Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Dunia itu sempit


__ADS_3

"Oke, jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Nia penasaran.


"Weits... sabar Non. Mengumpulkan bukti seseorang berselingkuh itu sama seperti kita akan menjebak maling masuk perangkap. Susah dan beresiko"


"Beresiko gimana? Dia kan suami aku sendiri?" tanya Nia lagi.


"Iya menurut kamu. Kan kamu gak bawa-bawa buku nikah kemana-mana kan? Tapi boleh juga sih mulai sekarang kamu bawa. Buat jaga-jaga saja. Jadi gini, saat kamu nanti menggerebek suami kamu berselingkuh pasti akan terjadi keributan. Masalahnya adalah kamu menggerebeknya dimana? Kalau kamu menerobos masuk ke dalam rumah selingkuhan kamu tanpa membawa saksi misalnya polisi atau ketua RT ya kamu bisa dituntut jika pemilik rumah yang notabene adalah selingkuhan suami kamu tidak terima atas perbuatanmu. Rumit kan?"


"Terus aku harus apa dong?" tanya Nia putus asa.


"Mudah sih, kamu tinggal bawa saksi saja. Tapi kamu harus gerak cepat. Kalau kelamaan nanti mereka ternyata hanya ngobrol saja dan ada banyak orang di rumah malah kamu malu sendiri"


"Serumit itu ya? kok kalau di sinetron enak banget, tinggal dobrak pintu saja dan langsung deh ketahuan selingkuh" protes Nia.


Daniel yang mendengar perkataan Nia tak kuasa menahan tawa. Ia pun tertawa terbahak-bahak bahkan sampai meneteskan air mata.


"Ih malah ketawa. Aku serius tau" Nia pun memanyunkan bibirnya.


"Maaf... maaf... hahaaha... aku gak kuat nahan ketawa. Kamu tuh lucu banget, sumpah" Daniel langsung menghentikan tawanya saat melihat Nia cemberut. "Ya Tuhan, kamu tuh imut banget ya. Cemberut aja ngegemesin. Maaf. Aku gak bermaksud gak menghargai. Tapi ini dunia nyata bukan di dalam sinetron. Lagi juga kayak kuat aja kamu dobrak pintu? memang gak berat apa?" Daniel masih menahan tawanya sampai wajahnya memerah.


"Yaudah jadi aku harus apa?" tanya Nia putus asa.


"Minum dulu, Neng" Daniel mengangkat gelas kopi dan meminumnya agar Nia mengikuti yang Ia lakukan. Benar tebakannya, Nia manut saja. Lagi-lagi Daniel menahan tawanya.


Imut sekali wanita satu ini. Ah bodohnya laki-laki itu menyia-nyiakan wanita cantik ini- Daniel.


"Udah tenang?" Nia pun mengangguk. "Ya seperti itu. Kamu harus tenang melakukannya. Jangan gegabah, berpikir tenang pasti ada jalannya. Kita mulai dari mencari siapa selingkuhan suami kamu"


"Caranya?"


"Kan aku bilang berpikir tenang. Coba kamu pikirin, dimulai dari hal kecil. Dimana mereka biasa ketemuan?"

__ADS_1


"Aku gak tau. Ketemu saja tidak pernah"


Hufft... Daniel menghembuskan nafasnya mendengar jawaban Nia.


"Neng, kan aku bilang berpikir tenang. Nanti kalau kamu ceroboh begini bagaimana kamu akan menghadapi kenyataan yang lebih menyakitkan lagi?" Daniel meminum kopinya. "Oke kita lanjutkan. Temanmu bertemu mereka dimana?"


"Di Mall"


"Kapan?" tanya Daniel.


"Waktu hari sabtu saat temanku lagi jalan sama suaminya"


"Kemana suami kamu kalau hari sabtu?" selidik Daniel.


"Lembur di kantor"


"Nah. Berarti suami kamu bohong dengan bilang Dia lembur"


"Kamu bisa mulai dari hari sabtu. Berarti Dia ke tempat selingkuhannya kalau hari sabtu. Oh iya, kemarin kamu cerita setiap pulang kerja Dia gak ada di kantor namun bilangnya lembur, ya mungkin juga hampir setiap hari Ia pergi ke tempat selingkuhannya bukan hanya hari sabtu"


"Iya aku juga udah feeling begitu" jawab Nia datar.


"Wah bagus dong. Gunakan feeling kamu. Biasanya kalau wanita itu punya insting kuat kalau pasangannya selingkuh. Misalnya perasaannya tiba-tiba tidak enak atau gimana gitu. Tapi kamu mah telat datang instingnya, sudah lama selingkuh baru ketahuan pas teman kamu kasih tau, selama ini kecolongan" sindir Daniel.


"Iih... kamu lama-lama ngeselin ya? Aku jitak nih" Nia lalu mengepalkan jarinya spontan Daniel pun menghindar. Daniel kembali menertawakan sikap Nia.


"Ampun... ampun Non... Galak banget dah ah. Ga bisa dibecandain deh"


"Habisnya kamu becanda melulu, gak tau apa aku tuh lagi galau" gerutu Nia. Nia lalu mengambil es kopinya dan meminumnya agar lebih tenang.


"Kalau kamu terlalu stress, gimana kamu bisa berpikir jernih? Makanya aku ajak kamu bercanda. Tapi sumpah ya kamu tuh cewek lucu pertama yang aku temui"

__ADS_1


"Tau ah. Terus gimana nih?" kata Nia merajuk.


"Oke, aku serius kali ini. Coba kamu cari tau tentang selingkuhannya dahulu. Mulai dari hp nya. Biasanya kalau cowok selingkuh, hp nya akan bersih. Dalam artian tidak ada history percakapan dan pesan dengan selingkuhannya tersebut. Coba saja kamu cek, pasti bersih deh. Ada cara yang mudah, sekarang ada aplikasi untuk menyadap pesan di hp, tapi syaratnya kamu gak boleh buka pesan sebelum suami kamu buka, karena akan ketauan sama Dia. Kalau menurut aku itu tidak perlu. Karena bisa melanggar privacy"


"Ini gak boleh. Itu gak boleh. Semua melanggar hukum. Jadi aku harus bagaimana? Lagian kamu tau banget hukum, memangnya kamu pengacara apa?" Nia mulai kesal.


Ya Tuhan, kenapa cewek ini makin kesal malah terlihat makin imut dan menggemaskan ya- Daniel.


Rese banget nih cowok, dari tadi muter-muter aja ngomongnya, gak tau orang lagi nyari solusi apa?- Nia.


Daniel lalu memberikan kartu namanya pada Nia. Ketika membacanya mata Nia langsung terbelalak. Ternyata Daniel benar seorang pengacara. Daniel Kenzi Darmawan nama lengkapnya. "Tunggu sebentar, sepertinya aku kenal kartu nama ini" Nia lalu mengeluarkan kartu nama yang diberikan oleh Papanya. Ternyata alamatnya sama.


"Kamu siapanya Pak Darmawan?" tanya Nia.


Daniel mengerutkan keningnya heran mendengar pertanyaan Nia. "Kamu kenal?"


"Ini" Nia lalu memberikan kartu nama Pak Darmawan pada Daniel.


"Kamu dapat ini dari mana?" tanya Daniel penasaran.


"Ditanya bukannya jawab malah balik nanya. Pak Darmawan siapanya kamu?" tanya Nia tak mau kalah.


"Papa aku" sekarang gantian Nia yang kaget. Betapa sempitnya dunia ini. "Aku udah jawab, gantian kamu jawab. Dari mana kamu dapat kartu nama ini? Papaku tidak akan sembarangan memberikan kartu nama berlogo emas ini kepada siapapun kecuali seseorang yang spesial"


"Dari Papa aku. Dia yang memberikannya sama aku dan menyuruhku menjaga baik-baik kartu itu" jawab Nia.


"Siapa nama Papa kamu?"


"Adi. Nama Papa aku adalah Adi"


Deg... Daniel kaget mendengar jawaban Nia. Jadi inilah wanita yang akan dijodohkan dengannya 2 tahun lalu namun sudah terlanjur dimiliki oleh laki-laki lain. Seakan pusaran takdir tak mau jauh-jauh darinya, jodoh yang sempat diambil orang ternyata kembali lagi padanya. Apa kata Papa nanti saat tau bahwa putri yang dititipkan oleh Pak Adi disakiti orang lain? Akankah perjodohan mereka akan dilakukan lagi setelah Nia bercerai??

__ADS_1


__ADS_2