Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Mencari Keberadaan Nia


__ADS_3

-Apartemen Anita-


Akal sehat Ronald langsung menyadarkannya. Ia harus mengejar Nia. Ronald langsung mengambil bajunya yang masih berserakan di bawah tempat tidur.


"Tunggu, kamu mau kemana?" cegat Anita. "Kamu masih hutang penjelasan sama aku. Nia benar istri sah kamu?"


"Aku gak punya waktu untuk jelasin semuanya sekarang. Aku harus mengejar Nia" Ronald telah selesai mengenakan bajunya.


Anita yang melihat Ronald akan pergi meninggalkannya tanpa penjelasan sama sekali seakan tak rela. Ia berlari lalu mengambil kunci mobil milik Ronald.


"Kamu mau apa? Kembalikan kunci mobil aku" Ronald sudah mulai marah pada Anita.


"Aku gak mau berikan kalau kamu belum jelaskan semua kejadian hari ini" Anita menantang balik Ronald.


"Oke aku jawab. Iya. Nia memang istri sah aku. Dan hari ini Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau aku telah berselingkuh di belakangnya. Aku gak tau sejak kapan Ia mencurigaiku sampai akhirnya hari ini Ia tiba-tiba datang dan menggerebek aku. Sekarang aku tanya balik sama kamu. Dimana kamu kenal Nia?"


"Jelas kenal, Nia kan adiknya Nay temanku. Aku sudah 2x makan siang bareng Nia. Aku gak tau kalau Nia ternyata istri kamu. Lalu kita harus apa?" Anita terlihat sangat cemas.


"Aku gak tau. Satu yang pasti, aku harus mengejar Nia sekarang. Sebelum semua terlambat. Aku gak mau Nia menceraikan aku" Ronald mengambil kunci yang dipegang oleh Anita saat Ia lengah.


Anita kaget saat Ronald berani mengambil paksa kunci mobil darinya. Ia pun merentangkan kedua tangannya dan menghalangi kepergian Ronald.

__ADS_1


"Minggir kamu" Ronald mulai menepis tangan Anita, Anita tetap tak bergeming.


"Lalu bagaimana dengan aku? Kalau kamu tidak mau diceraikan oleh Nia, lalu kamu akan meninggalkan aku? Kamu sudah janji akan memilih aku dibanding istri kamu. Tapi apa? kamu justru lebih memilih istri kamu dibanding aku" teriak Anita penuh emosi. Air matanya membanjiri wajahnya.


"Tapi Nia masih istri sah aku" teriak Ronald tak mau kalah.


"Ya sudah ceraikan Nia. Ingat ya, kamu sudah janji sama aku kalau kamu akan memilih aku, bukan istri kamu" Anita berteriak sambil menunjuk-nunjuk wajah Ronald, hal yang tak pernah dilakukan Nia. Itu yang membuat Ronald makin emosi.


"Satu yang pasti, aku harus mengejar Nia sekarang. Terserah kamu mau berbuat apa" Ronald mendorong Anita sampai Ia terhuyung dan jatuh di lantai. Ronald langsung bergegas pergi meninggalkan Anita yang menangis sambil memaki-maki dirinya.


"******** kamu Ronald" teriak Anita. Ronald tak peduli beberapa tetangga sudah mulai mencari tahu ada keributan apa. Ini langsung masuk lift dan menuju parkiran mobil.


Ronald mengemudikan mobil dengan banyak hal yang dipikirkannya. Bagaimana kalau Nia benar akan menceraikannya. Ia teringat kembali raut wajah Nia saat melihat Ia tertidur hanya memakai pakaian dalam saja di apartemen Anita. Sorot mata penuh kekecewaan dan amarah terlihat di matanya. Tak ada air mata dan caci maki yang keluar dari mulut Nia. Hanya satu kalimat yang membuatnya seakan disambar petir di siang bolong, yakni Nia akan menceraikannya.


Ronald mempercepat laju kendaraannya, namun sayang kecelakaan lalu lintas terjadi dan membuat jalan bebas hambatan yang dilaluinya sedikit tersendat. Ronald memukul stir mobilnya dengan emosi. "Sial" umpat Ronald. Berkali-kali klakson mobil dibunyikannya agar mobil yang di depan tak berhenti hanya untuk melihat kecelakaan lalu memfotonya. Setelah melewati tempat kecelakaan, jalanan kembali lengang. Ronald pun menambah kecepatan mobilnya.


Akhirnya Ronald sampai di depan rumahnya. Bergegas Ia masuk ke dalam rumah. Ia langsung mencari keberadaan Nia di seluruh penjuru rumah, namun tak juga Ia temukan. Ia lalu membuka pintu lemari pakaian yang terlihat berantakan dan baju milik Nia sudah kosong. Ia pun terduduk lemas.


"Ya Tuhan... Nia... " Sesal Ronald. Hanya satu tempat yang akan dituju Ronald, yakni rumah Papa Adi. Namun Ronald tak berani menginjakkan kakinya setelah sadar akan perbuatannya pada Nia. Dulu saat Nia kabur Ia sudah berjanji sama Papa tidak akan menyakiti hati Nia lagi. Sekarang apa yang akan dikatakannya pada Papa? Pasti Ia akan langsung diusir.


Hp Ronald terus menerus berbunyi. Ronald mengintip siapa peneleponnya yang ternyata Anita. Ronald lalu memblokir nomor Anita agar tak mengganggunya lagi.

__ADS_1


Ronald mencoba berpikir jernih. Ia harus minta maaf bahkan berlutut pada Nia. Ia yakin Nia punya hati yang baik dan pasti akan menerima permintaan maafnya. Ia tau bahwa Nia sangat mencintainya. Ronald menenangkan dirinya lalu keluar rumah berniat langsung menjemput Nia di rumah Papa. Ia tak peduli jika Papa marah besar dan akan memukulnya sekalipun. Satu yang pasti, Ia tak akan rela kehilangan Nia sampai kapanpun.


Ronald mengemudikan lagi mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Papa. Ia pun sampai rumah Papa dan langsung berhenti di depan rumah. Ronald mengetuk pintu dengan tak sabar, sampai Papa akhirnya membukakan pintu.


"Pa, dimana Nia? Aku harus bicara sama Nia, Pa. Aku benar-benar menyesal telah mengkhianatinya. Aku minta maaf Pa. Aku..."


Papa memotong perkataan Ronald. "Apa maksud kamu? minta maaf? kamu selingkuhi anak saya?" tanya Papa emosi.


Ronald pun kebingungan dan langsung tersadar akan kebodohannya yang terlalu tergesa-gesa tanpa pikir panjang bicara tanpa menanyakan dahulu keberadaan Nia. "Nia tidak kesini Pa?"


"Apa yang telah kamu lakukan pada anak saya? Dimana Nia anak saya?" bentak Papa.


"Maaf Pa. Tapi Ronald benar-benar tak tahu dimana Nia berada. Nia mengemasi semua barang-barangnya lalu pergi dari rumah" kata Ronald putus asa. Berkali-kali Ia mengusap wajahnya yang pucat pasi.


Papa lalu mencengkeram kerah baju Ronald. "Apa? Kamu apakan anak saya? Nia tidak akan pergi kalau kamu tidak menyakitinya. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Nia, kamu tidak akan saya biarkan lolos"


"Maaf Pa.. Ronald minta maaf... Ronald menyesal Pa" Ronald memohon ampunan pada Papa.


"Cepat ceritakan apa yang sudah terjadi" Papa pun melepaskan tangannya pada kerah Ronald.


"Nia... melihat Ronald selingkuh sama wanita lain Pa" kata Ronald dengan gemetar.

__ADS_1


Brugg... Satu tonjokan dari Papa melayang ke pipi Ronald. "Dasar laki-laki tak tahu diri. Nia sudah menerimamu apa adanya malah kamu balas dengan mengkhianatinya. Pergi kamu dari sini. Jangan pernah bermimpi untuk menemui anak saya lagi" Papa lalu menutup pintu rumah dan menguncinya rapat.


"Pa... maafin Ronald Pa.... Ronald nyesel Pa... " Ronald menangis sesegukan sambil mengetuk pintu rumah, berharap pintu rumah dan pintu maaf Papa akan terbuka, namun harapan tersebut sia-sia. Papa telah menutup hatinya rapat untuk laki-laki yang sudah menyakiti hati putrinya.


__ADS_2