
Nia melambaikan tangannya dan memberhentikan mobil Papa sebelum masuk ke dalam drive thru. Papa yang melihat Nia langsung memberhentikan mobilnya. Nia pun masuk dan memakai seat beltnya.
"Udah. Ayo Pa kita pulang" ajak Nia tergesa-gesa.
"Tumben banget kamu langsung berhentiin Papa di luar kantor. Biasanya tinggal duduk cantik di drive thru sampai Papa datang" Papa menaruh curiga.
"Gak apa-apa kok, Pa. Biar cepat sampai rumah aja" alasan Nia.
Papa lalu melajukan lagi mobilnya setelah Nia sudah memakai seat beltnya. "Hehehe... kamu pikir Papa bisa dibohongin ya? Papa tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Pasti ada Ronald di drive thru kan?" Nia tak menyangka Papa langsung bisa mengetahui keadaan yang sebenarnya.
"Kok Papa tahu sih?"
"Karena kamu anak Papa. Mau kamu bohong kayak gimana juga Papa pasti tahu. Apalagi kamu bukan tipikal anak yang suka berbohong, makin gampang Papa mengetahuinya kalau kamu bohong"
"Maafin Nia, Pa. Nia gak bermaksud berbohong sama Papa"
"Kemarin kan Papa sudah prediksi kalau calon mantan suami kamu itu pasti akan mendatangi dan membujuk kamu supaya tidak menceraikan Dia. Nah sekarang pasti Ia lagi usaha nih supaya kamu balikan lagi. Bener gak omongan Papa?"
"Benar Pa. Tadi Ronald memang baik-baikkin Nia dan meminta maaf tapi Nia cuekkin kok. Nia gak mau dibodohin lagi, Pa"
"Good. Itu baru namanya anak Papa. Kamu gak usah khawatir. Tadi siang Papa menyempatkan diri mampir ke kantor Pak Darmawan. Papa sudah menyerahkan berkas yang kamu berikan untuk pengajuan cerai. Kita tunggu saja hasilnya dari Pak Darmawan ya"
__ADS_1
"Iya, Pa. Maafin Nia ya, Pa. Nia udah ngecewain Papa. Andai dulu Nia lebih menuruti kemauan Papa, pasti gak akan jadi kayak gini. Nia menyesal, Pa" Nia menunduk sambil mengusap air matanya yang menetes tanpa bisa dibendung lagi.
"Ini mungkin sudah takdir Tuhan sayang. Seperti takdir milik Daniel. Siapa yang akan menyangka kalau Daniel akan menjadi seorang duda dalam waktu semalam? Ini adalah jalan yang diberikan oleh Tuhan. Mungkin sejak awal kalian memang berjodoh"
"Maksud Papa apa? Papa mau menjodohkan Nia lagi dengan Daniel?" rasa kaget membuat air mata Nia berhenti mendadak.
"Loh memangnya kamu gak mau apa nikah dengan Daniel? Kurang apa coba Dia? Ganteng, mapan dan pastinya baik. Dia loh yang menemani kamu disaat kamu terpuruk dan menguatkan diri kamu kembali"
"Nia tahu Pa kalau Daniel itu baik. Tapi Nia malu, Pa. Siapa sih Nia bila disandingkan dengan Daniel? Gendut gini. Janda pula. Udah gak ada bagus-bagusnya deh di mata orang" kata Nia pesimis.
"Kata siapa? itu kan hanya pikiranmu saja. Kamu tuh anak Papa paling cantik dan paling baik hati. Jangan kamu terlalu rendah diri. Banyak kelebihan yang kamu miliki. Jangan gak pede jadi orang. Kamu gak usah khawatir, toh yang menginginkan perjodohan ulang Pak Darmawan kok bukan Papa. Papa sih seneng-seneng aja anaknya mau dijodohin dengan pemuda baik dan tampan seperti Daniel" kata Papa dengan wajah senang.
"Ya sudah. Papa juga tidak mau memaksa kamu. Jalani hidup sesuka kamu yang penting kamu bahagia tanpa menyakiti hati orang lain. Persiapkan diri kamu untuk sidang perceraian nanti. Perkiraan Papa sidangnya akan memakan waktu lama dan rumit karena Ronald tak mau diceraikan. Tapi Papa yakin pengacara hebat seperti Pak Darmawan akan dengan mudah mengatasinya"
"Iya, Pa. Makasih semua atas bantuan dan perhatian Papa selama ini buat Nia. Maaf Nia jadi anak yang cuma nyusahin Papa saja" kata Nia sambil berlinang air mata.
"Sst... sudah. Papa cuma mau anak-anak Papa hidupnya bahagia. Itu saja"
********
Nia langsung berangkat ke foodcourt mall dekat kantornya saat jam istirahat tiba. Mama Sri sudah menunggunya di sana. Saat melihat kedatangan Nia, Ia langsung melambaikan tangannya dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
Dengan malas Nia berjalan menghampirinya. Kalau bukan menghormati orang yang lebih tua, Ia tak akan sudi memenuhi permintaan Mama Sri untuk bertemu dan bicara langsung dengannya. Semalam Mama Sri meneleponnya dan mengajak ketemuan. Setelah mendapat ijin dari Papa, Ia pun mengiyakan ajakan Mama.
"Sini sayang..... duduklah. Mama sudah memesankan makan siang buat kamu" Setelah mencium tangan Mama Sri, Ia pun duduk di kursi depan Mama.
"Mama tadi bingung mau pesankan kamu apa, tapi Mama lihat tadi ada bakso makanan yang kamu suka, Mama langsung pesankan deh. Ayo kamu makan. Mama juga pesan yang sama. Kayaknya enak deh"
Nia mengambil sendok dan garpu yang sudah disediakan lalu mulai menambahkan saus dan sambal pada baksonya sambil. Ia hanya diam saja tak mau banyak bicara.
"Kamu sekarang tinggal sama Papa kamu ya Nia?" tanya Mama Sri berbasa-basi.
"Iya, Ma" jawab Nia singkat.
"Mama tahu apa yang dilakukan oleh Ronald salah. Mama sudah memberikannya hukuman. Seumur hidup, Mama tak pernah menampar Ronald. Tapi saat Mama tahu apa yang diperbuatnya terhadap kamu, Mama tak bisa menahan diri Mama" Mama menatap Nia yang hanya mendengarkan perkataannya dalam diam dan sambil menikmati makanannya.
"Jujur saja, awalnya Mama tidak setuju dengan pernikahan kalian. Mama merasa kamu masih terlalu muda untuk menikah. Baru lulus kuliah, belum menikmati benar indahnya dunia. Tapi Ronald meyakinkan Mama bahwa kamulah wanita yang Ia cintai. Ia terlalu takut kamu diambil oleh pria lain makanya Ia sangat ingin memilikimu dengan cara menikah. Mama sadar, semua ini salah Mama. Mama yang membuat pernikahan kalian renggang. Obsesi Mama untuk segera mempunyai cucu tanpa sadar terus memaksa kalian. Pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi demi memuaskan keinginan Mama" Mama menyeka air matanya yang mulai menetes.
"Mama yang membuat Ronald tertekan berada bersama kamu sampai akhirnya Ia mencari hiburan di luar sana. Ronald... bilang sama Mama, Ia hanya main-main saja dengan wanita itu. Satu-satunya wanita yang dicintainya hanya kamu. Ia tak bisa hidup tanpa kamu, Ni. Maafkan Mama, Ni. Mama penyebab semuanya. Mama yang salah, Ni. Mama sadar, selama ini kamu sangat mencintai Ronald. Hanya kamu yang sabar dan menerima Ronald apa adanya. Maafkan Ronald sekali ini saja.... Mama tahu kamu juga sangat mencintai Ronald. Kalau kamu gak cinta, kamu gak akan tetap menjalani pemeriksaan dokter demi mempunyai anak dari Ronald. Mulailah kembali hubungan kalian. Maafkan Ronald ya Nak.... Mama mohon... Maafkan anak Mama.... " Mama sangat memelas meminta pengampunan dari Nia. Air mata penyesalan tak kuasa dibendungnya.
*****
Terima kasih banyak atas semua dukungan, baik kritik dan saran maupun vote nya. Maaf gak bisa update panjang-panjang demi menjaga kualitas penulisannya. Nikmati saja, slow but sure. Sekali lagi mohon dukungannya dengan vote dan like ya. Maacih semua 😘😘😘😘
__ADS_1