
"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya." pamit Daniel pada istrinya. Ia mengecup kening istrinya lembut dan mengusap rambutnya.
Nia yang baru saja terbangun, mengerjap-ngerjapkan matanya. Harum parfum mahal dari tubuh Daniel tercium wangi maskulin dan terasa amat segar. "Gantengnya suamiku ini." gumam Nia pelan namun Daniel mendengarnya.
"Iya, dong. Kamu lanjut tidur lagi saja. Nanti kalau mau pesan makan kamu telepon saja ya. Biar Chef Kiki buatkan lalu diantar kesini."
"Kamu mau kemana sih? Aku ke Bali nyusul kamu kok malah kamu tinggal-tinggal?!" protes Nia.
"Maaf, Sayang. Aku sedang pegang kasus disini. Kamu tahu sendiri kan aku multi job. Aku diijinkan bisnis dengan syarat tetap jadi pengacara seperti kemauan Papa. Aku sudah terlanjur memegang kasus ini. Jadi aku harus menyelesaikannya sampai selesai."
"Pulangnya kapan?"
"Hmm... kayaknya malam deh." jawaban Daniel mengecewakan Nia.
"Huft... bakalan bete deh aku disini. Aku boleh kan jalan-jalan sekitar villa?"
"Boleh. Tapi jangan jauh-jauh dan jangan sampai kecapean. Obat dan vitamin harus diminum, oke?" Nia mengangguk setuju.
Dipandanginya wajah tampan suaminya yang terlihat amat segar. Ternyata Ia habis bercukur. Bulu halus di sekitar dagunya sudah bersih. Ia mengenakan kemeja berwarna merah marun gelap dan dasi hitam senada dengan celana bahannya warna hitam juga. Jarang ada cowok yang Nia anggap cocok pakai kemeja warna maroon, namun sepertinya semua yang Daniel pakai cocok-cocok saja.
"Peluk.." Nia membuka kedua tangannya lebar. Entah mengapa Ia tak mau pisah dari suaminya tersebut.
"Manja banget sih. Tumben. Tapi uh masih bau iler nih." goda Daniel tapi Ia tetap memeluk istrinya tersebut, tak peduli kemeja akan kusut.
"Jangan malam-malam ya." pesan Nia.
"Iya Sayang. Kan aku harus membacakan dongeng buat anak kita nanti malam. Doakan aku ya."
"Pastinya. Hati-hati di jalan ya."
"Siap, Bos!" Daniel mengambil jasnya lalu pergi meninggalkan villa.
Nia yang sudah terbangun tidak bisa lagi tertidur. Segar sudah matanya sekarang, lebih baik Ia mandi lalu ke ruang tamu sekalian membantu karyawan lain.
******
Nia terlihat segar sehabis mandi. Dengan mengenakan hot pants dan kaos berwarna pink yang senada dengan celananya Ia berjalan menuju lobby.
Sekarang perutnya sudah tidak sakit seperti kemarin. Mungkin berkat obat penguat yang diresepkan untuknya kemarin.
Anton sedang memimpin morning briefing pagi ini. Nia duduk di sofa dan melihat Anton menggantikan tugas Daniel memimpin karyawannya. Anton sedang membuat pembagian tugas karena mereka akan kedatangan tamu 40 orang mahasiswa dari Jakarta.
Dari briefing yang disampaikan, dapat disimpulkan kalau persiapan sudah hampir 100 persen. Rombongan dari Jakarta diperkirakan akan segera tiba. Perwakilan mereka sudah mengabarkan. Anton pun membubarkan briefing agar karyawan kembali ke tempatnya masing-masing.
"Eh ada Si Non." sapa Anton yang melihat Nia duduk manis di sofa.
"Ada yang bisa aku bantu gak? Bosen nih gak ada kerjaan." tawar Nia.
"Gak usah Non. Ntar Bos marah kalau Si Non kecapean. Udah sarapan belum, Non?"
"Belum. Nanti saja. Masih kenyang." tolak Nia.
__ADS_1
"Bos pesen kalau Non keluar kamar harus langsung sediain sarapan. Non gak liat tuh CCTV diatas? Suka dipantau sama Doi kalau Non belum makan habis saya diomelin, Non."
Merasa tak enak kalau sampai Anton diomeli karena dirinya akhirnya Nia mau juga memesan sarapan. "Yaudah aku mau roti bakar keju sama susu hangat saja."
"Siap. Saya telepon ya Non." Anton lalu mengangkat telepon dan memesan 2 menu. Satu untuk Nia dan satu lagi untuk dirinya. Ha..ha...tidak mau rugi Dia.
"Aku bisa bantu apa nih? aku bosan kalau gak ada kerjaan." protes Nia lagi.
"Main Hp aja Non. Saya gak berani kasih Non kerjaan. Bisa dipenggal leher saya sama Si Bos."
"Yaudah kalau gak boleh. Huft. Oh iya semalam Mas Anton jadi tidur di Villa Papa?" Nia mengganti topik pembicaraan mereka.
"Jadi dong. Enakkan disana malah. Lega. Jadi bisa cuci mata sama Dokter Meita."
"Oh jadi Mas Anton naksir Dokter Meita nih?"
"Iya naksir. Tapi Dokter Meitanya malah naksir Daniel."
"Apa..apa? Naksir Daniel?" Nia memastikan kalau Ia tidak salah dengar.
"Tenang aja Non. Danielnya gak suka kok."
"Kenapa gak suka? Kan Dokter Meita cantik."
"Yeh emang Si Bos gak demen masa dipaksa sih Non. Lagian kalau Si Bos suka sama Dokter Meita mah Si Non gak ada disini. Dan saya sedang menangis dipojokan sana."
Nia tertawa mendengar perkataan Anton. "Iya juga sih." sedang asyiknya mengobrol ada yang datang.
"Excuse me, beautiful ladies." Nia menengok ke arah asal suara. Steve. Turis asing yang kemarin sempat berkenalan dengannya.
"Boleh saya menyewa mobil untuk berjalan-jalan?"
"Boleh, Sir. Sama saya saja jangan sama Si Non." Anton menyela percakapan Nia dan Steve.
"Bisa tolong dipesankan?"
"Siap. Silahkan ditunggu, Sir." Anton pun kembali ke meja resepsionisnya dan menghubungi jasa penyewaan mobil langganan villa.
"Kamu menginap disini juga?" tanya Steve pada Nia.
"Iya." jawab Nia.
"Liburan?"
"Hmm... bisa iya, bisa juga tidak."
"Mau gabung dengan kami dan ikut jalan-jalan keliling Bali?" ajak Steve.
"Terima kasih. Aku disini saja. Aku mau bantu Anton karena akan banyak tamu yang datang." tolak Nia halus.
"Huh... padahal aku mau ajak kamu jalan-jalan loh. Kamu cantik sekali. Aku mau temenan sama kamu."
__ADS_1
"Ehem... maaf nih ganggu. Mobilnya akan datang 15 menit lagi." Anton menyela percakapan Nia.
"Oke. Makasih Mr. Anton." Steve lalu menatap Nia lagi. "Kamu benar tidak mau ikut kami jalan-jalan?" rupanya Steve pantang menyerah.
"Tidak usah. Terima kasih Mr. Steve." tolak Nia lagi. Ia melihat mata Anton melirik CCTV dan mulai khawatir.
"Baiklah. Nanti akan saya belikan sesuatu yang unik buat kamu. Sebagai tanda pertemanan dari saya. Boleh kan?" tanya Steve lagi.
Mati deh. Ni bule bener-bener naksir berat sama Nia. Semoga Daniel sibuk dan tidak mengecek CCTV. Bisa masalah nih kalau merpatinya dirayu orang- Anton.
"Terima kasih." jawab Nia singkat. Ia juga merasakan kekhawatiran yang sama seperti yang Anton rasakan.
Steve lalu kembali lagi ke Villanya untuk memberitahu teman-temannya kalau mobil yang mereka sewa akan segera tiba.
Anton langsung menghampiri Nia. "Bilang saja kalau Non itu istri pemilik Villa. Jangan main-main Non sama malaikat maut. Kalau sampai Bos Daniel marah lebih nyeremin daripada malaikat maut. Please Non jangan sampai saya disuruh tidur di kolam renang. Please... "
Nia tersenyum mendengar perkataan Anton. Ia pun takut kalau Daniel sampai marah. "Mas Anton gak usah khawatir. Aku juga gak mau sampai Daniel marah. Aku hanya bersikap ramah saja sama turis asing yang datang. Biar bagaimanapun mereka tamu kita. Kita harus menyambut mereka dengan baik."
Percakapan Nia dan Anton terhenti tatkala Chef Kiki membawakan sarapan pagi untuk Nia dan Anton. Nia pun mengucapkan terima kasih.
"Ayo kita sarapan, Non." ajak Anton.
Anton makan dengan lahap. Sementara Nia hanya mengacak-acak makanannya saja. "Non, makan dong yang bener. Nanti saya yang diomelin Si Bos." protes Anton lagi.
"Kenyang, Mas." alasan Nia.
"Kan belum makan Non. Aduh saya bisa di-" ucapan Anton terputus karena ada telepon masuk.
"Pagi Villa XY ada yang bisa saya bantu?" jawab Anton sopan.
"Ton. Kenapa Nia gak mau makan? Enak aja makan sendirian. Suruh Nia makan!" Anton langsung menatap ke arah CCTV. Bener-bener deh tuh Si Bos.
"Nia, bojomu telepon nih. Dia lagi mantau CCTV katanya kamu gak mau makan." Anton memberikan telepon tersebut pada Nia.
"Kenapa Sayang?"
"Kamu gak sarapan?" tanya Daniel.
"Masih kenyang."
"Kan kamu belum makan. Ayo makan dong."
"Aku minum susu saja ya. Yang penting perut aku gak kosong, oke?" Nia mulai mengajukan negosiasi.
"Yaudah. Satu lagi, jangan pakai hot pants kayak gitu. Aku aja yang ngeliat dari CCTV aja nafsu apalagi yang ngeliatin langsung?"
"Aku gak bawa banyak baju Sayang. Nanti saja aku beli baju dulu."
"Biar aku pesankan saja buat kamu. Kamu duduk manis saja di sofa. Inget, jangan kecapean, oke? Aku meeting dulu ya." pamit Daniel.
Nia menatap CCTV lalu tangannya membentuk love dan diarahkan ke CCTV. Daniel yang melihatnya dari Hp nya hanya tersenyum melihat keimutan istrinya tersebut.
__ADS_1
*****
Votenya sepi nih. Padahal aku udah usahain update cepet loh. Syedih... hiks...