Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Meong...


__ADS_3

Baru 3 hari ditinggal Daniel ke luar kota, insomnia Nia kembali kumat. Daniel sudah mengajaknya video call tiap malam sampai Nia jatuh tertidur, itu pun setelah jam 2 malam baru Nia ketiduran. Tak lupa Ia video call sambil mencharge dengan power bank agar hp nya tidak mati.


Apartemen Daniel sudah bersih mengkilap akibat ulah Nia yang bingung mau melakukan apa lagi. Jarak kantornya yang cuma 15 menit (sebenarnya 5 menit sih tapi karena naik taksi jadi harus putar balik dulu) membuat Nia sudah sampai rumah jam 5 lewat 15 menit.


Renang sudah, bahkan setiap pulang kerja Ia selalu renang. Jalan-jalan ke supermarket di bawah apartemen juga sudah, kulkas sudah penuh dengan hasil belanjaannya yang tak penting-penting banget. Nia bahkan membeli hal yang jarang Ia gunakan seperti alat penggulung sushi, tatakan gelas dan juga macam-macam rasa mie instan. Ada rasa soto banjar, ayam geprek, seblak dan rasa lain yang ada di hatiku..uuu...


Harinya terasa amat panjang tanpa ada si jahil Daniel. Ia mulai berpikir akan berhenti kerja dan mengikuti kemanapun Daniel pergi. Namun Ia tak mau orang lain menganggapnya sebagai istri yang tidak percaya suami. Ia juga mau memberikan ruang bagi Daniel karena itu Ia bertahan dengan pekerjaannya. Suatu saat nanti Ia akan berhenti bekerja dan mengabdikan dirinya sebagai seorang istri dan ibu, jika Tuhan menghendakinya memiliki anak.


Hari jumat yang super sibuk akhirnya tiba. Nasabah biasanya lebih banyak di hari ini. Bagaikan bola pingpong, Nia bolak balik mengurus segala keperluan Nasabah. Pegal rasanya kakinya.


Nia memesan taksi dari depan kantor, setiap hari Ia naik taksi seperti pesan Daniel. Argo taksi pun tidak mahal karena jarak apartemen dengan kantornya tidak jauh.


Nia langsung mandi dan tiduran di tempat tidur. Lelah sangat dengan banyaknya kerjaan membuat Nia tertidur sejak jam 6 malam. Lupa makan bahkan lupa menelepon Daniel.


Tidurnya terasa sangat nyenyak, Nia pun sampai tak mau bangun. Ada guling hangat yang Ia peluk sejak tadi. Tunggu, kok gulingnya hangat? Ac kamar malah membuat guling dingin tapi kok malah hangat? Nia membayangkan adegan misteri di film yang biasanya Ia tonton.


Dengan takut Ia membuka pelan-pelan matanya. Ia melihat seseorang tidur di sampingnya. Apakah Ia tidur sambil berjalan? Nia memandang sekeliling kamar, itu benar kamar di Apartemen Daniel. Siapa yang tidur di sampingnya?


Nia bangun dan mencoba melihat siapa yang Ia peluk sejak tadi. Orang tersebut tidur membelakanginya. Betapa kagetnya Nia saat melihat ternyata Daniel yang tidur di sampingnya.


"Yang, kok kamu disini?" Nia mengguncangkan tubuh Daniel mencoba membangunkannya. "Kamu kapan pulang?"


Daniel menguap dan meregangkan badannya. Bukannya menjawab Daniel malah berbalik badan dan langsung memeluk Nia.


"Ih jawab dulu pertanyaan aku." Nia tidak berusaha melepaskan diri dari pelukan Ronald.

__ADS_1


"Aku kangen kamu. Udah jawabannya itu saja." Daniel memeluk Nia makin erat.


"Memangnya sudah selesai bisnis disana?" Daniel hampir saja tertidur lagi, namun Nia tak menyerah. Ia mencubit hidung Daniel sebelum Ia tertidur pulas.


"Belum. Aku akan lebih lama lagi disana."


"Loh kok gitu? Kan kemarin cuma seminggu aja janjinya? Ih sebel!" Nia mulai merajuk.


"Iya makanya aku pulang dulu nih. Aku udah gak kuat nahan kangen." Daniel mulai menciumi rambut Nia. "Kami gak kangen sama aku?"


"Kangenlah. Aku sampai insomnia karena gak ada kamu yang temani aku tidur."


"Bohong!"


"Benar. Kamu gak percaya sama aku?" Nia keukeuh dengan pendapatnya.


"Memang kenapa?" Nia melepaskan pelukan Daniel dan duduk di tempat tidur. Ia bisa leluasa berbicara sambil menatap wajah suaminya tersebut.


"Coba liat Hp kamu deh." Walau masih agak bingung, Nia mengambil Hp nya dan membuka layarnya.


"Astaga! 30 misscall dan 149 pesan? itu semua dari kamu?"


"Iya. Aku tidak tenang disana karena tidak bisa menghubungi kamu. Aku takut terjadi sesuatu lalu aku langsung memesan tiket pesawat ke Jakarta secepatnya. Aku senang kamu baik-baik saja, walau ternyata setelah sampai rumah kamu sedang tidur dengan lelapnya. Huh insomnia dari mana?"


Nia merasa bersalah dengan yang dialami Daniel. "Maaf... kemarin aku banyak nasabah dan kecapean. Setelah mandi aku ketiduran sampai lupa mengabari kamu kalau aku sudah pulang. Maaf ya sayang... " Nia tiduran kembali di samping Daniel. Ia berusaha mengambil hati Daniel agar tidak marah padanya. Nia memeluk Daniel sambil mengelus-eluskan kepalanya ke dagu Daniel. "Meong...meong... gak marah kan? meong... meong... jadi kucing... meong..."

__ADS_1


Daniel tergelak dengan ulah yang dilakukan Nia. Tak pernah ada anak cewek yang ingin dimaafkan lalu bertindak seperti anak kucing. Ah imut sekali istrinya ini.


"Ya ampun sayang.... kamu imut banget deh. Aku gemes." Daniel mencium bibir Nia dan menggigit bibir bawahnya lembut.


"Aw... ih gigit-gigit!"


"Yaudah kalau ga boleh gigit, aku makan kamu aja deh." Belum sempat Nia protes dan menjawab Daniel sudah melayangkan ciuman bertubi-tubi.


Menurut riset, laki-laki lebih bernafsu saat pagi hari di bandingkan dengan malam hari. Habis sudah Nia melayani Daniel sampai saat melihat jam ternyata sudah jam 10 pagi.


Daniel sudah tertidur pulas penuh kepuasan. Rasa kangen dan nafsunya sudah tersalurkan. Hanya tinggal Nia yang kembali harus menutupi lehernya dengan concealer atau syal saat keluar rumah.


Nia mengecilkan suhu AC dikamarnya. Ia tak mau Daniel yang tidur tanpa berbusana nanti masuk angin. Nia menyelimuti tubuh Daniel lalu segera mandi.


Selesai mandi Nia langsung masak agar saat Daniel bangun nanti makanan sudah tersedia. Untunglah sejak kemarin Nia rajin ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Semua sudah tersedia dan tinggal Ia olah saja.


Terlebih dahulu Nia memasak nasi. Sejak Daniel ke luar kota Ia tak pernah masak nasi dan selalu beli. Nia lalu mengambil udang dan membersihkannya lalu melumurinya dengan jeruk nipia agar tidak amis. Nia ingin membuat udang saus asam manis.


"Hmm... harus ada sayur, agar Daniel tetap sehat saat keluar kota nanti." gumam Nia. Ia lalu mengambil pokcay dan bakso. Ia akan membuat tumia pokcay dan bakso.


Nia mendengar suara Hp berbunyi. Nia mengenali suara Hp milik Daniel tersebut. Ia mencari dimana letak Hp tersebut. Ternyata ada di sofa ruang tamu. Mungkin karena panik, begitu masuk rumah Daniel meletakkan barang-barangnya sembarangan.


Nia membaca nama yang tertulis di Hp. "Ampun deh nama orang bagus kok dibikin kayak gitu." gumam Nia.


BULUK calling

__ADS_1


Ya, Anton temannya ternyata mencari keberadaan Daniel yang tiba-tiba menghilang. Nia menjelaskan pada Anton kalau Daniel pulang ke Jakarta. Anton maklum karena Daniel pengantin baru. Anton akan menghubungi Daniel lagi nanti. Nia memutuskan teleponnya sambil tersenyum. Ada-ada saja ulah Daniel. Ia pun melanjutkan lagi memasaknya.


__ADS_2