
Ucapan Daniel juga membuat Nia yang awalnya tak mempedulikan keadaan sekitar juga akhirnya menoleh dan melihat apa yang sedang terjadi.
"Maksud kamu apa? jangan macam-macam, Nia itu masih istri sah aku!" marah Ronald.
"Iya sekarang masih istri sah kamu, nanti? kita gak tau apa yang akan terjadi nanti Boss!" jawab Daniel santai.
Ronald tersenyum mengejek "Mau sekarang atau nanti, Nia akan tetap jadi istri aku. Akan aku pertahankan pernikahan kami. Camkan itu!"
"Oke.... kita lihat saja ya nanti di pengadilan!" jawab Daniel lagi tak mau kalah. Kedua orang itu saling melempar pandangan bermusuhan. Tanpa mereka sadari Nia sudah berada diantara mereka.
"Sudah hentikan! aku gak mau ada pertikaian di hari pemakaman Papa!" Nia lalu berbicara pada Ronald "Terima kasih kamu sudah datang melayat. Sekarang kamu bisa pulang!" usir Nia dengan tegas.
"Niel, kamu juga pulanglah. Kamu pasti lelah sejak kemarin menemaniku. Istirahatlah di rumah. Terima kasih banyak atas semua bantuan dan support kamu."
Daniel melihat Nia, matanya bengkak dan wajahnya pucat. Jika Ia tidak menahan diri, sudah Ia pukuli Ronald di depan umum. Namun demi Nia, Ia tahan semuanya.
"Yaudah aku pulang. Kamu makan dulu ya, jangan sampai kamu sakit. Lalu tidurlah. Semalaman kamu begadang, lelah hati dan tubuh. Jaga kesehatan ya, oke?" Nia mengangguk mendengar nasehat Daniel.
Ronald menatap istrinya yang diperlakukan seperti kekasih oleh laki-laki lain membuat darahnya mendidih. Ingin rasanya Ia meninju muka Daniel, namun Ia juga tak mau membuat keributan seperti yang Nia minta padanya.
"Pulanglah, Nal. Jangan membuat keributan disini!" perintah Kak Nay yang tak tahan melihat dua kubu yang saling bersitegang. Ronald yang menghormati Kak Nay sebagai kakak tertua Nia pun menurut. Ia pun pergi meninggalkan Nia.
Tak lama Daniel pun meninggalkan rumah Nia. Suasana sepi pun mulai melingkupi. Sekarang hanya tinggal Nia dan Nesia yang tinggal di rumah tersebut.
Hari sudah sore, Kak Nay dan keluarganya pun sudah pulang. Nesia sejak tadi hanya diam di dalam kamarnya saja. Nia berdiri dan berjalan ke halaman depan. Ia ingin mengunci pintu gerbang rumah yang sedari tadi terbuka.
Pandangannya terpaku pada koleksi bunga anggrek kesayangan Papa. Nia tidak mengerti bagaimana cara merawat anggrek tersebut, namun Ia ingin anggrek tersebut tetap hidup. Nia mengambil botol spray yang biasa Papa gunakan untuk menyemprot anggrek tersebut. Disiraminya dengan hati-hati tanaman peninggalan Papanya tersebut. Ia berjanji akan merawat tanaman tersebut seperti Papa nya dulu merawatnya.
Setelah selesai menyiram, Nia pun masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu depan. Ia lalu mencuci wajahnya yang bengkak kebanyakan nangis. Setelah mengganti bajunya Ia pun tertidur di kamar. Lelah tak Ia rasakan setelah kemarin bekerja, ke rumah sakit, begadang dan mengurus pemakaman Papa. Ia pun tertidur lelap.
Tanpa terasa hari sudah malam saat Nia akhirnya terbangun oleh dering hp nya. Ternyata Daniel yang menghubunginya.
__ADS_1
"Iya, Niel. Ada apa?" tanya Nia dengan suara sengau habis bangun tidur.
"Aku mengganggu tidur kamu ya? maaf ya."
"Enggak kok. Ada apa?"
"Aku lagi di dekat rumah kamu. Tiba-tiba keinget kamu belum makan. Aku lagi pesenin pecel ayam nih. Sebentar lagi aku kesana ya."
"Oh. Iya. Makasih ya Niel" telepon pun terputus. Nia menatap wajahnya di cermin dan Ia pun terkaget sendiri.
Oh Tuhan... Aku seperti singa baru bangun tidur. Rambut berantakan. Mata bengkak. Oh my God.... aku harus bersiap-siap nih sebelum Daniel datang - Nia.
Secepat kilat Nia langsung mandi koboy dan berganti pakaian. Disisirnya rambutnya yang kusut dan berantakan. Sekarang penampilannya sudah sedikit manusiawi walau matanya yang bengkak sulit ditutupi.
Bel pintu pun berbunyi, Nia lalu keluar kamar hendak membukakannya. Saat keluar Nia berpapasan dengan Nesia yang juga hendak membuka pintu.
"Biar Kakak saja Nes yang buka" kata Nia. Nesia pun menurut dan kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu menunggu siapa? laki-laki itu?!" selidik Ronald.
"Bukan urusan kamu. Ada apa kesini?" tanya Nia ketus.
"Kenapa bukan urusan aku? saat ini status aku masih suami kamu. Ya ini urusan aku lah. Aku gak mau kamu dekat apalagi berpacaran dengan laki-laki lain selama masih jadi istri aku." marah Ronald.
"Oh.. gitu.. Terus kalau kamu yang selingkuh boleh gitu? egois banget jadi orang!" Nia tak kalah marah.
"Sudahlah. Aku tak mau bertengkar lagi. Aku kesini mau menjemput kamu pulang. Ayo kita pulang!" Ronald berusaha meraih tangan Nia, namun langsung dihempaskan oleh Nia.
"Aku gak mau. Oh aku paham sekarang. Setelah Papa udah gak ada, baru ya kamu berani jemput dan bahkan paksa aku pulang? Aku gak mau!"
"Pokoknya kamu harus nurut sama aku. Kamu tuh istri aku!" paksa Ronald.
__ADS_1
"Aku gak mau. Jangan sampai aku teriak ya biar seluruh tetangga tau kelakuan kamu!" ancam Nia.
"Aku gak peduli. Toh tetangga juga tau kalau kamu masih istri sah aku" Ronald memaksa dengan menarik tangan Nia.
Daniel baru saja sampai di depan rumah Nia dan melihat Nia sedang dipaksa oleh Ronald. Ia langsung turun dan berusaha menolong Nia.
Nia berusaha melepaskan tangan Ronald sekuat tenaga. Usahanya berhasil, namun ia jatuh terhuyung ke belakang dan mengenai kursi.
"Nia..." Daniel secepat mungkin mendekat dan menolong Nia. Dilihatnya ada bekas luka di dahi Nia dan tangan Nia sakit karena menabrak kursi.
"Siapa kamu ikut campur dalam masalah rumah tangga aku?" marah Ronald pada Daniel.
Nesia yang mendengar suara ribut di luar pun langsung berlari keluar kamar. Dilihatnya kakaknya sedang jatuh terduduk dan dibantu oleh Daniel.
"Kak Nia" Nesia langsung menggantikan Daniel memegangi Nia.
"Kamu tuli ya? Tadi siang aku sudah bilang kalau aku adalah calon suami Nia." tantang Daniel yang langsung berdiri menghadapi Ronald. Tak terima Ia melihat Nia disakiti seperti itu.
"Oh... jadi kamu selingkuhannya Nia? Dengar ya, Nia itu masih istri sah aku. Jangan coba-coba dekati Nia!" ancam Ronald.
"Dasar pengecut! kamu yang selingkuh kok menuduh Nia yang selingkuh? apa kamu pikir pihak pengadilan tidak akan langsung mengetuk palu perceraian kalian setelah kamu melakukan tindakan KDRT? hah!" Ronald yang emosi langsung menarik kerah Daniel dan bersiap untuk memukul Daniel.
"STOP!!!!!" teriak Nia.
Ronald langsung menghentikan perbuatannya setelah mendengar Nia berteriak.
"SILAHKAN ANDA PERGI DARI RUMAH SAYA, BAPAK RONALD YANG TERHORMAT! JANGAN PERNAH MENGINJAKKAN KAKI ANDA DI RUMAH SAYA LAGI!" teriak Nia yang langsung membuat situasi kembali kondusif.
*****
Hayooo... yang masih penasaran dengan kisah Nia mana nih vote nya? kok makin berkurang 😁😁😁. Banyak yang komentar kenapa pendek banget? Sebenarnya aku udah nulis lebih dari 1000 kata loh, mungkin karena terlalu asyik dan menikmati jadi gak terasa ya tau-tau sudah abis. Dont worry, aku usahain update tiap hari kok. Jangan lupa ya selalu dukung aku dengan like, favorit, komen dan vote tentunya. Maacih 😘😘😘😘
__ADS_1