam 5 pagi.


Jam 10 pagi Nia baru terbangun dari tidurnya. Dilihatnya Ronald sudah tak ada disampingnya. Ia langsung mandi untuk menyegarkan pikirannya. Setelah mandi Nia menuju ke dapur, dilihatnya Ronald sedang duduk dan makan di meja makan.

__ADS_1


"Ayo sarapan sayang. Sudah aku panaskan masakan kamu semalam. Wah kamu masak masakan kesukaan aku ya. Maaf semalam aku banyak kerjaan jadi pulang malam" Ronald menyantap masakan Nia dengan lahapnya. Nia hanya diam saja dan mengambil segelas air putih lalu meminumnya. Ia menatap suaminya penuh kecurigaan sekarang.


__ADS_2