
Meeting dengan Nasabah berlangsung lancar tanpa ada kendala. Nasabah setuju dengan syarat dan ketentuan yang diajukan Ronald. Lumayan menambah bonus yang akan diterima Ronald nanti. Ronald juga sudah mengabari kantornya tentang suksesnya kesepakatan mereka. Tugas Ronald sebenarnya sudah selesai. Namun Ronald masih ingin menghabiskan waktunya bersama Anita di pulau Bali ini.
Ronald berniat mengabari Anita tentang keberhasilannya, Ia mencari history call di hp. Ternyata Ia terakhir berbicara dengan Nia. Kembali rasa bersalah itu menyelimutinya. Kenapa orang yang pertama kali ingin dikabari bukanlah Nia melainkan Anita? Apakah posisi Nia dihatinya sudah digantikan dengan Anita? Apakah Ia sudah tidak mencintai Nia lagi? Apakah semudah itu cintanya hilang dan berganti orang?
Tanpa sadar langkah kaki Ronald sudah mengarah ke pantai Kuta. Pikirannya yang sempat galau dan kalut membawanya mencari tempat tenang. Ia memikirkan hatinya. Benarkah Ia tidak mencintai Nia lagi?
Ronald mencopot sepatunya dan menggulung celana jeansnya. Ia ingin bermain air di pantai agar bisa berpikir jernih. Udara sore ini tidak terlalu panas, cocok untuknya bermain di pantai.
Kembali dilihatnya hp miliknya. Siapakah yang akan Ia kabari terlebih dahulu tentang keberhasilannya? Orang yang mendukung dan mendoakan Ia selama ini yaitu Nia atau orang yang membuatnya banyak ide segar dan inovatif ketika bekerja yakni Anita. Ia menimbang-nimbang pilihannya. Jika memberitahu Nia, maka Nia akan curiga kenapa Ia tak langsung pulang. Namun jika memberitahu Anita maka Ia merasa bersalah pada Nia, mengapa bukan istrinya yang diberitahu pertama kali? Ah, pusing. Punya dua wanita memang memusingkan, bagaimana ya dengan suami yang berpoligami dengan istri lebih dari 4???
Ronald melihat seorang turis mancanegara mengenakan kalung kerajinan tangan asli Bali. "Nia pasti senang jika Ia membelikannya oleh-oleh seperti itu" gumam Ronald. Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya. Ia menelepon Anita dan memberitahukan bahwa Ia berhasil deal dengan Nasabah. Anita menyambut senang keberhasilannya tersebut sambil memuji-muji kehebatan Ronald. Itulah yang diinginkan Ronald, sebuah pujian atas hasil kerja kerasnya. Ia lalu meminta Anita menyusulnya ke toko souvenir Krisna di Kuta agar sekalian makan malam diluar. Anita pun mengiyakan dan segera mungkin menemui Ronald dan merayakan keberhasilannya.
Ya, akhirnya yang dipilih Ronald adalah Anita. Dan Ia tak menyesal. Hasil kerja kerasnya sangat dihargai oleh Anita. Bahkan mereka akan merayakannya dengan makan malam romantis. Lalu bagaimana dengan Nia?
Ronald memberhentikan sebuah taksi dan meminta diantarkan ke toko souvenir Krisna. Iya memutuskan membelikan Nia hadiah untuk menebus rasa bersalahnya. Ia tak mau jika memberitahu Nia sekarang maka Nia akan menyuruh Ia cepat pulang, dan rencana pacaran dengan Anita akan berakhir. Lebih baik dibelikannya hadiah dan besok pagi sebelum check out Ia baru mengabari Nia dengan alasan ketiduran dan tak sempat mengabari. Sungguh alasan yang simple dan mudah dipercaya.
__ADS_1
Ronald masuk ke dalam toko Krisna. Dipilihnya aksesoris yang menurutnya menarik. Kalung, cincin dan juga gelang dibelinya. Ia juga membeli kain tenun khas Bali. Ronald lalu buru-buru membayar sebelum Anita datang. Disembunyikannya oleh-oleh tersebut di dalam tas laptopnya. Ronald lalu masuk kembali sambil membawa keranjang dan mengambil beberapa cemilan, agar saat Anita datang berpikir Ronald membeli oleh-oleh standar tak ada yang di khusukan untuk Nia.
Benar dugaan Ronald. Tak lama Anita pun datang, sambil celingak celinguk mencari keberadaan Ronald. Ia pun menemukan Ronald sedang memilih rasa kacang disko mana yang akan dibeli. Dengan mengendap-endap Anita mendekati Ronald lalu langsung memeluknya dari belakang. Ronald tertawa senang melihat ulah Anita. Ia lalu merangkul Anita dan mengajaknya belanja oleh-oleh.
Ah lengkaplah sudah kebahagiaan yang dirasakan Ronald. Tak ada yang tahu jika wanita yang dirangkulnya adalah selingkuhannya. Siapa yang akan peduli? Tak seperti di Jakarta mereka sering mengendap-endap bahkan tak bisa saling merangkul sebebas disini. Takut ada mata-mata yang melaporkannya. Sekarang tak masalah, sesekali mereka berciuman singkat, layaknya turis mancanegara saja lagaknya.
Selesai berbelanja Ronald mengajak Anita makan malam di salah satu restauran yang menjual ayam betutu khas Bali. Mereka makan dengan lahap seraya mengisi energi karena setelah sampai kamar hotel mereka akan melakukan percintaan panas lagi bahkan berkali-kali sampai mereka kelelahan.
*****
"Ah, aku masih mau bebas peluk cium kamu Mas" rengek Anita manja.
"Aku juga sayang. Tak mau ngelepasin kamu"
"Yaudah kita resmiin aja gimana hubungan kita?" tanya Anita antusias. Tak disangka Ronald tak berani melakukannya.
__ADS_1
"Sabar ya sayang. Sementara kita begini aja dulu" hibur Ronald.
"Mau sampai kapan Mas? kenapa gak kamu ceraikan saja sih istri kamu yang mandul itu? Nanti aku akan kasih kamu anak yang banyak, gak kayak Dia yang susah punya anak"
"Jangan gitu dong. Kalau kamu melahirkan banyak anak, nanti kalau kita ehem ehem banyak yang ganggu lagi" Ronald tak mau menimpali omongan Anita dengan serius makanya Ia membercandainya. Ia tak mau kemesraan mereka berubah menjadi perang dingin.
Anita tak jadi marah karena dibercandai Ronald. Mereka lalu berpisah dan kembali ke kehidupan mereka sebelumnya. Ronald memanggil taksi dan memberitahukan alamatnya.
Taksi yang ditumpangi Ronald pun sampai di rumah. Setelah membayar Ronald sibuk mengeluarkan koper dari bagasi mobil. Nia yang mendengar suara mobil berhenti didepan rumahnya langsung keluar. Benarlah tebakannya bahwa sang suami sudah sampai. Nia menyambut kedatangan Ronald dengan senyum senang. Ia lalu mencium tangan sang suami dan membantu membawa tas laptopnya, sementara Ronald membawa kopernya. Mereka pun memasuki rumah.
Ronald duduk di ruang tamu melepas lelahnya. Dengan sigap Nia membantu melepaskan sepatu dan kaus kakinya lalu pergi ke dapur untuk membuatkan minuman kesukaan Ronald yakni es teh manis. Nia menyuguhkan es teh manis yang dibuatkannya kepada Ronald.
"Minum dulu Mas" Nia mengambilkan es teh manis dan disambut dengan Ronald. Es teh manis terasa segar sekali di tenggorokan Ronald. Tiba-tiba Ronald teringat oleh-oleh yang dibelikannya untuk Nia. Ia pun mengambil tas laptop dan menyerahkan oleh-oleh tersebut pada Nia.
"Ini buat kamu"
__ADS_1
"Apa ini?" Nia melihat isi paper bag dan melihat perhiasan perak yang cantik untuknya. "Wow bagus banget. Ya ampun Mas kamu sampai repot-repot membelikanku oleh-oleh. Makasih ya Mas" Nia lalu mengecup pipi Ronald tanda terima kasihnya. Sementara Ronald hanya diam saja menikmati rasa bersalahnya.