Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Pernikahan Keduaku


__ADS_3

Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Tak ada pesta mewah seperti pernikahan pada umumnya. Hanya acara selametan sederhana saja sebagai suatu syukuran atas pernikahan Nia dan Daniel.


Sehari sebelumnya Mama Asri (Mama kandung Daniel) mengirimkan kebaya berwarna putih untuk Nia kenakan di acara pernikahannya. Sebelumnya Mama Asri mengirim seseorang untuk mengukur tubuh Nia. Dalam waktu kilat baju kebaya nan cantik namun terkesan elegan sudah jadi.


Nia membuka kotak berisi kebaya tersebut. Motifnya sangat cantik. Nia melihat ada tanda tangan dan nama perancang di kotak tersebut. Hmm... pantes saja bagus, ternyata perancang terkenal. Mama Asri walau menyetujui acara sederhana namun tetap saja sederhana versi mahal.


Nia yang awalnya mau memesan nasi tumpeng dan kue-kue kalah cepat dengan Mama Asri. Ia sudah memesan katering berkelas hotel bintang 5 sebanyak 300 porsi, padahal Nia hanya mengundang beberapa tetangga dekat saja.


Kue-kue yang disajikan pun dari toko kue terkenal macam Har**st yang harga per slicenya lumayan mahal namun rasa sebanding dengan kualitasnya. Halaman rumah Nia pun disulap layaknya pesta kebun. Dengan banyak bunga hidup nan cantik dan wangi.


Singgasana pernikahan pun terlihat sederhana namun terkesan mewah. Nia berpikir pasti Mama Asri menyewa EO profesional untuk mendekornya. Nia tak kuasa menolak keinginan Mama Asri. Biar bagaimanapun hari ini putra semata wayangnya akan melangsungkan pernikahan, walaupun bukan yang pertama kalinya.


Untuk make up pun sudah ada make up artis terkenal yang datang dan merias Nia sampai semua yang melihat pun pangling. Beberapa bunga mawar disematkan di sanggul Nia, menambah anggun penampilannya.


Nia menatap wajahnya di cermin. Make up artis sedang mengobrol di luar dan hanya Ia sendiri di kamarnya menunggu datangnya mempelai pria yang terjebak macet. Wajahnya terlihat cantik, sangat cantik. Jauh lebih cantik dari pernikahannya yang pertama dulu.


Nia menatap matanya yang kosong. Ada kepasrahan dan keikhlasan di dalamnya. Ya, Nia sudah ikhlas menerima segala kekurangan dan kelebihan yang Daniel miliki.


Masih teringat akan omongan mantan suaminya beberapa hari lalu bahwa Daniel adalah penyuka sesama jenis. Sakit sekali rasanya mengetahui kenyataan ini. Namun Ia bisa apa? Ia banyak berhutang budi pada Daniel dan keluarga Pak Darmawan. Dengan apa Ia bisa membayar semua kebaikan mereka jika bukan dengan pernikahan ini?


Semua akan baik-baik saja Nia. Tidak apa-apa selama dengan Daniel. Semua akan baik-baik saja.


Nia menanamkan dalam hatinya bahwa semua akan baik-baik saja. Daniel akan menyayanginya. Mereka akan berteman seumur hidup mereka. Walau tanpa cinta....


Setitik air mata jatuh membasahi pipinya. Segera Ia menghapusnya, Ia tak mau kerja keras make up artis rusak karena air matanya. Ia menghirup nafas dalam dan menghembuskannya.


Semua akan baik-baik saja.....


*****


Daniel sangat kangen dengan Nia. Seminggu lamanya mereka tak bertemu. Proyek bisnis Daniel di Bali sudah dimulai. Mungkin Ia akan sering bolak-balik Jakarta-Bali mulai sekarang. Bisnis ini murni hasil kerja kerasnya tanpa bantuan Papa. Bisnis yang dibangunnya maju pesat juga karena kegigihannya dan kerja kerasnya selama ini. Semua ini akan Ia berikan pada istri dan anak-anaknya kelak.


Daniel mengenakan setelan jas berwarna putih, senada dengan kebaya yang dikenakan Nia. Entah kapan Mamanya menyiapkan semuanya. Memang jagonya deh Mama membuat surprise.


"Ganteng banget sih anak Mama ini." puji Mama sambil merapikan kemeja Daniel.

__ADS_1


"Siapa dulu dong Mamanya?" Daniel mengerling manja dan memeluk Mamanya. "Doakan pernikahan Daniel kali ini yang terakhir ya Ma."


"Tentu sayang. Doa Mama selalu menyertaimu. Semoga kalian bahagia sampai maut memisahkan." Mama mulai berlinang air mata. Daniel mengusap air mata tersebut yang mulai mengalir di pipi Mama.


"Udah jangan nangis, Ma. Kan hari ini adalah hari bahagia Daniel. Mama juga harus bahagia ya."


"Iya sayang. Gak ada yang lebih berharga dari orang tua selain melihat anaknya bahagia." Daniel memeluk Mama makin erat. Kali ini akhirnya Ia merasakan pernikahan yang sebenarnya, bukan karena paksaan seperti pernikahan sebelumnya. Ia benar-benar membutuhkan restu kedua orang tuanya agar pernikahannya senantiasa bahagia.


"Papa gak diajak nih pelukannya?" Papa tiba-tiba datang dan membuka lebar tangannya. Mama dan Daniel langsung menghambur ke pelukannya. "Nanti kita pelukannya sudah tidak bertiga lagi ya. Berempat sama Nia. Bahkan bisa bersepuluh sama anak-anaknya Daniel ha..ha..ha.." Mereka bertiga pun tertawa bersama.


"Sudah.. ayo kita ke pernikahan Daniel. Cuzzzz...." Papa dan Mama pun mengikuti Daniel ke garasi mobil, disana sudah ada om dan tante yang menunggu.


Sesuai instruksi Mama mereka semua berangkat ke rumah Nia. Tak lupa masing-masing membawa barang seserahan yang lagi-lagi sudah dipersiapkan Mama tanpa sepengetahuan Daniel dan Nia. Ada tas bermerk Guc*i yang harganya puluhan juta, Sepatu merk Louis Vuitt*n, Parfum, Pakaian Dalam dan tak lupa cincin kawin dan kalung berlian.


Yang lebih mengherankan Daniel adalah semua Om dan Tantenya memakai seragam kebaya dan jas yang sama. Kapan Mama membuatnya coba? Tak habis pikir Daniel dengan ulah Mamanya.


Perjalanan ke rumah Nia ternyata tak selancar persiapan Mama. Karena ada Car Free Day perjalanan yang awalnya memakan waktu setengah jam akhirnya ngaret menjadi 1 jam lebih karena harus mencari jalan memutar. Daniel sudah cemas dan was-was saja, namun Papa menenangkannya. Papa tak mau Daniel cemas dan membuatnya lupa sumpah setia yang akan Ia ucapkan saat akad nikah nanti.


Rombongan Daniel akhirnya sampai di depan rumah Nia. Daniel dan keluarganya sudah sampai di depan rumah Nia. Agak kaget Daniel saat melihat dekorasi yang terlihat amazing. Daniel langsung melihat ke arah Mamanya yang langsung mengangkat bahu pura-pura tak tahu siapa pelakunya, padahal jelas-jelas semua tahu kalau ini ulah Mama. Daniel hanya tersenyum saja, hatinya sangat senang hari ini karena Mama benar-benar mempersiapkan pernikahannya dengan maksimal.


Keluarga Nia menyambut kedatangan keluarga Daniel. Ada beberapa tetangga Nia yang juga datang serta sahabat dan beberapa rekan kerja Nia. Daniel hanya mengundang beberapa temannya, maklumlah Daniel tak memiliki banyak teman dekat karena rumor tentang dirinya yang tersebar luas.


Mama mencubit tangan Daniel untuk menyadarkannya karena sejak tadi Daniel terpesona dengan kecantikan Nia. Kaget dengan cubitan Mama, kesadaran Daniel pun kembali.


Prosesi pernikahan berlangsung dengan khidmat. Daniel dan Nia sama-sama mengucap sumpah setia dalam suka maupun duka sampai maut memisahkan. Setelahnya mereka berdua sungkem ke orang tua Daniel karena orang tua Nia sudah tak ada. Air mata penuh haru tak kuasa Nia bendung. Hatinya sedih tak ada orang tua yang menikahkan dan menemaninya di hari pernikahannya kali ini. Daniel memegang tangan wanita yang sudah resmi menjadi istrinya tersebut lalu menghapus air mata di pipi Nia. Nia pun tersenyum karena perhatian kecil yang Daniel berikan.


Acara berikutnya adalah tukeran cincin. Daniel memakaikan cincin di jari manis Nia, hal yang sama pun Nia lakukan. Ada fotografer profesional yang sudah siap mengabadikan momen bahagia mereka berdua. Nia dan Daniel memamerkan jari manis mereka yang sudah memakai cincin pernikahan ke para tamu dan undangan. Semua bertepuk tangan dan berbahagia melihatnya.


Nia tersenyum pada semua tamu undangan. Ia sudah ikhlas menerima Daniel apa adanya. Seperti janji pernikahannya tadi. Daniel memegang tangan Nia dan menggenggamnya. Ia tersenyum dan merasa hari ini adalah hari terindah di hidupnya.


Jadi inilah pernikahan yang sesungguhnya- Daniel.


"Kamu cantik sekali Ny. Daniel Kenzi Darmawan." Daniel memuji kecantikan Nia.


"Ah sekarang aku sudah jadi istri kamu ya. Aku panggil apa ya enaknya? Abang atau Akang atau Mas Bojo?"

__ADS_1


"Yang keren dikit kenapa Ni. Honey atau sayang atau ayang atau beb gitu." keluh Daniel. Nia hanya tersenyum melihat Daniel yang tak suka dengan pilihan yang diberikannya.


"Yaudah kalau gitu aku panggilnya Ayang aja gimana?"


Daniel langsung sumringah dan mengangguk setuju. "Nah gitu dong Bojo-ku manggil aku Ayang. Kamu pintar sekali Bojo." ide jahil Daniel keluar lagi.


"Tuh kan curang. Yaudah aku panggil kamu Pakde aja deh." Nia pun tak mau kalah. Mama yang memperhatikan ulah pengantin baru hanya senyum-senyum saja dari jauh. Ia senang melihat kebahagiaan anaknya. Ia bisa melihat betapa cintanya Daniel pada Nia.


"Udah sepakat nih ya manggilnya Ayang?"


"Iya...iya... ayang beb...." Nia lalu mencubit hidung mancung Daniel yang sedang ngambek sampai memerah.


"Kamu makan dulu ya, biar aku ambilkan." Daniel lalu mengambilkan Nia makan karena sejak pagi Nia belum makan. Nia menatap punggung Daniel yang sedang memilihkan makanan untuknya.


Aku memanggil kamu Ayang karena aku sayang kamu Daniel. Ya. Kita akan menjalani rumah tangga ini karena aku sayang kamu. Kamu laki-laki baik diluar kekuranganmu itu. -Nia.


Daniel datang membawa piring berisi nasi dan lauk. Ia menyuapi istrinya dengan penuh kasih sayang. Nia hanya tersenyum malu-malu dengan perhatian yang Daniel berikan. Mereka tak menghiraukan banyak pasang mata yang menyaksikan kemesraan mereka. Hari ini dunia milik mereka berdua, yang lain ngontrak.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menyaksikan dari dalam sedan merah. Ronald tak menyangka Nia akan tetap melangsungkan pernikahannya walau Ia telah memberitahukan kenyataannya kalau Daniel penyuka sesama jenis. Ia merasa kalah satu langkah dibanding Daniel. Kesempatan mendapatkan Nia kembali semakin sulit, karena Nia terlihat sangat bahagia dengan Daniel. Ronald memukul stir mobilnya melampiaskan kekesalannya.


Dering hp nya masih berbunyi. Nama Anita tertulis disana. Sudah beberapa hari ini Anita kembali menghubunginya. Entah karena apa, tapi Ia tak mau berurusan lagi dengan Anita. Ia pun mematikan hp nya dan meninggalkan rumah Nia. Tak tahan Ia melihat rona bahagia di wajah Daniel.


******


Pesta pun usai. Para tamu undangan dan sanak saudara sudah pulang. Hanya menyisakan sunyi di rumah Nia. Mama Asri sudah menyewa pekerja untuk merapikan rumah Nia selepas acara. Apa yang dilakukan kedua pengantin baru tersebut di rumah Nia?


"Aduh pelan-pelan Niel. Sakit tahu."


"Makanya jangan banyak bergerak. Nyangkut nih."


Nesia mengetuk pintu kamar Nia dan berteriak. "Bisa gak sih biasa aja, gak usah berisik segala? Gangguin aku yang tidur di kamar sebelah nih!"


Daniel membuka pintu dan mengagetkan Nesia. Daniel masih berpakaian lengkap. "Kenapa Nes?" Daniel melihat wajah Nesia yang gelagapan langsung paham apa yang dipikirkan Nesia. "Hayo mikir apa? Pasti mikir jorok deh. Sana bantuin Kakak kamu. Dari tadi susah banget copotin bulu mata palsunya. Mana bawel banget lagi. Ah untung udah jadi istri." gerutu Daniel.


Nesia yang sudah salah sangka akhirnya minta ijin dan masuk ke dalam untuk membantu Kakaknya.

__ADS_1


*******


Hi semua!!!! aku udah upload panjaaaanggg loh sesuai permintaan kalian. luv.. luv banget kan aku sama kalian. Jangan lupa ajak temannya buat baca novel ini ya. Like and votenya aku tunggu juga loh. Maacih 😘😘😘😘


__ADS_2