Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Weekend with Mama-1


__ADS_3

Acara memasak Nia sudah selesai. Udang saus asam manis dan tumis pokcay bakso sudah matang. Nia juga sudah menghidangkannya bersama nasi di meja makan.


Baru saja Nia hendak mengambil piring, sendok dan gelas bell pintu apartemen berbunyi. "Siapa ya?" gumam Nia. Kalau Ronald yang datang Ia akan langsung menutup pintu kembali. Malas Ia menanggapinya.


Nia melepaskan apron memasak dan menggantungnya di tempatnya dekat rak dapur. Ia lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya. Nia kaget melihat siapa yang datang.


"Mama?" Nia mencium tangan Mama Asri. "Masuk, Ma."


"Iya Sayang." Mama langsung masuk dan duduk di ruang tamu.


"Mau minum apa, Ma?"


"Apa aja."


"Nia ambilkan dulu ya Ma."


Nia ke dapur dan membawakan kembali dengan membawakan segelas jus mangga dan kue sebagai cemilannya. Nia menghidangkannya di hadapan Mama. "Silahkan diminum, Ma."


"Terima kasih Sayang. Seharusnya kamu gak usah repot-repot." Mama Asri meneguk jus mangga yang Nia sediakan. Terasa segar sekali di tenggorokannya.


"Ada apa ya Ma tiba-tiba Mama datang?" Nia akhirnya menanyakan pertanyaan yang sejak tadi dipikirkannya.


"Jadi Mama gak boleh nih main ke rumah anak dan menantu Mama?" Mama pura-pura merajuk.


"Bukan, Ma. Maaf Ma, Nia tidak bermaksud apa-apa. Nia agak kaget aja Mama datang. Kalau tahu Mama mau datang Nia akan membuatkan Mama sesuatu."


Mama tersenyum melihat menantunya.


Manis sekali sikapnya. Pantas saja Daniel tergila-gila dan minta dinikahkan secepatnya. Semoga Nia sayang sama Daniel, seperti Daniel yang amat menyayanginya- Mama Asri.


"Iya Mama tau kok. Nanti saja masakkin Mamanya. Kita pergi yuk."


"Kemana, Ma?"


"Shopping. Kita kan belum pernah shopping bareng. Kamu mau kan shopping bareng?"


Pertanyaan Mama belum sempat Nia jawab namun tiba-tiba Daniel muncul hanya dengan mengenakan celana dalam saja.

__ADS_1


"Mau Mama bawa kemana istri Daniel?" Daniel cuek saja tidak pakai baju dan sambil garuk-garuk rambutnya padahal tidak gatal.


"Kok kamu disini? Bukannya di Bali?" Mama Asri menjawab pertanyaan Daniel dengan pertanyaan balik.


Mama Asri baru sadar kalau Daniel hanya memakai celana dalam saja. "Kamu kok gak pakai baju? Untung tamunya Mama kalau orang lain gimana?"


"Biarin aja. Ini kan apartemen aku. Suka-suka aku lah." Nia memperhatikan saja percakapan ibu dan anak sambil menahan tawa.


"Ih dasar tukang pamer. Mau pamer ya jadi pengantin baru? Sorry ya gak mempan. Mama udah pernah juga jadi pengantin dan sampe sekarang masih kayak pengantin baru sama Papa kamu." pamer Mama Asri.


Nia tak menyangka ternyata walau mereka orang kaya tetap saja akrab dan saling mengejek. Nia pikir seperti di film-film drama antara anak dan Ibu tidak akur.


"Jawab dulu Mama mau bawa kemana istri aku?"


"Kamu yang jawab dulu kenapa ada disini? Bukannya dari Rabu kamu di Bali?" Mama Asri tak mau kalah juga ternyata.


"Gak usah nanya lah. Kan katanya sampai sekarang Mama sama Papa masih kayak pengantin baru. Aku kangenlah sama istri aku. Kan aku memang pengantin baru. Weekkk!!"


Apa lagi ini? kenapa mereka malah saling mengejek? Tapi seru sih, seperti lagi nonton reality show- Nia.


"Sekarang gantian jawab, Mama mau bawa kemana istri aku. Dari tadi ditanya gak jawab-jawab, nyebelin nih!"


"Ma!"


"Iya... iya... gitu aja marah. Gak asyik ah. Mama mau ngajak Nia shopping."


"Gak boleh!" larang Daniel. Nia sekarang menatap Daniel heran. Kenapa Ia melarang Mamanya pergi bersama Nia?


"Ih bisanya larang-larang istri aja. Bodo ah Mama mau ngajak menantu Mama jalan!"


Sudah mulai berantem beneran nih. Kayaknya aku harus turun tangan deh sebelum Ibu dan anak ini bersitegang -Nia.


"Ehem... Mama.. dan Sayangku, kita makan dulu aja ya. Nanti baru kita bahas lagi kalau sudah makan." Nia lalu menyiapkan piring, sendok dan gelas untuk makan bertiga.


Mama Asri mengikuti Nia dari belakang. Begitu pula dengan Daniel. "Kamu mau ngapain?" tanya Mama pada Daniel.


"Makanlah. Pakai nanya lagi. Dasar perebut istri orang!"

__ADS_1


"Pakai baju dulu kali. Dasar pengantin baru sok pamer!" Mama tak mau kalah.


Nia tersenyum melihat ulah mereka. Lucu. Mereka tidak benar-benar bertengkar, hanya saling ejek saja. Nia menyendokkan nasi untuk Daniel dan Mama. Mereka menikmati sarapan pagi yang kesiangan bersama. Mama padahal sudah sarapan di rumah, tapi karena ingin mencoba masakan Nia Ia pun berpura-pura belum makan.


"Enak. Kamu hebat Ni. Jarang loh anak jaman sekarang yang jago masak dan mau terjun langsung ke dapur. "


"Makasih, Ma." jawab Nia.


"Istri siapa dulu?" Daniel tak melewatkan kesempatan untuk pamer.


"Menantunya siapa dulu?" Mama juga gak mau kalah.


"Ih ikut-ikut aja!"


"Biarin." Nia akhirnya tak kuat menahan tawanya. Daniel dan Mama Asri saling bertatapan lalu tertawa bersama. Ah serunya mereka.


"Mama mau ajak Nia ke Mall. Kamu mau ikut gak?" tanya Mama akhirnya setelah dari tadi berdebat terus.


"Kenapa sih Mama harus ajak Nia? pergi sama teman-teman Mama memangnya gak bisa apa? Aku kan mau pelukin Nia seharian mumpung aku di Jakarta. Mama gak ngerti banget perasaan pengantin baru sih!" ternyata Daniel masih merajuk.


"Habis kamu mentang-mentang pengantin baru maunya di kamaaaaar terus. Ajaklah istri kamu jalan-jalan kemana kek. Kalian kan belum bulan madu karena apa? Karena kamu juga yang sibuk ngurusin bisnis kamu sama si Anton Buluk itu!"


Glek. Kenapa Mama ikut-ikutan manggil Anton si Buluk? Ah dasar Mama sama anak sama saja- Nia.


"Maaf, aku memotong pembicaraan kalian. Yang, aku mau kok ikut Mama jalan-jalan, bosan juga di apartemen terus. Kamu mau ikut ga? kalau capek istirahat saja di apartemen. Kalau mau temenin kita berdua sih boleh aja." Nia akhirnya menengahi perdebatan kedua ibu dan anak tersebut dengan mengutarakan keinginannya.


"Yaudah aku ikut aja. Kalau aku capek nanti aku ke pijat reflexi kalian jalan-jalan saja berdua." Daniel pun menjawab cepat.


"Nah gitu dong. Yaudah sana mandi. Keluar kamar pakai celana dalam saja kayak Tarzan aja kamu!" tuh kan sama saja, Mama juga yang memulai meledek Daniel, baru saja Nia tengahi sudah memancing Daniel lagi.


"Aku tuh mau pamer six pack aku tau. Kalau Mama gak ajak Nia pergi niatnya aku seharian mau pakai celana dalam saja, biar gampang gitu." Daniel tersenyum mengejek.


"Sudah sana cepat mandi. Mama tinggal nih kalau lama!"


"Iya... iya..." Daniel menyelesaikan makannya dan langsung bergegas mandi.


Nia pun membereskan bekas makan mereka dan mencucinya. Mama Asri memperhatikan saja dari tadi. Mama Asri senang melihat Nia juga mengurus Daniel dengan baik. Tak ada asisten rumah tangga dan wanita karir, namun Nia mampu merapikan sendiri apartemen ini.

__ADS_1


Nia lalu ijin mau siap-siap dulu sama Mama. Nia mengganti bajunya dengan kemeja santai dan celana jeans. Ia juga memakai make up minimalis agar wajahnya terlihat segar. Tak lupa menutupi lehernya dengan syal yang Ia ikat bentuk pita. Conceler miliknya habis, Ia berniat membelinya nanti sekalian jalan-jalan.


__ADS_2