Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Bali 19


__ADS_3

Kebahagiaan itu terkadang bukan berarti harus memiliki. Kebahagiaan itu terkadang hanya cukup melihat orang lain yang kita cintai berbahagia dengan jalan yang dipilihnya.


Ronald masih menatap kemesraan yang ditunjukkan oleh Daniel pada Nia. Nia yang pemalu bahkan tidak malu untuk pamer kemesraan dengan Daniel.


Suara ramai ibu-ibu arisan saat mengocok siapa yang dapat arisan kali ini tak mengganggu kemesraan mereka. Daniel dan Nia asyik dengan dunia mereka sendiri. Daniel yang sesekali mengusap perut Nia dengan penuh kasih. Nia yang tertawa bahagia mendengar humor yang diucapkan Daniel.


"Mama mau pulang rasanya Nal." bisik Mama Sri pada Ronald.


"Sabar, Ma. Mama sih yang mulai pamer pertama kali. Kalau Mama dari tadi biasa saja mungkin Mama tidak akan sekesal sekarang." omel Ronald dengan suara pelan. Ia tidak mau yang lain dengar dan membuat mamanya makin malu.


"Mama kan hanya mengungkapkan kebenaran Nal kalau Anita lebih baik dari Nia." Mama masih tidak mau mengalah.


"Menurut siapa? menurut Mama kan? Menurut aku tidak. Nia jauh lebih baik dari Anita. Bahkan di mataku Nia adalah istri terbaik yang pernah ada." bela Ronald.


"Tapi Anita kan wanita karir yang suΔ·ses. Dia bahkan bisa mengajak kamu tinggal di apartemen di tengah kota seperti itu."


"Gak penting Ma bagi Ronald. Nia walau hanya seorang karyawan biasa namun semua kebutuhan Ronald Ia penuhi. Makan. Pakaian. Bahkan I sendiri yang memasakkan Ronald. Tapi Anita? Semua orang lain yang lakukan, mentang-mentang Ia banyak uang, selalu mengandalkan orang lain."


"Kamu kok kayak gak bahagia hidup sama Anita, Nal?" Mama Sri akhirnya menangkap isi hati Ronald.


"Jelas tidak bahagia, Ma. Ronald merasa tidak dihargai oleh Anita. Mentang-mentang sekarang kami tinggal bersama di apartemen mewah Ia suka berbuat semena-mena dengan Ronald. Berbeda sekali dengan saat Ronald tinggal bareng Nia. Ronald baru mengenal sifat Anita yang sebenarnya sekarang, karena itulah Ronald masih berpikir matang-matang jika akan menikahinya." keluh Ronald. Mamanya hanya tahu Anita baik karena sering memberikannya barang mewah. Namun dibalik itu semua Anita berlaku seenaknya dengan Ronald dan menganggap kartu As Ronald sudah dipegangnya.


"Kenapa kamu masih melanjutkan hubungan kamu dengan Anita jika kamu tidak bahagia?" tanya Mama Sri lagi.


"Terpaksa, Ma. Hanya Anita yang mau menerima Ronald yang sulit memberikannya momongan. Kalau dulu ada Nia makanya Ronald santai. Sekarang mana mau Nia kembali lagi dengan Ronald setelah mendapatkan keluarga baru yang lebih baik dan lebih bahagia lagi?" Ronald memakan makan malamnya dengan tidak semangat. Tidak dihabiskan juga akan mubazir.


"Sekarang Anita sombong, Ma. Setelah tau Nia menceraikan Ronald apalagi saat tau Ronald susah punya anak Ia semakin di atas angin. Ronald ingin pulang ke rumah Ronald saat Ronald dan Nia menikah dulu, namun Ronald tidak sanggup. Rumah itu begitu banyak kenangan indah. Setiap Ronald ke sana, ada beribu penyesalan menghimpit dada Ronald. Rumah yang dulu hangat sekarang sudah dingin tanpa sentuhan cinta. Ronald pernah menawarkan Anita untuk tinggal di rumah Ronald, namun Ia menolak dengan alasan rumahnya kecil dan terkesan kuno. Ia tidak mau tinggal di tempat yang fasilitasnya tidak selengkap apartemennya."


Mama Sri terlihat diam dan menundukkan kepalanya. Ia merasa amat bersalah melihat putra kesayangannya hidup seperti sebuah kayu yang kosong. Ia sadar semua yang terjadi tidak terlepas dari ulah jahatnya juga. Seandainya dulu..... ah rasanya penyesalan pun tak ada guna. Semua sudah terlambat.


Mama Sri mengambil air putih dan meneguknya. "Kalau kamu memang tidak nyaman hidup dengan Anita, pergilah Nak. Jangan paksakan hatimu demi memenuhi kehendak Mama saja. Dulu kamu pernah mengorbankan hidup kamu demi baktimu pada Mama. Kamu tidak perlu melakukan hal itu lagi. Kejarlah kebahagiaanmu. Jangan pikirkan Mama lagi." Mama Sri menghapus setetes air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.


"Tapi Ma..."

__ADS_1


"Mama tidak apa-apa kok. Yang penting kamu bahagia."


Mama Sri lalu bangun dari duduknya dan menghampiri Mama Asih yang sedang asyik mengobrol dengan ibu-ibu baju orange.


"Jeng Asih... Selamat ya Jeng atas kehamilan menantunya. Semoga persalinannya nanti lancar dan di anugerahi anak yang sehat dan pintar." Mama Sri langsung cipika-cipiki dengan Mama Asih.


Semua mata memandang ke arah Mama Sri yang akhirnya merendahkan dirinya mengucapkan selamat pada Jeng Asih. Ronald nampak kaget dengan perbuatan Mamanya, namun Ia tersenyum senang karena Mama nya sudah bisa bersikap ikhlas.


"Terima kasih, Jeng. Amin, semoga doanya dikabulkan Tuhan ya." balas Mama Asih.


Mama Sri lalu menghampiri Nia yang sejak tadi menatap tanpa berkedip atas apa yang dilakukan Mama Sri dan Mama Asih.


"Nia sayang... selamat ya Nak. Akhirnya kamu hamil.. Mama turut senang mendengarnya." Suara Mama Sri terdengar menahan tangisnya. "Seandainya ini cucu Mama. Pasti Mama akan sangat bahagia seperti yang dirasakan oleh Jeng Asih saat ini. Semoga kamu bahagia ya Nak. Maafin kesalahan Mama selama ini. Mama selalu jahat sama kamu, padahal kamu sudah sangat sabar menghadapi Mama." Mama Sri akhirnya menangis.


Nia ikut sedih, ini pertama kalinya Mama Sri menangis sedih setulus ini. Waktu di sidang dulu Ia tahu air matanya tidak setulus hari ini.


"Amin. Makasih Ma. Doa yang sama untuk Mama juga." Nia tersenyum. Ia memaafkan semua kesalahan Mama Sri padanya. Hidupnya sudah bahagia, Ia tidak mau adanya dendam malah membuat hidupnya tidak tenang.


Ronald berjalan menghampiri Mama Sri. Ia pun ingin mengucapkan selamat pada Nia. "Selamat ya Ni. Aku turut senang mendengarnya." ucap Ronald tulus.


"Terima kasih Nal." jawab Nia.


"Selamat ya Bro. Titip Nia ya. Jaga Dia. Jangan sakiti hatinya seperti aku menyakitinya dulu." ucap Ronald.


"Tenang saja. Aku tidak akan menyia-nyiakan wanita sebaik dan secantik Nia." Daniel lalu mengecup rambut Nia.


Ronald tersenyum ikhlas. Mama Sri mengulurkan tangannya pada Ronald. Ia pun mengajak Ronald berjalan-jalan menikmati indahnha Bali dengan hati bersih tanpa dendam.


*******


9 Bulan Kemudian


"Mohon tenang, Pak. Ibu Nia sudah ditangani dengan dokter yang berpengalaman." suster senior itu pun memenangkan suami pasien yang mau melahirkan tersebut.

__ADS_1


Sejak tadi Daniel terlihat panik menunggu Nia yang sudah pembukaan 8. Ia ingin menemani di dalam namun rasa takut melihat darah membuatnya mundur.


Sudah tak terhitung berapa kali Daniel berjalan mondar-mandir menghilangkan kegugupannya. Tangannya dingin. Rasa excited dan khawatir bercampur aduk dalam dirinya.


"Duduk dulu Bos. Pusing liatnya dari tadi bolak-balik terus kayak setrikaan." omel Anton yang sejak tadi menemani Daniel di ruang tunggu.


"Udah jangan bawel. Belum pernah ngerasain sih gimana deg-degannya kalau bini mau ngelahirin." omel Daniel.


"Ya kan sebentar lagi bakal ngerasain. Untung Dokter Meita mau diajak nikah. Ah terkesima juga Dia dengan ketampananku ha..ha..ha.."


"Liat ye. Saat anakku udah lahir. Tunggu pembalasanku nanti. 9 bulan manggil Anton tampan sudah bikin aku kayak memelihara bisul. Awas nanti.!" ancam Daniel.


"Ih Dia mah dendam banget jadi orang-" Daniel memotong suara Anton.


"Sst.. tuh denger. Ada suara bayi. Itu pasti bayi Papa Daniel." Daniel lalu celingak-celinguk ruang tindakan sampai akhirnya perawat keluar dan membawa bayi.


"Selamat Pak Daniel. Anak Bapak Laki-laki dengan panjang 50 cm dan berat 3,5 kg." suster lalu memberikan bayi tersebut pada Daniel.


"Syukurlah sayang... kamu tidak mirip Om Buluk. Ya Tuhan kamu tampan sekali. Anak Papa Daniel... " Daniel mengecup putra pertamanya tersebut. Air mata penuh syukur pun terucap. Terima kasih Tuhan atas segala karunia-Mu.


*******


Setelah menghilang selama setahun, Ronald akhirnya memutuskan hubungannya dengan Anita dan kembali tinggal di rumah Mama Sri.


Mama dan Papa Daniel sedang pelesiran ke berbagai negara untuk menikmati masa tua mereka yang bahagia. Daniel dan Nia sudah menetap di Jakarta. Mereka hidup bahagia dengan buah hati mereka selamanya.


**T A M A T


****


Hi semua. Makaasiiiihhh banget udah setia ngikutin karya aku ini sampai tamat. Tapi jangan khawatir. Karya baru aku yang berjudul NAMAKU AYU udah terbit dan gak kalah seru. Pindah ke lapak sebelah ya. Makasih semuanya yang udah kasih kritik dan saran juga votenya. Aku seneng banget ada yang nungguin karyaku terbit. Aku merasa dihargai banget. Makasih semuanya..


#Cipokbasah. luv u all😘😘😭😭😘😘**

__ADS_1


__ADS_2