Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku
Bali-5


__ADS_3

Daniel cepat-cepat menyelesaikan meetingnya. Hatinya tak tenang meninggalkan Nia dan Anton berduaan saja di Villa.


Memang sih masih ada pegawai yang lain. Tapi kan Anton atasan mereka di Villa, pasti deh bisa dibungkam sama Anton. Apa yang mereka sedang lakukan ya berduaan di Villa? Huft... mana tidak ada CCTV lagi yang bisa memantau perbuatan mereka berdua.


Bagaimana kalau Anton naksir Nia? Bagaimana kalau Anton mencuri-curi kesempatan PDKT sama Nia disela-sela pertengkaran mereka?


Daniel mulai tidak tenang memikirkan Nia. Beberapa kali Ia melirik jam di Hpnya. Penyewa Villa 3 baru akan datang jam 8. Masih ada waktu 2 jam sampai mereka datang dan Ia meninggalkan Anton dan Nia berduaan di Villa.


Kliennya masih curhat mengenai masalahnya. Panjang kali lebar. "Kasus yang lumayan rumit lagi." keluh Daniel dalam hati. Biasanya kasus rumit bisa kelar paling sebentar satu minggu. Makin lama Ia kembali ke Jakarta. Padahal Ia ingin mengantar Nia besok jika Nia pulang.


Daniel tidak tahu kalau Nia sudah berhenti kerja dan memutuskan untuk menemani kemana pun Daniel pergi. Daniel agak menyesal meninggalkan Nia dengan wajah sedih itu.


Klien tersebut terus saja mengoceh mengenai kasus hukum yang dihadapinya. Tentang banyak yang menuntutnya karena dianggap bisnis illegal. Daniel mencatat rangkumannya saja sambil memeriksa bukti yang dimiliki Kliennya tersebut.


Huft... Daniel membuang nafas beratnya. Lawannya salah satu supplier yang merupakan perusahaan besar. Kasusnya tidak terlalu sulit, hanya proses pengerjaannya saja yang rumit dan bertele-tele. Mengurus surat disini, mengurus disana. Ribet pokoknya.


*******


Sudah mau jam 8 malam. Daniel belum pulang juga. Nia baru saja mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat seharian. Perutnya sudah membaik sekarang. Mungkin sakit karena Ia tidak makan sejak kemarin. Nia mengganti bajunya dengan hot pants dan kaus warna hitam tangan pendek.


Paling nyaman memakai celana pendek seperti ini dan kaos. Nia mendengar suara ramai dari arah Villa 3. Ia berniat membantu Anton daripada bosan tidak melakukan apa-apa.


Dengan mengenakan sandal havaianas miliknya Ia berjalan ke arah ruang tamu dekat meja resepsionis. Terlihat Anton sedang memasukkan data diri penyewanya. Nia berjalan menghampiri.


"Ada yang bisa aku bantu gak?" tawar Nia.


"Ada. Angkatin koper."


"Ogah!"


"Tadi nawarin mau bantuin. Disuruh angkat koper gak mau. Yaudah tolong bilang sama bagian dapur suruh sediain minuman dingin buat tamu aja."


"Oke, siap." Nia pun berjalan ke restauran Villa tempat biasanya para tamu sarapan dan makan. Lumayan mewah juga sih tempatnya. Ternyata restaurannya juga menerima tamu selain dari pengunjung villa saja tapi juga ada tempat di halaman yang bisa disewa jadi candle light dinner. Nia tidak akan kaget kalau ternyata ada chef yang bekerja di dapur. Mengingat di resort saja ada chefnya dan beberapa orang tidak hanya satu saja.


Benar saja, salah seorang chef keluar dan menyambut kedatangan Nia. Sepertinya Anton sudah memberitahu siapa Nia kepada seluruh pekerja disini.


"Malam, Non. Ada yang bisa dibantu?" tanya chef tersebut ramah pada istri Bosnya tersebut.

__ADS_1


"Hmm... Kata Anton bagian dapur disuruh menyiapkan minuman dingin buat tamu yang datang." Nia menyampaikan apa yang Anton ucapkan padanya tadi.


"Baik, Non. Ada yang mau dibuatin juga gak buat Si Non?"


"Apa ya? Aku mau susu hangat saja deh. Aku di tempat resepsionis ya."


"Baik. Nanti diantar kesana Non."


"Makasih" Nia pun berjalan kembali ke meja resepsionis berniat membantu Anton kembali.


Nia melihat Anton yang fasih berbahasa Inggris mengobrol dengan salah satu turis asing. Turis tersebut terlihat sesekali tertawa mendengar candaan Anton. Mudah sekali Ia akrab dengan orang lain, bahkan dengan turis asing sekalipun.


Salah seorang turis menatap Nia dengan pandangan tertarik.


"Who's she?" tanya Turis tersebut pada Anton.


(Selanjutnya sudah di translate aja ya ke Bahasa Indonesia)


"Istrinya Bos." jawab Anton.


"Beautiful. Boleh saya kenalan?"


Nia pun berjalan menghampiri Anton.


"Ada yang mau kenalan sama kamu."


"Hi! Im Steve." Turis itu mengulurkan tangannya. Ganteng. Warna matanya pun biru.


"Nia." Nia pun menyambut uluran tangan Steve.


"Nice to meet you." Steve tersenyum. Makin terlihat tampan.


"Nice to meet you too." balas Nia sopan.


"Baiklah, ayo saya antar ke Villa kalian." ajak Anton. Empat orang turis itu pun mengikuti Anton ke Villa 3. Nia menunggu saja di meja resepsionis sambil memainkan Hpnya. Tanpa Nia sadari ada sepasang mata yang mengawasinya dari CCTV diatas sambil menggeram kesal.


Ya, Daniel masih mengawasi Nia yang baru saja kenalan dengan Bule ganteng itu. "Sialan Si Buluk, enak aja ngenalin istri orang sama tuh Bule. Liat aja nanti begitu aku pulang, kena tuh anak!" ancam Daniel dalam hati. Daniel menatap lagi kliennya yang tak henti hentinya ngomong. Kupingnya panas dari tadi menghadapi klien yang bawel.

__ADS_1


Roti bakar dan es yang dipesannya sudah lama habis. Ia bahkan sudah memesan lagi air mineral. Ia harus cepat menyelesaikan meetingnya sebelum Anton mengenalkan istrinya pada orang lain lagi.


Akhirnya selesai sudah meeting yang sudah hampir 4 jam tersebut. Setelah berjabat tangan Daniel pun pamit. Ia langsung ngebut menuju Villanya.


**********


🎶 Aku adalah lelaki.. yang tak pernah lelah memikat wanita... aku adalah lelaki yang selalu ingin dibuai wanita aku... ooooohhh...🎶 Anton lagi-lagi sedang bernyanyi sambil bermain gitar.


Dilihatnya mobil Daniel memasuki halaman Villa. Sepertinya Ia tergesa-gesa memarkirkan mobilnya diantara mobil para turis asing itu. Benar dugaan Anton, Bosnya memang terburu-buru dan langsung berlari menghampirinya.


"Heh Buluk. Kenapa Nia dikenalin sama bule asing itu?" semprot Daniel sambil menunjuk nunjuk dirinya.


"Weits sabar Bosqu. Itu bule sendiri yang minta dikenalin sama Nia. Kan gak enak kalau tamu baru dateng udah ditolak."


"Itu bini siapa?"


"Ya bininya Si Bos lah." jawab Anton.


"Itu udah tau. Awas aja berani-berani ngenalin lagi sama cowok lain! Siap-siap dipecat!" ancam Daniel.


"Iya...iya... ampun Bos." cengir Anton, tak ada takut-takutnya Dia dengan ancaman Daniel.


"Sekarang Nia dimana?" tanya Daniel lagi.


"Di kamarnya. Tadi habis minum susu hangat ijin balik ke kamarnya. Ngantuk katanya."


Daniel langsung meninggalkan Anton dan menuju kamar Nia. Diketuknya pintu kamar Nia. Tak ada suara. Ia coba buka pintunya, ternyata tidak dikunci.


Ceroboh sekali Dia, bagaimana kalau ada yang masuk?- Daniel.


Daniel menghampiri tempat tidur Nia. Ditatapnya Nia yang sedang tertidur pulas. Wajah bak malaikat yang sedang tertidur itu amat Ia rindukan. 2 minggu lebih Ia tak melihat malaikat hatinya tersebut. Ia mencium lembut kening Nia. "Maafin aku, Sayang."


*************


Up ke 2 udah.... Karena banyak yang Vote aku usahain Up ke 3... Yey......


Tapi.. Masih ditulis nih....

__ADS_1


Sabar ya....


__ADS_2