Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Ronald-4


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, tanpa terasa waktu berjalan cepat ketika kita sangat menikmatinya. Begitupun dengan Ronald, saat sedang asyik-asyiknya mengobrol dan mengumbar gombalan-gombalan mautnya tanpa terasa sudah siang.


Lama juga waktu yang dihabiskannya di kedai kopi tersebut. Es kopi miliknya dan milik Anita pun sudah hampir habis, padahal Ia memesan ukuran Venti, ukuran paling besar di kedai kopi tersebut. Tak mungkin hanya minum kopi dan cemilan kecil saja, bisa-bisa kembung perutnya.


"Nit, kita pindah ke mall Grand Indonesia yuk. Kita cari makan siang disana. Mau kan?" Ronald mengajak Anita pindah tempat nongkrong.


"Mau dong" Anita tersenyum mendengar ajakan Ronald.


"Kamu tadi bawa mobil atau tidak? kalau bawa nanti tinggal aja disini, kita berangkat naik mobil aku"


"Aku tadi naik taksi kesini. Mobilku lagi di bengkel. Kemarin sempat nabrak garasi rumah saat parkir jadi lagi aku claim asuransinya"


"Wah dasar ya kalau perempuan parkir memang suka gitu hahahaha"


"Ih... itu aku buru-buru karena sudah telat makanya jadi nabrak. Aku tuh jago tau bawa mobilnya" Anita menepuk dadanya menyombongkan diri.


"Iya.. iya tau. Yaudah ayo kita ke parkiran" Mereka lalu berjalan berdua menuju mobil sedan merah milik Ronald yang terparkir di parkiran mobil Sarinah. Ronald menyelempangkan tas laptopnya di bahu kanan. Ronald membukakan pintu penumpang agar Anita masuk. Ia lalu masuk ke mobil dan menaruh laptopnya dibelakang bangku kemudinya. Mobil pun melaju meninggalkan parkiran Sarinah menuju Mall Grand Indonesia.


Ronald menyalakan radio mobilnya, terdengar lagu lawas dari Merpati Band yang berjudul Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah mengalun, seolah itu adalah teguran halus dari Tuhan atas perilakunya. Ronald langsung mengganti saluran radio yang lain dan lagu Maroon 5 pun mengalun. Anita hanya tersenyum simpul melihat Ronald groogi.

__ADS_1


Hari sabtu jalanan lumayan ramai. Banyak mobil yang pada hari kerja mendekam di garasi rumah, namun pada hari sabtu seakan semua mobil tumpah ruah keluar dari kandangnya. Arus puncak padat, tempat wisata penuh dan mall juga penuh. Semua ingin mengusir kepenatan setelah lelah bekerja dengan rekreasi dan jalan-jalan di mall.


Setelah setengah jam berjibaku dengan kemacetan, padahal jarak Sarinah dan Grand Indonesia tak jauh, akhirnya mereka sampai juga di Mall Grand Indonesia. Ronald agak kesulitan mendapatkan tempat parkir yang dekat dengan pintu masuk mall. Ronald mengajak Anita ke West Mall lantai 5 tempat Foodprint berada. Disana Ia memesan Nasi Padang Sari Ratu yang terkenal enak, Anita juga ikut makan makanan yang sama.


Ronald sengaja tak jaim didepan Anita. Ronald bahkan nambah saat merasakan nikmatnya nasi padang tersebut. Ronald makin kagum melihat Anita yang tak malu melihatnya makan banyak, bahkan ikut makan nasi padang pakai tangan juga seperti dirinya.


"Jarang loh ada cewek yang pertama kali diajak jalan mau makan pakai tangan di Restauran Padang" kata Ronald terus terang.


"Kata siapa? Aku suka banget sama nasi padang. Nasi Padang tuh makanan terenak di dunia versi aku"


"Ah masa? kok kamu masih langsing aja sih? biasanya kalau doyan makan pasti gendut deh kayak..." Ronald menghentikan perkataannya. Anita mengambil kesimpulan bahwa Ronald ingin menyebut istrinya namun tak jadi diucapkan.


"Enak banget ya jadi kamu, udah cantik, eh body tetap aduhai walau makan banyak. Ada loh yang baru makan dikit aja gendut, ibaratnya nafas aja jadi lemak loh" Anita tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon Ronald.


"Tapi aku juga rajin ikut yoga dan ngegym, agar selalu sehat. Aku kan suka begadang kalau lagi ngerjain proyek, jadi aku ngegym biar tetap sehat"


Mereka pun masih mengobrol bahkan setelah makanan mereka sudah habis. Ronald melihat jam di tangannya. Sudah pukul 3 sore. "Nia pasti sudah selesai check up" pikir Ronald.


Anita tahu jika Ronald sudah waktunya pulang saat Ronald melirik arlojinya. Anita pun mengajak Ronald pulang. Ia bahkan menolak saat Ronald ingin mengantarnya pulang sampai rumah. Ia beralasan kalau mau ke Gramedia untuk membeli peralatan melukisnya. Tak lupa mereka saling bertukar nomor hp sebelum berpisah.

__ADS_1


*****


Ronald kembali lagi ke kehidupan nyatanya. Ia sampai rumah sudah hampir jam 5 sore. Nia sudah sampai rumah sejak jam 3 sore tadi. Rumah sudah rapi dan bersih. Makanan pun sudah tersedia untuk Ronald makan.


Jika dulu waktu awal pernikahan mereka, ketika pulang kerja Ronald selalu mencari dimana keberadaan istrinya, memeluknya dari belakang sambil mencium pipinya. Sekarang, Ronald pulang langsung duduk di ruang tamu, mengambil remot dan menyalakan tv. Nia lah yang menghampiri begitu didengarnya sang suami sudah pulang bekerja.


"Mau minum apa Mas?" Nia menawari suaminya yang baru pulang kerja dan terlihat lelah tersebut. Tak tahu Ia bahwa suaminya bukan lelah bekerja, melainkan lelah berjalan-jalan dan nongkrong di mall, dengan wanita lain pula.


"Es teh manis saja" singkat, jelas dan padat. Tak ada penambahan kata sayang diakhir katanya seperti dahulu. Entah Nia yang terlalu bodoh atau cuek sehingga tak menyadari perubahan-perubahan dalam diri Ronald.


Nia lalu pergi ke dapur dan menyiapkan es teh manis untuk Ronald. Tak lupa ia menambahkan beberapa potong kue brownies sebagai teman minum teh. Ia pun menyuguhkan es teh tersebut, lalu memindahkan laptop yang tergeletak di meja ke dalam ruang kerja Ronald. Ia kembali lagi menemani suaminya minum es teh.


Ronald sudah tahu apa yang akan dilakukan istrinya. Pasti mau menceritakan tentang kunjungannya ke Rumah Sakit. "Membosankan. Selalu begitu. Tak ada topik menarik seperti saat berbicara dengan Anita" gumam Ronald dalam hati.


"Mas tau gak, tadi di Rumah Sakit ada ibu-ibu hamil anak kembar, perutnya gedeeee...banget. Engap banget aku liatnya" benar dugaan Ronald.


"Ehmm.. terus..." Ronald menimpali dengan malas obrolan Nia. Lalu Nia pun mulai bercerita tentang Ibu-ibu tersebut. "Percayalah Nia, aku gak peduli" gumam Ronald dalam hati. Setelah Nia menyelesaikan ceritanya panjang lebar dengan penuh semangat, Ronald pun pamit untuk mandi. Ia membawa hp nya ke dalam kamar mandi, beralasan mau sambil main hp padahal Ia mengirim pesanWA ke Anita.


Bak gayung bersambut, Anita pun membalas pesan WA yang dikirimkan oleh Ronald. Senyum senang terpampang di wajah Ronald membaca pesan dari Anita. Setelah dirasanya sudah lama di kamar mandi Ia pun keluar kamar mandi sebelumnya di ganti nama Anita menjadi Budi dan dikunci hp nya. Hal yang tak pernah dilakukannya sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2